Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 723 - Cahaya Agung itu


__ADS_3

"Kakak, aku tidak menyangka kau akan datang dalam waktu yang sangat lama... jutaan tahun itu bukan hal yang biasa loh sampai aku sendiri sadar bahwa kau tidak pernah kembali karena sudah mati." Kata adik Shukaku.


"Shinma... maafkan aku, sepertinya terjadi sebuah kendala yang tidak aku harapan sampai kau terus terjebak di dalam patung itu, untungnya dia masih belum datang." Shukaku mulai mendekati adiknya yang bernama Shinma.


Shinma langsung melepaskan cahaya yang mencoba untuk merasuki tubuhnya tetapi Shira muncul di depan untuk memisahkan sihir itu sampai ia dapat mengendalikannya dengan mudah sekarang.


"Jangan menghancurkan satu-satunya jawaban yang dekat..." Shira mengulurkan lengannya ke depan sampai Shinma terpental ke belakang lalu menghancurkan patung emas di belakangnya.


"Sungguh mengejutkan sekali, Kakak... ternyata dunia memang memiliki banyak keajaiban sampai kau kembali hidup." Shinma bangkit dengan tubuhnya yang mengeluarkan banyak partikel emas.


"Kau bahkan datang bersama anakmu yang kau singkirkan... Shiratori Shira... aku tidak menyangka kau akan tumbuh sekuat ini." Shinma bertepuk tangan sampai Shira hanya bisa diam.


Shukaku maju ke depan lalu berdiri di sebelahnya karena ia tidak putranya ikut campur dalam hal rumit seperti ini, "Apa alasan yang kau miliki untuk menyerang kami?"


"Kau tahu... aku hanya malas menunggu~ lebih baik Kakak sekarang yang menunggu lebih lama lagi, terjebak dalam sebuah patung..."


"...hanya bisa melihat perkembangan dunia tanpa habis... aku menunggu lagi dan lagi sampai kau datang... tetapi tidak ada yang datang..." Shinma memutarkan kepalanya sambil menunjukkan ekspresi gila.


Shira dan Shukaku bisa melihat Shinma telah kehilangan akal sehatnya ketika terjebak di dalam patung itu cukup lama sampai ia sudah tidak memiliki pikiran sehat apapun.


"Hei~ gantian... sekarang kalian saja yang terjebak di dalam... Biarkan aku menggantikan posisi kalian~ ayolah~" Shinma terkekeh.


"Kak Shinji bahkan belum datang... mungkin dia juga melupakan diriku di sini sendirian..." Shinma melayang dengan posisi yang terbalik sehingga senyumannya itu membuat Shira merasa terganggu.


"Kau terlalu berlebihan, Shinma. Lebih baik kau menghadapi takdir aslimu sekarang juga sebelum dia benar-benar bangkit dari tidur panjangnya itu." Peringat Shukaku.


"Aku tidak ingin menuruti perintah dari seseorang yang sudah lupa... lebih baik kau saja yang aku bunuh, kemudian aku akan menjadi Ayah dari Shira~"


"Najis... siapa yang mau menjadi putra dari Legenda tidak waras sepertimu..." Jawab Shira dengan kasarnya karena ia sudah muak dengan masalah keluarga Shiratori yang rumit.


Untungnya keluarga barunya seperti Minami dan Shuan tidak menghadapi masalah serumit ini sampai terjadi perselisihan dan pembunuhan antar satu sama lain, Shira menghela nafasnya lega bahwa Shinobu juga pasti tidak akan berurusan dengan hal itu.


"Apakah kau yakin untuk tidak langsung membunuhnya saja?" Tanya Shira yang melihat tubuh Shinma mengeluarkan lebih banyak cahaya.


"Dia mencoba untuk menyerang!"


Shinma melepaskan gelombang cahaya besar ke arah Shira dan Shukaku tetapi mereka dengan cepat memisahkan sihir itu menggunakan Golden Spirit sampai menjadikan semua itu milik mereka sendiri.


Shinma melepaskan elang emas besar ke arah Shukaku, Shira melihat ayahnya mulai menatap dirinya dengan tatapan penuh kepercayaan sampai ia mulai menghapus elang tersebut menggunakan sihir cahaya lainnya.


"Baguslah, sudah waktunya untuk melakukan segel bintang yang tidak akan bisa di lepas tanpa alasan---" Perut Shukaku menerima satu serangan yang memutuskan kedua kakinya itu.


"Apa yang aku sebenarnya inginkan adalah kebebasan...!!! Kenapa, Kakak!? Kenapa kau membiarkanku menunggu lama dan apa salahnya dengan Kak Shinji!?" Tanya Shinma yang melakukan pergerakan tak kasat mata sampai mengejutkan Shira.


Tubuh Shukaku kembali membentuk karena dirinya telah menguasai sihir cahaya dari waktu yang cukup lama ketika ia melanjutkan kehidupan barunya di dunia kematian.

