
"Kenapa mencoba untuk bertarung melawan-ku, anak dari Alvin...? Aku merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirimu dan aku bisa mengetahuinya." Shinku tersenyum jahat ketika melihat Haruka yang berani melawan dirinya di dalam ruangan waktu-nya sendiri.
"Semua ini adalah salah-mu, kau menyiksa Papa-ku sampai dia benar-benar telah kehilangan nyawa-nya." Haruka menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Jangan salah paham, kematian dari Ayah-mu adalah keadilan untuk semesta Touri dan dimensi-ku sendiri... Kelahiran-mu lah yang menyebabkan Ayah-mu terancam dari kematian-nya sendiri, seharusnya kau tidak lahir dengan kekuatan waktu-mu yang hebat itu..."
"Apa kau bilang...? Berani sekali kau mencoba untuk membawa nama-ku...!!!" Haruka melesat menuju arah Shinku dan melayangkan beberapa pukulan tetapi semua pukulan itu tidak mampu membuat Shinku merasa sakit karena ia mengubah semua serangan itu menjadi dorongan untuk Haruka sampai ia terdorong ke belakang.
"Jangan mencoba untuk menipu-ku... Haruka...! Kau adalah cucu dari Dewa yang menciptakan segala-nya bukan...? Zangges, bukannya dia adalah kakek-mu?"
Haruka sontak kaget ketika Shinku mengetahui identitas tersembunyi-nya, Haruka mencoba untuk menyerang tetapi semua serangan itu mampu dihentikan oleh Shinku sampai sihir waktu-nya sempat tidak berguna karena serangan yang ia lepaskan kepada Shinku tidak mampu melukai-nya.
"B-Bagaimana kau bisa mengetahuinya...?"
"Semua Dewa Agung mengetahui identitas-mu, kau sudah mengalami reinkarnasi selama tiga kali ya... Cukup mengagumkan, kau bahkan menggunakan reinkarnasi itu hanya untuk dianggap sebagai keluarga Comi dan Ghifari." Shinku tersenyum sinis.
"Kau tidak akan pernah mengerti dengan niat-ku, kau lebih baik diam dan tidak mengurusi kehidupan-ku...! Aku benci menjadi seorang Dewa yang selalu di atur untuk mengurus itu dan ini, aku bahkan benci lahir sebagai cucu dari Dewa segala-nya..."
"...Aku lebih nyaman tinggal bersama keluarga yang sederhana! Bersama Korrina Comi yaitu Ibu-ku...!!!" Seru Haruka keras, ia melepaskan aura Crimson dan Sacred di sekitar-nya.
"Hmph, dasar keras kepala. Aku tidak tertarik dengan jaminan yang diberikan oleh orang yang mencari-mu jika aku sempat untuk membunuh-mu...!!!" Shinku melesat menuju arah Haruka dan melayangkan pukulan bertubi-tubi sampai dirinya tidak bisa menahan semua serangan itu secara bersamaan.
"Hahhhh...!!!" Haruka melepaskan dorongan besar di sekitarnya untuk bisa bebas dari serangan bertubi-tubi Shinku. Haruka melepaskan sebuah pukulan yang mengenai puncak kepala-nya sampai Shinku terjatuh di atas permukan tanah dan Haruka segera melepaskan hujan meteor Crimson ke arah-nya.
Shinku muncul tepat di belakang Haruka dengan senyuman jahat-nya, dia menyarangkan satu serangan kilat yang melebihi kecepatan Haruka dalam menggunakan sihir waktunya. Haruka terlempar sampai membentur dinding ruangan waktu-nya karena terkena hantaman keras itu.
Haruka kembali bangkit dengan darah mengalir deras dari mulutnya, dia kembali menyerang, namun tetap saja setiap serangannya tidak mampu melukai Shinku yang benar-benar kebal, dimanpun dia berada... buku sihir itu terus memberi dirinya kekuatan yang tak terbatas.
Shinku dengan buas melesatkan serangan bertubi-tubi hingga Haruka hanya bisa mundur sambil menerima tiap serangan, bahkan disaat punggung Haruka telah menabrak dinding ruangan itu, Shinku terus menghajar-nya tanpa ampun. Suara dari pukulan itu terdengar keras dan menggema di sekitar ruangan itu sampai bisa terdengar oleh Korrina.
