Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 379 - Pembukaan Acara Musim Sejuk


__ADS_3

Haruka saat ini berada di dalam mobil mewahnya selagi menatap keluar dengan tatapan yang terlihat canggung, wajahnya memerah dan pikirannya tidak bisa memikirkan sesuatu yang jernih karena perkataan yang ia baca dari Kou. Jika saja tadi ia masih berada di tempat itu bersama Honoka maka pikiran dan perasaan yang ia rasakan dapat dibaca oleh Kou.


"Hahhhh... Tadi itu hampir saja, dasar adik-adikku... Mereka tidak pernah membuat diriku beristirahat dari godaan mereka itu." Haruka menghela nafasnya dengan sebuah senyuman lalu ia mengeluarkan sebuah foto yang menunjukkan dirinya bersama kedua saudara dan ibunya di satu foto yang terlihat seperti foto keluarga bahagia.


"Mama... Aku merindukan dirimu, kapan Mama akan pulang?" Haruka memasukkan foto itu kembali ke dalam sakunya dan mencoba untuk menutup rasa kesedihan itu dengan memikirkan hal yang lain, hari ini adalah hari yang sangat ia nantikan karena bisa menghabiskan waktu bahagia bersama dengan Rokuro, ia hanya bisa tersenyum sambil memikirkan dirinya tetapi ia juga harus sadar diri dengan menepuk wajahnya agar ia masih memiliki rasa kepercayaan diri tinggi untuk mengubah hubungan ini menjadi hubungan yang jauh lebih berbeda sekarang.


"Nona Haruka, apakah pembukaan acara musim sejuk di tanggal cukup menyenangkan ini membuat anda semangat...? Seperti memiliki banyak jadwal dengan bertemu bersama seseorang yang anda cintai itu." Supir itu mulai berbicara dan Haruka hanya bisa mengangguk dengan wajah malunya.


"Ahh, pacar ya, jika saja Nona Korrina mengetahuinya maka anda sudah pasti akan di goda habis-habisan oleh dirinya terutama pacar yang akan anda temui sekarang pasti akan diajak ke rumah olehnya, beliau begitu peduli tentang sesuatu yang berkaitan dengan anaknya dan sebagai pelayan anda, aku ingin mengucapkan hari kedamaian musim sejuk untuk dirimu, Nona, semoga bisa menjalankan jadwal anda dengan baik." Supir itu tersenyum dan melihat jalanan dipenuhi dengan Legenda yang memiliki pasangan untuk melihat pembuka acara itu.


"Terima kasih, hari kedamaian musim sejuk untuk dirimu juga, sudah saatnya kau menikmati liburan di hari musim sejuk spesial ini. Comi's Corporation akan aku tutup sementara sampai hari perayaan ini selesai, beristirahatlah bersama keluargamu." Kata Haruka.


"Terima kasih, Nona Haruka. Saya akan menggunakan liburan ini dengan baik." Tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah desa yang sudah sangat ramai dipenuhi dengan Legenda yang memiliki pasangan mereka masing-masing, terutama tidak ada satupun ras asing datang ke kota yang sudah dibangun besar oleh Korrina, mungkin seluruh ras menghargai musim sejuk ini sebagai musim kedamaian dan ketenangan untuk para Legenda jadi mereka tidak bertujuan untuk mengganggu.


Haruka turun di sebelah gedung yang sangat besar yaitu [Love Hotel] dan ia langsung panik bahkan sampai salah tingkah lagi karena tulisan yang ia baca, entah kenapa akhir-akhir ini pikirannya selalu saja kotor, mungkin karena faktor lima tahun bersama dengan Rokuro dan tidak pernah merasakan sesuatu yang begitu menyenangkan. Menjalankan hubungan sehat sepertinya pilihan yang bagus karena ia tidak ingin menanggung begitu banyak resiko.


"Kalau begitu saya pergi duluan ya."


"Tolong sediakan makan malam untuk kedua adikku ya, mungkin aku akan pulang lebih lambat.


"Dimengerti."


