Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 228 - Siap Siaga


__ADS_3

"K-Kalian kalah...?!" Korrina melebarkan mata-nya ketika melihat Arata yang datang dengan ekspresi yang kesal, ia tidak menyangka bahwa Arata dan Kuro benar-benar akan kalah begitu saja dengan mudah, Haruka juga menceritakan tentang Aditya bersama teman-temannya yang kalah juga oleh Komi, walaupun mereka sudah menggunakan alat yang Korrina berikan.


"Sudah terlambat, Korrina... Dia terlalu kuat, sangat kuat... sangat tidak terbayangkan, awal-nya Kuro sudah bisa menang melawan Komi tetapi dia menyembunyikan potensi dan kemampuan yang sangat tidak bisa dipercaya..."


"...sial!!! Bagaimana cara-nya kita mengalahkan gadis ****** seperti itu!? Dia terlalu kuat, kekuatan dan kemampuan-nya saja jauh lebih gila dibandingkan Rxeonal dan Shinku...!" Seru Arata keras dengan ekspresi yang kesal, ia menghantam tembok di sebelah sampai retak karena ia benar-benar kesal oleh Komi, ia tidak bisa membalas dendam orang tua-nya yang sudah mati.


"Tiga ilmuan terhebat dari Yuutouri telah Komi sandera, itu artinya rencana yang akan ia lakukan sudah pasti maju ke tahap selanjut-nya... jika dia sudah masuk ke dalam semesta Yuutouri dan Zuutouri, kemungkinan dia akan menyerang salah satu semesta yang belum ia kunjungi..." Haruka memegang dagu-nya sambil menatap sebuah layar yang menunjukkan peta galaksi inti Touri yang baru.


Peta itu sangat luas bahkan terdapat banyak sekali planet baru yang belum mereka ketahui termasuk semesta kecil yang sama seperti Yuutouri dan yang lain-nya, itu artinya terdapat ras baru lainnya seperti ras Giant dan Dragon... sepertinya Touri yang sekarang benar-benar luas dan tidak akan bisa diubah kembali.


"Apa yang Haruka katakan benar... kemungkinan besar Komi akan menjelajahi semesta dan galaksi lain-nya demi mencari informasi yang belum pernah ia ketahui dan temukan, ia juga ingin sekali bertarung melawan seseorang yang menarik perhatian diri-nya, kecerdasan dan ilmu pengetahuan Korrina masih belum mencukupi dengan tujuan yang direncanakan oleh Komi." Konari mulai berbicara sambil menunjuk semesta Xuutouri.


"Aku lahir... setengah dari Komi dan Korrina yang mengartikan aku memiliki pikiran mereka berdua, setengah pikiran-ku memberitahu diriku bahwa Komi akan menyandera malaikat yang cerdas agar [Project] yang akan ia ciptakan bisa terjadi." Kata Konari.


"Sungguh menyebalkan...!!! Komi itu...!!!" Arata menunjukkan ekspresi yang kesal, beberapa anak kandung Komi mulai bersalah dengan sikap Komi hingga Korrina mencoba untuk memberitahu Tech agar ia mengerahkan seluruh perlindungan yang ia ciptakan untuk menahan Komi di semesta Xuusuatouri.


***


Komi menatap Touri dari atas sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat jahat, yang hanya bisa ia lakukan adalah tertawa lagi dan lagi karena rasa nikmat yang ia rasakan itu sudah cukup untuk melihat seluruh penghuni dimensi asli menderita, tidak ada siapapun yang dapat mengalahkan-nya karena ia sendiri akan membunuh mereka dengan mempermainkan-nya terlebih dahulu.


Tiga Manusia yang disandera oleh Komi sedang melakukan proyek penting yang Komi perintahkan, pikiran dan tubuh mereka sudah sepenuhnya terkendali oleh diri-nya, itu artinya mereka tidak akan pernah melawan Komi.  Sebentar lagi... sudah waktu-nya ia bergegas dan mengunjungi semesta Xuusuatouri apa yang akan menyambut diri-nya.