__ADS_1
"H-Haruka...!!!" Korrina mencoba untuk melepas buku itu tetapi Tech segera memperingati-nya bahwa usahanya untuk mengendalikan buku itu akan kembali ke titik nol.
Korrina terus membayangkan Haruka di wujud anak kecil-nya terus menjerit ketika Haruka menerima banyak serangan yang tidak memiliki perasaan belas kasihan di dalam-nya. Korrina mulai fokus untuk membuka dan menguasai buku tersebut sampai Grimoire itu sekarang tidak menyerang Korrina lagi.
Shinku segera menyarangkan kelima jarinya menembus tubuh Haruka sehingga darah segar tampak mengalir deras dari tubuh dan mulut Haruka, sebelum tumbang Haruka memegang erat lengan kanan-nya menggunakan kedua tangannya. Haruka langsung mengeluarkan suara yang keras hingga berhasil membuat dirinya kembali pulih karena sihir pengunduran waktu.
Haruka melompat ke belakang dengan tubuh yang lemas, "Kau tidak akan bisa mengalahkan kami...! Kami penduduk Touri akan terus melindungi tempat tinggal kami dari segala ancaman yang kau berikan...!!!" Haruka mengerahkan seluruh kekuatan dan Lenergy-nya.
Shinku mulai menyelimuti tubuh Haruka menggunakan [Crimson Seal] sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap Shinku dengan ekspresi yang terlihat terkejut, Shinku mulai menempelkan jari-nya ke tubuh Haruka lalu menekan kelima jari-nya sehingga menancap ke dalam tubuh-nya.
"Aaaaaaaaahhhhhh...!!!" Haruka mulai menjerit keras sampai ruangan itu mulai retak dan Korrina bisa melihat anak-nya sendiri yang tersiksa cukup sadis.
Haruka tidak bisa menahan rasa sakit-nya, darahnya mengalir semakin deras hingga dia merasa tubuhnya lemas dan jarum jam di kedua mata-nya mulai bergerak lambat. Setelah itu Shinku mencekik leher Haruka dan mencoba untuk memisahkan kepala-nya dengan tubuhnya tetapi Rexa dan Agfi datang menghentikan Shinku dengan sebuah tendangan yang mengenai wajah-nya.
Shinku melepas Haruka yang tumbang di atas tanah dengan kondisi pingsan, Shinku terdorong ke belakang dan dia hanya bisa tersenyum jahat ketika musuh baru datang, Agfi dan Rexa mampu memberi Shinku kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelum-nya.
"Berani-beraninya...!!! Kau menyiksa, Harukaaa....!!! FOR MOTHERLAND RUSSIA...!!!" Makarov maju ke depan dan memeluk erat tubuh-nya hingga Shinku terjatuh bersama Makarov.
"Manusia seperti-mu hanya akan mati dengan satu serangan...!!!" Shinku hampir saja menghancurkan kepala Makarov tetapi ia berhasil diselamatkan oleh Mirai yang menarik tubuh-nya.
"Grrgghhh...!!!" Kedua mata Shinku mulai memancarkan cahaya merah pekat, ia bangkit dari atas tanah hingga tubuh-nya mulai meledak karena bom tempel, tetapi semua ledakan itu tidak mempan kepada dirinya sehingga ia maju menuju arah Korrina dengan ekspresi yang terlihat kesal.
"Sekarang kau sudah tidak memiliki kesempatan apapun lagi, Korrina! Batasan Mortal-mu berakhir disini...!" Kata Shinku, Korrina mulai mundur beberapa langkah sambil memeluk Grimoire itu dengan erat.
Tidak ada satupun orang yang bisa menyelamatkan Korrina karena Shinku menghentikan pergerakan mereka semua menggunakan [Crimson Seal], Kuro bahkan mencoba untuk menyerang Shinku tetapi Hikari terus menghalang jalan-nya. Korrina sudah tidak bisa mengandalkan siapapun lagi, dia lebih memilih untuk melarikan diri agar buku itu bisa memerintahi-nya sekarang.
Korrina melayangkan sebuah tendangan ke arah perut-nya, tendangan itu tidak memberi dirinya efek apapun karena Shinku berada di level yang berbeda dengan Korrina. Shinku hanya bisa tersenyum jahat dan mencekik leher Korrina lalu mengangkat-nya ke atas hingga Korrina melepaskan Grimoire itu.