__ADS_1


Dengan cepat ia mengarahkan satu pukulan ke arah Shinma tetapi ia berhasil menghindarinya, "Kalian memiliki kesempatan nol untuk menyegel bintang diriku...! Aku sudah tidak bisa percaya dengan anggota keluargaku sendiri!"


"Ayah, apakah kita akan membiarkan dirinya hidup seperti ini...?!"


"Masalah bertambah semakin rumit ketika kau gugur melawan Diablo, seharusnya si sialan ini mengerti." Shira merasa kesal dengan Shinma yang tidak mengerti situasi Shukaku sejak itu.


"Kau diam dan lihat saja, nak." Shukaku mulai memejamkan kedua matanya lalu membukanya lebar sehingga memunculkan lambang bintang yang mampu mengejutkan Shira.


Shukaku maju ke depan lalu menghajar Shinma secara habis-habisan karena dirinya sudah tidak bisa lagi di bantu, terjebak di dalam patung selama jutaan tahun lebih lama tanpa satu pun orang yang menemani sudah pasti akan membuat gila seperti itu.


Shukaku mengangkat tubuh Shinma lalu membantingnya di atas sehingga ia menepuk tangannya sampai kedua mata Shinma memunculkan bintang yang sama di kedua pupilnya itu.


"Tertangkap..." Shukaku mundur ke belakang lalu ia mengangkat tubuhnya sampai Shinma tidak bisa melawan karena arwah di dalam tubuhnya telah di segel agar ia bisa berhenti melawan.


"Mata itu... apakah evolusi selanjutnya dari Golden Spiritual?" Tanya Shira.


"Mata ini adalah kemampuan cahaya selanjutnya yang harus kau gapai agar dirimu dapat kebal dari konsep serangan apapun... kau hanya perlu menyempurnakan semua kemampuan cahaya." Jawab Shukaku.


Shukaku mulai menyelimuti tubuh Shinma dengan cahayanya agar ia tidak dapat melarikan diri atau melawan, ia merasa sangat bersyukur bahwa semuanya masih bisa berjalan dengan lancar.


"Ayah, apa maksudmu tentang Dewa Agung cahaya yang bernama Shinji itu...? Aku masih belum mengerti dengan garis keturunan Shiratori..." Kata Shira dengan tatapan serius.


"Begini, nak. Sebelum aku bertarung melawan Diablo, aku sempat melakukan tujuan sampingan lainnya yaitu menyegel adikku yang bernama Shinma di dalam patung itu." Shukaku menunjuk ke depan.


"Kakakku yang bernama Shiratori Shinji telah bersumpah akan menjadi cahaya segalanya sehingga ia bisa mendapatkan kekuatan yang maha kuasa dan maha ada karena kemampuan cahayanya itu..."


"Kekuatan cahaya yang ia dapatkan terlalu bahaya bahkan dapat mengubah apapun menjadi cahaya tanpa perintahnya... semuanya berjalan begitu pasif tanpa membutuhkan perintah sedikit pun."


"Shiratori Shinji telah jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam karena perjuangannya itu yang selalu bertemu dengan orang berbeda sampai ia buta dengan kebaikan dan kejahatan..."


"...apa yang ia inginkan adalah kekuasaan dan kekuatan cahaya yang sempurna tanpa ada batasan apapun, terus meningkat karena sudah menguasai semua kemampuan cahaya itu."


"Dia hanya memihak dirinya sendiri bahkan ia akan melawan mereka yang mencoba untuk menghalang jalannya... untungnya dia naif sejak itu sampai dirinya mencoba untuk beristirahat."


"Ayahku yang bernama Shiratori Shion memasukkan sihir cahaya yang mencegah dirinya untuk tidak pernah bangun tetapi ia tidak berbicara tentangku kapan sihir itu akan bertahan..."


"...untungnya ketika aku kembali di hidup kan oleh Zenzaku, semuanya masih terlihat aman saja sampai aku melihat dirimu sebagai satu-satunya Shiratori yang kuat dengan kemampuan cahaya terkendali."


"Jika saja kau berpapasan dengan Shinji semisalnya maka kau memiliki kesempatan nol untuk melawannya... dia terlalu kuat bahkan hanya tersisa satu kemampuan cahaya yang belum ia kuasai..." Shukaku menghilang lambang bintang di kedua matanya.


"Apa yang terjadi jika ia berhasil menguasai semua...? Bukannya cahaya akan terus berkembang tanpa batasan apapun?"


"Itu benar, hanya saja kemampuan yang perlu kita kuasai memiliki tipe yang sangat penting, ketika semuanya telah selesai di kuasai maka perkembangan kita selanjutnya akan mudah di sempurnakan juga."


"Dengarkan aku, Shira... aku tidak ingin kau melawan Shinji sampai dirimu berhasil menguasai cahaya itu sesuai dengan jalan yang kau pilih, dapatkan lah kekuatan yang lebih kuat lagi dari Golden Multiversal!"

