Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 285 - Mengumpulkan Kekuatan untuk Melawan dia


__ADS_3

Suara ledakan terjadi di sekitar Arata dan Eternio karena mereka baru saja melayangkan beberapa serangan yang mampu melepaskan petir dan ledakan di sekitar mereka. Semua budak Eternio telah Arata bantai habis-habisan dengan hanya menggunakan tujuh pedang-nya itu, lima pedang yang berputar di belakang-nya bisa ia kontrol dengan mudah sehingga Eternio harus berhati-hati.


Dalam satu tarikan nafas, Eternio bisa melihat Arata melepaskan api amarah... untungnya ia menggunakan sihir angin-nya untuk mendorong kembali api tersebut sehingga angin yang dilepaskan oleh Eternio juga mampu membuat pipi Arata tertebas, bukan sihir angin yang biasa... Arata bahkan harus mengayunkan kedua lengan-nya untuk bisa melindungi dirinya sendiri.


Ini pertama kalinya Eternio dipersulit oleh seorang Mortal seperti diri-nya, entah kenapa hawa benci dan membunuh-nya bisa terasa oleh Eternio ketika menatap wajah-nya itu. Mungkin saja dia memiliki rasa dendam yang tinggi kepada ras Eternal sehingga ia sendiri tadi melihat seluruh budak-nya terbunuh dengan cara yang sadis dimana sekarang ia bisa melihat organ-organ mereka yang melayang di sekitar-nya.


"Jika kau mau... aku akan memberikan layanan tarik organ seperti mereka, dari ekspresi mereka... terlihat jelas bahwa mereka menikmati layanan tersebut." Arata memegang erat kedua gagang pedang-nya sambil menatap Eternio yang mulai mengeluarkan budak lebih banyak lagi dari tubuh-nya, Arata melakukan serangan kombinasi untuk mengubah mereka semua menjadi daging cincang.


Arata dan Eternio melesat ke atas lalu mereka mengayunkan kedua pedang mereka secara bersamaan, kedua pedang mereka yang beradu mulai menimbulkan suara yang cukup bising sampai mengeluarkan kilat juga ledakan di sekitar mereka. Eternio menggunakan senjata yang terlihat berbeda sekarang karena serangan Arata tidak mampu meretakkan kedua senjata-nya itu.


Arata melancarkan satu dua serangan melalui kedua pedang-nya, namun siluet aneh tiba-tiba terpancar dari mata Eternio sehingga ia menahan kedua serangan-nya itu secara refleks. Arata melebarkan kedua mata-nya lalu menghantam wajah Eternio menggunakan dahi-nya sehingga mereka terdorong ke belakang, entah apa itu tadi tetapi Arata langsung menyerang Eternio dengan waspada.


Pertarungan Arata dan Eternio berlangsung cukup lama sehingga sekarang Arata tidak melihat celah apapun ketika mencoba untuk melukai dirinya, mereka telah bertukar serangan lebih dari ratusan serangan. Namun sampai sekarang Arata masih belum bisa mengakhiri pertarungan ini, ia bisa melihat Zangetsu yang mengajar Shitori dan Alvin secara habis-habisan, ia harus segera membantu mereka atau Zangetsu akan melakukan sesuatu yang berbahaya.


Haruki juga saat ini dipersulit oleh Mozoik yang terus bertambah besar dan berotot, ia terus meningkatkan pertahanan-nya sampai setiap serangan yang Haruki lakukan hanya membuat diri-nya terpental ke belakang, Mozoik maju ke arah Haruki dengan kecepatan suara sehingga ia berhasil mencekik leher Haruki tetapi Haruki berhasil lepas dari cekikan itu ketika ia menggunakan sihir Chaos yang mampu mendorong Mozoik mundur.


Haruki mulai menatap Mozoik dengan ekspresi yang kesal, tidak ada pilihan lain selain mengerahkan serangan kombinasi yang sudah ia buat sebelum perang ini di mulai. Di sisi lain-nya Arata mulai serius, hasrat menyiksa-nya sudah terpenuhi karena sekarang ia harus segera membantu Alvin dan Shitori untuk melawan Zangetsu.

__ADS_1


"Setebal apapun diri-mu...! Otot itu tidak akan menunjukkan kekuatan asli-mu kepadaku, otak-mu tidak digunakan karena sekarang otak-mu sudah menumbuhkan otot juga yang mengartikan kau memiliki otot otak...!!!" Haruki memindahkan seluruh kekuatan-nya ke dalam kedua pedang-nya itu agar ia bisa melakukan serangan fatal yang mampu menghabisi Mozoik secara langsung sebelum ia hidup lagi atau pertahanan-nya bertambah tebal.


Haruki berencana untuk menggunakan seluruh seni berpedang-nya yaitu [Higanbana] dan [Kaigan], Haruki maju ke depan lalu menghindari semua serangan Mozoik yang keluar dari mulut-nya... banyak sekali gelombang hijau yang meluncur menuju arah diri-nya dan Haruki melompat ke atas gelombang itu sehingga ia lari di atas gelombang tersebut dengan kedua kaki-nya yang diselimuti dengan sihir [Chaos].


