Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 150 - Legends Never Dies


__ADS_3

Semua asap-asap itu hilang ketika satu jam telah berlalu, Shira perlahan-lahan membuka kedua matanya dengan pelan dan sadar bahwa dirinya masih hidup. Ledakan tadi sempat membunuh dirinya karena ia tidak sempat untuk menghindar atau menghilang... Ledakan tadi intinya sangat mengerikan dan sempat membuat Shira masih berkeringat dingin.


"Kenapa aku masih hidup...? Apakah ini dunia kematian...?" Shira mulai menatap dirinya, aura hijau dan lambang waktu itu tiba-tiba hilang.


"Apakah ini ulah Haruka lagi...?"


Haruka bangkit dari atas tanah dan ia melihat beberapa pasukan aliansi yang terbunuh oleh nuklir tadi mulai kembali bangkit berkat kristal waktu tadi yang ia ciptakan dengan seluruh kemampuan-nya, Haruka tersenyum lebar dan merasa lega bahwa rencana-nya berhasil... Mereka semua kembali hidup berkat efek pengunduran waktu yang terdapat di dalam kristal itu.


Tetapi Haruka masih bisa merasakan keberadaan Rxeonal dan Shinku yang masih hidup, sepertinya nuklir itu tidak mampu membunuh mereka secara keseluruhan... Sudah jelas sih karena Rxeonal itu abadi dan Shinku bisa disebut abadi karena memegang Grimoire itu serta Touri sekarang sudah menjadi wilayah Crimson dimana ia tidak akan bisa terbunuh di wilayah-nya sendiri.


Seluruh makhluk yang memiliki sihir Crimson tidak akan mati ketika mereka terbunuh di wilayah sihir mereka sendiri, Shinku segera diserang oleh Korrina dengan seluruh kemampuan-nya sampai buku yang terdapat di kepalanya jatuh. Dengan cepat Korrina melancarkan beberapa serangan sampai membuat Shinku terkejut.


"Kau!? Berani-beraninya menyerang-ku dan menjatuhkan buku-ku...!" Shinku segera memukul wajah Korrina sampai ia terjatuh, tetapi Korrina masih bisa bangkit dan menendang wajah Shinku menggunakan kedua telapak kaki-nya.


"Jika kau ingin buku itu maka kau harus melawan aku!" Kata Korrina dimana ia mulai menari tarian tradisional Indonesia sampai tubuhnya memancarkan aura Sacred yang memberi efek panas kepada tubuh Shinku.


Tidak ada satupun yang berani mengambil buku itu termasuk Alvenius karena dirinya segera diserang oleh pasukan Crimson tingkat sempurna, perang antar semesta kembali berlanjut ketika pasukan Oather dan Giblis kembali bangkit berkat kemampuan adaptasi dan reinkarnasi mereka.


Seluruh pasukan aliansi segera terbunuh dengan satu serangan gelombang yang disemburkan melalui mulut pasukan Oather dan Giblis. Rxeonal sudah memerintahkan seluruh pasukannya untuk segera membunuh pasukan aliansi yang masih mengganggu, sebagian dari mereka juga terluka cukup parah dan kritis.


Pasukan medis sudah sepenuhnya terbasmi, hanya menyisakan Shira sendiri yang berdiri di atas daratan merah, daratan itu diciptakan oleh dewa alam karena rencana terakhir sudah berjalan. Shira segera menyuruh seluruh pasukan aliansi untuk menyerang pasukan Crimson dan membantu Korrina bersama yang lain-nya.


Mereka semua membantah perintah Shira karena ia mulai bersikap naif dan terlalu percaya diri karena bisa mengalahkan Rxeonal bersama pasukan-nya. Dengan cepat Shira melepaskan cahaya yang berkilau sampai memindahkan tempat mereka menuju tempat dimana Korrina bersama rekan-rekannya berada.


Mereka semua mulai menatap Shira yang terlihat serius, ia segera mengacungkan jempol-nya bahwa ia bisa mengurus semua pasukan itu sendirian dengan hanya menggunakan esensi cahaya-nya yang sempurna. Rxeonal tersenyum puas melihat Shira yang gegabah bertarung sendirian melawan dirinya bersama pasukan-nya.


"Ini semua demi Touri... Demi populasi Touri yang berhak mendapatkan kedamaian!" Kata Shira dimana ia mulai mengamuk dan melepaskan aura yang berjumlah besar di sekitarnya sampai ia memancarkan cahaya yang menyilaukan mereka semua.


