Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1056 - Ketangguhan itu Tidak ada Apa-apanya


__ADS_3

Arata mulai mengangkat tubuh Zerdian di hadapannya lalu ia melemparnya menuju arah lain untuk menghindari pertarungannya melawan petarung yang dikatakan paling kuat dalam perang tersebut.


Perasaannya entah kenapa bertambah semakin buruk sampai fokusnya mulai terbelah karena ia terlalu memikirkan sesuatu di luar dari pertarungan, "Sekarang bukan saatnya untuk mengkhawatirkan sesuatu..."


Konomi sempat menghentikan serangannya melawan Grace ketika perasaannya terasa begitu enak seperti terjadi sesuatu yang tidak bisa ia duga, "Peperangan ini, entah kenapa semuanya terasa seperti berjalan untuk selamanya."


Ako melihat Shinobu dan Brimgard yang masih bertarung melawan satu sama lain, ia sempat berhenti di tengah jalan sampai pasukan Gems mulai menebas wajahnya menggunakan pedang berlian itu.


"Ck...! Padahal aku sedang memikirkan hal yang lain, tetapi kau berani-beraninya menghalangi jalanku!!!" Seru Ako keras yang langsung mengeluarkan sebuah pedang untuk menyerang mereka.


Yuuna melompat ke belakang lalu ia melihat Lilith berhasil tertahan oleh pasukan Giblis yang mencoba untuk memakan dan merobek-robek tubuhnya itu tetapi ia berhasil melawan mereka semua dengan meremukkan tubuh Giblis itu.


"Apa yang aku pikirkan saat ini... tetaplah fokus dengan tujuan utamaku!" Yuuna mulai mempersiapkan serangan lainnya agar bisa melawan Lilith di hadapannya.


Hinoka mendarat di sebelah Yuuna karena rasa tertariknya ketika melihat Lilith, "Aku juga akan membantu dirimu sebisa mungkin dengan sihir ledakan!"


"Terima kasih, aku memang membutuhkan bantuan dari seseorang yang memiliki kemampuan ledakan itu agar bisa melawan daya tahannya yang kuat."


"Ya, ayo!"


***


Hana yang sedang melawan pasukan Anacondrai itu mulai mengalihkan pandangannya kepada Ogun yang sedang membantai pasukan Android hanya menggunakan kedua tinjunya itu.


"Ibu dimana...?" Karena saking fokusnya dengan hal lain, Hana menerima hantaman dari pasukan Anacondrai yang berhasil menjatuhkan dirinya sehingga ia dapat melihat seekor Anacondrai melompat ke atas langit.


Mencoba untuk menindih tubuhnya tetapi ia berhasil diselamatkan oleh Koizumi yang menebas Anacondrai itu menjadi potongan daging kecil sehingga ia bisa melihat pemimpin pasukan Serpentine di depannya.


"Apa yang kau lakukan, Tante? Sekarang bukan saatnya memikirkan hal lain seperti mendalami apa yang membuat perasaan kita khawatir..." Kata Koizumi yang mulai menghadapi Skales dengan melancarkan beberapa tebasan.


"Aku tahu...!" Hana memunculkan gelombang besar di sekelilingnya tubuhnya lalu ia menciptakan Leviathan yang besar hanya untuk membantu pasukan Touriverse melawan pasukan Anacondrai yang besar itu.


Korrina melihat Akina dan Asuka hampir saja mengenai tindihan dari injakan yang akan dilakukan oleh Zeindall tetapi ia langsung melompat ke atas hanya untuk menghantam wajahnya sampai ia terjatuh.


"Korrina Comi...! Aku tidak akan membiarkan dirimu mendatangi Abang, lawanmu sekarang adalah---" Zeindall mengerutkan dahinya ketika melihat Asuka mencoba untuk menyerang dirinya menggunakan sihir mawar.