Haruka mulai pergi menuju lokasi utama dimana mereka akan bertemu, ia terkejut ketika melihat Rokuro sudah tiba duluan mungkin ia membuat dirinya menunggu karena rasa penasaran kedua adiknya yang menghalangi jalannya itu, tidak lama kemudian Haruka mendekati Rokuro lalu menyambut dirinya dengan lambaian tangan sehingga Rokuro mulai menatapnya dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Kamu lama sekali..."


"Maaf, kedua adikku seperti biasanya ingin di manja terlebih dahulu sebelum aku pergi." Haruka terkekeh pelan sehingga Rokuro mulai terkejut ketika melihat penampilan Haruka yang begitu berbeda untuk pertama kalinya, entah kenapa melihatnya saja sudah menimbulkan perasaan yang berbeda di dalam tubuhnya sampai wajahnya terus berubah menjadi merah, ia mencoba untuk menutupnya dengan berbicara lagi.


"Jika kau membuatku menunggu lebih lama lagi maka aku akan pergi... lebih buruknya, aku tidak ingin lagi menerima permintaanmu untuk bertemu, tetapi setidaknya aku dapat membiarkan untuk hari ini karena alasan logis seperti itu."


"Benarkah? Kalau begitu aku beruntung untuk melihat dirimu terus menunggu untukku, jika aku menunggu lebih lama lagi aku yakin kau akan terus menunggu sampai partikel dari musim sejuk turun." Haruka menunjukkan wajah yang terlihat menggoda untuk mengecohkan Rokuro tetapi ia tidak mempan.


"Perkataan yang cukup baik... mungkin aku tidak akan menerima panggilan darimu lagi, Haruka. Sekarang kita sudah bertemu di hari yang cukup baik juga di pembukaan musim sejuk... setidaknya aku tidak kedinginan menunggu dirimu." Rokuro meniup kedua tapaknya yang terasa dingin karena ia bisa merasakan musim sejuk ini setara dengan salju tetapi terasa lebih nyaman dan rasa dingin yang dapat membekukan sesuatu itu cukup sehat untuk tubuh seorang Legenda yang selalu saja terbakar penuh semangat dan motivasi untuk menjadi yang terhebat dan terkuat.


"Kedua adikmu itu, apakah aman untuk meninggalkannya sendiri?"


"Mungkin, mereka sudah besar kok. Tidak perlu lagi pengasuhan." Entah kenapa suasana menjadi canggung karena mereka terus menghabiskan waktu dengan membicarakan sesuatu yang penting sehingga Haruka terlihat begitu kecewa dan mulai menatap daratan selagi menempati kedua lengannya di belakangnya.


"Tidak juga, kau sendiri yang banyak berbicara terutama lagi siapa yang datang terlambat... Kita ke sini memiliki tujuan yang sama bukan...? Menikmati sesuatu bersama di musim sejuk untuk pertama kalinya karena beberapa tahun yang lalu, kita selalu saja menggagalkan rencana itu dengan alasan dirimu pilek dan bersin-bersin karena demam." Perkataan Rokuro tiba-tiba menusuk hatinya yang menyimpan seluruh masa malunya, ia selalu menggagalkan rencana itu karena tidak siap dan rasa malunya begitu besar sampai tidak bisa menahannya, untuk sekarang mungkin bisa.


Haruka mengingat perkataan Honoka bahwa seorang keturunan Comi harus membuat pergerakan yang pertama, ia mulai mendekati Rokuro lalu meraih kedua lengannya bahkan Rokuro sampai terkejut tetapi wajahnya terlihat begitu dingin.


"Kalau begitu, mari kita nikmati musim sejuk ini, pembukaan acara ini memiliki tempat menarik yang berbeda-beda, kita harus mengunjungi-nya satu-satu karena masih sempat. Aku melakukan ini bukan berarti aku ingin loh tetapi hal yang wajar untuk melaksanakan pembukaan musim sejuk yaitu bersenang-senang." Tatap Haruka serius.


"Ya, terserah..."