Beberapa matahari mulai muncul di sekitarnya, tujuan dari kemunculan matahari itu hanya untuk membuat tenaga dan kekuatan Shira menjadi tidak terbatas, Shira menyerang mereka semua dengan membabi buta sampai satu serangan-nya dapat membasmi habis beberapa pasukan dan mengubah mereka menjadi partikel emas.


Partikel itu memberi Shira kekuatan dan tenaga lagi, tidak ada satupun pasukan yang bisa mengenai serangan mereka kepada Shira yang benar-benar kebal. Serangan-nya mampu menembus tubuhnya seolah-olah mereka seperti menyerang sinar matahari, dengan cepat Shira mengangkat lengan kanan-nya ke atas dan melempar sebuah matahari ke arah mereka semua.


Shiro muncul di depan Shira lalu melancarkan beberapa serangan kepadanya tetapi Shira dengan mudah menghindari semua serangan itu sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, dengan cepat Shira menyerang balik dengan menendang wajahnya sampai ia terpelanting beberapa kilometer ke depan .


Yusa menghadapi Shira sekarang dengan pedang-nya yang ia ayunkan beberapa kali, tetapi serangannya tidak mampu mengenai Shira karena ia segera melompat ke depan dan melewati dirinya sampai tubuh Yusa diselimuti dengan sinar Shira yang dapat membuat dirinya kesakitan.


"Uagghhh...!" Yusa terlempar ribuan meter ke belakang.


Rxeonal melebarkan matanya ketika melihat Shira yang melewati semua pasukan-nya serta membunuh mereka dalam waktu yang bersamaan, Rxeonal mencoba untuk melarikan diri tetapi tidak bisa karena kecepatan Shira terus meningkat sampai ia sudah beberapa kali dihalang tetapi mereka yang menghalang malah berubah menjadi partikel emas.


Naoki dan Shiro datang menghampiri Rxeonal sambil melancarkan beberapa serangan, Shira tidak menghiraukan Naoki yang telah terkutuk menjadi iblis serta Shiro yaitu kakak kandung-nya. Shira hanya membutuhkan kedua telapak tangan-nya untuk menahan tinju mereka lalu ia melempar mereka berdua ke belakang.


"Apa-apaan dengan esensi cahaya sempurna itu...!? Dia tidak bisa merasakan luka apapun...!" Rxeonal mulai panik tetapi dia menghilang rasa panik itu dengan meluncurkan beberapa sihir tulang tajam ke arah Shira, semua sihir itu menembus tubuh Shira dan tidak memberikan dirinya efek apapun.

__ADS_1


Rxeonal bisa melihat raut wajah Shira yang benar-benar tenang... Bukan hanya esensi cahaya-nya yang sempurna tetapi ia juga sudah bisa mengontrol dirinya dalam esensi ketenangan cahaya di tingkat kesempurnaan. Dengan pelan Shira berjalan di atas angkasa itu, menghampiri Rxeonal dengan kedua pupil-nya yang melancarkan cahaya putih.


Seluruh pasukan Rxeonal segera meluncurkan banyak sekali sihir yang bertubi-tubi ke arah Shira, tetapi semua sihir itu tidak mengenai Shira sama sekali dan bahkan menembus tubuh-nya, seluruh sihir itu berubah menjadi sumber cahaya emas yang mulai merasuki tubuhnya.


Shira muncul tepat di depan Rxeonal, mereka saling menyambut satu sama lain dengan serangan yang saling berbenturan. Serangan mereka mampu menciptakan suara yang menggema serta getaran dahsyat di sekitar wilayah itu, mereka mulai saling bertukar serangan dan entah kenapa mereka terlihat seimbang.


Di sisi lainnya seluruh pasukan Crimson mampu membuat rekan-rekan Korrina kesusahan, tetapi yang lebih kesusahan adalah Korrina... Dia sudah sepenuhnya babak belur karena sering terkena serangan Shinku, walaupun dia sudah tidak memegang buku itu, dia masih bisa terus bertambah kuat karena wilayah Crimson serta buka yang masih diselimuti dengan aura Crimson itu.


Shinku mulai mengayunkan pedang-nya ke arah Korrina, dengan cepat serangan itu langsung ditahan menggunakan Keris yang ia pegang sampai suara retakan mulai terdengar. Shinku tidak berhenti menyerang, ia terus melayangkan beberapa serangan sampai Korrina menahan semua serangan itu menggunakan Keris-nya yang lama kelamaan patah menjadi dua.


"... ...!" Shinku melancarkan serangan terakhir menggunakan pedang-nya sampai itu merobek kebaya Korrina dan memperlihatkan pakaian dalam-nya yang robek, ia terlempar ke belakang dengan kondisi tubuh yang kaku.


