Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1019 - Witchest


__ADS_3

Bangsa Possesyte tidak dapat berinteraksi dengan menggunakan suara karena tubuh parasit mereka yang terbentuk seperti Slime, interaksi yang dapat ditunjukkan hanya dengan bahasa tubuh.


Brimgard melihat banyak sekali Possesyte mulai bermunculan dari dalam lautan itu, mereka semua menghormat Brimgard tanpa henti seolah-olah ia adalah penyelamat.


Semua Possesyte itu sebenarnya akan punah jika mereka tidak memiliki tubuh yang tidak bisa digunakan, itulah kenapa Brimgard memutuskan untuk menciptakan lautan yang dapat mempertahankan nyawa mereka.


"Abang, apakah kau akan membawakan beberapa tumbal agar para Possesyte itu bisa berinteraksi dengan benar?" Tanya Zeindall.


"Possesyte dapat beradaptasi dan berkembang sesuai dengan apa yang mereka kendalikan serta rasuki, akan lebih baik lagi jika kita memberikan beberapa Zerdian kepada mereka."


"Kau yakin soal itu?"


"Ya, apakah kau tidak bisa membayangkan ketangguhan Zerdian jika dikendalikan oleh seekor Possesyte secara keseluruhan...?"


"Hampir seperti kekuatan dan potensi tambahan dalam kerasukan itu, sebuah keuntungan yang bisa kita gunakan untuk tidak menunjukkan kelemahan apapun!"


"Dulu kita tidak memiliki Possesyte dalam sisi kita, tetapi sekarang aku yakin sebagian dari Zerdian rela mengorbankan tubuh mereka untuk tidak memperlihatkan kelemahan apapun."


Zeindall mengangguk lalu ia bergegas meninggalkan planet tersebut hanya untuk merekrut beberapa Zerdian yang dibutuhkan agar bisa digunakan sebagai wadah untuk para Possesyte itu.


Seekor Possesyte dengan warna yang mencolok mulai mendekati Brimgard sampai menyelimuti kedua kakinya, "Kau memang cukup tangguh untuk mencoba merasuki diriku ya, apakah kau ingin berinteraksi dengan diriku?"


Ketika Possesyte itu mulai menyentuh dada Brimgard sampai jaringannya menyentuh jantungnya itu, Possesyte dapat membentuk wujudnya dengan bebas sampai mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan wadahnya itu.


Brimgard dapat melihat Possesyte itu membentuk wajah seorang gadis cantik dengan rambut yang sangat panjang, "Apakah ini berkaitan dengan perang akbar yang dinamakan sebagai Ragnarok...?"


"Kenapa kau bisa mengetahui sejarah itu?"


"Aku sudah mengatakannya beberapa kali, leluhur..."


"...meteorit itu berasal dari luar layer, sesuatu yang lebih tinggi dibandingkan kalian semua..."


"...kami berasal dari suatu ruangan atau tempat yang sudah melampaui semua layer dan singularitas, kamu seharusnya bersyukur bahwa meteorit itu terjatuh ke dalam layer Kountraverse."


"Itu artinya kalian Possesyte memang tidak akan pernah bisa mengecewakan diriku bukan...?"


"Aku mengharapkan banyak sekali kekuatan dari kalian, terutama lagi kalian sudah memuncak cukup tinggi sehingga menduduki Domain of Varka."


"Tentu saja, leluhur..."


"...setidaknya berikan diriku wadah Zerdian dengan kelamin perempuan."


Beberapa menit kemudian, mereka semua kedatangan beberapa Zerdians yang siap untuk menjadi sesosok lebih tangguh dari sekarang dengan melakukan pengorbanan agar semua Possesyte itu bisa merasukinya.


"Sekali lagi aku katakan, Zerdians..."


"...apakah kalian rela untuk mengorbankan segalanya dimulai dari jiwa dan tubuh kepada para Possesyte?" Tanya Brimgard dengan ekspresi serius.


Pertanyaan itu memberikan sebuah tantangan kepada para Zerdians yang sudah siap untuk melaksanakan pengorbanan demi bisa memberikan kekuatan tambahan untuk Kountraverse.


"Tentu saja, leluhur..."


"...memangnya leluhur pikir kami itu siapa? Sebuah penolakan atas pengorbanan hanya ditunjukkan oleh mereka yang lemah!"


