Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 538 - Rival Vs Rival


__ADS_3

Honoka mendengar sorakan dan tepukan seluruh penonton, ia menyadari kekalahannya ketika melihat daratan di bawahnya berwarna merah, setengah dari wajahnya membeku tetapi ia langsung menghancurkannya.


"Apakah aku berhalusinasi...? Aku sempat melihat Mama tadi..." Honoka bangkit dari atas tanah dan ia melihat seluruh penonton tersenyum kepada dirinya.


"Pertarungan yang cukup baik, Honoka!"


"Kamu tetap yang terbaik!"


"Tetaplah semangat! Kekalahan adalah hal yang biasa!"


Honoka tercengang ketika mengetahui dirinya telah kalah, kekalahannya di sebabkan oleh alam sadar dirinya yang berpindah ke suatu tempat yang belum pernah ia ketahu sebelumnya.


Pikiran Honoka berhenti bekerja seketika karena ia telah kalah di final ini, membuat dirinya langsung menepuk wajahnya beberapa kali karena tidak menyadarkan diri di momen yang begitu klimaks.


"Siaaaaaal..." Honoka menghela nafasnya, tidak merasa sedih atau gagal karena Haruka dan Kou sudah memberitahu dirinya beberapa kali bahwa kekalahan adalah hal yang biasa.


Bakuzen mendarat tepat di belakang Honoka, "Oi, apa yang terjadi?! Apakah kau baik-baik saja!?"


"Bakuzen...? Ya... mungkin terlalu banyak pikiran sampai berhalusinasi terus soal Mamaku, astaga, aku kalah konyol begini... sungguh memalukan." Honoka menghela nafas panjang dan melihat Haruka mendarat di sebelahnya.


"Honoka, apakah kamu mendapatkan panggilan lain dari Mama...? Apakah kamu baik-baik saja?!" Haruka mendekati Honoka lalu memberi dirinya sebuah pelukan.


"Beberapa kali, Mama selalu mengatakan sesuatu yang berkaitan tentang pulang, dia tadi menyentuh kedua pipiku dan menawarkan diriku untuk pulang semacamnya..." Honoka mengatakan itu dengan tatapan senang.


"...ambil saja dari hal positifnya, Kakak, aku telah bertemu dengan Mama. Dia sangat cantik dan imut dengan pakaian pinknya itu." Honoka tersenyum.


Ia hanya sempat mendengarkan apa yang Korrina katakan tentang dirinya, Honoka tidak sempat mendapatkan sebuah pelukan atau kecupan karena Korrina terus mengatakan pulang lagi dan lagi kepada dirinya dengan tatapan bangga.


"Mungkin panggilan itu adalah sebuah tanda dimana Mama sebentar lagi akan pulang, ia juga menatapku bangga... mungkin di tempat yang sangat jauh, Mama melihat kita."


"Kamu tidak apa-apa kan? Tidak ada yang harus di rasakan ketika merasakan kekalahan." Kata Haruka dan Honoka hanya menjawab dengan anggukan.


"Tidak apa... walaupun kita gagal untuk menyembuhkan Kou, kita masih memiliki dua orang yaitu Shuan dan Minami..."


"...pada awalnya kita sudah berjanji bukan? Kita bersama teman-teman lainnya mencoba untuk menyembuhkan Kou agar ia bisa kembali seperti semula tanpa merasakan kekurangan yang begitu besar."


Honoka memegang dagu Haruka, "Hanya saja, aku sebagai putri Mama yang kedua mampu mengalahkan Kakaknya sendiri. Aku tetap yang terkuat."


"Hahaha, ya... aku tidak bisa berdebat lagi soal itu denganmu." Haruka terkekeh pelan, merasa lega melihat Honoka baik-baik saja.

__ADS_1


Honoka mulai menyentuh dadanya lalu tersenyum, entah kenapa di kekalahan ini ia merasa bahagia ketika bertemu secara langsung dengan Korrina, setidaknya ia telah membantu Asriel menghancurkan batasannya.


Pertandingan Final pertama telah di menangkan oleh Asriel, otomatis ia mendapatkan kubus permohonan pertama yang akan di berikan setelah turnamen berakhir.


Saat ini Asriel sedang berbaring di atas pangkuan Mitsuki, mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lemas karena menghancurkan batasan terlalu berlebihan.


"Asriel, pertarungan yang cukup menyenangkan. Akhirnya kau dapat menghancurkan batasan yang terus menghalangimu itu..." Honoka menghampiri Asriel lalu memberikan dirinya sebuah hadiah yaitu pemulihan.


Tubuh Asriel kembali bugar bahkan ia langsung berdiri tegak dan menundukkan kepalanya kepada Honoka, "Terima kasih karena sudah mau bertarung dengan adil melawanku, tadi itu cukup menyenangkan."


"Tidak perlu formal seperti itu kepadaku... lagi pula aku tidak begitu mengharapkan kemenangan dari awal, setidaknya... nikmati kubus permohonan yang kau dapatkan itu." Honoka menepuk punggung Asriel.


Rasa penasaran saat ini sedang menyerang pikiran Asriel, soal kedua matanya yang berubah-ubah itu entah kenapa kejadian yang begitu mengejutkan baginya.


Jika saja Honoka tidak mengalami kendala seperti tadi maka dirinya sudah pasti akan menerima satu pukulan yang sangat menyakitkan, kemenangan kali ini seperti biasanya karena keberuntungan dan kebetulan.


"Hari-hariku selanjutnya sudah pasti akan berjalan buruk... penuh dengan kesialan karena sudah memenangkan pertarungan ini." Ungkap Asriel.


