
Honoka membiarkan Kou dan Shuan sendirian di ruang tamu karena ia sendiri memiliki urusan penting untuk segera menghubungi Haruka agar ia bisa melihat lambang Heaven di tubuhnya, jika mereka sudah menggapai surga itu artinya mereka sekarang sebagai keturunan Comi bisa dibilang sebagai anak surga dengan Korrina yang disebut sebagai [Mother of All Heavens] karena Honoka sempat melihat dirinya di setiap lapisan surga yang ada, entah kenapa surga yang ia lihat terasa begitu nyaman, semoga saja ia bisa beristirahat disana suatu saat nanti.
Honoka saat ini berada di kamarnya, mencoba untuk menghubungi Haruka dan pikirannya masih dipenuhi tentang potensi surga. Menggapai surga, ia masih belum mengerti jelas bagaimana ia bisa menggapai surga tanpa usaha apapun, apakah mungkin kepergian Korrina adalah alasan kenapa mereka bisa menggapai surga. Jika dipikirkan kembali Honoka bisa melihat berbagai macam gerbang dan Korrina sendiri yang menjaganya, sepertinya ia pergi memiliki tujuan yang positif juga bagi dirinya bersama saudaranya.
"Jika kita bisa menggapai surga bersama... itu artinya Kou dan Korrina memiliki kaitan besar soal ini, aku ingin mengetahuinya lebih lanjut lagi, mungkin Kou tahu karena The Mind itu sama seperti maha mengetahui tetapi jika dipikirkan lagi surga memang miliki keturunan Comi sejak munculnya Touriverse... apakah mungkin surga itu sudah terbuka untuk kami...? Tidak ada kekuatan tambahan tetapi perasaan ini berbeda." Honoka berbaring di atas kasur lalu menghela nafas panjang, mencoba untuk memikirkan hal yang lain, urusan Heaven ini tutup dengan alasan Comi memang anak suci jadi tidak salah lagi mereka terbuat dari surga dan pemilik surga.
Di sisi lainnya, terdapat Shuan yang saat ini masih berpelukan dengan Kou, rasa rindunya tidak bisa ia tahan lagi ketika melihat Kou yang sudah bangun dan merasa sehat seperti biasanya. Kou terkekeh melihat Shuan yang begitu manja seperti anak kecil, pelukan itu terus berlanjut selama beberapa menit sampai Shuan menggenggam kedua bahu Kou lalu menatap wajahnya dengan ekspresi yang terlihat senang.
"Apakah tidak ada yang sakit...? Tubuhmu sudah merasa baikan kan?" Tanya Shuan dan Kou mengangguk dan tersenyum, Shuan sempat melihat kedua iris mata Kou yang asalnya emas sekarang berubah menjadi biru muda, ia juga sempat melihat lambang Heaven terus muncul di kedua pupil-nya itu dan menghilang ketika ia menatap lebih dekat lagi, Kou secara refleks menghalang wajahnya karena ia menatap dirinya terlalu dekat sampai ia merasa sangat malu jika terus dilihat.
"A-Ahh... Maaf, matamu terlihat indah... seperti lautan yang aku selalu jadikan sebagai tempat rahasia itu, cocok dengan rambut merah yang kau miliki, Kou. Apakah iris mata emas itu akan hilang untuk selama-lamanya? Matamu terus menunjukkan warna biru muda..."
"Tidak..."
Shuan dikejutkan dengan suara yang baru saja keluar melalui mulutnya, Kou mencoba untuk membuat Shuan senang dengan suaranya, ia juga ingin melihat ekspresi apa yang akan ditunjukkan ketika pertama kali mendengar suaranya yang begitu pelan dan jelas. Shuan langsung tersipu mendengarnya, suasana hatinya yang masih merasa sedih karena pacarnya yang akan mati dalam tiga bulan meleleh seketika karena digantikan oleh suara Kou yang begitu umut, suara yang memberi dirinya harapan besar.
"K-Kou... kamu baru saja berbicara ya...?" Shuan merasa begitu senang untuk mendengar suaranya yang begitu jelas, Kou tersenyum lalu ia mengangguk dan menulis sebuah kalimat bahwa ia tidak bisa terus berbicara karena tenggorokan-nya yang akan terasa sakit.
__ADS_1
"A-Aku tidak menyangka... suaramu akan terdengar begitu lembut, suara yang bisa aku dengar itu terasa seperti suara yang baru saja keluar dari surga." Perkataan Shuan terdengar cukup ironis bag Kou karena ia baru saja menggapai surga bersama kedua saudaranya.
Mereka menghabiskan waktu seperti biasanya, kali ini Shuan memperlakukan Kou seperti kekasih yang menjalani hubungan sehat karena ia tidak ingin memaksa atau mempercepat hubungan kekasih ini dengan dirinya karena berbicara saja sudah cukup, Kou terlihat begitu senang karena ia masih bisa hidup damai melihat Shuan.
"Aku baru saja ingat tentang sesuatu... Apakah kamu mau menjalani pompa jantung?"
[Sudah kok, sejak awal aku sudah mengalami pemompaan itu oleh Kakak jadi sekarang aman. Tidak ada yang sakit...]
"Baguslah."
