Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 614 - Welcome to Hell


__ADS_3

Neraka, tempat yang bisa di bilang ada untuk Touriverse juga, biasanya mereka yang sudah mengalami kematian akan mengalami kehidupan selanjutnya, entah itu di neraka atau surga, tergantung dengan apa yang mereka lakukan di dunia.


Tentunya neraka adalah tempat tinggal yang cukup mengerikan karena bisa di bilang sebagai kehidupan yang menyiksa selanjutnya.


Biasanya mereka yang memiliki riwayat kejahatan sampai melakukan banyak hal-hal buruk akan memasuki neraka untuk melaksanakan siksaan, setelah semua yang mereka lakukan di dunia terbalas dengan siksaan.


Mereka semua akan bebas dan tinggal di neraka, dapat melakukan apapun yang mereka inginkan seperti berlatih dan lain-lain. Intinya neraka adalah surganya bagi orang jahat juga karena mereka bisa terus bertambah kuat di dalam neraka.


Suatu hari, mereka mengharapkan sebuah keajaiban untuk di hidup kan kembali, hasil latihan mereka di neraka akan memberikan sesuatu yang cukup memuaskan untuk di lampiaskan.


Zoiru saat ini satu-satunya dewa agung yang nekat untuk memasuki neraka hanya untuk memberi Bamushi makanan, dia tidak begitu peduli dengan suasananya.


Hanya saja ia harus berhati-hati dengan penjaga dan pemilik dari neraka yang menjaga seluruh tahanan atau korban yang melaksanakan penyiksaan serta latihan.


Zoiru menyentuh tembok yang terasa sangat panas bahkan dapat melelehkan apapun sebelum satu detik berlalu, ia menoleh ke bawah dan melihat masih banyak sekali tangga yang harus ia lewati.


"Dalam sekali... jadi ini neraka, aku dapat merasakannya dengan jelas... terdapat banyak sekali orang yang aku kenal telah memasuki neraka."


Zoiru melompat ke bawah tanpa memedulikan tangga itu lagi karena sangat menghabiskan waktu, ia terus terjatuh selama satu jam dan akhirnya mendarat di atas lantai yang dipenuhi dengan duri tajam.


Kedua tapak kaki Zoiru menginjaknya dan ia tidak merasakan apapun, yang ia rasakan hanya menginjak lantai seperti biasanya, ia melihat pintu besar di hadapannya dengan beberapa penjaga yang sedang mengawas.


Semua penjaga itu segara mengarahkan senjata yang berbentuk seperti garpu neraka dengan tiga duri, Zoiru mengangkat kedua lengannya, mencoba untuk tidak berbuat masalah kepada para penjaga itu.


"Aku datang dengan damai... hanya untuk mengunjungi beberapa teman yang aku rindukan, biarkan aku memberikan rasa hormat itu."


Semua penjaga itu mulai mendekati Zoiru lalu menunjuk dirinya dengan garpu itu, ia hanya bisa diam sehingga suara yang terdengar misterius mulai memerintah mereka semua membiarkan Zoiru masuk.


"Biarkan dia masuk."


"Apa?! Kau serius, pangeran?! Dia adalah seorang dewa yang mencatat sejarah untuk memasuki neraka pertama kalinya..."


"Tidak apa, dia berbeda dengan yang lainnya, buka gerbang dan biarkan dia mengunjungi seluruh orang yang ia kenal."


Seluruh penjaga itu langsung menembak sebuah kobaran api panas melalui garpu itu ke arah gerbang untuk membukanya lebar.


"Terima kasih, kalian sangat menurut dengan suara itu..." Zoiru menundukkan kepalanya lalu ia berjalan masuk ke dalam neraka.


Neraka memiliki banyak sekali tingkatan ke bawah, berbeda dengan surga yang memiliki tingkatan tak terbatas ke atas dan Korrina sendiri berada di tingkatan tak terbatas itu.


Jika surga memiliki pemiliknya maka neraka juga sama tetapi tidak ada yang mengetahui siapa, intinya Zoiru mengetahui jelas bahwa suara tadi berasal dari pangeran neraka yang bernama Lucifer.


