Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 284 - Berjuang untuk Hidup


__ADS_3

Judas dan Yuuna menatap satu sama lain, saat ini Yuuna berada di situasi yang menyulitkan bagi diri-nya karena ia melihat banyak sekali [Stardust] di sekitarnya, jika dia menyentuh partikel-partikel itu maka tubuh-nya akan berlubang sampai mengalirkan darah keluar. Yuuna hanya perlu bertarung menggunakan kedua senapan-nya itu karena ia tidak bisa mendekat.


"Sepertinya kau sudah mengetahui situasi yang kau hadapi ya... bertarung menggunakan senapan, kita lebih seberapa banyak pengalaman yang kau miliki menggunakan kedua senapan itu." Judas mulai menciptakan dua senapan yang mengeluarkan bubuk bintang, jika Yuuna menyentuh-nya maka luka-nya bisa berakhir cukup fatal.


Yuuna melompat ke atas dan Judas ikut melompat sehingga mereka menarik pelatuk senjata mereka, peluru yang senapan mereka keluarkan itu berbeda sehingga ketika saling beradu maka kedua peluru itu akan menghilang. Semua peluru mereka yang luput mampu mengenai beberapa pasukan Touriverse dan Zangetsu, medan perang ini dipenuhi dengan sesuatu yang berbahaya dan harus bisa tetap waspada dalam kondisi apapun itu.


Percuma saja jika Yuuna menyerang terus dan menerus, hasil-nya akan tetap sama sehingga ia sekarang memilih untuk bertahan dan menghindari semua bubuk bintang itu. Judas menciptakan jutaan senapan di belakang-nya yang menembakkan bubuk bintang tersebut ke arah Yuuna dan yang lain-nya, jika Yuuna melihat sesuatu yang tidak dapat ia kontrol maka ia harus menggunakan senapan-nya itu untuk membantu-nya.


Judas ternyata bisa menciptakan apapun melalui bubuk bintang, karena mereka saat ini bertarung di luar angkasa maka Judas memiliki kesempatan tinggi untuk menang dengan memanfaatkan sekitar. Untuk Yuuna, dia hanya harus percaya dengan jiwa dan harga diri-nya sebagai seorang Legenda, ia perlu menggunakan otak dan cara-nya sendiri agar bisa menang. 


Yuuna melepaskan beberapa penglihatan arwah di dalam diri-nya agar ia bisa melihat sekitar, melihat wilayah buta yang tidak bisa ia lihat. Yuuna bergerak menuju arah Judas sambil fokus untuk menghindari semua bubuk bintang itu yang melayang di atas angkasa, Judas tersenyum jahat karena ia sangat tertarik melihat diri-nya seperti itu mampu mengetahui semua posisi bubuk bintang yang sudah ia simpan.


Yuuna sekarang memilih untuk mundur sambil membidik Judas menggunakan kedua senapan-nya itu, peluru Yuuna sekarang ia tingkatkan sehingga Judas yang sudah berhasil menghindari semau serangan itu terluka ketika terkena serangan peluru-peluru itu. Yuuna menginjak sebuah asteroid lalu ia melompat menuju arah Judas sehingga mereka sekarang bertarung dalam jarak yang dekat menggunakan kedua senapan-nya itu.


Judas menyerang Yuuna menggunakan kedua senapan-nya, kedua kaki-nya mulai bergerak sekarang untuk mencoba melukai-nya tetapi Yuuna berhasil menghindari semua serangan itu dan ia lebih fokus kepada bubuk bintang yang terus keluar dari kedua senapan-nya itu sehingga ia berencana untuk menghancurkan kedua senapan-nya itu menggunakan senapan-nya sendiri.

__ADS_1


Yuuna dan Judas mundur beberapa langkah, tubuh mereka telah terkena tembak dari peluru itu sehingga mulut Yuuna mulai mengeluarkan darah yang mengalir deras sedangkan Judas menutup pinggang kanan-nya yang berlubang karena terkena serangan peluru Yuuna yang dapat ia kontrol menggunakan pikiran-nya.


"Hah... hah... jika saja Komi masih memiliki buku-nya itu maka aku bisa mengerahkan semua kekuatan-ku untuk menghabisi dirimu dalam satu serangan... Satu serangan yang bukan hanya menghabisi-mu tetapi semua pasukan tidak berguna itu, jika aku dapat menciptakan ledakan melalui bubuk bintang maka tamatlah riwayat-mu." Judas tersenyum sehingga ia membuat Yuuna mulai berwaspada, Yuuna tidak merasakan ancaman apapun di sekitar-nya dan ia harus tetap membidik kepala-nya itu.


"Terlambat..." Judas tersenyum sehingga semua bubuk bintang yang melayang di sekitar luar angkasa itu mulai bergerak dengan kecepatan angin dan mampu membunuh beberapa pasukan Touriverse dan juga tidak sengaja membunuh pasukan Zangetsu, untungnya Yuuna sudah berwaspada dengan kemampuan-nya itu sehingga semua bubuk bintang yang mencoba untuk mengenai-nya langsung hancur dengan peluru yang saat ini sedang melingkari diri-nya.


