Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 800 - Tawaran Kepercayaan


__ADS_3

"Sekali lagi terima kasih, Kak Anastasia. Anuu... lagu yang Kakak mainkan dengan biola sungguh menyenangkan diriku..." Shinobu terkekeh pelan.


Anastasia tersenyum lalu ia memberikan Shinobu sebuah pelukan sampai mengejutkan dirinya, "Astaga~ kamu ini imut sekali ya~ kenapa semua orang buta dengan keimutan dan kepolosan dirimu...!!!"


"Fuehhh...!? Tidak bisa... nafas..."


Anastasia melepas Shinobu lalu mengelus kepalanya, "Sama-sama, lain kali jika kamu direndahkan sampai ditindas oleh mereka maka bisa melapor kepada diriku."


"Anu... tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri." Shinobu tersenyum polos.


"... ...!?"


Senyuman polos itu langsung mengejutkan Anastasia seketika sampai tubuhnya mulai berkeringat dingin sampai dadanya berdetak cukup cepat karena ia merasakan sesuatu yang berbeda dari senyuman itu.


Pandangan Anastasia sempat melihat sesosok jubah hitam dengan tampang tengkorak di belakang Shinobu yang sedang memeluk dirinya dari belakang, terlihat hampir seperti kematian itu sendiri yang memiliki wujud.


"Hasrat membunuh yang besar... aku sendiri harus berhati-hati untuk tetap terjaga dari The Mind, aku harus bisa mendapatkan kepercayaannya."


"Aku harus berhati-hati dengan kucing satu ini... semua orang mengubah dirinya menjadi mesin pembunuh secara diam-diam."


"Ahn~ siapa yang peduli~ dia sangat imut~ Shinobu Koneko sangat kecil sampai aku ingin memelihara dirinya~ wangi~ wangi~" Ungkap Anastasia.


"Ngomong-ngomong, kenapa kamu berkeliaran di kerajaan itu...?"


"Bukannya berbahaya jika kamu berkeliaran sendirian tanpa pendamping." Anastasia mulai mencoba untuk membangun hubungan yang baik dengannya.


"Ahh, aku selalu didampingi oleh seseorang kok. Kacamata yang aku kenakan ini sudah cukup menjadi pendamping yang baik." Kata Shinobu.


"Saya menerima pujian itu, putri kecil. Terima kasih." Ucap Tech yang mendengarnya, ia juga tidak merasa curiga kepada Anastasia yang sudah membantu.


Tech juga mengetahui riwayat Anastasia dipenuhi dengan musik dan pertunjukan, bisa dibilang ia adalah penyihir pengembara yang mengelilingi berbagai macam tempat dan alam semesta untuk memainkan musik.


"Begitu ya, sebenarnya kamu ingin kemana, Koneko?" Tanya Anastasia.


"Aku harapan panggilan itu tidak mengganggu dirimu ya..."


"Tidak kok... hanya keturunan Comi yang kadang memanggil diriku seperti itu tetapi Kakak juga boleh... anu..."


"... sebenarnya Koneko ingin memeriksa perpustakaan di Ghisaru tetapi tutup... kebetulan musik yang Kakak mainkan menarik perhatianku..."


"Begitu ya." Anastasia menggerakkan tongkat sihirnya sampai mengeluarkan nota lagu yang membentuk kursi untuk diduduki oleh mereka berdua.


"Sihir Kakak hebat ya... anu... b-berkaitan dengan suara dan musik... atau Koneko salah?"


"Tidak kok~ kamu benar~ itulah kenapa aku, Anastasia, dipanggil sebagai penyihir suara atau musik karena memiliki sihir yang berkaitan dengannya."


"Tidak ada yang dapat aku lakukan dengan suara dan musik bahkan membuatmu bertambah senang saja bisa menggunakan sihir musik yang akan aku mainkan nanti."


"Hebat ya..." Shinobu bertepuk tangan sampai Anastasia mulai menyentuh kedua lengan Shinobu yang terbuat dari besi aneh.


"Ternyata benar ya... sungguh kucing yang malang... maaf jika Kakak menanyakan sesuatu yang sensitif ya, apakah kamu lahir tanpa kaki, tangan, dan mata kiri?"


"Mm. Mama melahirkanku seperti itu tetapi aku tidak pernah mengeluh sama sekali kok... anu... k-kelahiran di dunia ini adalah hadiah terbesar yang pernah aku rasakan."


Perkataan Shinobu terdengar begitu positif sampai membuat Anastasia kebingungan seketika, "Hadiah terbesar...? Dunia ini tidak sama seperti yang dulu, Koneko."


