
Tiga Saint elemen telah resmi gugur dalam pertarungan melawan pemberontak, para kandidat sudah pasti akan merasa sedih dan memiliki tujuan jelas untuk membalaskan kematian mereka.
Jasa mereka layaknya sudah seperti penyelamat karena rela mengulur waktu demi para kandidat pulang dari perjalanan panjang mereka untuk meraih kekuatan.
"Daria sudah gugur... hahhh... aku tidak menyangka dia akan mengecewakan diriku seperti ini, kecantikannya tidak cukup untuk mengalahkan lawan."
"Tidak apa, kecantikan yang sudah hilang dari wajahmu sudah kau berikan padaku, Daria~" Marina mulai melakukan pose sampai air mengelilingi tubuhnya.
"Kau terlihat biasa saja... apakah kau tidak merasa sedih soal kematian Saintmu?" Tanya Demetrio.
"Tidak kok, lagi pula semua Saint yang kita suruh untuk menahan mereka memiliki jaminan akan mati sebanyak seratus persen bukan?"
"Mereka adalah gadis yang energik dan kuat... tidak bisa diremehkan begitu saja karena mereka adalah campuran keturunan yang sangat kuat."
Demetrio langsung tersenyum serius ketika mendengarnya karena Marina untuk pertama kalinya mengatakan sesuatu yang tidak berkaitan soal kecantikannya itu.
"Intinya... kita harus membuat semua ini menjadi kenyataan Dewa Demetrio~ bukannya kamu akan mengutuk mereka yang lemah menjadi batu?" Tanya Marina.
"Tentu saja... aku hanya perlu menguasainya, sejak kecil aku pernah melihat seorang Dewa Crimson yang bernama Shinku menggunakan potensi penuh dari Grimoire itu..."
"...kekuatan yang dihasilkan sungguh hebat sampai aku ingin bisa melakukannya! Dengan itu aku akan mengancam mereka dengan mengeluarkan Golem Elemental untuk melawan yang kuat."
"Yang lemah hanya bisa diam dan menikmati waktu mereka menjadi batu... batu yang dapat mengakhiri kehidupan mereka dalam sekejap ketika tidak sengaja menghancurkannya."
"Dunia akan tahu kutukan yang aku sebar... kutukan sebagai tanda bahwa Dewa Demetrio yaitu aku telah menciptakan semua ini menjadi kenyataan tanpa mendapatkan pujian atau sembahan apapun!"
"Semua orang yang tidak bersyukur atas ciptaanku ini... berhak menerima palu hukuman dariku! Jangan sampai kalian bisa menikmati dunia ini yang aku ciptakan!!!"
"Hahahahaha!!!"
"Kamu memang hebat ya~ Dewa Demetrio~" Marina memeluk Demetrio tetapi tubuhnya langsung ia dorong.
"Jangan menyentuh diriku! Kandidat seperti dirimu berhak mengetahui derajat antar dewa dan kandidat... maupun kau seorang gadis dewasa, yang kedua kalinya adalah pukulan!"
"Kamu kejam sekali ya, Dewa Demetrio... sungguh penganut kesetaraan gender~"
***
Koizumi melihat Ako dan Konomi pergi menghampiri planet Lemia untuk melihat keadaan di dalam sana, pekerjaan mereka sudah selesai sampai ia juga ingin mengakhirinya dengan cepat melawan Saint Electric.
"Sesuai informasi yang aku dapatkan dari Shinobu... kau bukan berasal dari dunia ini ya? Bisa disebut sebut dunia luar yang sangat jauh untuk ditempuh."
"Aku akan pulang... setelah menyelesaikan tugasku untuk menyebarkan kepercayaan kepada seluruh alam semesta bahwa Dewa dapat membawakan kedamaian!" Kata Andou.
Koizumi memasang tatapan kesal ketika mendengarkan perkataan itu dari seseorang yang bukan berasal dari dunia ini, "Kau berlagak seolah-olah kau tahu yang sesungguhnya..."
__ADS_1
"...sungguh menyebalkan, apakah kau pikir datang dari dunia lain dan mengalami reinkarnasi menjadi Saint Legenda akan memberikan dirimu peluang untuk melindungi kedamaian itu?!"
