Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 256 - Belum Berakhir


__ADS_3

Kematian dari Hirato bukanlah pertanda kemenangan melainkan masalah mereka mulai berkurang sedikit demi sedikit, masalah mereka saat ini benar-benar banyak sampai semua masalah itu mulai menciptakan masalah lain-nya. Shira bersama yang lain-nya berhasil pulang menuju rumah Korrina, mereka semua berlindung disana.


Semua planet dan semesta sudah benar-benar hancur oleh prajurit Komi, saat ini... Komi hanya bisa diam di dalam kediaman-nya untuk melanjutkan ritual-nya saat ini sedangkan seluruh dewa-dewi kuno saat ini sedang bersenang-senang, kehancuran yang mereka perbuat sudah melampaui batasan sehingga populasi Touri terus berkurang sedikit demi sedikit.


Zangetsu berlutut di depan patung yang sangat besar, "Sepertinya berhasil... sebentar lagi Touri akan menjadi milik kita, ayah... berkat bantuan dari Komi serta buku sihir yang dapat membangkitkan seluruh dewa-dewi kuno itu. Touri berada di genggaman kita sekarang!" Zangetsu tersenyum jahat lalu patung itu mulai hancur hingga menunjukkan seorang pria yang berukuran raksasa tersenyum jahat.


"Akhirnya... memakan waktu cukup lama juga untuk terjadi ya... semesta sebesar ini..." Pria itu membuka tapak tangan-nya sehingga semesta Touri yang terbuat dari aura-nya sendiri muncul tepat di atas tapak-nya, "Aku bisa merasakannya... banyak kehancuran... kehancuran untuk mengusir seluruh populasi yang bisa disebut parasit itu, lebih baik mereka dihilangkan saja dan diganti dengan sesuatu yang baru..."


"Benar sekali, ayah... kita seharusnya melakukan rencana ini sejak awal, meminta bantuan Komi benar-benar mampu membuat seluruhnya menjadi mudah. Sebentar lagi aku akan menghancurkan Haruka itu bersama adik-nya yang bernama Okaho, untuk membuat Touri yang baru... kita harus membasmi mereka semua!!!" Zangetsu mulai tertawa terbahak-bahak dan pria itu juga ikut tertawa.


"Komi hanya kita gunakan sebagai tumbal saja, tumbal untuk meraih tujuan kita semakin mudah dan dekat. Tetapi aku menyukai gadis itu... penuh dengan potensi dan kebencian di dalam diri-nya sehingga ia melupakan tujuan utama-nya, lebih hebat-nya lagi dia baru saja membunuh suami dan anak-nya sendiri..."


"...aku Zenzaku the Second benar-benar menyukai pemandangan ini." Pria itu selama ini adalah ayah Zangetsu yang bernama Zenzaku, dia masih hidup tetapi dia tidak bisa keluar dari ruangan yang dipenuhi dengan kegelapan ini, anggap saja ruangan itu seperti ruangan segel dan segel itu tidak akan bisa rusak oleh siapapun kecuali Touri tercipta kembali oleh mereka berdua.


"Sekarang... tidak... sebentar lagi, aku akan membuat si tua bangka itu yang bernama Zangges untuk menyesal dan menangis di alam sana, ciptaan-nya penuh dengan kesalahan dan seharusnya dia mewariskan diri-ku segalanya agar tugas-ku lebih mudah... semua parasit yang menghalangi bisa aku musnahkan sekaligus." Zenzaku bangkit dari atas kursi-nya lalu ia menghampiri sebuah ruangan yang memperlihatkan Komi saat ini sedang fokus untuk menghidupkan lebih banyak lagi prajurit yang berasal dari masa kuno.


***

__ADS_1


Jarum jam Haruka berputar cepat, itu artinya masa depan yang ia lihat benar-benar terjadi... butuh proses bertahap sebelum semua-nya berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, Arata sudah menyarankan sebuah rencana untuk menyerang seluruh pasukan Komi dengan sekuat tenaga tetapi Haruka melarang-nya karena semua itu adalah jebakan.


"Jika kita menyerang atau bertahan di luar sana maka kita akan mati... percayalah kepada-ku... tempat ini sangat aman untuk berlindung." Haruka melihat keluar jendela dimana terlihat banyak sekali pasukan yang memiliki penampilan seperti manusia, tubuh mereka berwarna merah dan rambut mereka terbakar dengan api-api merah.


"Sebenarnya mereka ini apa...? Aku tidak pernah melihat ras seperti mereka... mereka memiliki kekuatan dan sihir api yang sangat kuat." Haruki menyilangkan kedua lengan-nya sambil menatap seluruh pasukan itu mencoba untuk masuk ke dalam rumah Korrina tetapi terdapat sebuah pelindung yang sangat kuat untuk mencegah mereka masuk.


Korrina dipenuhi dengan keringat dingin karena saat ini dia melihat banyak sekali layar virtual yang menunjukkan kematian seluruh populasi Touri, ia ingin menolong mereka tetapi rumah dan halaman-nya tidak cukup untuk menampung mereka semua... Korrina hanya mampu melindungi seluruh teman-teman dekat-nya dari dimensi asli dan palsu.