"Dunia sudah ternodai dengan kebutaan terhadap keadilan, era yang sedang terjadi adalah kerajaan dimana semua ras bahkan Legenda saling berselisih."


"Rasa percaya yang mereka berikan itu kepada orang yang lebih berkuasa itu sendiri... dunia ini juga sudah memperlakukan dirimu buruk bukan...?" Tanya Anastasia sampai mengelus pipi Shinobu.


"Tidak ada yang kejam... hanya Koneko saja yang kurang berusaha untuk mendapatkan kepercayaan..."


"...era yang saat ini terjadi, Mama pernah bang bahwa kepercayaan adalah segalanya untuk saat ini. Itulah kenapa aku ingin mencoba mendapatkan kepercayaan itu."


"Begitu ya... kamu memang kuat ya, masih umur 6 tahun... tidak sejak kecil kamu sudah diperlakukan seperti makhluk rendah. Aku tahu karena semua orang selalu membicarakan dirimu."


"Mm."


"Di berbagai kerajaan juga terdapat banyak pekerjaan yang berkaitan tentang dirimu, jika mereka menerima itu dan berhasil membunuhmu dengan bukti maka imbalan yang mereka dapatkan sangat besar."


"Mm."


"Apapun itu... kamu tetaplah gadis yang imut dan sempurna, melihat dirimu dapat menciptakan tangan, lengan, dan mata buatan sehebat ini."


Shinobu tersipu dan mulai salah tingkat ketika menerima sebuah pujian, "Fuehhh...!? J-Jangan... jangan memuji Koneko..."


"...tidak begitu i-istimewa kok." Shinobu menundukkan kepalanya sampai Anastasia mulai tertawa lalu mengelus kepalanya sampai ekor Shinobu mulai bergerak cepat karena menyukainya.

__ADS_1


"Material, bahan, dan logam apa yang kamu gunakan untuk menciptakan tangan ini? Terasa lebih kuat dari logam terkuat dan terkeras di setiap material alam semesta."


"Anuu... A-Aku menggabungkan berbagai macam material dari setiap alam semesta menggunakan ilmu alkemis..."


"...menghabiskan berbulan-bulan tetapi hasilnya memuaskan sampai aku tidak perlu mengumpulkan setiap material yang ada."


"Anu... hanya menggunakan kemampuan imajinasi dan tentunya Golden Alchemist... semuanya aku ciptakan... lalu gabungkan..." Kata Shinobu sampai membuat Anastasia tertarik seketika.


"Sungguh gadis kecil yang berbahaya untuk terus berkeliaran seperti ini... kemampuan pikirannya akan terus berkembang jika ia mau belajar dan mempelajari sesuatu yang baru." Ungkap Anastasia.


"Entah itu apa... aku masih memiliki penasaran yang begitu lebih kepada kucing kecil ini... kekuatan... kemampuan... dan tentunya keimutan yang membuatku merasakan kenikmatan."


"Entah kenapa gadis kecil membuatku gemas dan gatal seperti ini... Ahn~ Koneko wangi wangi~" Anastasia memeluk Shinobu seketika sampai mengejutkan dirinya lagi.


"Fueehhh!?"


"Ahh, maaf, kelepasan. Hehehe, apakah kaki dan matamu juga menggunakan material gabungan yang sama karena ilmu alkemis?" Tanya Anastasia, Shinobu mengangguk pelan dengan pipi yang memerah.


"Pendamping yang kamu maksud itu... kacamata...?"


"Mm... namanya adalah Tech, dia seperti keluarga yang dekat bagiku." Shinobu melepas kacamatanya lalu ia menatap Anastasia untuk membaca pikirannya seketika.


Anastasia tersenyum sampai Shinobu langsung menutup kedua matanya seketika karena mendengar suara yang sangat berisik dari atas langit, hampir sama seperti petir yang keras.


"Wah...! Petir... keras sekali..." Suara petir tadi berasal dari Anastasia yang dapat menciptakan jenis suara apapun dengan efek tersendiri.


Suara tadi cukup untuk memusingkan kepala Shinobu seketika, dalam kesempatan itu Anastasia memasukkan  suara Tech dalam pikiran Shinobu bahwa dirinya dapat dipercaya.


The Mind milik Shinobu mendadak tidak bisa digunakan karena suara keras tadi yang mendengungkan kedua telinga Shinobu sampai ia terus menutup kedua telinganya.


"Kamu baik-baik saja, nak...? Sini, biar Kakak bantu." Anastasia mulai menyentuh kedua pipi Shinobu lalu membisik kedua telinganya dan mengeluarkan suara merdu yang dicampur nyanyian kecil.