"Sadarlah! Reinkarnasi ke dunia ini tidak semudah yang kau pikirkan, apalagi jika kau adalah seorang Legenda yang seenaknya menerima kekuatan instan dari Dewa!!!"
Koizumi melancarkan beberapa pukulan kepadanya dirinya tetapi ia berhasil menahannya, tetapi pukulan yang mengenai Andou tetap menerima tekanan yang mendorongnya ke belakang.
Andou mencoba untuk menyerang tetapi Koizumi menghindarinya dengan mudah sampai ia melancarkan dua tendangan yang mengenai bahunya lalu dadanya sampai ia terdorong ke belakang.
Koizumi melesat ke depan lalu menghindar serangan petir yang Andou lepaskan melalui jari-jarinya, ia memegang erat tangan kirinya lalu menghantam wajahnya cukup keras.
Andou memasang tatapan kaget karena gadis yang ia lawan sangat kuat, ia tidak memiliki kesempatan untuk menyerangnya menggunakan petir yang bergerak begitu cepat.
"Tarrant sudah memberkati diriku dengan berbagai macam sihir petir... kenapa... kenapa aku tidak bisa melawan dirinya balik?!"
"Aku kira semuanya akan berjalan lancar... selancar yang aku pikirkan ketika berada di duniaku, bukannya... aku akan selalu menang ketika melawan musuh yang jahat...?"
Andou melangkah satu pukulan listrik tetapi Koizumi berhasil menangkapnya sampai tato Greed di lehernya bersinar cerah lalu memberikan dirinya ketahanan terhadap petir itu.
"Apa...?! Kenapa kamu tidak... terpengaruh dengan sengatan listrik itu?!"
"Dengar ya, nak. Kau masih perlu belajar tentang banyak hal soal misteri dari dunia ini, kekuatan instan itu akan terkalahkan secara instan juga!"
"Intinya Legenda yang tidak pernah berusaha keras akan tetap membawakan dirinya menuju kedalaman yang pantas untuk pengecut seperti dirimu!!!" Koizumi menarik keluar belatinya lalu menusuk perutnya.
Setelah itu, Koizumi menendang dirinya ke depan lalu ia terbang menuju arahnya dan menghentikan waktu sampai ia sempat memberikan dirinya banyak sekali luka yang membuat mulutnya mengeluarkan banyak darah.
Koizumi terus menghajar Andou seperti samsak tinju, pukulan di tinju kirinya dan serangan tebasan yang ia sebabkan melalui tangan kanannya terus melukai Andou tanpa henti sehingga ia melepaskan banyak sekali listrik dari tubuhnya.
Kecepatannya meningkat sampai membantu dirinya untuk menahan tinju Koizumi, "Aku tidak akan kalah...! Semua teman-temanku... mempercayai diriku!"
Andou menyelimuti lengan kanannya dengan listrik yang membentuk pedang, ia melancarkan pedang itu kepada Koizumi lalu menyentuh lehernya tetapi tidak memberi efek apapun kepadanya.
"Apakah kau ingin tahu kesalahan besarmu itu?"
"Ke-Kesalahan...?"
"Kekuatan instan yang diberikan oleh Dewa...!!!" Koizumi menghantam perut Andou cukup dalam sampai ia memuntahkan banyak sekali darah.
"Setiap otot dan sel...!!!" Koizumi mencekik leher Andou lalu menendang wajahnya menggunakan sikutnya, setelah itu ia menarik rambutnya dan mengangkatnya ke atas untuk menghantamnya di atas tanah itu beberapa kali.
"Tubuh bangsa Legenda terbuat dari sel pejuang...!!! Tanpa sebuah perjuangan dan usaha keras maka tubuh itu tidak akan merespon kekuatan yang sudah kau terima dari Dewa...!!!" Koizumi mulai berbicara selagi menghajar Andou seperti samsak tinju.
"Tubuh Legenda hanya akan meningkat setiap mereka berusaha keras dan mengalami banyak pertarungan sulit yang mampu menghilangkan nyawa mereka!!!"
"Tetapi tubuh Legenda yang kau gunakan tidak bisa merespon semua kekuatan itu...! Kau tidak memiliki harga diri...! Kau tidak pernah berusaha keras dari titik nol...!!!"