"Higanbana: Blade Dance!!!" Haruki melompat ke depan lalu ia memutarkan diri bersama pedang-pedang tersebut ke arah lawan, "Higanbana: Absolute Death!!!" Haruki melanjutkan serangan lain-nya dengan tusukan di masing-masing pedang yang membuat musuh terbunuh langsung tetapi Mozoik masih bisa bertahan dengan luka besar di setiap tubuhnya, saat ini Mozoik mencoba untuk menyerang tetapi pergerakan Haruki lebih cepat.


"Higanbana: Blood Curse!!!" Sihir yang mematikan ini aktif jika musuh terluka oleh pengguna sihir ini, yang menyebabkan sirkulasi darah di dalam tubuh Mozoik berhenti dan terjadi pendarahan yang ekstrim. Haruki masih belum berhenti karena ia masih memiliki satu seni berpedang lagi yaitu [Kaigan].


Ia juga sempat melihat Mozoik yang kesakitan tetapi ia terus bergaya sehingga melepaskan banyak aura yang mampu membuat pertahanan-nya semakin tebal, ia berhasil melayangkan satu pukulan yang mengenai wajah-nya, menyebabkan kepala Haruki dipenuhi dengan darah yang mengalir deras karena pukulan tadi itu menyakit.


"Itu sakit...! Dasar sialan...!!! Kaigan: Divine Tremor!!!" Haruki membuat gelombang sihir kuat yang dapat merusak sirkuit sihir sehingga musuh tidak bisa mengeluarkan sedikit sihir apapun itu, Haruki melanjutkan seni berpedang selanjut-nya yaitu [Kaigan: Blade Resonance], ia membuat gerakan berpedang menjadi secepat frekuensi suara.


Haruki merasakan penuh tekad, berkat Haki yang sekarang masuk ke dalam tubuhnya... Haruki tidak merasakan resiko atau tekanan apapun sehingga sekarang ia yakin bisa menghabisi Mozoik menggunakan seluruh kemampuan dan sihirnya.


"Haaaaaaaahhhhhh....!!! CHAOS...!!!"


"...VENGEANCE!!!" Haruki membuat serangan gelombang mematikan menuju Mozoik yang dapat mematahkan semua sihir, bahkan sihir yang mustahil dan berbahaya.

__ADS_1


Gelombang itu langsung membunuh lawan dengan merusak semua organ-organ dan sistem-sistem tubuh hingga hancur tak tersisa. Dari dalam tubuh merusak semua sel-sel jaringan, organ-organ vital, memotong aliran darah, dan menyerap semua tenaga-nya.


"Hah... Hah... Hah..." Haruki merasa lelah tetapi rasa lelah itu hilang dengan cepat, "Terima kasih karena sudah membantuku, Haki..."


Sekarang Arata benar -benar mengerahkan seluruh kemampuan-nya dimana ia mencekik leher Eternio dan tubuhnya menggunakan rantai-nya lalu ia melempar seluruh pedang-nya menuju arah Eternio sehingga tidak bisa melarikan diri dan memilih untuk diam saja.


Semua pedang itu tertancap di tubuh Eternio sehingga Arata menariknya kembali lalu menusuk-nya lagi dan lagi sehingga Arata tidak melihat perlawanan apapun dari-nya, apa yang Selvia katakan sebelumnya benar bahwa kekuatan mereka tiba-tiba berkurang.


"Sial... Si Zangetsu, mentang-mentang dia ini cucu Zangges tetapi dia malah mengambil kekuatan-ku dan Mozo---" Arata memasukkan pedang amarah ke dalam mulut-nya itu.


"Teruslah membuat alasan yang tidak masuk akal, seluruh kekuatan dan tenaga-mu aku ambil menggunakan pedang Greed-ku, terima kasih!" Arata mengepalkan kedua tinjunya sehingga Eternio langsung terbakar dengan api amarah.


Haruki muncul di hadapan-nya, "Syukurlah kau masih bisa bertahan, mereka semua tidak bisa hidup kembali karena buku sihir Necromancer itu sepertinya sudah hancur oleh Korrina."


"Baiklah, itu artinya kita harus menyerah semua pasukan Zangetsu kepada pasukan Touriverse tetapi..." Arata melebarkan matanya ketika melihat banyak sekali portal yang berukuran sangat besar, semua portal itu mengeluarkan pasukan dari setiap dimensi palsu.


"Sial... Mereka terus berdatangan bahkan ras Oather dan Eternal itu mengincar kita!" Seru Haruki yang melihat pasukan Oath mulai menandai dirinya karena sudah membunuh Mozoik sedangkan Eternal mereka menyerang Arata yang sudah membunuh Eternio.

__ADS_1


"Sial... Kita tidak punya waktu untuk ini, kita harus membantu Shitori dan Alvin..."


"Mereka benar-benar menahan kita... Ck..."


__ADS_2