"Aku sangat tidak sabar melihat bangsa Malaikat, apakah mereka menarik...? Apakah mereka mampu memenuhi hasrat bertarung-ku...? Ohhh~ Aku sangat tidak sabar... Uhmmm~" Komi menyentuh kedua pipi-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak sabar.


"Mungkinn~ Sajaaaaa~ aku pasti akan bertemu dengan pemilik tujuh kebajikan yaitu Hikari, Uhhhmmm~ Aku sangat tidak sabar~ Aku terangsang penuh dengan kekuatan...!!! Hahahahahaha...!!!"


"Fuaahahahahahaha!!!" Komi terus tertawa tanpa henti.

__ADS_1


Kembali lagi kepada laboratorium milik Korrina, semua orang telah sibuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing hingga Haruka memperingati beberapa orang tentang kedatangan Komi, termasuk Akina yang saat ini sedang berada di Xuusuatouri dan bersiap siaga untuk bertarung melawan Komi.


Haruka dan Arata memperingati Akina untuk tidak memaksa diri ketika melawan Komi karena ia jauh lebih dari yang ia bayangkan, Akina sempat terkejut ketika melihat Arata dan Kuro pertama kali merasakan kekalahan melawan seseorang, Komi bisa disebut sebagai pengecualian karena dia adalah seorang dewi segala-nya dengan kemampuan yang masih bisa disebut misterius.


"Asuka akan berusaha~" Jawab Asuka sambil menatap layar yang menunjukkan wajah Haruka dan Arata, ia segera memainkan kedua dada Akina tanpa henti, "Uwahh~ Wahhh! A-A-Asuka, hentikan...!"


Layar tertutup dan ekspresi Arata terlihat kebingungan bahkan ia sendiri tidak bisa berkata apa-apa melihat Akina yang memiliki seorang teman yang bertingkah seolah-olah ia mencintai jenis kelamin yang sama, Haruka menepuk wajah-nya lalu ia menjelaskan kepada Arata bahwa itulah karakteristik yang dia miliki.


Konari muncul kembali, kali ini ia membawa Arisu yang sudah jelas berada di pihak mereka semua. Arisu menatap Arata dan ia terlihat sangat berbeda dengan Arata yang berasal dari dunia-nya itu, ia mulai menundukkan kepala-nya kepada mereka semua lalu memperkenalkan diri-nya sebagai [Shiratori Arisu].


"Sepertinya kita baru saja menemukan masalah yang baru..." Konari menepuk wajah-nya beberapa kali karena Arisu baru saja memberitahu Konari sesuatu yang sangat buruk.


"Shiratori Shira... tidak... Shiratori Shinra atau bisa disebut sebagai Shira yang berasal dari dimensi palsu, bisa juga disebut sebagai kakak kandung Shiratori Shira yang berasal dari dimensi asli." Konari mulai berbicara tentang Shira dan Shinra, ia menyebutkan beberapa perbedaan dari mereka berdua agar mereka bisa mengerti langsung tentang Shira dan Shinra tanpa harus merasakan kebingungan.


Konari menjelaskan kepada mereka bahwa Shinra dan Homura saat ini dalam pengaruh Komi, bukan hanya mereka saja tetapi sebagian dari mereka sudah sepenuh-nya terpengaruh oleh sihir ilusi milik Komi. Saat ini mereka semua sedang menjalankan tugas yang diberikan oleh Komi, itu artinya bahaya bisa saja muncul kapan-pun.


 "Firasat-ku benar-benar tidak enak..." Haruka menyentuh dada-nya sendiri sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat penuh dengan kekhawatiran.


Arata melebarkan mata-nya ketika merasakan keberadaan seorang Eternal dan itu adalah Okaho, ia segera menatap diri-nya dengan tatapan yang sangat tajam karena ia sangat sensitif dengan ras Eternal... Okaho menyadari tatapan Arata walaupun ia tidak sedang memperhatikan-nya, ia segera menatap kembali dengan sebuah senyuman.


"Wah, wah, ada apa...? Apakah kau terpesona dengan---"


"Kau...!? Selama ini adalah ras Eternal...!?" Seru Arata keras.