Semua penonton di luar sana terlihat sangat menikmati pertarungan bahkan hasilnya juga cukup tidak terduga dan mengejutkan, seluruh orang awalnya mengetahui Honoka akan memang tetapi dia kalah.


Itu artinya tiga putri Korrina telah gugur, tidak bisa memenangkan kubus permohonan itu tetapi mereka semua masih tetap menghormati mereka karena para penonton yakin mereka sengaja kalah karena bersikap terlalu baik.


Intinya mereka sangat menantikan final yang kedua, Haruki dan Chloe terlihat begitu bangga ketika melihat Asriel telah memenangkan finalnya itu.


"Hm, Asriel memerlukan hadiah nanti, kita harus memberikan dirinya sesuatu setelah turnamen selesai, Haruki." Kata Chloe.


"Ya..."


Shira dan Arata masih terkejut sampai sekarang, kebetulan yang tidak terduga tetapi mereka mau tidak mau masih tetap menerima hasilnya.


Honoka sempat bertingkah aneh sejak bertarung dengan Haruka sehingga keanehan itu memberikan dirinya sebuah kekalahan di final ini.


Minami bersama seluruh teman-temannya melihat ketiga saudara itu yang terlihat begitu ceria walaupun tidak memenangkan final, sepertinya mereka cukup merasa bahagia karena sudah membantu seseorang.


Melihat senyuman Kou dan tatapannya yang polos membuat Shuan mengepalkan kedua tinjunya karena ia akan berusaha, demi memenangkan kubus permohonan untuk menyembuhkan pacarnya sendiri.


"Baiklah semuanya...!!! Kita akan memulai pertandingan final yang kedua antara Shimatsu Rokuro melawan Shiratori Shuan! Kedua peserta dipersilahkan untuk memasuki arena yang baru...!!!"


Ketika mendengar Morgan meminta Rokuro dan Shuan untuk segera datang, Haruka dan Kou menghentikan mereka berdua dengan berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Kou... aku akan melakukannya demi dirimu." Shuan memeluk Kou erat lalu menggendong dirinya.


"Haruka... simpan perayaannya setelah pulang, aku menginginkan kemenangan terakhir ini melawan sainganku." Rokuro memberi Haruka sebuah kecupan di kening.


Haruka dan Kou langsung tersenyum, ""Hm~ Hati-hati dan semangat!""


***


Semua penonton sudah berpikir akan mendapatkan pertarungan yang begitu menarik, kedua keturunan hebat, Shiratori dan Shimatsu akan bertarung di babak final kedua.


Shira dan Arata tentunya merasa tidak sabar karena babak final selanjutnya juga akan terjadi Shiratori melawan Shimatsu lagi tetapi Ophilia dan Megumi lah yang merasa lebih bersemangat.


Babak kedua di mulai dengan putra Shira melawan putra Arata sedangkan yang ketiga putri Shira melawan putri Arata. Pertarungan yang sangat di nantikan oleh semua orang.


"Shuan, tunjukkan semua kemampuan dan proses itu... seberapa jauh kau melatih dirimu, kau telah mengalahkan Oskadon, itu artinya kau jauh lebih kuat sekarang." Rokuro mulai berbicara.


"Kau benar... selama ini aku tidak pernah berhenti latihan karena tujuanku ada dua, menyembuhkan Kou dan memutuskan kekalahan berturut-turut melawan dirimu!" Shuan menunjuk Rokuro.


Shuan langsung menggunakan wujud Golden Solar Systemnya, mengejutkan seluruh penonton bahkan sampai mendorong wasit mundur karena ia belum memulai pertarungannya.


"Wasit, bisakah kau mempercepatnya? Kedua tanganku sudah gatal untuk menghajar Legenda satu ini." Kata Shuan.


"Tunggu dulu!!! Biarkan saya berkomentar soal kalian...!" Seru Jorgez keras, Shuan dan Rokuro tidak memiliki pilihan lain selain menghela nafas dengan kesal.


"Dari sebelah barat terdapat seorang Legenda yang begitu terkenal dengan keturunannya, pembantaian dan sang pencipta dari sihir juga makhluk mistis..."


"...orang tuanya telah membantai banyak sekali dewa dan dewi bahkan sekarang mereka sedang beristirahat dari pekerjaan asli mereka! Seorang putra yang sudah menenangkan banyak tantangan dan pertandingan..."


"...Legenda yang dipenuhi dengan dosa kerakusan, Shimatsu Rokuro!!!" Jorgez menunjuk Rokuro dan semua orang langsung bertepuk tangan keras dan menjerit keras.


"Ayo, Rokuro! Semangat!" Seru Haruka keras.


"Di sebelah timur, seorang Legenda cahaya yang telah menyelamatkan kota permohonan dengan cahaya hebatnya itu, juga seorang putra dari pahlawan Touriverse yang bernama Shiratori Shira..."


"...seorang adik dari idola kita semua, dia telah menyelesaikan banyak tantangan juga misi selama berhari-hari hanya demi mendapatkan pendaftaran."


"Legenda yang menguasai seluruh tata Surya dengan cahaya emasnya itu, Shiratori Shuan!!!" Semua orang mulai bersorak keras kepada Shuan karena mereka juga tidak sabar melihat adik Minami bertarung.


"Shuan... semangat..." Kou tersenyum lebar.

__ADS_1


"Bersiaplah, para peserta sekalian...!" Wasit itu mulai mengangkat lengan kanannya, Shuan dan Rokuro langsung menatap satu sama lain dengan tatapan mengancam.


"...dengan ini aku menyatakan babak kedua final di mulai!!!"


__ADS_2