Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 511 - Rasa Rindu selama Berbulan-bulan


__ADS_3

Hari yang cukup meriah baru saja di mulai, kota permohonan saat ini di datangi dengan berbagai macam kendaraan canggih dimana semua penonton dari berbagai alam semesta mulai turun untuk menyaksikan turnamen permohonan besar yang terakhir.


Semua peserta tentunya akan merasa gugup tetapi mereka harus tetap fokus dengan permohonan yang mereka inginkan.


Hana dan Honoka berhasil membangunkan Minami, membutuhkan waktu satu jam untuk Minami kembali bersikap seperti seorang Legenda.


"Pusing... Astaga kepalaku pusing..." Kata Minami selagi mengusap-usap kepalanya.


"A-Aku cukup terkejut... Kenapa kamu bisa tertidur selama itu, Minami? Lima bulan itu lama dan aku tidak yakin jika kau tidur atau latihan mati." Kata Hana dengan wajah yang masih merah.


"Hana, wajahmu sangat merah, ada apa?"


"Ti-Tidak ada!"


"Hahaha, kalian memang sangat imut ya, kucing-kucingku." Honoka tersenyum lalu memberi berdua sebuah pelukan dari belakang sebelum bertemu di arena nanti.


Turnamen kali ini di bagi menjadi tiga arena dengan tiga kubus permohonan juga, Minami berharap bahwa ia bisa berada di arena dimana ia tidak harus melawan teman atau sahabatnya sendiri.


Intinya mereka yang berhadapan langsung dengan Honoka dan Haruka akan mengalami waktu yang panjang karena sihir waktu dan realitasnya, jika mereka saling bertemu di arena yang sama maka pertandingan bisa saja bertahan lama.


Minami yang baru saja bangun dikejutkan dengan berbagai macam penonton yang datang dari timur, sangat ramai bahkan mereka sampai memiliki pakaian yang melambangkan wajah Morgan.


"Meriah juga ya... Aku tidak menyangka dulunya kota ini yang dipenuhi dengan tekanan sekarang jadi hiburan seperti sirkus." Minami tersenyum.


Rasa semangat sudah pasti akan terbakar di dalam dirinya, membuat Minami akan terus berusaha sampai ia mendapatkan kubus permohonan itu dengan satu tujuan yaitu menyembuhkan penyakit Kou.


Minami dan yang lainnya baru saja tiba di ruang peserta yang begitu luas, terlihat banyak sekali peserta yang sedang bersiap seperti melakukan pemanasan, mengasah pedang, dan bahkan sebagiannya sampai berdandan.


"Banyak juga ya... Mungkin konsep soal nilai dan poin itu sudah menghilang, Morgan hanya memilih peserta yang layak." Kata Minami, ia menatap surat yang menempel di tembok.


Mereka semua masih memiliki dua jam sebelum masuk ke dalam arena untuk melihat pemilihan peserta, intinya mereka berada di ruangan tersebut hanya untuk melakukan persiapan.


"Baiklah, teman-teman. Waktu yang di tunggu telah tiba." Terdengar suara Haruka dari sebelah kanan, Minami langsung berkumpul bersama teman-temannya.


"Minami, aku senang kau datang tepat waktu, dengan melakukan hibernasi selama lima bulan, kau pasti menemukan kemampuan baru bukan?" Tanya Haruka.


"Tidak... Tubuh harus terbiasa lagi sekarang..." Jawab Minami dengan tatapan suram.


""Hibernasi selama lima bulan?!""


"Wajar lah, aku adalah Neko Legenda yang mewakili seluruh hewan, wajar saja jika aku bersikap lebih seperti hewan. Tentunya bukan seperti anjing..." Minami terkekeh.


"Sebentar lagi, pemilihan peserta akan di mulai dan aku ingin kali semua mengingat bahwa kita bisa saja tidak bertemu di pertandingan atau arena yang sama." Haruka mengeluarkan sebuah kertas lalu menunjukkan kepada mereka.