Shinku segera lari menghampiri buka sihir-nya untuk segera menghabiskan pasukan aliansi lain menggunakan buku tersebut, tetapi ketika dia menyentuh buku tersebut... Kuro, sang pemilik dari tujuh dosa besar datang dan mengejutkan-nya dengan menginjak tangan-nya sampai suara tulang mulai terdengar.


"Arrggghhh...!!!"


Kuro melancarkan serangan bertubi-tubi di sekitar tubuh Shinku sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali merasakan semua kesakitan itu, pedang yang dipegang oleh Shinku sempat menyerang dan mengenai tubuh Kuro, dengan hasil pedang itu hancur menjadi kepingan kecil ketika menyentuh tubuh Kuro.


Kuro menyentuh perut Shinku sampai ia terdorong ke belakang, Shinku melebarkan matanya ketika ia melihat sesosok pemilik tujuh dosa besar mulai ikut campur. Kuro muncul di depan Shinku lalu meluncurkan beberapa api kemarahan, tetapi semua serangan itu mampu ditahan oleh Shinku yang menciptakan perisai Crimson.


Kuro muncul di belakang Shinku lalu melancarkan sebuah serangan yang mengenai punggung Shinku, setelah itu Shinku tersenyum sinis dan membalikkan serangan itu kepada Kuro menggunakan kemampuan-nya yang dapat membalikkan serangan seseorang. Shinku menghantam tubuh Kuro menggunakan perisai itu, dengan hasil Kuro masih berdiri tepat di depannya.


"A-Apa...!?" Kuro menyentuh kening Shinku menggunakan jari-nya sampai ia terlempar ke belakang.


Shira tidak mampu melawan Rxeonal sendirian, sihir-nya sempat tidak mempengaruhi tubuhnya walaupun dia sudah mencoba untuk mengubah dirinya menjadi sebuah partikel cahaya. Tubuh Rxeonal benar-benar abadi sampai Shira lengah dengan serangan bertubi-tubi Rxeonal yang mengandung cahaya hitam sampai cahaya itu melukai-nya.


"Karena darah vampire... Aku sekarang dapat melukai-mu dengan cahaya alternatif-mu!" Rxeonal mengayunkan pedang-nya ke arah Shira sampai mengenai wajah-nya lalu menimbulkan ledakan besar yang mampu melemparnya ke belakang dengan tubuh yang dipenuhi luka.


Seluruh pasukan Giblis mulai mengepung Shira lalu memeluk dirinya, ia bisa merasakan esensi cahaya tingkat sempurna alternatif di dalam diri mereka. Sepertinya semua pasukan Giblis itu telah beradaptasi sampai bisa memiliki cahaya yang sama dengan Rxeonal, mereka mulai memancarkan cahaya hitam pekat lalu meledak dengan daya ledakan besar.


Baaaaaammmmmmmm...!


Shira terluka cukup kritis, tetapi semangat bertarung-nya masih terdapat di dalam dirinya. Dirinya yang dipenuhi dengan luka masih saja bangkit dan melayang di luar angkasa sambil melihat seluruh pasukan Rxeonal yang mulai bertambah dan mendapatkan kekuatan tambahan dari Rxeonal.


Akan sangat sulit jika sihir esensi cahaya kebal-nya mampu terluka dengan sihir esensi cahaya alternatif yang dimiliki oleh Rxeonal bersama pasukan Giblis-nya, Shira hanya bisa tersenyum dengan puas karena ia benar-benar merasa bangga terhadap pencapaian dan proses latihan-nya.


Tidak ada satupun pasukan Rxeonal yang berani untuk menyerang duluan ketika Shira mulai mengangkat kedua lengan-nya sampai beberapa matahari besar muncul di sekitarnya lalu berubah warna menjadi gerhana matahari untuk memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


"Kalian... meremehkan semangat seorang Legenda dan potensi yang dimiliki oleh mereka..." Shira mulai berbicara.


"Aku akan mencoba untuk mendorong batasan-ku... Aku akan mencoba untuk menggabungkan esensi cahaya sempurna ini dengan wujud Saint serta sihir peningkatan lainnya..." Ungkap Shira dimana ia segera berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya lalu melepaskan aura emas yang sangat besar sampai membuat Rxeonal tercengang.


"Apa yang...!? Serang dia!!!" Seru Rxeonal, tidak ada satupun pasukan yang berani untuk menyerang Shira ketika wujud Saint Revolution-nya mundur.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan, bodoh!? Jangan diam saja!!! Serang!!!" Teriak Rxeonal keras, ia juga bahkan tidak berani untuk menyerang Shira duluan.