"Demi bisa menaikkan kesempatan kejayaan Kountraverse tentunya memerlukan banyak sekali pengorbanan yang baik atau kita akan kembali merasakan masa lalu."


"Kita tidak akan pernah bisa menerima kekalahan untuk ketiga kalinya, itu adalah sebuah kelemahan terbesar yang dapat terlihat oleh semua orang."

__ADS_1


"Tidak ada lagi yang namanya kekalahan, kita tidak bisa mempermalukan Kountraverse serta seluruh Zerdians yang sudah berjuang untuk bisa menjadi tangguh!"


"Pengorbanan adalah ketangguhan terbesar!"


Semua Zerdians yang ingin mengorbankan diri menepuk dada mereka tanpa henti sampai menumbuhkan rasa bangga dan hormat dari Brimgard.


Tradisi Zerdian memang tidak akan pernah mengecewakan dirinya sedikit pun karena mereka rela melakukan apapun hanya untuk memperlihatkan ketangguhan yang sebenarnya.


"Beristirahat lah..."


"Tidurlah, prajurit..." Brimgard meminta mereka semua untuk berlutut agar beberapa Possesyte dapat memiliki tubuhnya itu.


"Itu adalah ketangguhan sejati... bergembiralah, kehidupan kalian tidak pernah merasakan apa arti dari kelemahan."


Jumlah Zerdians yang dibawa oleh Zeindall hanya sepuluh, semua itu sudah cukup untuk dirasuki oleh pasukan Possesyte yang mulai bergabung seperti melakukan asimilasi untuk menjadi sepuluh.


Pasukan Possesyte mulai berkurang sampai menginjak angka sepuluh lalu mereka perlahan-lahan mendekati para Zerdian itu dengan melakukan pergerakan menggunakan jaringan.


Lendir mereka menyentuh kedua kaki para Zerdians itu sampai mereka menunjukkan kehormatan terakhir kepada leluhur Brimgard sebelum menerima istirahat terakhir.


"Tidurlah, prajurit..."


"...dan bangkitlah, prajurit baru!"


Semua Possesyte itu langsung merasuki para Zerdians sehingga mereka mulai menjerit kesakitan karena parasit itu mulai menginfeksi seluruh anggota tubuh di dalamnya sehingga jiwa mereka langsung tergantikan oleh Possesyte itu.


Brimgard dan Zeindall memperhatikan proses itu yang terlihat menyakitkan tetapi mereka setidaknya dapat melihat bangsa Zerdians tetap menunjukkan ketangguhan itu sampai akhir.


Mulut para Zerdians itu mengeluarkan banyak cairan hitam yang menyelimuti tubuh mereka sekaligus dengan mengubah wujudnya sedikit demi sedikit.


Tidak lama kemudian, Brimgard dapat melihat seorang gadis Zerdian yang sudah sepenuhnya dijadikan sebagai wadah oleh Possesyte yang mungkin paling mencolok bagi dirinya.


Kedua mata mereka juga menghitam sampai menunjukkan pupil bersinar dengan warna yang mencolok sepeti merah dan kuning, Possesyte yang sempat berbicara dengan Brimgard tadi memiliki sebuah bunga hitam di atas kepalanya.


"Bergembiralah, kalian terlahir sebagai prajurit terkuat sepanjang masa dalam Kountraverse!"


"Possedians!"


"Ternyata kami memang tidak salah untuk memilih sebuah wadah ya, tubuh Zerdians ini memiliki potensi yang sangat besar sampai aku tidak begitu yakin bisa menahannya."


"Menahannya?"


"Possesyte menghisap kehidupan dan daya tahan dari wadah itu sendiri, jika mereka mampu mengeluarkan semua yang dimiliki oleh tubuh itu maka kita tidak bisa menggunakan lagi..."


"...tetapi ketika perang dimulai, sudah pasti kita dapat melihat banyak sekali wadah yang cocok untuk dirampas bukannya begitu?" Tanya seorang gadis Possesyte di hadapannya.


"Hmph, jadi memang begitu ya... kelicikan yang digunakan dalam medan tempur, bukan ketangguhan atau kelemahan." Brimgard melangkah maju menuju Possedians yang berada di depannya


"Namamu..."


"Nama... semua kehidupan tetap membutuhkan nama agar bisa di informasikan ya, kalau begitu panggil saja aku dengan sebutan Lilith."


"Semoga kita bisa memenangkan Ragnarok, leluhur Brimgard..."