"Eternal dengan keunikan sendiri, aku tidak memiliki tubuh-ku, hanya saja aku bisa mengendalikan tubuh milik Honoka... Apa ada masalah...? Apakah kau ingin bertarung...!? Ayo!!! Kita keluar...!!!" Oakho tersenyum lalu ia mengepalkan kedua tinju-nya tetapi Haruka menghentikan-nya dengan menghantam kepala-nya menggunakan botol vodka.


"Aw...!"

__ADS_1


"Jangan bodoh, utamakan masalah yang akan datang dibandingkan latih tanding..." Haruka menatap Arata, "Sudahlah, Arata. Kau harus bisa membedakan ras Eternal yang baik dan jahat, Okaho berada di sisi kita kok, dia adalah ras Eternal yang sangat baik."


"Ck..." Arata menyilangkan kedua lengan-nya lalu ia mengalihkan pandangan-nya, mereka berdua mampu membuat seisi ruangan dipenuhi dengan ketegangan dan ketakutan tetapi Haruka sempat untuk menghentikan mereka berdua dari latih tanding.


"Sepertinya aku akan memastikan semua tempat, aku akan memberitahu kalian semua jika ada masalah yang aku temukan..." Konari menghilang dengan cepat.


Haruka menghela nafas-nya panjang lalu ia menghantam wajah-nya dengan tembok karena ia benar-benar lelah dengan semua hal yang ia hadapi, sekali saja... ia hanya ingin merasakan kedamaian dan ketenangan. Ketika ia duduk di atas kursi, keberadaan yang terasa tidak asing langsung ia rasakan dari luar rumah dan itu bukan hal yang baik.


"Oh tidak...! Oh tidak, oh tidak... oh tidak...! Dia datang...!" Haruka mulai panik ketika merasakan keberadaan tersebut, ia juga sadar bahwa Korrina menghilang entah kemana... ia baru saja ingat bahwa ia ingin beristirahat dulu di dalam kamar-nya, ia segera lari menghampiri Korrina tetapi Okaho menghentikan-nya.


"Jangan kabur... Mama menyuruh-mu untuk memantau semesta Xuusuatouri..."


"O-Oi...! Ini darurat...! Lepaskan...!" Haruka mencoba untuk menggunakan sihir waktu tetapi Okaho menghancurkan sihir itu menggunakan sihir realita hingga ia menggusur Haruka untuk tetap memantau semesta Xuusuatouri sampai bahaya muncul.


"Tidak... tidak... tidak...!!!" Haruka mulai berkeringat dingin, "Okaho...!!! Hal itu...!!! Salah satu dari pandangan masa depan yang aku lihat terjadi---"


"Biarkan saja... aku benar-benar menginginkan sebuah budak yang mau melayani-ku loh~" Okaho tersenyum jahat karena ia melakukan-nya dengan sengaja agar Haruka tidak mengubah pandangan masa depan yang ia lihat, "Kau...! Dasar adik licik...!"


Arata tiba-tiba merasakan dosa yang cukup menyengat di dalam rumah ini, Kuro mulai berkomunikasi kepada diri-nya dan memperingati dirinya bahwa dosa [Lust] tiba-tiba aktif dan bahkan pedang [Lust] tersebut memancarkan cahaya merah muda yang mengartikan pedang itu sedang bereaksi kepada seseorang yang pernah terkena tebas.


"A-Apa...? Dosa lust...? A-Aku merasakan-nya di atas...!" Arata terkejut ketika merasakan dosa [Lust] yang terletak di atas.


"Ahh...! Aku baru saja sadar...!" Kata Kuro dengan nada yang terkejut.


***


"Yaaa..." Korrina turun dari kasur-nya lalu ia perlahan-lahan menghampiri pintu keluar, ia mendengar seseorang mengutuk dari luar beberapa kali. Ia mengusap kedua mata-nya hingga perlahan-lahan lambang hati muncul di pupil-nya lalu ia tiba di depan pintu keluar.

__ADS_1


"Siapa..." Korrina membuka pintu dan ia langsung melebarkan mata-nya ketika menatap seorang laki-laki yang baru saja mengetuk pintu itu, "Ahh...!"


"Hehh...!?"


__ADS_2