
"Kita semua berkumpul di dalam ruangan yang dipenuhi dengan sejarah Ragnarok untuk menyaksikan pembukaan Ragnarok dengan melakukan sesuatu seperti pemanasan antar kedua petarung..."
"...sebelum memulai hidangan utama yaitu perang Ragnarok ketiga, akan sangat baik jika kedua belah pihak dapat mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh setiap petarung."
"Terima kasih atas pengertian kalian semua para Dewa dan Dewi yang sudah mau hadir menyaksikan pembukaan ini..."
"...setelah semuanya berakhir maka aku dapat menjelaskan Ragnarok yang ketiga kepada kalian semua, nantikan ya."
"Ini sebuah pemak---" Sekali saja terdapat seorang Dewa atau Dewi yang mengeluh maka mereka akan langsung berubah menjadi ketiadaan oleh Zephyra.
Di dalam ruangan itu mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali mengikuti alur yang dibuat oleh Zephyra, "Tolong jangan berbuat macam-macam ya..."
"...lebih baik kalian diam dan mengikuti alur yang aku perbuat, bayangkan saja kalian ini sebagai pion catur yang akan kami gerakan." Perkataan Zephyra membangkitkan beberapa amarah kepada mereka semua.
"Biasanya aku akan mengadakan Ragnarok dengan mendadak, tetapi kali ini aku memutuskan untuk memberikan keringanan dengan memulai pembuka sebagai latih tanding atas kedua layer."
"Kita bisa namakan ini sebagai pembukaan Ragnarok!" Zephyra bangkit dari atas kursinya sehingga mereka berdua kembali bersujud.
"Kalian mengetahui dengan jelas apa itu Ragnarok bukan...? Dulunya aku mengadakan Ragnarok hanya untuk mengurangi mereka yang berada di dalam layer tertinggi."
"Sampai pemenang dapat melakukan apapun yang mereka inginkan seperti mengambil alih ras dari layer yang mereka lawan..."
"...tetapi dengan meraih kemenangan sendiri cukup sulit karena kalian akan berperang satu jam penuh dengan kecepatan yang tidak terhitung sama sekali!"
"Seharusnya kalian senang dan merasa bersyukur kepada Dewi penghakiman seperti diriku yang sudah menciptakan semua ini..."
"...layer yang kalian duduki akan mengalami banyak kekurangan untuk mereka yang lemah dan tidak pantas untuk menghembuskan nafasnya lagi!" Seru Zephyra keras.
"Sepertinya yang ketiga akan berjalan lebih menarik karena perubahan yang di alami oleh kedua belah pihak ya, misalnya seperti perubahan masa, era, dan hal lainnya." Zangetsu mulai berbicara.
"Kalian pion memang sudah meraih banyak sekali pencapaian yang tidak terbayang ya sampai memberikan kami semua sebuah keuntungan..." Kata Zephyra.
"Kalau begitu, Korrina Comi Dewi Touriverse..."
Semua Dewa dan Dewi Touriverse seketika tercengang ketika mengetahui Korrina selama ini adalah Dewi segalanya di dalam layer Touriverse.
"Apa-apaan...? Apakah aku baru saja mengetahui sebuah kebenaran yang mengejutkan...?"
"Seorang Mortal yang dulunya mengacaukan Kamitouri selama ini adalah seorang Dewi Touriverse...!?"
"Ratu yang terangkat menjadi Dewi segalanya..."
Mereka semua terus menggosipkan dirinya secara diam-diam sehingga Korrina terus memasang ekspresi murka karena tidak tahan dengan situasi yang ia hadapi sebagai identitas aslinya.
__ADS_1
"Tidak ada yang berbicara selain kedua Dewa segalanya dari layer mereka tersendiri..." Zephyra menepuk tangannya berapa kali sampai semua Dewa dan Dewi tidak bisa berbicara.
"Korrina Comi... apakah kau ingin memperkenalkan ketiga petarung yang kau bawa dari layer Touriverse?" Tanya Zephyra.
Korrina menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menepuk wajahnya untuk membangkitkan kembali semangatnya, "Ketiga bangsa Legenda!"
"Mereka adalah Legenda legendaris yang sudah menghadapi banyak masalah di dalam layernya sendiri, masalah apapun itu... tidak ada yang tidak bisa mereka selesaikan."
"Korrina, kenapa kau tidak membawa Zoiru?" Tanya Brimgard.
"Zoiru ini dan itu... memangnya dia begitu terkenal?" Tanya Shira kepada mereka.
"Bagaimana tidak terkenal jika dia memiliki peliharaan yang besarnya melebihi alam semesta apapun..."
"Kau menginginkan Zoiru? Faktanya menariknya adalah mereka bertiga yang berhasil membunuh Bamushigaru, dan salah satu dari anak mereka juga berhasil menghentikan Zoiru!" Seru Korrina.
Ketika Korrina berbicara seperti itu, mereka semua tercengang ketika mengetahui Bamushigaru tidak akan ikut karena sudah terbunuh oleh ketiga Legenda itu dengan menghancurkan wadahnya.
"A-Apa...?" Zeindall sendiri sempat kaget ketika mendengarnya sampai ia mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi ketiga Legenda itu.
"Kita mulai dari sebelah kanan sampai kiri...! Shimatsu Arata! Shiratori Shira! Shichiro Haruki!"