Semua itu berhasil Zeindall lenyapnya dengan mengayunkan keempat lengannya sekaligus sampai wajah Asuka menerima sebuah pukulan yang menghempas dirinya ke belakang dengan wajah yang dipenuhi darah.


"Asuka...!" Akina merapatkan giginya lalu ia datang menghampiri Zeindall tetapi Korrina menghalangi dirinya karena lawan seperti Zerdian tidak akan bisa memberikan perlawanan apapun dari seorang Malaikat.

__ADS_1


"Lebih baik kalian fokus saja melawan pasukan Kitsuna, aku akan mengurus Zeindall!" Seru Korrina yang mulai mendatangi Zeindall dengan kedua tinjunya terbakar oleh api surga lalu ia melancarkan banyak sekali pukulan yang berhasil ditahan.


Akina mengangguk lalu ia melompat ke belakang sehingga Orihime mulai berpapasan dengan cirinya, "Wah~ bukannya kau malaikat yang cukup imut mencoba untuk melawan pasukanku."


Akina melebarkan matanya lalu ia melihat Orihime mengayunkan kipas beraura biru mudah itu menuju arah dirinya tetapi Asuka berhasil menahannya menggunakan kedua katana yang ia silangkan.


"Jangan menyentuh Akina... tidak ada yang menyentuh Akina kecuali diriku sendiri...!"


...


...


"HOEEGGHHH!!!" Shinobu memuntahkan banyak sekali darah ketika ia terus dijadikan sebagai samsak oleh Brimgard karena ia sudah tidak perlu takut dengan kecepatan dan sihirnya itu.


Semua yang dilakukan oleh Shinobu akan tetap tertekan dengan kekuatan Brimgard yang begitu mengerikan, ia juga dapat mengendalikan materi gelap, Null, Void, dan Nothingness hanya untuk dijadikan pertahanan dan serangan.


"Hah... Hah... Hah..." Shinobu berlutut di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kelelahan bahkan jantungnya terus berdetak cepat sampai tubuhnya menegang karena saking ketakutannya dirinya ketika menghadapi Brimgard.


"Entah trik apa yang kau coba keluarkan lagi, semua itu tidak ada bandingan apapun dengan yang dinamakan sebagai ketangguhan!!!" Brimgard melesat ke depan lalu Shinobu melepaskan Neutron ke arahnya.


Brimgard berhasil menggigitnya sampai pecah lalu ia melancarkan satu pukulan yang mulai ditahan oleh Shinobu menggunakan kedua tapaknya, "Golden...!!!"


"Jangan harap kau bisa menang dengan kekuatan seperti itu... itu adalah kelemahan, aku masih belum bisa melihat ketangguhan apapun darimu!!!" Brimgard mencekik leher Shinobu lalu ia mengangkatnya ke atas sampai ia melihat seekor Beast Kitsuna mendekat.


"Makan lah!!!" Brimgard melempar tubuh Shinobu menuju arah Beast Kitsuna yang langsung memakan dirinya sehingga nyawanya hanya menyisakan tiga sekarang.


Shinobu langsung berubah menjadi Beast Neko Legend yang meledakkan tubuh Beast Kitsuna menjadi berkeping-keping lalu ia mencoba untuk memakan Brimgard tetapi keempat lengannya berhasil menahan gigi dan mulutnya itu.


"Hohhhhh...!!!" Brimgard mengangkat kepala Shinobu lalu ia membanting tubuhnya yang sebesar alam semesta ke belakang sampai menindih beberapa pasukan Gems dan Elf.


Shizen juga sempat tertindih karena tubuh Shinobu sehingga ia merasakan beberapa tulangnya mulai hancur, Shinobu berubah kembali menjadi wujud Legendanya lalu ia melesat menuju arah Brimgard dengan kedua tinjunya yang memancarkan cahaya emas.


"Golden...!!!" Shinobu merapatkan giginya lalu ia mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan cahaya cerah.


