Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 988 - Perahu


__ADS_3

"Shinobu, sini." Koizumi menepuk kursi di sebelahnya selagi memegang sebuah botol yang berisi krim untuk menghalangi tubuhnya dari pancaran sinar matahari yang bisa saja mengubah kulitnya menjadi coklat untuk sementara.


"Yey~ memakai sunblock~" Shinobu duduk di atas kursi lalu ia melepas pakaiannya untuk menunjukkan punggungnya kepada Koizumi yang mulai mengelusnya menggunakan krim tersebut.


"Masih ada aktivitas selanjutnya ya... mencoba untuk mengendarai sebuah perahu." Ucap Konomi sambil memperhatikan beberapa orang yang menjatuhkan beberapa perahu kecil untuk mereka gunakan.


"Mungkin kita masih memiliki banyak waktu untuk menikmati sesuatu yang dinamakan dengan memukul semangka!" Seru Hinoka dengan tatapan penuh tekad karena ia sudah menyimpan rencana lainnya.


"Aku lebih memilih untuk memukul kepalamu." Jawab Ako yang masih menyimpan dendam soal gurita besar itu.


"Seram-seram, hal tersebut tidak akan menakuti diriku karena aku sudah siap menikmati semangka yang sudah dipukul dengan tongkat!" Kata Hinoka sambil mengusap pipinya beberapa kali yang memiliki tulisan 'orang paling mesum'.


"Cobalah untuk tidak merencanakan sesuatu yang bodoh atau tanda merah di kedua pipimu akan menambah lagi, Hinosapi." Kata Koizumi yang sudah lelah mengurusi permainannya.


"Tenang saja, hari ini aku tidak akan melakukan sesuatu ya buruk, te-he~" Hinoka menjawab selagi melakukan pose damai dengan menjulur lidah keluar.


"Ya, firasatku bertambah semakin tidak enak." Kata Ako yang mulai turun dari perahu besar itu hanya untuk mengendarai perahu kecil yang sudah menyentuh lautan.


"Apa perahunya akan terbalik ya? Sepertinya kita tidak mendapatkan perahu mesin atau mereka memang sengaja tidak memilikinya." Kata Konomi sambil memegang sebuah dayung yang lumayan besar.


"Kalau begitu kita mulai saja langsung!!!" Hinoka melompat ke menuju perahu tersebut sehingga terguling sampai menyebabkan mereka semua tertawa.


"Apa yang kamu lakukan, bodoh... berat badanmu tidak bisa ditampung oleh perahu kecil yang mudah kehilangan keseimbangan ini." Kata Koizumi yang melihat Hinoka langsung berenang keluar dengan ekspresi kesal.


"Perahu ini jelek sekali!" Hinoka menepuk perahu tersebut sampai berubah menjadi perahu yang dapat bergerak menggunakan mesin karena pengubahan realitasnya.


"Itu tidak adil! Jangan seenaknya menggunakan perahu yang bergerak dengan mesin, penjelajahan kita tidak akan seru jika seperti itu." Kata Ako.


"Kak Hinoka, lebih baik kita mendayung dengan pelan saja ke depan selagi melihat-lihat seluruh makhluk lautan yang akan Koneko panggil." Ucap Shinobu yang sudah mendayung ke depan untuk memimpin jalanan.


"Ehh? Kamu bisa menarik perhatian makhluk hidup di dalam lautan ini?" Tanya Konomi.


"Selama itu hewan atau makhluk halus, aku bisa melakukannya." Jawab Shinobu.


Mereka semua langsung mengikuti dirinya dari belakang, perahu Hinoka berubah kembali menjadi perahu kecil yang hanya digerakkan dengan tenaga dayung.


"Kau menggunakan realitas lagi maka akan aku putar balikkan benda yang sudah kau ubah." Kata Koizumi selagi mendayung ke depan untuk menyusul teman-temannya.


"Membosankan..." Hinoka menghela nafasnya lalu ia terpaksa mendayung ke depan untuk mengikuti mereka melihat-lihat makhluk yang berada di dalam lautan tersebut.


