Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 42 - Keahlian dalam Bertarung


__ADS_3

Semua peserta dari setiap kelas berpencar dan menyerang musuh yang mereka anggap tangguh karena lebih baik untuk menjatuhkan musuh yang kuat dan tangguh terlebih dahulu agar tantangan satu ini bisa berjalan dengan mudah bagi setiap kelas, Haruki sudah jelas mengincar beberapa peserta yang lemah dan lebih memikirkan pertarungan melainkan strategi, ia lebih memilih untuk menghabisi peserta yang menghalang dan menghabisi waktu saja, "JYAAAHHH!!!" Haruki menarik kedua pedangnya dari punggungnya lalu ia mengayunkan kedua pedang itu secara bersamaan.


Shizen mengincar musuh yang tangguh dan terlihat kuat dari luar dan dalam, ia sudah menemukan musuh yang ia cari dan itu adalah seorang iblis yang memiliki tanduk panjang, Shizen langsung menyerang musuh tersebut dengan mengayunkan sabitnya dan iblis itu melompat ke belakang dan menyerang balik menggunakan tombak-nya. Chiara berdiri di atas arena selagi melihat semua peserta bertarung dengan sengit dan ia tiba-tiba diserang oleh seorang Vampire di belakangnya, Vampire itu mencoba untuk menghisap darah Chiara, tetapi Chiara melompat ke depan lalu ia melirik ke belakang selagi meantap wajah vampire tersebut, "Cih..."


Naoki menyerang semua peserta tangguh dan menghantam mereka semua menggunakan tubuh-nya yang besar, Naoki langsung mendorong mereka semua menggunakan sihir kegelapan-nya yang memiliki dorongan besar ketika terkena, Naoki mengincar kelas empat karena ia memiliki rasa dendam kepada seseorang, "... ..." Lang melihat ras Giant yang berada di kelas satu, Giant tersebut menatap Lang dengan tatapan yang mematikan lalu mereka melesat menuju arah satu sama lain, Lang dan ras Giant tersebut langsung mengayunkan senjata mereka dimulai dari Lang yang memegang kapak kecil dan logam dari kapak itu bernama Legendanium, logam itu bisa disebut dengan logam terkuat dan terlangka di semesta Yuusuatouri.


Giant itu menggunakan sarung tinju yang memiliki logam tebal dan kuat di kedua tinju-nya sehingga ia menahan semua serangan kapak Lang, "HYAAGGHH!!!" Giant itu menendang kepala Lang, tetapi Lang menahan-nya menggunakan lengan kirinya sehingga Giant tersebut terpental ke belakang dan membuat lengan kiri Lang bergetar, "Kulit dan tubuh ras Giant sangatlah keras dan kuat, matakuta... Bahkan lebih keras dari baja, tukata..." Ungkap Lang yang mulai menggerakkan lengan kiri-nya karena ia tidak mau lengan kirinya untuk merasakan keram.


Lang merasakan keberadaan Giant itu yang berdiri di belakangnya, Lang melirik ke belakang lalu ia melihat Giant itu melompat ke depan selagi berputar, "Ahh---!" *BAM!* Giant itu berputar seperti bola sehingga seluruh tubuhnya mengenai Lang dan membuatnya terpental ke belakang, "Grrrrrr..." Lang mulai berbusa karena naluri membunuh-nya sudah mulai bangkit, Lang adalah seorang Primal Legend atau Legenda yang lebih dominan terhadap hewan, Legenda adalah ras yang memiliki DNA semua makhluk hidup jadi tidak ragu lagi bahwa terdapat jenis Legenda yang bernama Primal Legenda.


Primal Legend memiliki kemampuan dominan terhadap setiap hewan yang mereka kuasai dan itu hanya satu, nama dari kemampuan itu adalah Primal's Bond. Lang memiliki Primal's Bond seekor serigala jadi kemampuan dan sikapnya akan lebih dominan kepada hewan serigala dan juga ia bisa berbicara dengan semua serigala termasuk membuat mereka menjadi rekan-nya, "Auuu---" Ketika Lang mencoba untuk mengaum seperti serigala, ia digagalkan dengan sebuah pukulan di wajahnya oleh Giant tersebut, Lang menyerang balik dengan mengayunkan kapak-nya, tetapi Giant tersebut melompat ke atas dan tiba di belakang Lang.