Mereka mulai pergi mengunjungi berbagai tempat dengan bergandengan tangan, sepertinya perbuatan seperti itu tidak dapat mereka sadari karena sudah terbiasa bergandengan tangan setiap pergi dan pulang, itu semua berkata Haruka yang ingin bergerak terlebih dahulu, jika tidak maka mereka hanya akan mengalami perjalanan dengan menjaga jarak.

__ADS_1


"Rokuro, apakah kamu tidak ingin mengatakan sesuatu tentang penampilan baruku ini?"


"Tidak begitu buruk, tidak ada yang spesial karena aku selalu melihat dirimu sama."


"Heh...? Kenapa seperti itu...?"


"Hal yang sama itu bisa dicampurkan dengan sesuatu yang berbeda, setidaknya kamu terlihat cantik... tidak imut, hanya cantik saja. Imut tidak memiliki arti yang sama dengan cantik, ingatlah itu, hmph." Rokuro mengatakannya dengan ekspresi dingin walaupun wajahnya memerah, Haruka hanya bisa tersenyum lalu memasang ekspresi malu karena ia tidak menyangka kencan mereka baru saja dimulai sekarang.


Mereka menikmati waktu bersama di sebuah tempat yang dipenuhi dengan atraksi dan taman bermain yang begitu ekstrim, mereka mencoba satu-satu untuk merasakan kedamaian dari musim sejuk ini dan ternyata semua wahana atau atraksi itu terasa begitu mengerikan, sama halnya seperti melawan sebuah musuh yang begitu kuat. Tidak lama kemudian, Haruka beristirahat sebentar karena ia tidak bisa menahan rasa takutnya ketika mencoba wahana yang begitu menyeramkan.


"Apakah itu saja yang kau miliki, Haruka? Sungguh lemah... setidaknya katakanlah sesuatu jika kau tidak kuat maka aku akan mengajak dirimu ke tempat lagi." Kata Rokuro sambil menyilangkan kedua lengannya.


"Ka... kalau begitu, mari kita mencoba yang ini..." Haruka menunjuk wahana cangkir berputar di hadapannya dan mereka kembali melanjutkan waktu mereka dengan menikmati musim sejuk ini, entah kenapa Haruka sang pengendali waktu merasakan waktu berjalan begitu cepat ketika merasakan kebahagian bersama Rokuro, ia tidak ingin mengulang atau memperlambat waktu karena setiap momen ini begitu indah bagi dirinya karena seluruh beban dan rasa sedihnya menghilang begitu saja.


Setelah menikmati waktu bersama dengan mengunjungi berbagai tempat, mereka beristirahat untuk menikmati es krim goreng yang disediakan di dalam cangkir dengan krim yang mengeluarkan asap hangat yang bagus untuk menghangatkan tubuh mereka karena sudah merasakan hawa sejuk yang terasa begitu dingin-nya dengan musim salju.


"Ini, kamu sepertinya dapat bersikap ceroboh juga, jarang sekali melihat Rokuro seperti ini." Kata Haruka, ia mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan noda krim yang tertera di pipi dan kerah bajunya itu karena tidak sengaja, Rokuro hanya bisa diam dan mencoba untuk menunjukkan ekspresi malunya, kedua dari mereka merasakan perasaan yang sama yaitu rasa malu dan canggung.


"Sebagai ras Legenda, Haruka, aku menantang dirimu untuk ikut bersama diriku ke tempat itu..." Rokuro menunjuk bangunan di hadapannya yang memiliki patung mengerikan di atasnya juga maskot yang sangat mengerikan, Haruka menoleh ke belakang dan ia langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat panik karena ia tidak dapat menahan rasa takut dengan hantu atau sesuatu yang berkaitan dengan makhluk gaib mungkin karena gen Korrina di dalamnya.


"Tantangan apapun itu darimu, jika aku berhasil maka kau akan melakukan apa yang aku katakan...?"


"Mungkin...? Memangnya kau bisa menahan semua rasa takutmu itu, Haruka?"

__ADS_1


"...a-aku... aku... terima..."


__ADS_2