Shinobu bersiul sampai menarik perhatian seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalam lautan tersebut, mereka semua langsung dikejutkan dengan pemandangan ikan-ikan emas yang mulai melompat-lompat di hadapan mereka semua.

__ADS_1


Di sebelah juga terdapat banyak sekali lumba-lumba yang melompat, tidak lama kemudian pandangan mereka juga langsung tertuju kepada paus yang melompat tinggi ke atas lalu kembali masuk ke dalam lautan tersebut.


Hal tersebut menyebabkan ombak besar yang langsung mengenai tubuh mereka sampai membasahinya, "Segar sekali...! Melihat paus melompat setinggi itu cukup menakjubkan!"


"Koneko, panggil gurita!" Suruh Hinoka yang kembali merasa tertarik ketika melihat berbagai macam hewan laut muncul.


Shinobu menunjuk ke sebelah barat lalu mereka dikejutkan dengan banyak sekali cumi-cumi yang melompat keluar, "Shinobu, tolong jangan dengarkan apa yang orang bodoh ini inginkan."


"Aku tidak berencana hal mesum kok, hanya saja aku menyukai cumi-cumi terutama lagi gurita karena tentakel mereka." Ucap Hinoka yang sempat bernafas berat sampai mereka memasang tatapan datar karena mereka mengetahui jelas dirinya memikirkan hal yang tidak-tidak.


Mereka menghabiskan waktu yang cukup lama mengendarai perahu kecil itu hanya untuk melihat banyak sekali hewan laut yang menyambut mereka dengan hangat berkat melihat Shinobu sebagai ratu segala hewan.


Tidak lama kemudian, mereka memilih untuk bermain dengan perahu yang berjalan cepat sekarang, bentuknya hampir seperti motor dimana mereka mulai berlomba dengan melewati berbagai macam ombak di depan mereka.


Mereka menggunakan sedikit Lenergy untuk menambahkan kecepatan dari perahu terbalik sampai menabrak banyak sekali ombak yang menyebabkan tubuh mereka merasa segar ketika mengenainya.


Tidak ada rasa perih apapun karena mereka hanya merasakan air lautan yang begitu segar, waktu berjalan begitu cepat ketika mereka bersenang-senang sampai mereka tidak menyadari beberapa jam sudah terlewati.


"Pukul empat sore... mungkin masih ada waktu untuk mencoba menghancurkan semangka menggunakan penutup mata." Kata Konomi.


"Kalau begitu, kita hanya perlu membiarkan Shinobu yang menghancurkannya." Hinoka memberikan sebuah tongkat dan penutup mata kepada dirinya.


"Kalau begitu kita akan memberikan Shinobu petunjuk yang benar." Kata Hinoka selagi menyentuh dirinya sendiri bersama Koizumi yang berdiri di sebelahnya.


"Tunggu, itu artinya kami yang akan mencoba untuk menipu dirinya?" Tanya Ako yang terlihat tidak tega sampai ia melihat Hinoka sudah memberikan jarak yang benar kepada Shinobu.


"Ah! Tunggu dulu...! Nobu, jangan berjalan lurus ke depan! Kamu hanya perlu melakukan belok ke sebelah kanan lalu berjalan lurus!" Kata Ako yang menyuruh Shinobu untuk datang mendekati dirinya.


"Jangan dengarkan temanmu yang berbohong itu, Shinobu! Kamu hanya perlu mengikuti apa yang Hinoka katakan..." Kata Koizumi yang melihat Shinobu berjalan kembali menuju semangka itu sampai pergerakannya berhenti ketika mendengar suara Konomi.


"Apakah kamu bisa mendengar suara ombak? Itu artinya kamu sudah berjalan menuju lautan, lebih baik mundur beberapa langkah lalu belok ke kanan dan berjalan lurus terus!" Kata Konomi.


Shinobu mulai mengikuti petunjuk yang diberikan Konomi sehingga Hinoka dan Koizumi sadar bahwa Shinobu hanya berjalan menuju Ako yang sudah mengulurkan kedua lengannya.