Naluri serigala Lang bisa mendeteksi keberadaan-nya dengan sangat jelas sehingga kedua kakiĀ  Lang langsung bergerak sendiri dengan menendang ke belakang, tetapi Giant itu melompat lagi. Lang melihatnya mendarat di depannya lalu ia melesat ke depan sehingga mereka mulai mengadu senjata mereka dan menciptakan suara adu senjata yang terdengar cukup keras. Serangan Lang dan Giant itu tidak mengenai sasaran mereka karena pergerakan mereka yang cepat, "Kau cukup kuat dan cepat bagi seorang ras Giant, tukamata..."


"Cih, bisakah kau berhenti mengatakan hal menyebalkan yang diakhiri dengan -ta? Aku merasa kesal dan ingin menghancurkan tulang-tulangmu." Ucap Giant itu, "Hoho... Baru kali ini aku ditegur oleh seorang Giant karena perkataan-ku cukup menyebalkan, siapa namamu?" Tanya Lang, mereka berdua masih menyerang satu sama lain tanpa henti dan masih bisa menyempatkan untuk berbicara, "Gigante Merduros... Aku berasal dari kelas satu, ingat itu." Ucap Giant yang bernama Gigante.


Gigante mulai mengganti serangan dengan menendang Lang beberapa kali menggunakan kedua kakinya, tetapi Lang menahan semua tendangan itu menggunakan kapak-nya yang dilumuri dengan aura biru kehitaman, "Grrrr..." Gigante menendang-nya mundur dan ia melesat menuju arah Lang dan melesatkan tinju kanan-nya ke arah wajah Lang, tetapi Lang mengayunkan kapak-nya untuk memutuskan lengan kanannya, seketika logam dari kapak itu menyentuh lengan kanan Gigante, kapak itu tidak mampu memutuskan lengan kanannya melainkan hanya membuat lengan itu tergores kecil dan Lang sendiri bisa merasa bahwa kapak itu seperti mencoba untuk membelah batu yang sangat kuat.


"Apa-apaan ini...?" *BAM!* Wajah Lang terkenal pukul oleh tinju kanan Gigante sehingga membuatnya terpental ke belakang dan membuat hidungnya berdarah, "Ternyata ras Giant itu lebih keras dari yang aku pikirkan... Bahkan kapak yang terbuat dari Legendanium ini tidak mampu memutuskannya langsung." Ucap Lang yang mulai menatap kapak-nya, "Baiklah, coba untuk membuatku terluka dengan kapak itu!" Gigante mengacungkan kedua lengannya ke atas langit dan membiarkan Lang untuk menyerangnya.


"GRAUUUUUU!!!" Lang langsung mengayunkan kapak-nya tepat di dada Gigante sehingga kapak-nya tidak mampu membuat dada Gigante tergores, "AAUUUUUUU!!!" Lang mulai mengayunkan kapak-nya beberapa kali lalu ia memukul perutnya menggunakan tinju kiri-nya, serangan yang dikerah Lang tidak mampu membuat Gigante terluka atau merasakan kesakitan melainkan ia hanya merasa geli. Lang tersenyum ketika melihat banyak sekali luka bekas dan goresan di dada serta perut Gigante.


"Hee..." Lang tersenyum, "HMMMMMMM...!!!" Gigante mulai bersinar warna hijau dan luka-luka yang terdapat di dada serta peutnya mulai bersinar berwarna hijau dan meregenerasi kembali. Lang membulatkan kedua matanya lalu ia melihat Gigante mulai membesar serta kedua lengan otot-nya mulai membesar jauh lebih besar dari tubuhnya, "K-Kau...? Menjadi besar...?" Lang mulai mengerti kenapa ras Giant adalah ras yang tebal dan kuat terhadap pertahanan serta bangsa Giant bisa bertambah besar ketika terkena serang, Giant juga mampu membuat semua serangan atau luka yang mengenai tubuhnya menjadi sumber kekuatan dan tenaga besar di kedua tinju-nya.


