
"Ibu baru saja lupa memberitahu kalian tentang pilihan kamera yang tersedia untuk kartu tersebut... setiap kota ini memiliki semacam poin yang berbentuk koin, kalian hanya bisa melihatnya menggunakan sistem kamera itu dan jika kalian berhasil memotret-nya maka kalian akan mendapatkan poin, bisa dibilang seperti harta karun dan semoga beruntung untuk mencari semua harta karun yang akan muncul setiap hari, setiap harta itu memiliki keuntungannya masing-masing." Setidaknya informasi penting itu menciptakan harapan yang besar di dalam diri mereka masing-masing.
"Akademi ini menilai kalian secara keseluruhan, setiap hari penilaian Morgan akan melihat sejauh mana kelayakan kalian untuk bisa melanjutkan turnamen ini. Pelanggaran yang kalian buat tidak akan bisa kalian ketahui tetapi kami mengetahuinya, kartu itu juga menyediakan pilihan yang dapat melihat seberapa banyak pelanggaran dan keuntungan yang kalian buat, kami mengundang peserta yang begitu berbakat dan hebat... bukan sekedar menemukan saja dan langsung membawanya ke akademi ini."
Terdengar suara bel yang baru saja berbunyi dan Sakura mulai menutup kelas lalu memberitahu mereka bahwa aktivitas akademi di mulai sekarang, pergunakan waktu istirahat dengan baik karena mereka hanya memiliki 30 menit untuk menghabiskannya. Makan siang dan mengumpulkan poin adalah pilihan yang terbaik untuk dilakukan, Sakura keluar dari ruangan itu dan Haruka segera melihat semua pilihan yang tersedia dari kartu itu ternyata pilihannya banyak sekali.
Minami yang awalnya ingin pergi ke kelas lain dikejutkan dengan pelindung yang membatasi dirinya untuk tetap berada di kelas 1-S, ia tidak bisa mengunjungi lorong dimana kelas A sampai E berada. Ia baru saja ingat bahwa wali kelasnya yang bernama Sojaku memberitahu informasi penting bahwa setiap murid memiliki lorong masing-masing yang bisa dikunjungi. Pelindung itu akan menghalang mereka dengan ketat dan hanya membiarkan Minami masuk ke lorong milik kelas P sampai T.
"S-Sial... aku harus berbicara dengannya di kantin..." Minami kembali ke kelasnya dan ia melihat banyak sekali murid yang sedang fokus menatap kartunya itu bahkan ia sempat melihat seorang Centaur yang menatap dirinya tajam, Minami segera pergi menjauh sebelum bertemu dengan masalah yang tidak ia inginkan.
Haruka mulai mendaftarkan seluruh teman di kelasnya agar bisa dihubungi melalui kartu itu, sekarang mereka hanya perlu pergi ke kantin dan mencoba untuk tidak berurusan dengan murid dari kelas lain. Haruka bahkan memperingati teman-teman dekatnya untuk tidak berbicara dengan teman lainnya yang berada di kelas 1-S karena ia sempat membaca tata tertib bahwa murid dari kelas yang berbeda dilarang untuk bekerja sama atau terlalu akrab, hanya perlu bersaing seperti saling bermusuhan.
"Tata tertib ini begitu ketat, usahakan kita tidak berbicara dengan yang lainnya kecuali teman sekelas... buku panduan itu hanya menjelaskan sedikit peraturan yang begitu penting tetapi tata terbit ini begitu penting dan ketat, aku merasa menyesal untuk tidak menggabungkan Honoka saja ke dalam kelas kita karena sihir realita-nya itu dapat membantu kita." Ucap Haruka pelan sehingga Kou menatap dirinya dengan ekspresi yang terlihat bersalah, setidaknya semua yang sudah terjadi harus bisa dilaksanakan sampai akhir.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang...? Jumlah kita 12 dan terpisah menjadi 6, apakah kita akan bermusuhan untuk sementara?" Tanya Mitsuki.