"Dia mencoba untuk memiliki Shinobu sendirian...!"


"Oi, Ako, itu tidak adil! Seharusnya Koneko adalah milik kita semua!"


"Aku hanya mengikat peraturan yang dinamakan dengan siapa cepat dia dapat---" Ako melebarkan matanya ketika melihat Shinobu bergerak menuju arah Ako dan Hinoka karena penciumannya yang membantu dirinya tertarik menuju mereka berdua.


"Untungnya aku berhasil mengambil kepiting yang selalu di makan oleh dirinya." Kata Hinoka selagi mengupas cangkang kepiting tersebut sampai pergerakan Shinobu bertambah semakin cepat sampai menabrak Koizumi.

__ADS_1


Mereka berdua terjatuh dengan pelan sampai Koizumi mulai memeluk Shinobu selagi menunjukkan senyuman serius, "Aku menang... untuk malam ini dia akan menjadi gulingku!'


"Sial...!!!"


***


"Dua hari ini cukup menyenangkan ya... kita bisa beristirahat dengan tenang tanpa melihat yang dinamakan masalah." Konomi memulai topik pembicaraan selagi menikmati semangka yang sudah terkupas.


"Benar, rasanya wisata surga ini memang tidak buruk juga... semua mimpi yang aku alami selalu saja menggambarkan surga yang terlihat begitu indah." Kata Koizumi.


"Tetapi aku tidak pernah menyangka keindahan dari mimpi akan dikalahkan oleh kenyataan yang aku lihat saat ini, mungkin semuanya berkat pohon emas itu yang melepaskan pancaran surga."


"Lain kali kita harus mengunjungi liburan seperti ini lagi~" Kata Hinoka.


"Kalau begitu, ayo kita akhiri dengan mengambil foto sebagai kenangan remaja terakhir kita sebelum menginjak kedewasaan." Shinobu mengubah kacamata itu menjadi sebuah kamera yang melayang.


Mereka melangkah ke depan untuk mendekati lautan agar kedua tapak kaki mereka dapat menerima air tersebut, kamera itu akan mengambil foto sesuai perintah yang Shinobu keluarkan.


Mereka semua mulai tersenyum di hadapan kamera lalu melakukan beberapa pose yang sudah diambil oleh kamera tersebut, pose yang terakhir adalah Hinoka meremas dada Koizumi sampai dirinya langsung terpental menuju lautan karena menerima tendangannya.


Beberapa menit kemudian, mereka berkumpul dalam saung untuk menikmati banyak sekali makanan yang sudah dibakar sampai semua tekstur dari makanan tersebut terlihat hitam tetapi lezat.


"Tadi pas aku berada di dalam lautan, banyak sekali ikan-ikan yang memiliki warna emas menyambut Koneko!" Kata Shinobu yang bercerita di hadapan Kakek dan Neneknya yang terus mendengar.


"Ternyata pancaran cahaya itu juga tergantung dengan seseorang yang kita kenal..."


"Soal hewan emas itu jelas tidak asing lagi, Minami dapat memunculkan banyak sekali hewan emas yang ia inginkan." Kata Megumi sampai Shinobu mulai memiringkan kepalanya.


"Koneko dapat memanggil mereka juga!"


"Ternyata benar, kamu memang mewarisi Golden Nature yang dia miliki jika semua ikan emas itu menganggap dirimu sebagai ratu dari segala hewan."


"Kerja bagus, cucuku." Kata Shira yang mulai menepuk kepalanya beberapa kali sebagai pujian.


"Hanya tersisa dua hari lagi sebelum kita mengakhiri liburan di Sunshine Heaven, mungkin kita memang harus menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan!"


"Intinya jangan menyia-nyiakan pemberian surga!!!"


"Kalau begitu sebelum kita pulang, akan lebih baik lagi jika kita mengambil foto bersama."


"Itu ide yang baik!"

__ADS_1


__ADS_2