Suara merdu itu mengandung efek kepercayaan besar sampai Shinobu menerima kepercayaan itu dari hati dan perasaannya, bukan pikiran, itu artinya ia masih bisa curiga kepada dirinya dalam waktu yang tidak lama.


"Terima kasih, Kakak... rasanya cukup menyenangkan untuk bisa mendengar musik lagi..." Shinobu tersenyum polos sampai membuat Anastasia tersipu.


"SUNGGUH MALAIKAT ASLI...!!! AKU MUNCRAT...!!!" Teriak Anastasia di dalam pikirannya karena melihat tatapan Shinobu yang jauh lebih polos dibandingkan sebelumnya.


"Ini... Kakak, mau mencoba...?" Shinobu memberikan kacamata itu kepada Anastasia sampai ia mengambilnya lalu berterima kasih.


Anastasia saat ini memegang inti sari sistem Tech itu sendiri, bisa di bilang sistem yang sangat cerdas karena memiliki perasaan seperti makhluk lainnya, ia mulai memakai kacamata tersebut.


Ia sendiri bahkan bisa melihat wajah Tech yang sedang tersenyum, terlihat seperti robot kedua dua mata titik dan senyuman lebar sampai ia mulai menatap Shinobu seketika.


"Hebat sekali ya... rasanya kacamata ini mengembalikan diriku menuju era dimana teknologi masih ada, sejak Korrina Comi dan Kou Comi menjadi Ratu Touriverse."


"Hehehe... begitu ya..."


"Bayangkan... jika aku menerima inti sistem dari Tech maka aku dapat menguasai segala sistem dan teknologi, menggunakan untuk menyebabkan kekacauan lebih besar lagi."


"Kekacauan yang disebabkan oleh teknologi, aku dapat menciptakan banyak robot dan Android atau bahkan kendaraan dan senjata yang dapat memusnahkan apapun seperti planet contohnya."


"Banyak sekali... bahkan aku sendiri sudah bisa merasa gatal di bawah karena membayangkan kekacauan besar yang akan dimasukkan ke dalam kristal itu." Anastasia menggigit bibirnya sendiri untuk menahan *****.


"Bayangkan saja dulu... eksperimennya nanti."


"Begitu ya... sekarang aku mengerti kenapa datang untuk menghadapi Shinobu... hanya untuk merebut sistem Tech untuk menciptakan kehancuran lebih lanjut lagi."


"Aku sendiri tidak begitu memedulikan tentang keselamatan Shinobu Koneko... biarkan dia hidup semaunya di sini karena ia pasti tidak bisa bertahan melawan eksperimen terakhir itu."


"Dengan mendapatkan inti sistem... aku perlu memintanya baik-baik karena risiko merampas atau mencurinya sangat besar bahkan Tech sendiri dipenuhi dengan penjagaan ketat dari Korrina Comi..."


Anastasia melepas kacamata tersebut, mencoba untuk menciptakan sebuah tawaran untuk dirinya, "Shinobu Koneko."


"Mmm?"


"Apakah kamu masih mengingat kejadian sebelumnya...? Di kerajaan Ghisaru, kamu sempat direndahkan oleh mereka semua tetapi aku membantu dirimu dengan suara dan nada merdu."


"Mm, aku ingat..."


"Apakah kamu dapat melihat mereka memasang tatapan rendah---"


"Mereka seperti mempercayai diriku... walaupun sedikit tetapi pikiran mereka berubah begitu cepat... anu... suara... lagu... semua itu mengubah pandangan mereka terhadapku."


Shinobu menyadarinya karena The Mind, ia sempat membaca perasaan dan pikiran mereka ternyata ia dikejutkan dengan hasilnya karena rasa percaya kepada dirinya mulai tumbuh sedikit dari mereka semua.


"Bagaimana jika Kakak membantu dirimu... menyanyikan sebuah lagu untuk semua penduduk Touriverse agar mereka menumbuhkan rasa percaya kepadamu."

__ADS_1


Shinobu terkejut seketika, ia membaca pikirannya dan ia tidak berbohong sama sekali tetapi ia juga mengetahui niat di baliknya, ia ingin dibayar dengan sistem itu sendiri yaitu Tech.


"K-Kakak ingin melakukan semua itu dengan bayaran sistem Tech...?"


"Iya... itu benar, Kakak sebenarnya sangat tertarik dengan teknologi. Apa yang terjadi jika seorang penyihir bermain dengan teknologi? Itu hal yang cukup menarik 'kan...?"