__ADS_1
Koizumi menghantam tubuh Andou ke atas daratan lalu ia melepaskan banyak pukulan yang mengenai seluruh tubuhnya sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menerimanya.
"Setiap kekuatan instan itu muncul dengan cepat dan tentunya akan hilang begitu cepat juga...!!! Pengalaman yang alami sangatlah kecil karena kau hanya sekedar manusia yang mengalami reinkarnasi menjadi seorang Legenda!"
"Tubuhmu tidak akan merespon nya...! Itulah kenapa kau lemah dan bukan tandingan bagi dunia sekejam dan sekeras Touriverse...!!! Kau hanya orang yang ingin memuaskan sensasimu untuk menjadi pahlawan...!!!"
"Tetapi semua yang kau lakukan hanyalah sia-sia!!!" Koizumi memperbesar aura Crimson itu yang langsung masuk ke dalam tinjunya, setelah itu ia menghantam perutnya cukup dalam.
Pukulan yang mengenai perut Andou otomatis menciptakan tekanan besar yang menyebabkan ledakan besar sampai menghancurkan planet tidak berpenghuni itu tanpa sisa apapun, semuanya hancur begitu saja.
Hinoka yang kebetulan mendatangi Koizumi terkejut ketika melihat planet di hadapannya hancur karena satu pukulan yang mengandung banyak tekanan besar di dalamnya.
"Mengerikan sekali...!!! Se-Semoga saja aku tidak menerima hal itu ketika mengejeknya sapi!" Kata Hinoka dengan tubuh yang berkeringat.
Pertarungan Koizumi berjalan berat sebelah, Andou tidak bisa melawan Koizumi yang berpengalaman tinggi sampai ia berhasil menyiksanya dengan pukulan tadi lalu mengakhiri kehidupannya dengan satu hantaman tadi.
"Ck, sungguh menyebalkan. Dewa... Reinkarnator... semuanya memang rendahan karena menginginkan kekuatan instan yang seenaknya di terima oleh tubuh khusus berusaha keras."
Koizumi menggerakkan kedua lengannya yang merasa pegal, setelah itu ia melepaskan listrik yang ia ambil menggunakan sihir Greednya, "Bodoh sekali, aku harap tantangan selanjutnya akan berjalan menyenangkan."
"Ko-Koizumi... Y-Yo!" Hinoka memanggil Koizumi yang langsung menatap dirinya dengan tatapan tajam sampai tubuhnya terangkat seketika.
"Apa? Kenapa kamu ke sini...? Bagaimana dengan Saint lainnya?" Tanya Koizumi yang mulai memejamkan kedua matanya sampai ia merasakan tiga Saint itu melarikan diri menuju planet Lemia.
"Mereka melarikan diri?! Apa yang sebenarnya kau lakukan---" Koizumi yang awalnya ingin menyentil kening Hinoka langsung menerima panggilan darurat dari Haruka.
"Koizumi!" Panggil Haruka di dalam pikirannya itu sampai ia memasang tatapan bingung karena jarang sekali Ibunya menghubungi dirinya dalam keadaan seperti ini.
"Ada apa, Ibu? Aku masih sibuk sekarang."
"Ini waktu yang pas...! Kesibukan itu bisa kau tunda, Ibu baru saja mendeteksi masa yang berubah... masa alternatif! Apakah itu perbuatan dirimu?!"
"Aku tidak melakukan apapun soal garis waktu, Ibu."
"Oh tidak... Koizumi! Cepat pergi menuju Yuutouri sekarang juga!!!" Seru Haruka karena tebakan sebelumnya ternyata benar bahwa perubahan itu terjadi karena Manusia.
"Kenapa aku harus ke sana---"
"Lakukan sekarang!!!" Bentak Haruka.
"B-Baik..."
Hinoka menahan tawanya karena ia mendengar suara Haruka yang menghubungi Koizumi melalui telepati, dirinya hanya bisa menahan tawa selagi menutup mulutnya.
"Fufufu~"
__ADS_1
"... ..." Koizumi memasang tatapan datar lalu menyentil kening Hinoka sampai ia terpental ke belakang.
"Awwwww!!!"