"Terima kasih... Serangan-mu mampu membuatku semakin tebal dan kuat!" Kedua tinju Gigante mulai terlumuri dengan sinar hijau, ia melesat menuju arah Lang dan menghantam wajahnya, tetapi Lang menahan serangan itu menggunakan kapak-nya sehingga ketika tinju itu mengenai logam dari kapak itu, logam tersebut melepaskan dorongan besar sehingga membuat Lang terpental ke belakang, "Grrrgghhh..." Lang menajamkan kedua pupil-nya seperti serigala dan ia melihat Gigante mencoba untuk menghantam Lang, tetapi Lang langsung melompat ke belakang dan membuat Gigante memukul daratan.


BAAMMM!!!

__ADS_1


Daratan yang ia pukul langsung bergetak, tetapi tidak hancur atau retak, "Ehh...? Kenapa tidak hancur...? Seharusnya kedua tinju ini dapat menghancurkan arena yang rapuh ini!" Ucap Gigante dan Jorgez mulai tersenyum sinis, "Apakah kalian pikir arena ini terbuat dari batu biasa...? Tidak, arena ini terbuat dari bahan yang paling keras dan kuat diseluruh semesta yang bernama Ometone. Hanya seseorang yang benar-benar kuat dan tangguh bisa menghancurkan Ometone ini." Ucap Jorgez.


Lang melesat ke arah Gigante seperti kecepatan serigala lalu ia mengayunkan kapak-nya beberapa kali dan menyerangnya dari berbagai arah, Gigante bisa melihat Lang seperti seekor serigala sekarang. Lang melompat ke belakang lalu ia melempar kapak-nya sehingga kapak itu menusuk perut Gigante yang keras, "Bagaimana sekarang...?" Tanya Lang yang mulai menatap Gigante, Gigante mulai menjadi besar lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya, Lang menunjuk kapak-nya sehingga kapak itu melesat menuju arahnya dan Lang langsung mengambilnya.


Lang melompat ke arah wajah Gigante, tetapi Gigante langsung menghantam seluruh tubuhnya menggunakan tinju kanan-nya yang berukuran sama dengan tubuh Lang. *BAM!* "HUAAAGGHHHH!!!" Lang memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya dan ia langsung terpental menuju ujung arena, ia hampir saja jatuh dari atas arena. Lengan kirinya sudah melewati perbatasan dari arena yang mengartikan bahwa jika ia terdorong sedikit maka ia akan terjatuh dari atas arena, Lang bangkit dari atas lantai lalu ia menatap Gigante, "Tidak ada cara lain... AUUUUUUUUUUUUUUU!!!!" Lang mulai mengaum seperti serigala sehingga seluruh tubuhnya mulai membesar dan menjadi kekar.


Gigante bisa merasakan kekuatan Lang yang meningkat, ia juga bisa melihat rambut Lang mulai membentuk seperti telinga serigala dan kedua pupil matanya terlihat jelas seperti serigala, "Cih..." Lang barus aja menggunakan kemampuan khusus Primal Legenda yaitu Roar of Evolution dimana ketika ia mengaum sekali maka ia akan diberkahi kekuatan oleh hewan yang ia kuasai seperti tadi serigala, ketika ia mengaum maka semua serigala dari seluruh semesta bisa mendengarnya lalu semua serigala itu memberi Lang jiwa serigala dengan perlahan-lahan. Roar of Evolution bisa bertambah kuat ketika seorang Primal Legend mengaum tiga kali, Lang baru saja mengaum satu kali dan ia masih memiliki dua auman lainnya.


Lang mengacungkan lengan kanannya sehingga kapak-nya langsung terlumuri dengan listrik putih, "Tomahawk Thunder's Spirit!" Lang melempar kapak-nya menuju arah pinggang Gigante sehingga kapak itu menusuk masuk ke dalam pinggang-nya dan mampu membuatnya merasa sakit juga tersengat oleh listrik-listrik yang melindungi kapak itu, "GUGGGHHH!!!" Lang mulai menciptakan sebuah busur dengan menggunakan jiwa atau arwah serigala, jiwa itu berada di dalam hatinya.