"...dan aku mengharapkan sesuatu yang besar darimu terutama lagi wadah yang pantas kita hisap sampai menjadi sel-sel kecil." Lilith tersenyum jahat.


"Aku mengerti apa yang kau maksud, jika membutuhkan wadah yang kuat maka kenapa kau tidak mencoba untuk merasuki tubuh bangsa Legenda?" Tanya Brimgard.

__ADS_1


"Pertanyaan yang bagus... tetapi aku memerlukan pemeriksaan dengan tubuh ini untuk mencari bangsa Legenda yang cocok untuk menerima kekuatan dari Possesyte."


"Kalau begitu urusan kita sudah selesai sampai titik ini, aku harap kau bisa mendatangi pertemuan untuk membicarakan tentang Ragnarok agar bisa membahasnya bersama seluruh penghuni Kountraverse."


"Tentu saja... kalau begitu kami akan membiasakan wadah ini terlebih dahulu." Semua Possedians itu mulai berlatih di dalam lautan hitam lalu membiarkan Brimgard dan Zeindall pergi.


"Apa yang kau katakan sebelumnya bisa dibilang cukup menguntungkan, Abang."


"Merasuki bangsa Legenda?"


"Ya... apakah mereka bisa merasuki sesosok Dewi Touriverse yang bernama Korrina Comi?"


"Jangan berharap terlalu jauh, Zeindall..."


"...dia itu gadis yang tangguh, ketangguhannya pasti dapat membantu dirinya untuk menghentikan kerasukan itu karena ia pasti bisa membakar Possesyte dengan api surga."


"Sayang sekali."


"Tetapi kita bisa bertarung selagi mengumpulkan informasi, kita hanya perlu menunggu kedatangan Zephyra yang sudah pasti akan menciptakan peraturan baru."


"Kita akan pergi kemana sekarang?"


"Magigard."


"Ahh... kau ingin tetap mengandalkan gadis kecil itu?" Tanya Zeindall.


"Apakah kau tidak mengingat apa yang dia sudah lakukan di Ragnarok sebelumnya? Walaupun tubuhnya memang kecil tetapi sihirnya sangat mematikan..."


"...terutama lagi tombak dan tongkat sihirnya itu, dia salah satu kunci kemenangan kita yang dapat menguasai barisan paling belakang untuk menghapus konsep kehidupan penghuni Touriverse."


"Para Witchest memang bisa dibilang tangguh dalam segi sihir dan kemampuan terlarang..."


***


Witchest, seorang Humanoid yang sangat mengandalkan sihir dan sihir mereka bisa dibilang berada dalam jenis paling menakutkan dan mengerikan ketika digunakan untuk menguasai atau memenangkan sesuatu.


Mereka juga mengenakan perlengkapan yang unik, untuk perempuan mereka memakai pakaian yang bisa dibilang imut, sedangkan laki-laki kebanyakan memakai pakaian yang memiliki warna yang tidak terlalu gelap


Sebagian dari Witchest menduduki Domain of Varka atas izin dari Brimgard ketika ia mengetahui potensi mengerikan dari beberapa orang, salah satunya adalah seorang gadis kecil.


"Mmm..." Gadis kecil yang dicari oleh Brimgard dan Zeindall saat ini masih beristirahat dengan tidur di atas kasur.


Mereka terpaksa untuk menunggu di sebelah, dan bisa dibilang hak itu cukup mengerikan bagi pandangan beberapa orang karena tubuh Zerdian bisa dibilang besar dibandingkan tubuh gadis kecil itu.


Gadis kecil itu membuka kedua matanya lalu ia bisa melihat ruangan sangat gelap karena bayangan mereka berdua, "Ehh?"


"Selamat pagi... apakah kau sudah siap untuk memperlihatkan ketangguhan itu kepada---"


"AAAHHHHHH!!!" Gadis itu melepaskan teriakan keras ketika melihat dua pria besar menyusup masuk ke dalam kamarnya.


Gadis itu memunculkan tingkat sihir berbentuk hati lalu ia melepaskan banyak sekali tembakan hati merah menuju arah Brimgard yang menahannya hanya menggunakan dadanya.


"Tenangkan dirimu..."


"E-Ehh...? Le-Leluhur..."


"Kita perlu berbicara tentang sesuatu yang penting, lebih baik kau lupakan sekolahmu itu karena hal ini lebih penting..."

__ADS_1


"Ragnarok...?!"


__ADS_2