
Pertarungan Okaho dan Konari masih berlanjut, sekarang mereka dipenuhi dengan luka dan bahkan tubuh mereka merasa lelah karena sudah bertarung terlalu lama. Okaho lebih banyak menerima luka karena Konari sendiri benar-benar memanfaatkan tiga sihir menyebalkan secara bersamaan.
Okaho mulai kelelahan dan Haruka masih belum cukup untuk mengumpulkan kekuatannya, mau tidak mau Okaho harus terus maju karena ia tidak ingin menyia-nyiakan rencana sempurna yang telah mereka perkirakan sebelum pertarungan dimulai.
Konari muncul di hadapan Okaho lalu ia melayangkan serangan yang bertubi-tubi sehingga dirinya tidak sempat untuk menghindar atau menahannya. Kekuatan Konari sekarang bertambah kuat sehingga mampu membuat Okaho kelelahan dan terluka parah seperti itu.
Sihir realita Okaho sekarang tidak bekerja lagi kepada Konari yang benar-benar sudah menguasai cara agar ia bisa melawan balik Okaho yang keras kepala dan selalu saja menggunakan sihir realita-nya itu untuk menyerang dan bertahan. Okaho muncul di atas langit dengan sihir Final Shine Attack di kedua lengan-nya, ia melepaskan dua gelombang sihir menuju arah Konari.
Konari menghilang lalu ia muncul tepat di atas Okaho, ia langsung melancarkan satu serangan yang mengenai puncak kepala-nya. Okaho terlempar menuju daratan sehingga terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kesal, ia mencoba untuk bangkit tetapi Konari muncul tepat di hadapan-nya lalu melancarkan satu serangan yang mengenai wajah-nya itu.
Okaho terlempar ke belakang dan Konari segera mengejar-nya dengan kecepatan-nya itu yang sangat mengerikan, Haruka tidak tahan melihat adik-nya tersiksa seperti itu sehingga Okaho sendiri memperingati diri-nya untuk terus mengisi kekuatan-nya dan membiarkan dia melawan Konari sambil mengulurkan waktu Haruka agar ia bisa mengumpulkan semua kekuatan itu.
Konari muncul di belakang Okaho lalu ia menendang tengkuk-nya sehingga ia terlempar ke depan, Konari muncul kembali tepat di hadapan-nya sehingga ia memegang kepala-nya lalu menghantam wajah-nya menggunakan lutut-nya itu dan setelah itu melanjutkan serangan lain-nya dengan menghantam wajah-nya menggunakan kening-nya sampai Okaho memuntahkan banyak sekali darah.
Okaho terdorong ke belakang lalu ia terjatuh di atas tanah sehingga Konari menginjak kepala-nya dan wajah Okaho mulai masuk ke dalam daratan itu, sungguh kejam sekali... Okaho tidak diberi kesempatan untuk beristirahat atau memulihkan diri karena Konari yang terus menyerang-nya dengan cara yang sangat sadis.
"Ugghh... sial... bagaimana bisa... aku... menjadi tidak berguna seperti ini..." Okaho mencoba untuk bangkit tetapi tubuh-nya terasa lemas dan setiap serangan Konari yang mengenai tubuh-nya mampu menyerap tenaga dan kekuatan yang ada di dalam diri-nya... sepertinya dia sama seperti Zangetsu dan juga petarung gabungan yang akan terbiasa setiap pertarungan berjalan cukup lama.
Okaho kembali bangkit lalu ia menoleh kepada Konari, ia perlahan-lahan mencoba untuk mendekati-nya sambil menunjukkan ekspresi yang dipenuhi dengan kebencian, "Sialan kau... berani-beraninya kau menyerangku seperti itu, kau benar-benar akan membayar semua serangan itu... Sakit tahu!!!" Seru Okaho keras sehingga ia memunculkan aura merah di sekitar-nya lalu ia melesat menuju arah Konari.
__ADS_1
Okaho menghilang lalu muncul tepat di belakang Konari sehingga ia berhasil menghantam wajah-nya itu lalu ia melanjutkan serangan lain-nya dengan menghantam wajah-nya beberapa kali menggunakan kedua tinjunya, Okaho menggunakan serangan lain dimana ia menendang perut Konari lalu mencoba untuk menarik mata-nya keluar tetapi Konari berhasil menghindari serangan itu sehingga ia menendang perut Okaho sampai ia terlempar ke atas langit.
Konari muncul tepat di depan hadapan-nya lalu ia menghantam perut-nya dengan sangat keras sampai ia terlempar menuju daratan, Okaho terjatuh di atas daratan sehingga menimbulkan kehancuran yang cukup besar. Haruka merapatkan gigi-nya lalu ia mencoba untuk membantu Okaho tetapi tubuh-nya tiba-tiba tidak bisa digerakan.
"Tetaplah disitu dan nikmati hiburan yang akan aku berikan kepada-mu, Haruka." Konari tersenyum dengan sangat jahat sehingga firasat Haruka mulai memburuk, "TIDAK!!! HENTIKAN SEKARANG JUGA, KONARI!!!" Seru Haruka keras.
Okaho perlahan-lahan bangkit kembali dari atas tanah dan ia mulai menghampiri Konari yang sedang mendarat tepat di hadapan-nya, "Aku masih bisa bangkit...! Legenda seperti-ku tidak akan mudah menyerah...!!!"
"Sudah hentikan! Jangan menyerang dia lagi, Okaho!" Seru Haruka keras.
"Jika aku berhenti maka kita akan terbunuh... jika aku menonton maka kau pasti akan melanggar janji-ku dan Mama, aku tidak ingin semua itu terjadi, kakak." Jawab Okaho yang mulai mengusap darah di mulut-nya itu.