"Kakak juga ingin menyanyikan sebuah lagu kepada seluruh alam semesta menggunakan teknologi yang dapat tersalur menuju pandangan mereka semua dan tentunya pendengaran..."


"Koneko mengerti... setiap perbuatan yang menyulitkan seperti membawa rasa percaya itu membutuhkan imbalan..."


"...aku sendiri... anu... tidak bisa menerima tawaran baik seperti itu tanpa sebuah bayaran yang setimpal." Shinobu mulai menyentuh kedua jarinya secara bersamaan.


Anastasia mulai menatap Shinobu, ia tidak mengharapkan sebuah jawaban positif tetapi jika ia mendapatkan inti dari sistem Tech maka rencana baru akan muncul untuk dirinya sampai ia perlu menyempurnakannya.


"Tetapi... memberikan Tech itu..."


"Bagaimana, putri kecil...? Anda dapat merasakan kebahagiaan yang besar jika memberikan diriku kepada Penyihir Anastasia, suaranya dapat merubah pandangan mereka terhadap dirimu."


Tech mengatakannya pelan-pelan karena ia sendiri ingin membuat Shinobu bisa dipercayai oleh semua orang, ia ingin melihat putri kecilnya berbahagia karena menerima rasa percaya yang akan berkembang seiring waktu berjalan.


"Anuu... aku..."


"Bagaimana? Apakah kamu menerima tawaran itu...? Hanya dua pilihan, ya atau tidak... Kakak tidak memaksa." Kata Anastasia.


"Anu... Tech..."


...


...


"Mmm... Mama...?" Shinobu yang masih bayi mulai merangkak menggunakan kedua kaki dan tangan buatan menuju arah Kou yang sedang menciptakan sesuatu.


"Koneko, Mama memiliki sebuah hadiah yang cocok untuk menemani dirimu ketika Mama bekerja." Kou tersenyum lalu ia memberikan sebuah boneka kecil kepada Shinobu.


Shinobu melihat boneka itu yang sangat lembut sampai ia melihat wajahnya terbentuk dari layar yang menunjukkan dua titik seperti mata dan sebuah senyuman.


"Halo~ Nama saya Tech... senang bisa menjadi pendamping putri kecil Shinobu Koneko!" Kata Tech yang mulai berpindah ke dalam boneka itu agar bisa mendampingi Shinobu.


"Daaa...? Te... ch... Tech." Shinobu tersenyum lalu memeluk erat dirinya sampai membuat Kou ikut tersenyum lalu mengambil sebuah kamera karena mereka terlihat begitu imut.


"Tech, mohon bantuannya ya. Tolong jaga Shinobu ketika aku pergi."


"Akan saya laksanakan, nona Kou."


"Tech~ Tech~ Tech~"


Kou mengambil sebuah gambar menggunakan kameranya lalu ia menatapnya sampai terkekeh karena ia mendapatkan sebuah kenangan yang begitu indah untuk Tech dan Shinobu.


...


...


"Tidak bisa..."


Jawaban Shinobu membuat Anastasia terkejut seketika, tetapi untuk Tech, entah kenapa ia terasa terharu karena dirinya tidak ingin menjual atau memberikan Tech kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.


"...aku sebenarnya ingin dipercayai tetapi..."


"...anu... Tech jauh lebih penting... dia seperti keluarga yang sangat bagi Koneko karena sejak kecil... anu... Tech selalu menjagaku."


"Putri kecil..."


"Kakak tidak bisa membawa Tech semudah itu... Tech itu seperti keluarga dekat sekali... walaupun dia hanyalah sistem... dia tetap keluarga yang tidak bisa Koneko berikan dan tinggalkan."


"Koneko akan merasa sangat kesepian tanpa dirinya..."


"Begitu ya..." Anastasia melepas kacamata tersebut lalu memberikannya kembali kepada Shinobu sampai ia melihat tatapan seriusnya.


"Lagi pula..."


"...Koneko tidak ingin kepercayaan yang instan! Aku ingin berjuang untuk mendapatkan kepercayaan mereka...!"


"Aku juga... anu... tidak ingin menyusahkan Kakak untuk bernyanyi di hadapan mereka semua, jika kakak ingin sebuah konser maka... akan Koneko bantu."


"Tetapi... tentang kepercayaan dari seluruh penduduk yang ada di Touriverse..."


"...aku tidak ingin menggapainya dengan instan, hanya ingin menggapainya dengan usaha..."

__ADS_1


"...Koneko..."


"...akan berjuang!"


__ADS_2