
Shinku tidak memiliki pilihan lain selain diam tetapi Zoiru langsung mengerutkan dahinya dan menembak kedua kakinya menggunakan laser tipis itu sampai ia berlutut di atas tanah menjerit kesakitan.
"Tanpa ada percobaan sedikit pun untuk melawanku!? Apakah kau dewa agung atau pengecut agung, badut!!!" Zoiru melepaskan beberapa laser tipis melalui telunjuknya sampai Shinku terus menjerit keras.
"AAGGGGHHHH...!!!"
Zoiru menjadikan Shinku dan Rxeonal sebagai pelampiasan latihannya, ternyata tidak buruk juga untuk berlatih dengan membunuh musuh di neraka dimana tubuh mereka tidak akan bisa hancur atau musnah.
Jeritan Rxeonal dan Shinku menarik penghuni neraka lainnya yang sedang sibuk berlatih, mereka semua langsung ketakutan ketika melihat seorang dewa agung mengunjungi neraka untuk pertama kalinya.
Sebagian dari pasukan Oather yang telah terbunuh kembali bersatu dengan Zoiru, menunjukkan rasa loyal mereka sebagai prajurit penuh rasa bangga di akhir kehidupan mereka.
Zoiru tetap menerima mereka, tidak merasa kesal atau kecewa melainkan ia merasa puas melihat perjuangan seluruh prajuritnya mati sebagai Oather dengan penuh kebanggaan.
Untuk sekarang mereka sudah mati dan tidak akan bisa kembali ke dunia luar, itu artinya Zoiru terpaksa untuk mengorbankan mereka semua ke dalam perut Bamushi agar bisa menjadi satu.
Zoiru mendorong Rxeonal dan Shinku ke depan lalu ia maju dengan tatapan serius, "Siapa lagi yang masuk neraka...? Biarkan aku berbicara dengan mereka."
"Siapa lagi...? K-Kami tidak tahu..."
"Tidak, lupakan saja. Aku tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama badut seperti kalian..." Zoiru menjentikkan jarinya sehingga Bamushi muncul di belakang Zoiru dengan mulut yang terbuka lebar.
"A-Apa yang kamu... akan lakukan kepada kami...?" Tanya Shinku yang terlihat ketakutan.
"Memberi kalian tempat yang lebih indah dibandingkan neraka, dimana kalian dapat hidup dengan tenang tanpa harus melakukan apapun." Zoiru tersenyum lalu ia memerintah Bamushi untuk memuntahkan beberapa gumpalan daging hijau.
Gumpalan daging hijau itu mulai membentuk Rxeonal dan Shinku yang dapat di jadikan sebagai pengganti karena Zoiru tidak ingin mengurangi populasi neraka dengan menghabiskan semua penghuninya.
"Bukan ilusi, bukan sihir. Mereka hanya sekedar patung yang dapat di jadikan sebagai pengganti kalian di tempat ini..." Zoiru mengalirkan sihir Oath ke dalam tubuh Rxeonal dan Zoiru yang berdaging itu.
""Aku bersumpah untuk menjadi penghuni neraka.""
"Mereka sudah bersumpah, mereka akan tetap berada di sini..." Zoiru menepuk kepala Rxeonal dan Shinku sambil menunjukkan ekspresi serius.
"Apa yang akan kau lakukan kepada kami, Zoiru...?" Tanya Rxeonal, rasa takut terus mempengaruhi dirinya ketika merasakan siksaan Zoiru.
"Entahlah, menurut kalian?" Zoiru maju meninggalkan mereka.
Zoiru bersiul sehingga Bamushi memakan semua penghuni neraka itu dan menggantikannya dengan gumpalan daging yang membentuk semua penghuni itu.
Zoiru berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, tubuhnya merasakan kelezatan dari semua penghuni neraka yang Bamushi makan bahkan ia tidak sabar untuk mengunjungi neraka palsu.
Neraka yang mengurung semua penghuni Yuusuatouri palsu, jika Zoiru palsu berada di sana maka ia tidak sabar untuk menghancurkan harga dirinya sebagai dewa agung yang mengecewakan.
