Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 252 - Limiter


__ADS_3

"Mari kita habisi mereka pelan-pelan dan lembut... mereka adalah keturunan Comi sekarang, itu artinya kita tidak perlu menanggung resiko apapun karena kita hanyalah dewa-dewi kuno yang dibangkitkan oleh keturunan Comi itu sendiri yaitu Komi." Judas tersenyum sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


Haruka maju beberapa langkah, kesabaran-nya yang dulu tidak ada batas sekarang terbatas mendengar mereka semua yang terus membicarakan tentang kehidupan sendiri, mereka tidak jauh berbeda dengan Zangetsu itu sendiri... otak mereka benar-benar dipenuhi dengan omong kosong serta fitnah yang tidak pernah ditemui sampai sekarang tentang Haruka sendiri.


"Kakak... kau pasti diberkahi otak dan akal bukan? Gunakan-lah dan jangan sampai kau terpancing oleh mereka semua!" Kata Okaho, Haruka tidak mendengarkan apa yang Okaho bicarakan sehingga amarah dan rasa kesal benar-benar menguasai pikiran serta tubuh-nya, kedua jarum jam-nya saja bahkan bergerak cukup cepat hingga membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Jangan bercanda, Haruka... kau tidak berniat untuk menghancurkan [Limiter] itu bukan? Sadarlah dengan tubuh dan keberadaan-mu sekarang, penghuni masa kuno yang mencoba untuk menggunakan seluruh kekuatan-nya tanpa ada pembatas atau Limiter yang menghalang maka inti semesta ini akan segera menghapus diri-mu, itulah peraturan yang tertera oleh sang pencipta." Kata Ananka.


[Limiter] adalah sebuah pembatas untuk penghuni masa kuno yang memiliki kekuatan tak terbayangkan, selama ini Haruka dan Okaho memiliki kekuatan yang terbatas karena mereka sudah menjadi seorang mortal serta keturunan dari Comi/Ghifari, jika mereka menghancurkan [Limiter] itu maka mereka dapat menggunakan seluruh kemampuan mereka tanpa harus menanggung resiko, resiko itu sendiri terdapat di [Limiter] yang sudah hancur.


Haruka menatap Komi yang saat ini sedang terkekeh, ekspresi-nya dipenuhi rasa kesenangan untuk melihat Okaho dan Haruka bisa saja kalah oleh jumlah sepuluh dari dewa-dewi yang berasal dari masa kuno, dewa-dewi kuno itu sudah tidak memiliki Limiter karena mereka sendiri bukan reinkarnasi seperti Haruka dan Okaho.


"Hentikan semua ini, Mama! Apa yang telah kau lakukan ini sudah melampaui batas keseimbangan Touri sendiri...! Tolonglah, mari kita perbincangkan baik-baik dengan semua orang... setidaknya kau tidak perlu menggunakan cara seperti ini, cara dimana kau membangkitkan semua brengsek seperti mereka!" Haruka menunjuk semua dewa-dewi itu sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Hahhh... Kau berbicara seolah-olah kau berada di pihak keadilan 'kah?! Apa yang kau lakukan itu jauh lebih dari kejahatan, Haruka!!!" Seru Konami keras hingga Okaho merapatkan gigi-nya dan berniat untuk menyerang duluan, tetapi Haruka menghalang-nya.


"Kakak... Apa yang kau lakukan?! Apakah ini disebut ras Legenda jika kita diam saja dan mendengar omong kosong mereka---" Tubuh Okaho langsung merinding bahkan kedua mata-nya terbuka lebar ketika melihat tatapan tajam Haruka, baru kali ini Okaho ditakuti oleh tatapan Haruka yang sangat mematikan dan menakutkan... tekanan yang terasa berat serta hawa yang cukup dingin... seperti hawa pembunuh yang sudah membunuh jutaan korban.


"K-Kakak...?"


"Jangan ikut campur, diamlah." Kata Haruka.


"Aku tidak bermaksud untuk diam di pihak apapun... pihak-ku adalah pihak-ku, pihak-ku sendiri adalah Mama-ku sendiri! Aku hanya ingin mengikuti keinginan Mama-ku serta melangkah ke jalan yang sama dengan diri-nya!" Jawab Haruka hingga mereka semua mulai tertawa terbahak-bahak tanpa henti ketika mendengar Haruka mengaku Korrina sebagai ibu asli-nya.


"Kau masih ingin bermain dengan alur yang kau buat 'kah? Apakah itu terdengar menyedihkan... seorang dewi kuno melarikan diri dari orang tua-nya sendiri hingga mencari orang tua lain-nya yang sudah mereka percayai---"


"Memang-nya apa yang kau tahu tentang ibu dan ayah-ku!? Apakah kau tahu mereka!? Apakah kalian tahu mereka seperti apa!?" Suara Haruka terdengar semakin tinggi dan keras.