"Kesabaran-ku sudah habis, aku akan segera menghabisi semua-nya dan menciptakan sesuatu yang lebih layak...!" Shinku melempar Korrina ke depan dan ia segera mengambil buku itu lalu membuka-nya.
__ADS_1
"Halaman Terakhir...!!! Hancurkan-lah segala-nya yang berada di area Crimson---" Buku itu memancarkan cahaya biru tua hingga buku tersebut langsung membentuk Sabrina yang melayangkan sebuah pukulan ke arah wajahnya sampai Shinku terdorong ke belakang.
"A-Apa...!?" Shinku melebarkan matanya karena dikejutkan oleh Sabrina yang ternyata menyamar menjadi sebuah buku, Korrina yang tadi ia cekik mulai berubah menjadi Yuuna yang sedang tersenyum serius.
"Ti... Tidak mung---" Kuro langsung mencekik leher-nya dengan sangat erat dari belakang karena ia sekarang berhasil melarikan diri dari Hikari yang sudah berubah kembali menjadi aura Crimson.
Beberapa orang mulai mengepung Shinku agar ia tidak bisa menyerang Korrina yang saat ini tersenyum di atas selagi membaca buku itu, dengan waktu yang diulurkan oleh mereka semua... Korrina sekarang dapat menggunakan buku itu dan membaca semua kata-kata yang tercantum di dalam buku itu sehingga buku tersebut mulai mempercayai-nya sebagai pengguna baru-nya.
Rencana yang digunakan oleh Korrina untuk menjebak Shinku menggunakan Yuuna yang dapat berubah menjadi wujud apapun karena sihirnya ditambah lagi dengan Kakak-nya yang bisa berubah menjadi apapun karena sihir ilusi-nya.
Ketika Korrina berhasil mengendalikan buku itu, ia membaca semua yang terdapat di dalam buku itu hingga ia menemukan sebuah halaman yang mengatakan tentang lambang, lambang yang dapat menciptakan seseorang yang sama kuatnya dengan kita.
Korrina segera membatalkan sihir halaman itu, semua orang yang melawan seseorang yang sama kuatnya dengan mereka sendiri mulai berubah menjadi aura Crimson hingga Kuro langsung menyerang Shinku dan menahannya.
"Tidaaakkkkk...!!!! Tidaaaaakkkkk...!!! Hentikaaaann...!!!!" Shinku mencoba untuk melawan tetapi tidak bisa karena kedua lengan dan kaki-nya mulai diikat oleh Selvia, mereka semua mulai menggunakan sihir mereka untuk menahan Shinku agar tidak bergerak.
"Inilah yang kau dapatkan jika meremehkan semangat semua penduduk Touri...! Ini adalah kekuatan dari kebersamaan Mortal...!!!" Tubuh Korrina mulai dipenuhi dengan garis merah yang berwarna Crimson hingga kedua mata dan mulut-nya mengalirkan darah yang cukup deras.
"Alvin..." Tubuh Korrina mulai gemetar.
"...Ghifari. Mengambil alih... Kekuatan...!" Rambut Korrina berubah menjadi warna merah pekat serta rambut-nya mulai memanjang melebihi kedua kaki-nya lalu melayang di atas ketika ia mencoba untuk mempelajari sesuatu yang terdapat di dalam buku tersebut.
Grimoire itu mulai terbuka lebar dan berputar di atas kepala Korrina hingga memanggil banyak sekali pasukan Crimson yang mulai berperang melawan pasukan aliansi, semua pasukan itu mencoba untuk merebut buku itu tetapi Korrina menghapus mereka semua dengan hanyu menggerakkan jari telunjuk-nya.
"Halaman 91... Hapuskan... Kekuasaan untuk... Dewa Agung Shinku dalam... menggunakan Grimoire of Crimson!" Buku itu mulai membuka halaman ke 91 sampai Shinku melebarkan matanya dan apa yang di lihat itu mampu membuat dirinya ketakutan.
"...Bersiaplah." Tubuh Korrina mulai terbelit dengan tali merah yang muncul dari buku itu hingga kedua lengan dan kakinya mulai di tarik karena ia memaksakan dirinya untuk menjadi pemilik terhadap buku tersebut.
"Aku akan memberitahu kalian semua... Mengapa Mortal itu tidak boleh diremehkan...!!!" Korrina merapatkan gigi-nya.
__ADS_1