__ADS_1
Zoiru mengikuti jalan batu panas di hadapannya dan ia melihat sebuah papan yang memberitahu dirinya bahwa ia akan memasuki wilayah neraka palsu yang hanya tersedia satu ruangan saja.
Zoiru melihat gerbang besar di hadapannya dan ia mulai meminta salah satu penjaga untuk memintanya, seperti biasanya ia mendapatkan izin lagi untuk mengunjungi neraka palsu.
Zoiru bisa merasakan banyak keberadaan yang asing, ia bisa melihat beberapa penghuni neraka palsu dan ternyata jumlahnya banyak sekali.
"Yuusuatouri palsu sudah hilang bersama dengan semua penghuninya... sisanya aku harus menghabiskan mereka." Zoiru mulai memerintah Bamushi untuk menghabiskan semua penghuni itu.
Setelah itu, ia membiarkan Bamushi melakukan tugasnya sedangkan dirinya mencoba untuk mencari seseorang yang ia anggap tidak asing seperti Zoiru dan yang lainnya.
Zoiru tidak mengharapkan sebuah pertemuan dengan Dewi segalanya yang bernama Komi karena dia mengetahui jelas dari Zangetsu bahwa keberadaan di hapus oleh ruangan Vanish.
"Kalau tidak salah Komi memiliki banyak keturunan yang mati... tetapi aku tidak yakin jika salah satu dari mereka masuk neraka."
Zoiru melihat sebuah sel yang terlihat seperti penjara di hadapannya, beberapa penghuni neraka mengurung diri mereka di dalam sel itu bahkan Zoiru langsung tersenyum ketika melihat seseorang yang ia cari.
"Akhirnya aku menemukan dirimu..." Kata Zoiru, ia menyapa dirinya yang palsu itu atau bisa di sebut dengan [Bamoiru].
"Mungkin aku sudah gila jika melihat diriku di hadapanku... neraka ini memang pantas untuk diriku..." Kata Bamoiru dengan tatapan yang terlihat lelah sehingga Zoiru membuka sel itu.
"Aku Zoiru asli... kau sepertinya terlalu lama tinggal di neraka sampai melupakan sesuatu tentang dunia asli atau inti dari Touriverse." Zoiru menarik baju Bamoiru lalu melemparnya ke belakang untuk menyadarinya.
"Tidak mungkin... kau adalah diriku...? Bagaimana bisa...?"
Ia langsung mengamuk ketika mendengar nama Haruka, "Haruka...!? Si gadis brengsek itu yang menggagalkan rencanaku...!!! Sialan!!! Jika saja dia tidak memiliki Omni-Slayer maka aku bisa membunuhnya!!!"
Zoiru sekarang mengerti jelas siapa yang membunuh dirinya yang palsu, ternyata selama ini adalah Haruka sendiri yang bertanggung jawab terhadap semesta ciptaannya sendiri.
Mendengarnya bisa di bilang cukup memalukan dan mengecewakan bagi dirinya, kalah oleh Haruka masih bisa di bilang sebatas wajar karena kekuatan dan rencananya itu apalagi pedang yang bernama Omni-Slayer itu.
"Ternyata Haruka yang membunuh Zoiru palsu ya... menarik, dia memainkan peran dimana pun dengan baik." Zoiru tidak menyimpan rasa dendam apapun.
Bukannya merasa kesal, ia malah merasakan kehormatan besar dari Haruka yang bertanggung jawab atas kekacauan ia buat dengan menciptakan semesta palsu, ia berhasil membantu Shinra dan yang lain untuk menyelesaikan masalah.
"Bukan hanya aku saja yang gagal tetapi kekacauan yang diciptakan Bamushigaru juga berhenti seketika Haruka kembali hidup dan membantu yang lainnya..." Bamoiru mengepalkan kedua tinjunya.
"Haruka lagi...? Hmm... aku mengerti sekarang, memang tidak ada harapan apapun lagi untuk semesta palsu, Zoiru palsu." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"Melihat dirimu datang menghadapiku, apakah kau memiliki rencana untuk melakukan balas dendam kepada Haruka!? Legenda sialan yang sudah menggagalkan rencana ini dan itu...!" Kata Bamoiru.