Lang menciptakan busur yang berwarna hijau lalu ia meluncurkan beberapa panah yang tajam menuju arah Gigante sehingga semua panah itu menusuk seluruh tubuh Gigante, Lang berlutut lalu ia membidik lubang perut Gigante menggunakan busur-nya dan ia menciptakan panah yang sangat besar juga tajam, "Wolf-Fang Mighty Arrow!" Lang melesatkan panah yang besar sehingga panah itu menusuk lubang perut Gigante, "GUUUUUUUARRRGGGHHH!!!" Gigante langsung berlutut dan mencabut panah yang baru saja menusuk lubang perutnya, ia perlahan-lahan mulai membesar lebih besar dari sebelumnya.


"AMBIL KEMBALI SEMUA SERANGAN-MU!!!" Teriak Gigante, ia langsung menghantam daratan dan Lang melompat ke belakang dengan cepat sehingga berhasil menghindari serangan Gigante yang bisa saja menghancurkan seluruh tubuhnya. Serangan Gigante yang besar dan kuat tidak mampu membuat daratan hancur bahkan retak, Lang melihat Gigante yang mulai membesar lagi sehingga membuat beberapa peserta menatap Gigante yang terus membesar, tetapi mereka semua langsung kembali fokus ke lawan mereka. Gigante mulai menyerang Lang beberapa kali, tetapi Lang menghindari semua serangan itu sehingga ia melihat Gigante yang menunjuknya menggunakan telapak tangan kirinya.


Gigante meluncurkan bola meteor melalui telapak tangan kirinya dan bola meteor itu melesat menuju arah Lang, Lang langsung melompat ke segala arah seperti serigala yaitu menggunakan kedua kaki dan kedua telapak tangannya. Lang melompat ke atas lalu ia menendang wajah Gigante sehingga membuatnya terdorong ke belakang, tetapi Gigante langsung menghantam-nya sehingga ia terpental ke atas langit, "GIGANTIC METEOR BLAST!!!" Gigante mulai meluncurkan beberapa meteor besar menuju arah Lang, semua meteor itu mengenai tubuh Lang.


BAM! BAM! BAM!


"ARRRRGGGHHHH!!!" Gigante mulai tersengat oleh semua panah-panah itu, ia mulai mengepalkan tinju kanannya lalu ia melesatkan tinju kanannya ke arah Lang yang melompat menuju arah wajahnya, Lang menahan tinju itu dengan menggunakan kapak-nya yang dilumuri dengan sihir listrik.


BAAMMMM!!!


Listrik itu meledak sehingga membuat mereka berdua terdorong ke belakang, Gigante mulai melihat sekitar dimana ia tidak bisa melihat Lang lagi, tiba-tiba Lang bergerak dengan sangat cepat sehingga seluruh tubuh Gigante langsung tertebas oleh kapak milik Lang dan tertusuk oleh beberapa panah yang Lang lesatkan. Lang melempar kapak-nya beberapa kali seperti bumerang di kapaknya kembali melesat menuju arah Lang, tetapi Lang melemparnya lagi sehingga kapak itu terus mengenai dada dan wajah Gigante. *BAM! BAM! BAM!*


Lang mengambil kapak-nya lalu ia mengacungkan kapaknya ke atas sehingga Lang mulai memanggil halilintar dan sebuah listrik besar menyengat kapak itu, "SPIRIT THUNDER THRUST!!!" Lang mulai menunjuk Gigante menggunakan kapak tersebut sehingga kapak itu mulai meluncurkan sengatan listrik yang sangat kuat yang bisa menyalakan seluruh lampu yang ada di semesta dengan hanya listrik yang dimiliki Lang saat ini, "UAAGGGHHH!!! AAAHHHHHH!!!" Teriak Gigante kesakitan karena ia baru saja tersengat.