"Tidak perlu khawatir... Shuan..." Kou tersenyum, lagi-lagi suaranya itu menusuk hatinya bahkan ia mulai memeluk Kou erat dan berjanji kepada dirinya bahwa melindungi Kou adalah tujuan besar yang akan terus berlanjut, ia harus bisa mencapai tujuan itu dengan baik dan melakukannya dengan cara yang positif tetapi jika seseorang menyentuh atau melukainya, tidak ada alasan baginya untuk tidak membunuh.
"Aku akan melindungi dirimu, Kou. Waktu kehidupanmu akan aku perluas menjadi lebih besar lagi sampai kita bisa melihat masa depan yang menanti kita." Shuan mendekati wajahnya dan Kou memejamkan kedua matanya, bibir mereka sudah hampir bersatu tetapi Haruka masuk ke dalam ruangan itu dalam waktu yang kurang tepat.
"Honoka!!!" Panggil Haruka keras, ia dan Rokuro baru saja pulang, kali ini Haruka membawa sebuah surat yang sangat penting untuk dibahas kepada adiknya, ia mencoba untuk mencari Honoka tetapi ia malah menemukan Kou. Melihat Kou yang sudah bangun membuat Haruka merasa bersyukur sehingga ia mendekati dirinya lalu memberinya pelukan yang sangat erat.
"Kouuuuuu~ Selamat datang~ Astagaaaaa~ Kamu sudah bangun ya~ Semakin imut saja adik kecilku~" Haruka memberi Kou beberapa kecupan di kedua pipinya, Kou mulai terkekeh pelan sehingga membuat Haruka terkejut karena ia bisa mengeluarkan suara sekarang, hasilnya Haruka terus memberi dirinya kasih sayang yang besar.
__ADS_1
Shuan hanya bisa melihat kedua adik dan kakak ini yang begitu dekat dengan tatapan datar karena ia tadi hampir saja merasakan bibir surga milik Kou, Rokuro mulai menepuk punggung Shuan begitu keras sehingga ia menatapnya dengan ekspresi kesal.
"Apa?"
"Maafkan tindakan Ayahku itu, sepertinya dia sudah menangkap pembunuh itu ya. Aku tidak menyangka kau akan melakukannya dengan cara yang salah, apa yang kau lakukan itu sudah mendekati kekejaman, kau tahu?" Shuan hanya bisa diam ketika mendengarnya karena ia terpengaruh dengan amarah Neko Legenda sampai tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, setidaknya sekarang ia merasa lebih baik ketika melihat Kou.
Rokuro menatap Kou yang terlihat berbeda juga, ia lebih merasakan aura yang suci dan murni di dalam tubuh Kou, berbeda dengan sebelumnya dimana ia tidak bisa merasakan apapun di dalamnya. Aura dan keberadaan murni yang sama degan Haruka, ia sendiri bisa melihat kedua mata Kou memiliki warna yang sama dengan Haruka, sekarang ia mengerti bahwa keturunan Comi sepertinya mengalami sedikit perubahan melalui warna mata dan keberadaan.
"Aku baru saja mendapatkan sebuah berita dari Haruka, kita pulang lebih cepat karena dirinya baru saja mendapatkan panggilan dan surat undangan..." Rokuro mengeluarkan sebuah surat lainnya di dalam saku celananya lalu ia memberikannya kepada Shuan, ia mengambilnya dan mulai membukanya sehingga ia tidak begitu merasa asing dengan nama dari [Solicitation] karena generasi yang ketiga dimenangkan oleh Ibunya sendiri yaitu Megumi.
"Solicitation... undangan apa ini...? Jangan-jangan..." Shuan mengerutkan dahinya, Rokuro mengangguk sehingga Haruka mulai mengeluarkan surat lainnya untuk diberikan kepada dan Honoka. Haruka sudah berjanji kepada Korrina bahwa ia akan berpartisipasi di turnamen itu untuk membawa namanya sebagai putri dari seorang pemenang dua kali berturut-turut, Haruka mengijinkan Kou untuk ikut karena ia juga memiliki potensi hebat yang bisa digunakan dalam akademi dan turnamen nanti.
"Tournament of Solicitation yang keempat, seseorang yang mendirikan turnamen ini benar Morgan dan dia adalah manusia yang katanya genius karena dapat menciptakan barang permohonan yang dapat mengabulkan permintaan apapun. Pemenang terakhir adalah Ibumu, Korrina, dan Tante-ku yaitu Akina... menggunakan cara ini, kita mungkin dapat memohon untuk menyembuhkan Kou secara keseluruhan." Kata Rokuro, Haruka mengangguk dan ia sendiri merasa tidak sabar untuk mengikutinya bersama seluruh temannya.
Shuan langsung terdiam ketika mendengarnya karena perkataan Arata dan Shira ternyata benar, harapan selalu akan muncul secara tiba-tiba dan harapan itu pasti akan menyediakan berbagai macam pintu positif dan negatif yang dapat ia kunjungi. Jika Rokuro memberi dirinya surat undangan itu artinya ia akan menerimanya dengan senang hati untuk memenangkan turnamen itu agar ia dapat memohon kepada [Soliciation's Order] untuk menyembuhkan kondisi Kou secara keseluruhan.
"Kalau begitu, petualangan baru kita baru sja dimulai dengan harapan baru ini!" Kata Haruka sambil meletakkan surat itu di atas meja, mereka semua mulai mengangguk dan bahkan Shuan mengepalkan keduya tinjunya dan berharap bahwa semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa harus memancing amarahnya.
__ADS_1
"Kita akan bertanding di Tournament of Solicitation IV!"