"Ketiga petarung yang aku percayai untuk mengikat pembukaan Ragnarok!" Perkataan Korrina mengandung banyak sekali hal yang positif sampai kepercayaan yang ia berikan kepada ketiga petarung itu sangat kuat.
Semua Dewa dan Dewi dari layar Touriverse langsung bersorak keras penuh semangat agar bisa menyemangati ketiga petarung untuk melawan Kountraverse.
"Brimgard Zio, Dewa dari Kountraverse... perkenalan petarung yang kau bawa."
"Ketangguhan adalah segalanya, mereka yang sudah merasakan kegagalan beberapa kali suatu saat nanti akan meriah kesuksesan dan itu adalah sekarang!"
Semua Dewa dan Dewi Kountraverse langsung bersorak keras, "Ketiga petarung yang aku bawa adalah Grace Holica, Zeindall Zio, dan Memoria Magisha!"
"Baiklah, penjelasan sudah cukup sampai titik itu..."
"...kita membutuhkan sebuah peraturan dalam pembukaan yaitu mereka yang tidak mampu untuk melanjutkan pertarungan telah resmi kalah."
"Dan untuk sekarang, jangan saling membunuh satu sama lain... simpan nyawa kalian ketika Ragnarok yang sebenarnya telah dimulai."
"Pertarungan ini akan berjalan satu lawan satu, itu artinya kalian perlu memilih siapa petarung yang akan dilawan dan jangan serakah untuk menyerang petarung lainnya..."
"Pembukaan ini memberikan sedikit informasi untuk kedua belah pihak Dewa dan Dewi segalanya, pemenang akan diberikan keringanan untuk mengetahui setiap informasi baru yang terdapat di dalam satu layer."
"Kalian berhak mengerahkan semua kekuatan sampai titik akhir tanpa harus menahan diri atau bermain-main, kemenangan adalah satu-satunya hal yang perlu kalian raih."
__ADS_1
"Sekali saja aku melihat penahan diri atau keluhan maka kalian akan menjadi ketiadaan juga." Zephyra mengedipkan matanya lalu ia memberikan sebuah ruangan untuk mereka bertarung dengan kekuatan penuh.
"Aku akan melawan dia." Shira menunjuk Zeindall yang sedang meregangkan tubuhnya.
"Semoga beruntung, lebih baik kita melawan petarung yang sudah berada di hadapan kita." Ucap Haruki yang sedang berhadapan dengan Memoria.
"Apakah kau yakin akan melawan seorang gadis kecil, Haruki? Tanya Arata.
"Gadis kecil ya... apakah kau bisa melihat gadis kecil di layer kita? Ya, Shinobu... gadis kecil itu sudah pasti akan memiliki kekuatan yang tak terbayangkan."
Keenam petarung mulai melangkah maju ke depan lalu saling berhadapan, Shira dapat melihat Zeindall memiliki tubuh yang lebih besar darinya sampai ia perlu melirik ke atas untuk menatap wajahnya.
"Semoga kita bisa bertarung dengan baik, Zerdian."
"Aku mengharapkan sesuatu dari ras bar-bar seperti dirimu, Legenda."
"Mulai!"
Shira langsung melepaskan cahaya emas yang begitu besar sampai menyebabkan dorongan besar menuju arah Zeindall lalu mementalkan dirinya ke belakang.
Pandangan Zeindall langsung fokus kepada Shira yang diselimuti dengan bongkah emas retak sampai hancur lalu memperlihatkan tubuhnya yang benar-benar alami dengan cahaya.
"Golden Multiversal." Shira mengepalkan kedua tinjunya sampai kekuatan itu memberikan cahaya di dalam ketiadaan itu dan hal tersebut langsung menarik perhatian beberapa orang.
"Kekuatan baru Shira ya... Shiratori memang memiliki kekuatan cahaya emas yang dinamakan sebagai [Golden Saviour], aku harap dia bisa mengakhirinya dengan cepat." Batin Korrina.
"Mari kita lihat apa yang kau punya." Zeindall menepuk dadanya beberapa kali lalu ia melihat Shira sudah menghilang dari pandangannya karena kecepatannya itu.
Shira melancarkan serangan bertubi-tubi menggunakan pukulan emasnya tetapi semua serangan itu berhasil ditangkis oleh tapak Zeindall agar ia tidak mengenai satu pun serangan kepada tubuhnya.
Shira melancarkan satu tendangan menuju arah kepala Zeindall tetapi ia sempat untuk mengubah wajahnya menjadi [Void] atau ketiadaan sehingga serangannya melesat.
"Apa...?!"
Shira langsung melancarkan banyak tendangan menggunakan kedua kaki emasnya yang menyebarkan partikel cahaya sampai membentuk gelombang emas yang mencoba untuk melukai Zeindall.
Semua serangan cahaya yang terlepas dari setiap pergerakan Shira masuk ke dalam celah ketiadaan yang diciptakan oleh Zeindall agar ia tidak bisa menyentuhnya sedikit pun.
Melihat kekuatan cahaya mematikan seperti itu menumbuhkan rasa waspada kepada Zeindall untuk tidak terkena satu pun serangan darinya, "Aku harus berhati-hati sepertinya..."
Shira melakukan backflip ke belakang dengan ekspresi serius, "Sepertinya masih ada perbatasan antar kekuatan dan daya tahan kita..."
"...tidak buruk!!!"
__ADS_1