"Apakah ukuran-mu hanya bisa membesar sampai titik ini?" Tanya Lang yang mulai berdiri di depannya selagi menyilangkan kedua lengannya, "JANGAN SOMBONG DULU!!!" Teriak Gigante sehingga ia langsung menghantam Lang, Lang dengan cepat melompat ke belakang dan berhasil menghindari serangan Gigante, "AAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!" Lang mulai mengaum untuk kedua kalinya sehingga seluruh tubuhnya mulai kebal terhadap apapun dan terdapat beberapa aura hijau yang mulai menciptakan serigala, Gigante melihat semua serigala itu yang terlihat hampir sama seperti arwah.

__ADS_1


Bisanya auman kedua Primal Legenda akan memanggil semua arwah hewan yang mereka mau dan sepertinya Lang memanggil sepuluh arwah serigala. Semua serigala itu mulai berbusa dan menatap Gigante dengan ekspresi yang terlihat kelaparan, "A-Apa ini...?!" Gigante langsung bergetar ketakutan ketika ia merasakan kekuatan dari Lang, semua serigala itu juga memiliki atribut yang sama dengan Lang berarti semua arwah serigala itu hampir sama seperti Lang, "YANG TERAKHIR....!!! AAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!" Lang mulai mengaum lagi sehingga semua serigala dari seluruh semesta ikut mengaung dan memberi Lang seluruh kekuatan yang mereka miliki, semua arwah serigala itu mulai bertambah kuat sama seperti Lang.


Auman ketiga itu adalah mode kekuatan penuh dan pas untuk dilakukan ketika Lang ingin mengakhiri pertarungan lebih cepat, semua serigala dari seluruh semesta bahkan dimensi akan memberinya kekuatan dan arwah yang banyak, biasanya arwah itu bisa dicerna menjadi sumber Lenergy, tenaga, dan kekuatan bagi Primal Legenda itu sendiri. Lang bersinar berwarna hijau dengan sangat cerah sehingga membuat semua peserta mendadak silau karena cahaya yang disebarkan oleh Lang dan arwah-arwah serigalanya.


"Acara cahaya-mu tidak akan bisa membuatku takut...!!!" Kedua tinju Gigante mulai bersinar cerah sehingga ia mulai perlahan-lahan mengecil kembali menjadi ukuran biasanya, ia mengerahkan semua serangan yang mengenainya dan ukurannya menjadi sumber kekuatan dan sihir, itu bisa disebut dengan kemampuan Giant yang bernama Reverse Size Power, mungkin saat ini sihir yang akan Gigante kerahkan akan dahsyat dan kuat sekali karena ia tadi memiliki ukuran yang lebih besar dari gedung, "GREAT SPIRIT WOLVES...!!!" Lang mulai membuka mulutnya lebar sehingga bersinar, semua arwah serigala itu melakukan hal yang sama.


"GIGANTIC REVERSE POWER!!!" Teriak Gigante, ia mulai melesatkan gelombang merah melalui kedua tinjunya, "RAGE!!!" Lang meluncurkan gelombang putih melalui mulutnya dan gelombang itu mulai membesar, gelombang milik Gigante langsung mendorong gelombang milik Lang, "... ...!" Semua arwah serigala yang berada di belakang Lang mulai maju ke depan dan meluncurkan sihir yang sama sehingga membuat gelombang Gigante terdorong ke belakang, "HAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Lang keras sehingga gelombang Lang mulai menang karena ukuran dan dorongan, seluruh tubuh Gigante langsung terkena oleh gelombang milik Lang.


BAAAAAAMMMMMMMMM!!!


Semua arwah serigala langsung masuk ke dalam tubuh Lang, ia melihat asap yang besar di depannya lalu ia berjalan ke depan dan melihat Gigante yang masih berdiri dengan kondisi yang sekarat, Lang mulai memanggil kembali busurnya lalu ia melesatkan tiga panah yang menusuk dada, perut, dan wajah Gigante. *ZLASH!* Lang bergerak menuju Gigante lalu ia melompat dan menebas leher Gigante menggunakan kapak itu.


ZLAAASSHHH!!!