"Ini mungkin saja bisa bekerja... Kemampuan dari esensi cahaya sempurna... Wujud Saint Revolusi ditambah dengan sihir peningkatan yang bernama [Light of Hope] itu... Sepertinya aku dapat mendorong tingkatan Light of Hope semaksimal mungkin sambil menggunakan pemulihan dari kemampuan esensi itu serta gerhana matahari yang ada di sekitar-ku..."


"...Bisa saja tubuhku akan hancur karena aku menggabungkan ketiga-nya, aku benar-benar harus menanggung resiko itu. Light of Hope...!" Shira mulai mengaktifkan sihir peningkatan-nya yang bernama Light of Hope, beberapa urat mulai menonjol di seluruh tubuhnya.


Shira melepaskan cahaya yang berlapis-lapis sampai semua cahaya itu melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong mundur pasukan Rxeonal bersama pasukan Shinku. Tubuh Shira perlahan-lahan mulai menjadi kekar sampai kekuatan-nya sudah tidak bisa dirasakan lagi oleh Rxeonal.


"Hahhhhhhhhh...!!!" Shira terus meningkatkan seluruh kekuatan-nya tanpa harus mengenal batasan yang menghalangi-nya karena semua batasan itu sudah ia hancurkan dari awal.


"Ada apa ini...!? Aku tidak bisa merasakan kekuatan-nya...!? Apa yang terjadi...!?"


Kuro dan Shinku berhenti bertarung karena perhatian mereka tertuju kepada Shira, mereka sama-sama tidak bisa merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Shira saat ini. Mereka berdua sama-sama terkejut dan terkesan tetapi Kuro melanjutkan pertarungan dengan menghantam wajah Shinku lalu tersenyum.


"Kerja yang bagus, Legenda..." Kata Kuro.


"Huraaagggggggghhhhhhh...!!!" 


"Dasar sampah...!" Rxeonal menghalang penglihatan-nya karena cahaya yang menyelimuti Shira itu sangat menyilaukan.


"Light of Hope...!!! TINGKAT SERATUS...!!!" Shira mendorong sihir peningkatan-nya yang bernama [Light of Hope] ke tingkat terakhir yaitu seratus.


Shira melepaskan cahaya besar sampai semesta Touri mulai disinari dengan cahaya emas dimana langit-langit sekarang terlihat cerah serta kekuatan Shira mulai tersebar kemana-mana, ia melepaskan gelombang emas ke atas sampai melewati perbatasan Touri.


Gelombang emas itu bisa terlihat jelas oleh kedua inti semesta yang terletak dekat dengan semesta Touri. Seluruh pasukan berhenti bertarung dan mengalihkan pandangan mereka kepada Shira yang sudah tidak bisa dilihat karena cahaya yang menyilaukan-nya itu.


"A-Apa yang...!? Shira...!?" Haruka tercengang ketika melihat Shira yang bertambah kuat secara berlebihan.


"Dia menginjak tingkat itu dengan menggabungkan semua-nya ya..." Kuro bisa melihatnya dari jauh sambil menyiksa Shinku beberapa kali.


Rxeonal bersama pasukan-nya saat ini sedang menahan dorongan yang mencoba untuk melempar mereka ke belakang, cahaya yang menyilaukan itu juga mampu membuat Rxeonal tidak bisa melihat apapun kecuali kehitaman, keberadaan Shira juga terasa dimana-mana.


"Uraaaaaggggghhhhhhh...!!!" Shira masih meningkatkan seluruh kekuatan-nya tanpa henti.


"Dia... menyembunyikan kekuatan sehebat ini...? Aku benar-benar meremehkan-nya...!"


"Light of Hope tingkat seratus...!!!"


Rxeonal tidak bisa merasakan dan melihat pergerakan Shira, perut-nya tiba-tiba terasa seperti terkena pukulan dahsyat dimana tinju Shira menusuk masuk ke dalam perutnya dan melepaskan gelombang cahaya melalui punggung Rxeonal sampai ia memuntahkan darah hitam yang cukup banyak.


"Hueeggghhh...!!!"


"Legends...!!! NEVER DIES!!!" Seru Shira keras dimana ia langsung mengangkat kedua tinju-nya ke atas lalu menghantam puncak kepala Rxeonal sekeras mungkin sampai tanduk hancur-nya hancur. Ketika menerima serangan dahsyat itu, Rxeonal terpelanting jutaan kilometer ke bawah.

__ADS_1


"Benar-benar Mortal yang hebat..."


__ADS_2