__ADS_1
"Sepertinya begitu, kita hanya perlu bermain aman dengan mereka. Kita sudah janji dari awal bukan...? Kita adalah Legenda, tidak perlu menahan diri untuk melawan siapapun termasuk teman kita. Mereka sekarang sudah bisa dibilang sebagai saingan kita untuk menginjak turnamen permohonan, mengerti?" Ucap Shuan, mereka semua setuju dengan perkataannya dan mencoba untuk membiasakan tidak berbicara dengan teman-teman mereka yang berasal dari kelas 1-S.
Ketika di kantin, mereka semua bisa melihat murid-murid yang berkeliaran memegang makan siang mereka dan duduk di kursi yang begitu besar dan lebar. Kantin adalah tempat yang cukup beresiko karena beberapa orang bisa saja menggunakan kesempatan itu untuk membongkar identitas seseorang yang duduk di sebelah mereka, kebetulan Haruka melihat Honoka yang baru saja mengambil makan siang-nya, Honoka menatap Haruka dan memberi dirinya isyarat untuk duduk di teras.
Mereka semua mulai mengambil makan siang yang sudah tersedia dan masih hangat di meja yang begitu besar, ibu kantin itu bahkan memberi mereka makanan tambahan agar perut mereka terasa kenyang sampai pulang nanti. Setelah itu mereka duduk di kursi yang tersedia di terasa, Haruka duduk di sebelah Honoka yang terlihat begitu kesal karena ia baru saja selesai membaca tata tertib yang diberikan oleh wali kelas-nya.
"Kakak... semua ini berjalan dengan sulit sepertinya, kita terpaksa harus bersaing dan bermusuhan... 20 kelas dan terbagi menjadi 4 lorong dimana murid yang berasal dari kelas yang berbeda sebagian tidak akan bisa memasuki lorong itu. Anggap saja seperti ini... A sampai E adalah tim yang harus kau dekati atau singkirkan... kau bisa menyingkirkan mereka atau membantu mereka untuk lulus dalam ujian yang akan datang nanti." Honoka membuka buku tata tertib itu lalu menunjuk sebuah tulisan yang mengatakan seluruh murid harus tetap mementingkan diri mereka sendiri.
"Ternyata mereka benar-benar menggunakan semua kecerdasan dan rencana mereka untuk memperketat akademi yang sekarang... begitu menyusahkan bahkan Mama sendiri pasti membutuhkan waktu yang lama untuk memecahkan seluruh sistem agar ia bisa menduduki tingkat paling atas..."
"Kakak punya Kou, kita punya siapa? Sebagian murid di kelas kita berasal dari inti semesta lain... kami tidak bisa mempercayai mereka dan kebetulan sekarang kita berpisah... aku sendiri sengaja meninggalkan teman-temanku agar aku bisa dicurigai."
"Entahlah... intinya aku ingin berkhianat untuk sementara tetapi rencana itu bisa berubah kapanpun, Kakak. Semoga beruntung, aku akan menunggu dirimu di turnamen nanti." Honoka mulai menikmati makan siang-nya, seluruh teman kelas Haruka mendengar percakapan mereka dan ternyata sebagian dari mereka merasa kesal karena sistem satu ini begitu ketat sehingga mereka harus melaksanakan-nya, mau tidak mau.
***
__ADS_1
"Shuan... bekerja samalah denganku." Rokuro menghampiri Shuan dan Shuan menatap dirinya lalu ia mengangguk, Asriel juga ikut melakukan hal yang sama dimana mereka mencoba untuk saling membantu, tiga pria yang meneruskan tiga Legenda Legendaris. Rencana yang mereka pikirkan pasti begitu rumit tetapi semuanya dapat diselesaikan dengan pertarungan karena pengumpulan poin ini, pikiran mereka hanya dipenuhi dengan pertarungan agar bisa mendapatkan poin lebih banyak lagi.