Zoiru memikirkannya kembali, ia datang bukan untuk melakukan sesuatu yang tidak menarik seperti membalaskan dendam Haruka, ia melakukan hal yang benar dan Bamoiru sendiri cukup mengecewakan untuk kalah.
Zoiru menggelengkan kepalanya, "Untuk apa aku datang merekrut dirimu? Aku hanya ingin berbicara saja dengan diriku yang palsu sebentar..."
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan dan tentunya aku tidak akan bisa melihat diriku yang penuh dengan kegagalan sepertimu..." Zoiru mencekik leher Bamoiru.
"Apa yang kau... lakukan...?"
"Membunuhmu tentunya" Zoiru tersenyum serius.
"Aku tidak membutuhkan seekor badut palsu sepertimu... lebih baik aku melakukannya sendirian!" Zoiru melemparnya ke belakang sehingga Bamushi langsung memakannya.
Bamushi telah memakan seluruh penghuni neraka bahkan sampai menyebabkan tubuh Zoiru mengeluarkan banyak aura hijau sehingga kedua matanya memancarkan cahaya hijau.
"Hngghhh!!! HAHHHH!!!" Zoiru melepaskan tekanan dan dorongan besar di sekitarnya sampai membuat kehancuran besar di neraka palsu itu.
Kekuatannya mengalir sangat deras di dalam tubuhnya dan ia sudah sangat dekat dengan tujuannya untuk membangkitkan Bamushigaru kembali agar ia bisa merasa bugar.
"Ini dia... ini yang aku inginkan." Zoiru menatap kedua tapak tangannya sambil mengepalkan beberapa kali, kekuatan terus mengalir di dalam dirinya tanpa batasan yang menghalang.
"Dengan ini, Bamushigaru pasti akan kembali sehat... dia bisa kembali bangkit dan terbang mengelilingi Realm of Oath. Sumpah ini akan terus berjalan---"
Zoiru menghindari sebuah serangan kobaran api dari seseorang lalu ia menoleh ke belakang dan melihat seseorang yang ia ketahui, orang yang mengizinkan dirinya untuk mengunjungi neraka.
"Ahh... pangeran neraka Lucifer, kamu datang dalam waktu yang tepat sepertinya." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"Kau baru saja membuat diriku turun tangan karena neraka yang berjalan tidak seimbang sekarang... semuanya hilang seketika dan mengalami pemulihan dalam waktu yang lambat."
"Setidaknya aku memperbaikinya, membutuhkan waktu yang cukup lama tetapi aku sudah bertanggung jawab, Lucifer." Zoiru menghampiri Lucifer, mencoba untuk tidak berurusan dengannya.
"Apakah kau pikir aku akan membiarkan dirimu pergi dengan semua penghuni neraka itu?" Lucifer menghentikan dirinya dengan muncul tepat di hadapannya selagi memasang tatapan serius.
"Kau ingin berakhir seperti Kizura dan Arata, Lucifer?" Tanya Zoiru dengan kedua matanya yang bersinar hijau.
***
"... ..." Haruka membuka kedua matanya dan melihat Rokuro menempati sebuah bubur di atas meja.
"Haruka, kamu sudah bangun?" Rokuro membantu Haruka untuk duduk dan jawaban yang ia dapatkan hanya sebuah senyuman palsu dari Haruka.
"Aku tidak tahu harus apa, Rokuro..." Haruka tidak bisa mempertahankan senyuman itu, ia mulai menangis karena merasa bingung, entah harus apa kecuali merasa sangat bersalah.
Dia tidak bisa tidur, pikirannya terus mengingatkan dirinya dengan kejadian masa lalu dan semesta palsu itu, rasa tanggung jawabnya menghilang seketika sehingga Rokuro mulai memeluk Haruka erat.
"Sudah lah, Haruka... jangan terus memikirkan sesuatu yang menyakitkan." Rokuro mengelus kepala Haruka, ia bisa mendengar jelas suara tangisannya.
"Aku disini akan selalu menemanimu dan tentunya membantu semampu mungkin..." Rokuro memberi Haruka sebuah kecupan di kening.
__ADS_1
"...kamu sudah melakukan yang terbaik."