"Tentu saja kita tahu... kita bahkan hadir pada saat kelahiran-mu, seorang gadis kuno yang seharusnya menjadi waktu itu sendiri... menjadi sebuah wadah untuk melihat seluruh dunia yang ada... bukan Touri... bukan Palouce... bukan Reaoum... semua dunia! Semua dunia yang ada...! Dan kau sendiri bersikap egois sehingga hidup sebagai seorang mortal dengan kekuatan yang tidak terbayangkan!" Tunjuk Selene, seluruh dewa-dewi kuno itu sangat mengenal Haruka bahkan keluarga-nya sendiri kecuali Ignatia yang hanya diam daritadi sambil menyebabkan banyak kehancuran di Touri.

__ADS_1


"Seharusnya kau tahu kesalahan yang kau buat dari awal, Haruka... kau sudah beberapa kali melanggar takdir dan mengubah takdir itu dengan cara yang paksa, takdir yang seharusnya berubah secara natural... sudah berapa kali kau mengubah takdir!? Sudah berapa kali kau menyelamatkan semua kehancuran ini...!? Semua kehidupan pasti akan bertemu dengan kehancuran jika takdir itu menghendaki-nya!!!" Kata Judas, Okaho ingin sekali berbicara tetapi Haruka memilih untuk berbicara sendirian karena ia tidak mau Okaho ikut campur.


"Kau telah merobek realita itu sendiri menjadi potongan-potongan kecil!" Komi mulai berbicara hingga Haruka melebarkan mata-nya, Okaho hanya diam sambil menundukkan kepala-nya karena fakta yang dibicarakan oleh Komi itu benar sehingga Okaho mengetahui-nya sendiri sejak awal ia menjadi keluarga Comi.


"Kita semua merenungkannya untuk beberapa waktu, Haruka. Semua dewa-dewi kuno ini berada di pihak-ku karena mereka semua tahu bahwa kau adalah inti dari semua kesalahan dan konflik yang terus bermunculan, penyebab dari kedua dimensi yang ada..." Komi melanjutkan pembicaraan-nya.


"Kau adalah salah satu alasan aku memutuskan semua penghuni harus dimusnahkan karena mereka telah merasakan banyak keberkahan dari-mu, Kau telah menyegelnya untuk diriku dengan mengubah masa lalu, bukan hanya masa lalu tetapi seluruh ruangan termasuk dimensi dan dunia yang kau ciptakan, kau menghasilkan ruang dan waktu baru kemudian memicu serangkaian peristiwa yang mengganggu kenyataan bahkan lebih..."


"...apa yang aku lihat pada ruang dan waktu itu adalah bukti kekacauan yang tak termaafkan yang kau derita di kosmos, berapa kali kau telah menciptakan sebuah ruangan dan dimensi? Dan berapa kali kau menyelamatkan semua kehidupan yang sudah tertera takdir kematian di batu takdir itu sendiri!?"


"Kami tahu semua yang telah kau lakukan, Kalau adalah dewi kuno rendahan yang telah berulang kali melakukan tindakan yang begitu mengerikan, itu tabu bahkan untuk para dewa-dewi bahkan untuk kakek-mu sendiri yaitu sang pencipta, dimensi palsu, kau pertama kali menentang waktu dan takdir untuk menyelamatkan Shinra dimana ia seharusnya mati karena Shiro..." Judas mulai berbicara.


"Bukankah itu benar? jika dia benar-benar mati maka sejarah mencatat waktu tidak akan terpecah, dia tidak akan pernah menyelamatkan dimensi palsu dan aku tidak akan harus membalas dendam kepada dimensi asli ini!" Komi mulai berbicara lagi.


"Jika Shinra tidak ada maka hanya akan terdapat satu dimensi yang asli dan itu bagus, Komi seharusnya sudah terbunuh oleh Zoiru... lagi-lagi kau menyelamatkan mereka semua dengan melanggar dan bertemu dengan dewi takdir itu sendiri yang bernama Yuriko! Kau bahkan mendapatkan Omni-Slayer..." Ucap Eternio.


"Semua tindakan yang kau lakukan mampu membuat semua-nya tidak mustahil untuk terjadi, semua konflik dan ancaman ini tidak akan pernah ada jika kau tidak bertingkah semau-mu! Jangan salahkan kita semua... jangan salahkan Komi yang dulu-nya tidak berdosa sekarang berdosa karena diri-mu!" Kata Abysnia.


Aura hijau dan merah Haruka mulai menyelimuti tubuh-nya sehingga tekanan di sekitar ruangan itu mulai semakin besar, "K-Kakak..."


"Jangan dengarkan omong kosong mereka, kakak... tenanglah, jangan sampai kau menghancurkan Limiter itu...!" Okaho menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat serius.