"Kau dengar itu, Haruka? Okaho masih ingin bertarung sampai ia benar-benar puas... Bukan-nya begitu, O-ka-ho?" Konari menunjukkan senyuman yang sangat mengerikan kepada Okaho sehingga ia langsung mengepalkan kedua tinju-nya, "Tutup mulut-mu itu rapat-rapat dan jangan berani-beraninya kau menunjukkan ekspresi itu kepada kami!!!"
Terdengar suara tulang retak ketika Okaho menerima semua serangan itu, kali ini Okaho mulai memiliki gangguan di kepala-nya karena serangan Konari mengarah kepada kepala-nya sehingga kerangka-nya mulai mengeluarkan suara retak juga hancur. Konari menendang perut Okaho dengan sangat dalam lalu ia menghantam wajah-nya, setelah itu melanjutkan serangan lain-nya dengan menghantam perut-nya lagi dan lagi.
"OKAHO!!!" Seru Haruka keras, ia mencoba sekuat mungkin untuk menyelamatkan-nya tetapi tidak bisa karena Konari benar-benar menahan-nya karena kekuatan dan kemampuan yang terus meningkatkan.
Konari mencekik leher Okaho lalu ia mengepalkan tinju kanan-nya dengan sangat kencang, "BERAKHIR SUDAH, OKAHO!!! SAMBUTLAH DUNIA KEMATIAN SEKARANG JUGA!!!" Konari melayangkan satu pukulan yang sangat dahsyat sehingga tinju-nya menebus dada Okaho lalu menggunakan tangan kanan-nya yang memegang jantung Okaho.
__ADS_1
"... ...!!!" Haruka dan Okaho melebarkan kedua mata mereka, Okaho sempat terkejut karena ia benar-benar kalah, walaupun dia sudah mengulur waktu selama mungkin... ia tidak menyangka bahwa pertarungan ini adalah pertarungan terakhir-nya, Konari membunuh-nya tanpa menahan diri sehingga Konari menghancurkan jantung itu lalu melempar Okaho menuju Haruka.
"T-Tidak... tidak..." Kedua mata Haruka terlihat mati ketika ia melihat adik-nya terbunuh di hadapan-nya sendiri, Konari tersenyum jahat karena ia merasakan kenikmatan yang hebat ketika berhasil membunuh salah satu mortal terkuat dan menyebalkan yaitu Okaho, Konari membiarkan Haruka untuk memberi salam perpisahan kepada adik tercinta-nya itu.
"Tidak... tidak... tidak...! Okaho!!! Astaga!!!" Konari melepaskan Haruka sehingga ia segera bergerak menuju arah Okaho lalu mengangkat kepala-nya agar ia bisa berbaring di kedua paha Haruka, "...ka... kak..." Okaho menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat sangat lemas.
Ketika Haruka mencoba untuk mengundurkan waktu, Konari menggagalkan-nya menggunakan sihir realita-nya sehingga ia sekarang tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima takdir. Cuplikan masa depan yang ia lihat ternyata terjadi... ia melihat masa depan dimana Okaho terbunuh karena bertarung melawan Konari sehingga Haruka mencoba segala cara untuk mencegah kematian tersebut tetapi gagal.
Lubang yang berada di dada Okaho mengeluarkan banyak sekali darah yang mengalir deras bahkan mulut-nya juga mengeluarkan banyak darah, kedua mata Okaho terlihat mati dan saat ini dia masih menatap Haruka walaupun penglihatan-nya terlihat buram dan kabur sedikit demi sedikit.
"A... aku... ma...af... aku... t... t....idak bisa..." Okaho langsung memejamkan kedua mata-nya, ia telah tiada dan benar-benar terbunuh oleh Konari yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak, sikap Komi sekarang mulai mempengaruhi diri-nya sehingga Haruka tidak bisa mengatakan apapun lagi melihat adik kecil-nya seperti itu.
"Tidak... jangan pergi dulu... kau... kau harus... bertahan... sampai bisa bertemu dengan adik baru kita..." Air mata mengalir deras melalui kedua mata-nya sehingga Limiter yang ada di dahi-nya mulai berdenyut sehingga memancarkan sinar sedikit demi sedikit, Konari bisa melihat-nya tetapi ia tidak berniat untuk menghentikan-nya karena ia tidak sabar untuk melawan Haruka yang tidak akan menahan diri sama sekali.
"Ugghh... gghh..." Air mata Haruka mulai mengenai wajah Okaho, ia membaringkan Okaho di atas daratan lalu ia bangkit sambil menatap diri-nya, ia masih menangis di luar tetapi di dalam dirinya... kesabaran-nya sudah hancur dan amarah-nya sudah menginjak tingkat yang sangat tinggi.
"AAAAHHHHHHHHHHHH!!!! AARRRGGGHHHHHHHHHHHHHH!!!! AAAAAHHHHHHH!!!" Haruka menjerit keras sehingga Konari melebarkan mata-nya ketika ruangan itu mulai menunjukkan banyak sekali jam dan waktu, tubuh Haruka melepaskan gelombang hijau yang sangat besar ke atas langit sehingga dua jam pasir mulai melayang di kedua bahu-nya.
Limiter yang terdapat di dahi-nya hancur lalu mengubah Haruka menjadi [True Quintessence I], apa yang Konari bayangkan tidak sesuai dengan yang ia harapkan karena ia merasakan sesuatu yang lebih mengerikan lagi... ia tidak menyangka bahwa akan melihat sesuatu yang mengerikan seperti ini.
__ADS_1
"Konari...!!! Ggghhh..."
"...bersiaplah untuk terbunuh secara abadi!!!"