__ADS_1


"Jangan puas begitu cepat karena kau masih membutuhkan banyak waktu untuk memenuhi tujuan yang kau inginkan seperti ketenangan dan kebebasan untuk semua orang..."


"...salah satu dari kita jika berhasil menguasai cahaya maka kita dapat mengendalikan takdir yang kita miliki, kita akan menjadi harapan cahaya yang tidak bisa di kalahkan oleh siapa pun...!"


"Kau bisa mengubah apapun yang kau inginkan jika sudah menguasai semua itu satu per satu, kau bahkan masih bisa terus bertambah kuat!"


Shukaku terus menyemangati Shira untuk tetap bertambah kuat agar di saat waktunya tiba dimana Shinji kembali bangkit maka Shira sudah menyiapkan semuanya untuk mengalahkan dirinya.


Shira menjawab dengan anggukan sampai ia memasang tatapan kesal, dirinya masih menyimpan rasa dendam besar kepada Shukaku yang tidak mau bertanggung jawab tentang dirinya.


Shukaku mulai menyentuh dada Shinma lalu menciptakan aura emas yang membentuk bintang sampai Shinma mulai diselimuti dengan bintang emas yang berputar pelan.


"Sihir bintangku sebenarnya sudah sempurna sampai membuka kekuatan baru untuk diriku yaitu ruangan... ruangan pelindung yang tidak dapat di hancurkan oleh apapun."


"Hanya dirimu yang berhasil menulis sejarah baru untuk menembus Golden Space sampai mengenai satu serangan menyakitkan di wajahmu..." Shukaku tersenyum tipis.


"...dengan Golden Space, kau juga dapat memindahkan serangan kemanapun, serangan dalam segi apapun... tidak ada yang mustahil untuk Golden Space hilangkan dan pindahkan."


"Serangan tanpa konsep, logika, atau apapun itu... semuanya akan tetapi berpindah dan menghilang sampai kau sendiri yang berhasil menembusnya menggunakan kemampuan khusus dari Golden Spiritual."


"Itu artinya pertarungan tadi... kau menahan diri?" Tanya Shira yang mulai mendekati dirinya.


"Tidak ada yang harus aku tahan... kau menang dengan usahamu sendiri sampai aku tidak memiliki kesempatan untuk melakukan serangan." Jawab Shukaku.


"Golden Multiversal memberikan dirimu semua kemampuan yang sudah melampaui cahayaku sendiri..."


"...bisa di katakan kau telah berada di dekat dengan tingkatan Shinji, kau sudah sangat dekat untuk menjunjung tinggi kekuatan cahayamu itu agar tidak yang meremehkan sihir cahaya."


"Shinji sudah tidak bisa kembali, bisa di bilang dia adalah dirimu yang terjatuh ke dalam jalan serta lubang yang salah..."


"...dia menyaksikan banyak penderitaan dan kegagalan melalui mata bintangnya itu sampai ia lebih memilih menciptakan takdir dan jalan sendiri." Shukaku menatap Shira yang terlihat khawatir sekarang.


"Sejak dulu aku tidak memiliki harapan apapun soal ketiga anakku yang lahir berbeda..." Shukaku mulai membahas kembali pertanyaan yang Shira tanyakan beberapa menit yang lalu.


"Shinra lahir dengan bakat besar, Shiro lahir dengan kutukan yang membuat dirinya jahat, sedangkan kau lahir dengan kekuatan nol sampai menjadikan dirimu sebagai Legenda yang tidak berguna."


"Legenda yang lahir dengan kekuatan nol sampai tidak memiliki sedikit bakat atau ketahanan dalam pertarungan seharusnya mati, menerima hukuman mati karena dulu peraturannya seperti itu oleh semua raja Legenda."


"Jika saja aku dulu berpikir untuk tetap memihak kemenangan maka dirimu sudah pasti aku bunuh, nak. Semua kebohongan sejarah yang aku tulis juga tidak mungkin terjadi..."


"Ternyata satu pilihan jalan yang aku tuju akan menyediakan hasil besar seperti ini, dulunya aku melakukannya sekali... melindungi sesuatu yang harus aku lindungi." Kata Shukaku.


Bintang besar di hadapannya mulai berputar sampai mengecil, Shinma telah tersegel untuk selamanya sampai ia tidak dapat keluar atau lepas menggunakan cara apapun.


Shukaku mengambil bintang tersebut lalu ia memasukkannya ke dalam matanya agar ia bisa ikut mati bersama dirinya ketika Zenzaku menyadari Shukaku dan Diablo telah berkhianat.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka..." Shira mengepalkan kedua tinjunya sampai air mata mengalir deras melalui kedua matanya.


"...akan bertemu dengan dirimu secara langsung seperti ini, Ayah."


__ADS_2