"...OVERDRIVEEEEE!!!" Teriak Shinobu keras yang langsung melancarkan tinju kanannya ke depan tetapi Brimgard berhasil menahannya menggunakan tapak kanannya yang langsung hancur.


Namun, wajah Shinobu mulai dicengkeram oleh kedua tangan tambahan itu lalu di angkat ke atas hanya untuk membelah tubuhnya menjadi dua sampai darah serta organ tubuhnya mulai berjatuhan ke dalam mulutnya itu.


"GROOOOAAAGGGHHH!!!" Shinobu melepaskan raungan keras yang berhasil menghempas Brimgard ke belakang.

__ADS_1


Setelah itu ia mengeluarkan Light's Origin yang diselimuti dengan sinar cahaya putih dan emas, hanya dengan melancarkan serangan tusukan dengan kecepatan nol detiknya sudah mampu meninggalkan beberapa luka emas di tubuhnya.


Namun, Shinobu baru saja menyadari dirinya dikepung oleh pasukan Zerdian yang menekan dirinya sampai kedua lengannya putus dan hancur ketika menerima pukulan dari mereka sampa ia melepaskan Rapier itu.


"Nrrgghh... Hggkk..." Shinobu meneteskan banyak air mata karena luka yang ia rasakan terasa begitu menyakitkan sampai tidak ada jeda sama sekali.


Shinobu menumbuhkan tangan tambahan yang terbuat dari teknologi hanya untuk melepaskan gelombang cahaya yang berhasil menghempas mereka semua ke belakang.


"Tidak peduli seberapa banyak kesakitan dan luka yang aku terima... Koneko tidak akan gugur sebelum... mengubah semuanya..." Batin Shinobu.


Shinobu mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskan Supernova berukuran alam semesta ke depan sampai membantai mereka yang berada di hadapannya, Brimgard melesat maju ke dalam Supernova itu lalu ia menyambut dirinya dari depan.


"Ahh...!?"


Satu pukulan yang Brimgard lepaskan langsung memecahkan kepala Shinobu sampai lehernya menyemburkan banyak sekali darah ke atas sehingga ia hanya memiliki satu sisa nyawanya saja.


Shinobu kembali hidup dengan ekspresi yang terlihat begitu kaget sampai ia tidak bisa mengatakan apapun kecuali melihat Brimgard yang menatap dirinya dengan tatapan mengancam.


Tubuh Shinobu tidak bisa digerakkan sama sekali karena terintimidasi oleh Brimgard sampai ketakutan dan rasa tidak ingin mati menyelimuti tubuhnya sampai kedua lengan dan kakinya bergetar dahsyat.


Shinobu mulai memberanikan dirinya sehingga Legend's Boost yang ia terima bisa dibilang cukup efektif sampai mengejutkan Brimgard ketika ia melihat cahaya surga keluar dari tubuhnya sampai sebuah tanduk kecil dapat terlihat dari keningnya itu.


"Sungguh gadis kecil yang menakjubkan..."


"...kau tetap memperlihatkan ketangguhan itu di hadapan diriku walaupun kau sudah mengetahui hasilnya akan tetap sama."


Ketika Brimgard menyebut Shinobu kecil, di saat itulah amarah terbesarnya mulai terbakar sampai kedua pupilnya langsung pecah sehingga memenuhi kedua bola matanya.


"Kau..."


"...akan menyesali dengan semua perkataan yang kau katakan padaku!!!"


"ROOOAAARRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan keras yang berhasil mendorong Brimgard ke belakang sampai ia dapat melihat kekuatan Shinobu meningkat pesat..


"Bantuan dari Legend's Boost..."


"...aku memang harus berhati-hati dengan kemampuan bar-bar seperti itu, kau meningkat karena bantuan dari kemampuan alami itu." Brimgard melihat Shinobu yang melangkah menuju arah dirinya dengan tatapan mengancam.


"Maju, Shinobu Koneko...!!!"

__ADS_1


__ADS_2