"Populasi Touri berkurang sangat drastis... ini gila... benar-benar gila...!!!" Korrina mengepalkan kedua tinju-nya dan giginya tertutup rapat karena ia tidak tahan melihat semua orang yang tidak berdosa mati terbunuh dan terbakar menjadi abu, "Sial...!!! Sial...!!! Apa yang harus aku lakukan pada situasi seperti ini...!?"


"Mereka adalah ras... ras yang tidak ada di Touri, ras yang berasal dari inti semesta luar yang bernama [Palouce], ras yang sangat kuat dan sangat mengandalkan api-nya itu... api yang bisa disebut sebagai [Nether], api mereka tidak akan pernah bisa dipadamkan bahkan oleh sihir air juga tidak bisa kecuali buku sihir air... api mereka hanya bisa padam ketika di adu lagi dengan api yang lain-nya dengan bayaran tubuh kalian akan ikut terbakar." Okaho mulai menjelaskan-nya kepada mereka semua.


"Sial...!!! Aku akan keluar...!!!" Beberapa Legenda mulai bersikap keras kepala untuk keluar dari rumah itu dan menyerang mereka semua, tetapi Okaho menghentikan mereka dengan mengunci pintu dengan sangat rapat, "Percuma kalian menyerang mereka...! Kita tidak memiliki banyak informasi tentang mereka, hanya Palouce yang memiliki banyak informasi tentang mereka semua!!! Jangan bersikap gegabah! Sekali kau menyerang mereka maka serangan yang terkena akan menimbulkan ledakan atau serangan api yang mengenai tubuh mereka."


"Dan jangan anggap enteng...!!! Bukan hanya pasukan Netherian saja yang menyerang kita...!!! Pasukan Crimson dan semua sihir kuno bahkan datang untuk mencoba menghancurkan pelindung kita ini!!!" Okaho menunjuk keluar sehingga mereka semua melihat banyak pasukan berbeda yang mencoba untuk menghancurkan pelindung tersebut.


"Apa-apaan ini...!? Apakah ini kiamat!? Apakah kita akan mati sekarang!?" Yuuna mulai panik ketika melihat semua pasukan itu, mereka juga terkejut setengah mati ketika melihat pasukan Giblis yang sudah berada di tingkat sempurna mereka, "Oi...!!! JANGAN BERCANDA!!!" Seru Arata keras ketika melihat pasukan Giblis itu.

__ADS_1


"Tenang saja semua-nya... pelindung ini sangat kuat, pelindung segel yang berasal dari masa kuno... Tidak akan ada yang bisa menghancurkan, tidak akan ada!!!" Kata Korrina dari ruangan laboratorium, seluruh layar virtual-nya menunjukkan angka populasi Touri yang menurun sangat cepat dan drastis.


"Tidak... tidak... semua teman-temanku dari berbagai semesta... apa yang terjadi pada mereka!? Tech!!! Bagaimana kondisi keamanan kita di seluruh semesta!? Apakah kau mengetahui keadaan teman-temanku!?" Seru Korrina yang benar-benar panik karena ia bisa merasakan rumah-nya bergetar karena seluruh pasukan Komi terus menyerang pelindung itu tanpa henti.


"Tidak ada... semua-nya hancur dan menurut prediksi saya... mereka semua tidak selamat karena serangan pasukan Komi yang sudah ada dimana-mana... portal kecil bisa terlihat dimana-mana dan perlahan-lahan semua portal itu terbuka lebar lalu mengeluarkan lebih banyak pasukan lagi..." Kata Tech dan Korrina melebarkan mata-nya sehingga ia benar-benar kesal.


***


"Sudah saatnya kau melakukan tugas-mu itu sekarang juga... gunakan itu agar Zangetsu bisa turun tangan karena kehancuran yang kita buat sudah mampu membuat tubuh-nya menjadi asli kembali..." Komi mulai berbicara dengan seseorang yang sedang berdiri di sebelah-nya, mata kanan-nya dipenuhi dengan warna merah serta garis-garis merah memenuhi tubuh dan wajah kanan-nya itu.


"...lakukan, Konari."


"Baiklah, nyonya..." Konari berjalan keluar dari persembunyian Komi lalu ia menatap inti semesta Touri dengan wajah-nya yang datar, mata kiri-nya masih berwarna biru tua tetapi mata-nya itu terlihat kosong dan mati seolah-olah Korrina berhasil mencuci otak-nya karena setengah-nya adalah diri-nya sendiri.


Konari menunjuk Touri menggunakan kedua telapak tangan-nya, "Extinction Population!!!" Tiba-tiba sihir Crimson yang berbentuk pedang meluncurkan dari tapak Konari dan jumlah-nya itu berjuta-juta, semua pedang itu masuk ke dalam semesta Touri untuk membunuh seluruh populasi yang ada dan menciptakan kehancuran yang lebih besar.


Dengan hanya satu serangan... semua sihir itu mampu membunuh seluruh populasi Touri dalam sekejab sehingga Haruka bisa melihat semua pedang Crimson itu mencoba untuk menghancurkan pelindung itu tetapi gagal.

__ADS_1


Korrina melebarkan mata-nya ketika melihat populasi Touri sekarang berjumlah puluhan, "T-Tidak.... tidak... maaf... maafkan aku... ini semua salah-ku... semua-nya... populasi Touri.... a-aku..." Korrina mulai menangis.


"...akan mencari cara untuk menghentikan semua kegilaan ini!!!"


__ADS_2