"Apa yang kalian rencanakan...? Aku akan melakukan cara yang mandiri tanpa mengandalkan Kou dan Haruka, semua orang memiliki cara mereka masing-masing tetapi jika kita ingin bekerja sama untuk mengumpulkan poin maka merampas adalah ide yang baik dengan menjebak mereka semua..." Kata Shuan sambil melihat-lihat semua pilihan yang terdapat di kartu itu.
"Menantang mereka adalah pilihan yang tidak adalah resiko-nya, kita gunakan pilihan duel saja karena poin yang kita dapatkan cukup besar juga... sekali memenangkan duel maka kita akan mendapatkan 100.000 poin, mode duel ini juga memiliki [Streak], setiap lima kali memenangkan pertarungan maka akan mendapatkan 2 kali lipat poin." Rokuro mengetahui hal itu melalui tata tertib yang ia baca, sepertinya latih tanding adalah pilihan yang baik.
"Resiko yang dimiliki mode duel sepertinya diketahui oleh orang sekitar, ditambah lagi musuh yang kau lawan bisa saja melaporkan kemampuan dan namamu kepada yang lainnya karena kita belum tahu... setiap murid memiliki rencana cerdik dan licik mereka sendiri, kita harus berhati-hati dan jangan pernah lengah sedikitpun." Melihat Asriel yang berpikir seperti itu membuat Shuan dan Rokuro setuju dengan satu sama lain bahwa dia adalah otak dari tim-nya, setidaknya mereka bisa menanyakan beberapa hal kepada dirinya.
"T-Tidak mungkin...!!!" Terdengar suara Haruka yang begitu panik, mereka semua secara langsung menatap dirinya yang terlihat kesal ketika menatap kartu-nya itu. Mereka mulai mendekati Haruka dan terlihat poin-nya yang berkurang begitu cepat bahkan sampai menginjak angka negatif, ternyata pengurangan poin bisa terus berlanjut sampai menginjak negatif dan itu tandanya semua usaha Haruka akan berjalan sangat sulit sekarang.
"Aku kira... jika poin-ku sudah habis maka aku tidak akan mengalami pengurangan lagi tetapi aku malah mendapatkan angka negatif... Sialan! Semua peserta mencoba untuk menyingkirkan diriku langsung di minggu pertama, awas saja... aku akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya poin dan menghajar semua peserta asing satu per satu! Poin negatif 900.000 sedangkan Kou dan Honoka pasti mendapatkan poin negatif 200.000..." Haruka merapatkan giginya lalu ia menghantam meja-nya berapa kali sampai penyok, ia mulai menggunakan pilihan kamera untuk mencari harta yang tersedia di ruangan ini dan Haruka tidak menemukan apapun.
"Di saat itulah kamu tidak harus mengkhawatirkan tentang angka negatif itu, Haruka. Kita sekarang sekelas dan harus membantu satu sama lain untuk bisa terdaftar di turnamen." Kata Charlotte, ia mengeluarkan kartu-nya lalu mengetuk pilihan pemberian poin dan memberikan Haruka sebanyak 100.000 poin, sepertinya ide Charlotte langsung digunakan oleh mereka semua padahal Haruka sendiri tidak ingin merepotkan mereka semua dengan memberikan poin-poin itu.
Pada akhirnya, Haruka mendapatkan 900.000 poin tersisa sedangkan Kou mendapatkan 1.600.000 poin mereka berkat seluruh kelas yang ingin memberikan mereka berdua sebanyak 100.000 poin. Di saat itulah Haruka merasa lega karena bisa diselamatkan oleh seluruh teman-temannya, ia tersenyum dan meneteskan air matanya lalu tersenyum.
__ADS_1
"Lain kali tidak perlu repot-repot memberikan poin kepadaku ya... aku akan membalas kalian jika kalian sedang kesulitan, mulai dari sekarang mari kita bekerja keras untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya!"
""Tentu saja!!!""