__ADS_1


Kertas itu menunjukkan sebuah gambar dari tiga arena dengan urutan pertandingan yang ada, di mulai dari ronde satu sampai lima dan seterusnya semi final sampai final.


"Akan lebih baik lagi jika kita melakukan sesuatu tentang pemilihan peserta, bisa terlihat jelas dari kekuatan dan kemampuan kita bukan?"


"Jika hanya mengandalkan pemilihan peserta secara acak maka musuh yang kalian lawan bisa saja sulit contohnya seperti diriku dan Honoka, intinya..." Haruka menepuk gambar yang sangat besar di belakangnya.


"...Kou?" Haruka menatap Kou.


"A-Apakah harus aku atur?" Tanya Kou dengan sebuah senyuman.


"Itu lah adik kecilku, hebat sekali, adik kecil imutku." Haruka memeluk Kou lalu mengusap kepalanya beberapa kali.


"Bukannya dia imut, hehehe." Honoka memeluk Kou juga.


"Aku melakukan yang terbaik..." Kou tersenyum lebar.


"Ada apa dengan komedi ketiga saudara ini?"  Tanya Rokuro sehingga semua orang mulai memasang tatapan datar.


"Ini bukan komedi! Intinya, aku ingin mengatur pemilihan peserta ini---"


"Haruka, lebih baik kita membiarkan pemilihan itu secara acak agar lebih menarik dan menantang." Minami mengacungkan tangannya, membuat semua orang menatap dirinya.


"Kita, sebagai bangsa Legenda seharusnya menerima lawan apapun termasuk dirimu dan Honoka. Sekuat apapun kalian atau lawan kami nanti, kita akan mencoba untuk meraih kemenangan!"


"Baiklah, jika kalian ingin seperti itu maka kita akan memilih harga diri kita sebagai bangsa Legenda! Sekuat apapun musuh kita, mari terus berjuang dan jatuhkan!" Haruka mengangkat lengannya membuat semua temannya melakukan hal yang sama.


Pintu besar mulai terbuka, menunjukkan beberapa orang tua masuk hanya untuk menyambut anak-anak mereka dan tentunya menyemangati ketika pertandingan di mulai.


Minami dan Shuan langsung senang ketika melihat Shira bersama Megumi datang, Shira dengan cepat menghampiri kedua anaknya lalu menerima sebuah jotos tinju seperti salam antara anak dan orang tua.


"Kalian sepertinya sudah sampai titik ini ya, rasa bangga Ayah tidak dapat di ungkapan dengan perkataan melainkan aduan tinju tadi!" Shira tersenyum lalu mengusap kedua kepala anaknya.


"Ayah, setelah turnamen berakhir... Aku ingin bertarung denganmu dan menunjukkan siapa yang terbaik sekarang!" Shuan menunjuk Shira.


"Ya, aku menerimanya kapan saja, Shuan!" Shira dan Shuan mulai melakukan sebuah aduan tinju lagi, Minami tersenyum dan melihat Megumi memegang sebuah bekal yang sangat banyak.


"Minami, Shuan, Mama bekerja keras untuk membuat makanan sebanyak-banyaknya agar kalian dapat bertarung semaksimal mungkin di turnamen." Megumi tersenyum lalu membuka bekalnya.


"Mama, terima kasih!" Minami mulai membantu Megumi.


Pertemuan antara orang tua dan anaknya mulai terjadi di luar agar bisa menikmati piknik bersama karena semua peserta masih memiliki beberapa waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka.


Selama berbulan-bulan mereka belum pernah bertemu dan sudah pasti rasa rindu akan muncul, Minami melihat semua bekal yang Megumi buat sangat lezat.

__ADS_1


"Wahhhh... Banyak sekali~" Minami menggerakkan ekornya cepat.


"Hehehe, aku membuat makanan kesukaan kalian berdua, kita dapat makan bersama seperti biasanya loh." Megumi mulai menyiapkan semua bekal itu dan Shira mulai menghampar sebuah karpet besar.