"kita menyembuhkan semua ciptaan sang pencipta dari penyakit, menyelamatkannya dari semua parasit yang ada!" Mereka semua masih terus berbicara, "Buka mata-mu dan sadarlah dengan kesalahan yang telah kau buat!!!" Seru Mozoik.


"Kau adalah pendosa yang keji!" Seru Xetrox.


"Kalian berdua mengaktifkan dan menginspirasi kami semua,  kalian membantu menyalakan api keadilan kami semua, kalian membantu kita semua untuk meluncurkan kreasi baru Touri!!!" Seru mereka semua.


"Grrgghhhh...!!!" Haruka memejamkan kedua mata-nya, ia merapatkan gigi-nya sehingga kedua tinju-nya ia kepalkan sampai urat menonjol keluar dari kedua tinju-nya, "Aku hanya mencoba untuk menyelamatkan mereka dan membantu mereka keluar dari mimpi buruk...!!! Ucckk..." Haruka tiba-tiba terjatuh sehingga ia berlutut di atas tanah dan merenung.

__ADS_1


Okaho menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Apakah kalian memiliki kewajiban dari sang pencipta untuk berbicara seperti itu? Jika sang pencipta menciptakan sesuatu maka kenapa kita semua dewa-dewi tidak melindunginya...!?"


"Kita semua tahu bahwa kau tidak akan pernah mengetahui arti dari keseimbangan Touri... lebih baik kau diam saja, Okaho, sebelum kau kita bunuh bersama kakak-mu itu!" Seru Komi.


Baaammm...!!!


Mereka semua langsung melebarkan mata mereka ketika merasakan tekanan dan keberadaan yang sangat mengerikan, semua penghuni Touri bahkan merasakan hingga mereka semua secara refleks menatap ke atas dan melihat banyak sekali aura yang melambangkan waktu, jarum jam dari semua waktu itu berputar sangat kencang.


Sebuah cincin yang memiliki lambang waktu muncul tepat di belakang punggung Haruka, "Kakak! Hentikan! Hentikan sekarang juga---" Okaho tiba-tiba tidak bisa bergerak dan bahkan berbicara karena pengaruh dari aura Haruka yang dapat menghentikan waktu, Komi bersama yang lain-nya ikut berhenti dan tidak bisa bergerak.


"Graaaahhhhhh!!!" Haruka menghantam lantai sehingga ruangan rahasia Komi langsung hancur menjadi kepingan kecil, aura Haruka mulai membesar sehingga kedua mata-nya menunjukkan jarum jam yang berputar kencang, "Hah...!!! Hah...!!! Hah...!!! Kalian bilang semua pilihan-ku itu jahat!? MAKA AKU TERIMA UNTUK MENJADI JAHAT BAGI KEADILAN OMONG KOSONG KALIAN!!!"


"Huaaaaagggghhhhhhhhhhh!!!!!" Haruka melepaskan aura yang sangat besar sehingga ia melepaskan gelombang hijau yang sangat besar ke atas langit, aura-nya itu langsung mempercepat waktu di Touri sehingga satu detik berjalan selama satu tahun, teriakan Haruka mampu memunculkan [Limiter] yang berlambang waktu di kening serta belahan dada-nya.


Setengah dari Limiter yang terdapat di kening-nya mulai hilang, teriakan Haruka mampu menguncangkan seluruh semesta sehingga kemampuan waktu-nya tidak terkendali, ia tidak sengaja menjalankan, melompat, menghentikan waktu, dan lain-lainnya. Ketika dua benda yang berbentuk gelas muncul di atas kedua bahu-nya... waktu berjalan seperti biasa.


"T-Tidak...! A-Apa yang kau lakukan, kakak...?!" Okaho bisa melihat Limiter yang terlihat setengah di kening-nya.


"Nrrrgghhh...!!! Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!" Haruka teriak lebih keras sehingga ia mengeluarkan petir besar dari dalam tubuh-nya untuk mendorong mereka semua dan melukai mereka termasuk Okaho sendiri.


Ketika semua aura yang telah menyelimuti tubuh Haruka menipis, terlihat sesosok Haruka yang berbeda dengan penampilan yang terlihat lebih anggun... dia sekarang terlihat sangat persis seperti seorang dewi, terdapat dua jam pasir yang melayang di kedua bahu-nya serta kedua mata-nya menunjukkan jam yang berjalan normal. Aura yang berada di sekitar-nya melambangkan sebuah lingkaran dimana mereka semua melihat lingkaran itu seperti jam.


"I-Ini...!" Komi melebarkan mata-nya.


"Kalian semua...!!! Semua ini berakhir sekarang juga...!!!" Haruka perlahan-lahan melangkah mendekati mereka semua sehingga setiap ia bergerak, terdengar suara jarum jam yang bergerak.


"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!!!"


"I-Ini... Kakak telah membangkitkan..."

__ADS_1


"...True Quintessence Time Haruka I"


__ADS_2