Lang mundur lalu lengan kirinya mulai dilindungi dengan kilat putih, "HAAA!!!" Lang mengacungkan lengan kirinya sehingga seluruh tubuh Gigante langsung tersengat dengan listrik yang sangat kuat. *BAM!* Kapak yang menebas leher Gigante langsung terpental ke atas dan Lang menunjuknya sehingga kapak itu melesat menuju arahnya kembali, "... ..." Lang melihat Gigante masih bertahan dan berdiri di depannya mencoba untuk menyerang, tetapi tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa keram, Lang tersenyum lalu ia sentil dahi Gigante sehingga ia terdorong ke belakang dan terjatuh dari atas arena.


"Gigante Merduros dan Myrei Rune dari kelas satu telah terelimanasi!" Ucap Jorgez sehingga mereka berdua langsung dipindahkan kembali ke akademi, Lang melirik ke belakang lalu ia melihat Haruki yang berhasil mengeliminasi peserta dari kelas satu juga yang bernama Myrei Rune dan saat ini ia sedang bertarung dengan tiga peserta yang berasal dari kelas dua. Lang juga melihat Chiara yang sedang bertarung melawan dua peserta dari kelas lima, Lang menepuk wajahnya karena mereka berdua bersikap gegabah untuk melawan dua dan tiga peserta sendirian.


Naoki dan Shizen mendarat di sebelah Haruki selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Naoki tahu bahwa ketiga peserta yang bernama Harashu Zion, Harashu Sion, dan Harashu Mion. Mereka bertiga adalah bangsa malaikat yang memiliki kekuatan melalui kesucian dan kesucian itu bisa mereka ubah menjadi gravitasi yang sangat besar, "Kami akan membantu-mu, Haruki." Ucap Shizen.


"Jangan bersikap gegabah lagi." Naoki melesat ke depan, di sisi lainnya Chiara melawan peserta dari kelas lima yang bernama Uzna Hemires dimana ia adalah seorang manusia dengan tubuh robot jadi dia bisa disebut seorang cyborg dengan data yang sudah mengetahui tentang semua pertarungan dari semua ras yang ada di semesta Touri, Chiara mengayunkan tombak-nya beberapa kali dan Uzna menahan semua serangan tombak itu menggunakan kedua lengannya yang terbuat dari logam terkuat dan logam-logam itu berbentuk tajam bahkan lebih tajam dari pedang.


Uzna bisa memprediksi pergerakan yang Chiara lakukan, mata kirinya yang sudah dimodifikasi menjadi robot mulai bersinar, "DAPAT KAU!" Uzna menghantam puncak kepala Chiara menggunakan kaki kanannya lalu Chiara terpental ke daratan dan itu membuatnya semakin kesal karena Uzna terlihat sangatlah kuat dengan hanya menggunakan teknologi saja. Uzna mulai membuat kedua lengannya yang logam berubah menjadi pedang yang sangat tajam, ia mengayunkan lengan kanannya ke arah Chiara, tetapi Chiara langsung menahan serangan pedang itu menggunakan tombak-nya.


CLAAAAAAANGG!!!


Manusia cyborg lainnya melesat menuju arah Chiara dan dia bernama Hirai Michan, "Sialan...!" Chiara tidak bisa menyerang karena jika ia menyerang ke belakang maka Uzna akan menusuk punggungnya menggunakan pedang dari kedua lengannya. *SWING!* Kapak Lang melesat menuju arah Hirai dan membuatnya melompat ke belakang, Lang mendarat di depan Hirai lalu ia mengambil kembali kapak-nya, "Kau lawanku sekarang." Ucap Lang.

__ADS_1


"Cih... Primal Legenda ya..." Hirai mulai mencari data tentang Primal Legend dan ia langsung menemukannya, "Siap untuk bertarung dan mengalahkan." Hirai mulai menunjukkan kuda-kuda bertarung-nya, "Chiara, untuk hari ini saja... Bekerja samalah dengan benar, bodoh." Ucap Lang yang mulai membuat kapak-nya dilindungi dengan listrik-listrik kuat.


"Terserah kau. Pokoknya aku akan mengalahkan mereka sekaligus." Ucap Chiara. Lang hanya bisa terkekeh kecil karena Chiara terdengar sombong. Sepertinya pertarungan antara Haruki dan yang lainnya berjalan di belakang mereka berdua, "Ayo... Kita mulai!" Ucap semua peserta kelas tiga.


__ADS_2