"Itu tidak mungkin..." Yuuna mulai menarik pelatuk-nya lagi dan Judas segera menghindari semua serangan itu sampai ia mundur beberapa langkah dan melepaskan beberapa bubuk bintang itu tetapi satu peluru tiba-tiba melewati-nya lalu berubah menjadi pedang Yuuna yang berbentuk [Hoshitama].


"Tamatlah riwayat-mu!!!" Yuuna menunjuk ke depan sehingga pedang itu berputar lalu bergerak menuju arah Judas dan menusuk punggung-nya sehingga ia memuntahkan bubuk bintang dari mulut-nya sendiri, Judas telah kalah karena Yuuna yang memiliki banyak strategi... tidak perlu menggunakan sihir-nya, ia hanya perlu menggunakan senjata-senjatanya untuk mengalahkan diri-nya itu.


Yuuna menarik kembali pedang-nya lalu ia menyimpan kedua senapan-nya, ia melihat sekeliling dan seperti-nya tidak ada gangguan yang melanda diri-nya. Dengan cepat Yuuna mendekati Judas sambil mengayunkan pedang-nya untuk menyingkirkan semua bubuk bintang yang di depan-nya sehingga kedua mata Judas mulai memancarkan cahaya bintang yang sangat menyilaukan.


"... ...!!!" Yuuna melompat mundur ketika melihat tubuh Judas mulai membesar, ia seperti-nya menggunakan kemampuan terakhir-nya sebelum mati. Tubuh besar-nya itu langsung meledak sehingga melepaskan banyak sekali bubuk bintang yang dapat melukai semua orang yang berada di medan perang itu, untungnya Mortem menciptakan barrier yang sangat tebal untuk melindungi diri-nya bersama seluruh pasukan Zangetsu.


Zangetsu terlihat kesal ketika dewa kuno lain-nya telah terbunuh oleh seorang mortal, ia mulai memanggil pasukan lebih banyak lagi karena saat ini ia memiliki seluruh kekuatan dan kemampuan, ia sempat untuk memanggil bala bantuan lain-nya tetapi ia tidak sempat untuk mengeluarkan kemampuan hebatnya karena Shitori dan Alvin masih terus menahan diri-nya.

__ADS_1


"Ini buruk, Alvin... kita masih belum cukup untuk melawan dewa sialan ini, dia masih memiliki banyak kemampuan dan kekuatan di dalam diri-nya. Seluruh atribut-nya bahkan bertambah tanpa ada satupun batasan yang menghentikan peningkatan tersebut, walaupun kita sudah menyerang-nya dan melukai-nya... dia terus bertambah kuat dan kuat lagi." Shitori mengusap darah yang keluar melalui mulut-nya.


"Hahahahahaha!!! Kalian tidak akan bisa mengalahkan diri-ku yang sudah menguasai Touri...!!! Sekali aku menguasai Touri maka semua kekuatan-ku saat ini masih dalam proses pemulihan, teruslah untuk mencoba...! Kau tidak akan bisa selamat dan bertahan terlalu lama untuk melawan diri-ku!!!" Zangetsu tersenyum jahat sehingga ia melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong mereka mundur ke belakang.


"Tahan saja... kita tahan sampai Haruka dan Okaho kembali..." Kata Alvin karena ia tidak mencoba untuk mencari keberadaan Korrina tetapi sekarang ia menghilang entah kemana, Komi juga hilang bersama diri-nya... kesempatan menang mereka memiliki peluang yang sangat kecil dan itu benar.


***


"VANISH!!!" Komi tersenyum jahat, ia menunjuk Korrina sambil menggunakan kemampuan tingkat segala-nya itu, "Kau ingin bermain seperti itu, hah? Maka aku dari awal memang sudah merencanakan-nya!!!" Korrina mengangkat tinju-nya ke atas sehingga ia menyambut sihir Komi dengan sihir yang sama.


"Jika kau menggunakan sihir Vanish yang sama kepada-ku sejak itu maka aku juga akan melakukan-nya...!!! PERTARUNGAN TERAKHIR KITA AKAN MULAI DI DALAM RUANG KEMUSTAHILAN ITU!!!"


"...VANISH!!!" Kedua sihir itu mulai beradu sehingga menciptakan portal besar yang menyedot mereka berdua, mereka kembali ke dalam dimensi kemustahilan... itu adalah tempat dimana mereka berdua pertama kali bertarung.


"Sial kau, Korrina... Tetapi setidaknya aku sudah sempat untuk memberikan Zangetsu kekuatan yang dia butuhkan, aku meninggalkan ritual itu di luar, itu artinya pasukan-ku bisa saja melanjutkan ritual lain-nya agar ia bisa bertambah kuat." Komi tersenyum jahat, Korrina sudah mengetahui-nya dan Haruka pernah memberitahu bahwa ritual itu tidak akan bisa digagalkan.

__ADS_1


"Ck... sebenarnya ritual apa yang kau rencanakan...?!"


__ADS_2