Minami ikut membantu Megumi untuk menata sebuah bekal itu sehingga membuat perut Shuan bersuara seketika, ia ingin sekali menikmati semua makanan itu sebelum bertarung.


"Shuan, Legenda yang layak akan selalu menghabiskan makanannya dan menikmatinya sampai titik penuh! Mumpung Ayah di sini, mari kita makan bersama!" Shira mengambil sebotol kaleng lalu membukanya.


"Tentu saja, Ayah. Legenda juga harus memakan semuanya dengan cepat dan lahap bukan? Aku akan menantang dirimu sekarang juga...!!!" Seru Shuan sehingga ia bersama Shira mulai menyantap makanan itu dengan cepat.


Megumi terkekeh melihat seorang putra dan Ayah sangat akrab, mungkin karena sudah lama tidak bertemu, mereka berdua jadi terlihat sangat akrab karena rasa rindu yang besar.


"Minami, bagaimana perkembangan Shuan akhir-akhir ini?" Tanya Megumi kepada Minami yang sedang memakan wortel.


"Perkembangan yang cukup hebat tentunya, latihan di dalam kubus waktu memiliki hasil hebat sehingga aku sudah mengetahui potensi tersembunyi dari Golden Solar System." Minami menatap Megumi dengan sebuah senyuman.


"Shuan memang menonjol dengan Ayah sedangkan aku menonjol dengan Mama. Shuan memiliki cahaya dari luar angkasa bahkan ia sampai memiliki kekuatan dari Neutron."


Ketika Minami mengatakan Neutron, itu langsung mengejutkan Shira sampai ia tidak sengaja menggigit lidahnya sendiri dan tersedak setelahnya.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


"Astaga, Shira... Pelan-pelan..." Megumi mulai menepuk punggung Shira beberapa kali lalu memberi dirinya segelas air putih.


"Kekuatan dari Neutron!? Hebat sekali... Kau memang sudah berada di level itu sepertinya, intinya jika kau sudah mendapatkan kekuatan besar seperti itu maka jagalah dengan baik." Shira mulai memberi Shuan sebuah peringat.


"Dengan kekuatan yang hebat, datanglah sebuah tanggung jawab yang besar. Intinya Ayah ingin kau berjuang lebih keras lagi agar bisa mengontrol Neutron dan level selanjutnya..." Shira mulai mengelus kepala Shuan.


"Kau memang berkembang dengan cepat... Apa yang aku harapkan dari putraku sendiri yang mewarisi kekuatan cahaya dari luar angkasa." Shira tersenyum, membuat Megumi dan Minami ikut tersenyum.


Shuan bisa melihat senyuman keluarganya sendiri, senyuman yang memiliki makna berbeda karena terkandung kebanggaan yang sangat besar di dalamnya, membuat dirinya merasa sedih dan murung seketika.


"Selama ini... Aku dulu memang keras kepala dan lemah bahkan sampai sering mengalami kekalahan dalam cara yang berbeda, sungguh menyakitkan dan memalukan..." Shuan menundukkan kepalanya, Minami melihat air mata mulai mengalir keluar dari kedua matanya.


"...tetapi aku tidak menyangka semua kekurangan dan kesalahan yang aku buat dapat diperbaiki jika ingin terus mencoba dan belajar dari kesalahan. Tetaplah bangkit walaupun gagal dan jatuh."


"Bukannya itu adalah kebanggaan kita...? Sebagai Shiratori untuk tetap bangkit dalam keadaan apapun..." Shuan menatap keluarganya dengan air mata yang terus mengalir deras.


Shuan mulai menangis, membuat Megumi mendekati dirinya lalu memberinya sebuah pelukan hangat untuk menunjukkan rasa bangga dan senang kepada putranya yang telah berkembang.


"Kamu mengalami waktu yang menyusahkan, nak..."


"...kamu berhak mendapatkan kesenangan sekarang."

__ADS_1


__ADS_2