Kenalan dari Arata juga karena ia bisa merasakannya sendiri, Bamushi juga bahkan merasa kesal di dalam tubuh Zoiru ketika mendengar suara tadi karena ia ingin memakan semua dosa-dosa itu.


Zoiru melihat banyak sekali bangunan berdasarkan duri dan api, semuanya terlihat penuh dengan kekacauan dan bisa di bilang semua itu adalah surga baginya.


Zoiru melihat sebuah lubang besar di hadapannya, satu-satunya jalan untuk membawa dirinya menuju tingkatan neraka yang berbeda dan ia sendiri bisa melihat beberapa penghuni neraka yang mulai di siksa.


"Mereka semua melepaskan teriakan menderita... apa yang mereka lakukan akan di balas oleh itu tetapi setelahnya, mereka tidak akan pernah berubah." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.

__ADS_1


"Berlatih seperti biasanya... di neraka."


Tingkatannya saat ini menunjukkan bangunan yang di jadikan sebagai tempat tinggal atau istirahat untuk para penghuni neraka, ia juga sempat melihat sebuah restoran neraka yang menyediakan makanan berkaitan dengan nanah dan kebusukan.


Tingkatan paling atas saja sudah terasa sangat panas, tubuh Zoiru dipenuhi dengan keringat yang mampu memperkuat tubuhnya karena terus merasakan kehangatan yang membantu dirinya untuk berkembang.


Zoiru bisa merasakan banyak sekali keberadaan yang ia kenal, mungkin mereka tidak mengetahui Zoiru telah datang karena keberadaannya yang tidak bisa di rasakan.


Zoiru menghampiri bangunan itu untuk mengunjungi seseorang yang sangat ia kenal, ketika ia melewati jalan yang berdiri, dia bisa melihat banyak sekali penghuni neraka sedang bertarung.


Zoiru melihat salah satu bawahannya di siksa secara beregu oleh penghuni lainnya, ia melihat bawahannya di lempar ke dalam lubang yang bisa saja membawa dirinya ke dalam danau neraka yang sangat panas.


Untungnya Zoiru berhasil menyelamatkan dirinya dan menjatuhkannya di sebelahnya, ia menemukan beberapa korban yang dapat di jadikan sebagai makanan neraka pertama untuk Bamushi.


"Siapa...?" Ras Oather itu mulai menatap Zoiru dengan tercengang ketika melihat tuannya datang tanpa memberi tanda apapun.


"Dewa... dewa Zoiru...!" Oather itu bersujud kepada Zoiru untuk meminta maaf kepada dirinya yang sudah gagal membantu bangsa Iblis dan Rxeonal dalam mengalahkan Legenda.


"Tidak perlu takut seperti itu, aku sendiri salah membiarkan beberapa bawahanku mengikuti seorang raja yang tidak berguna." Zoiru menoleh ke depan dan melihat beberapa wajah tidak asing.


"Wah, wah, wah... seorang Dewa agung masuk neraka, bukannya itu memalukan, Shinku?" Tanya Zoiru kepada Shinku yang berada di belakang kelompok iblis itu.


"Zoiru... sialan... kenapa kau datang ke neraka?" Tanya Shinku dengan tatapan kesal.


"Kenapa harus menanyakan hal seperti itu? Bukannya lebih baik jika kita membahas kenapa kau kalah oleh seorang gadis kutukan itu?" Zoiru tersenyum mengejek Shinku sampai membuat dirinya kesal.


"Tidak bisa... aku ingin menikmati neraka ini sebagai seseorang yang masih hidup dan..." Zoiru menatap orang asing lainnya.


"Rxeonal... kau badut, kau ternyata kalah walaupun sudah mengumpulkan banyak pasukan." Zoiru mengerutkan dahinya, merasa kecewa kepadanya.


"Berisik... jika kau tidak pernah merasakannya maka jangan berbicara seolah-olah kau benar-benar jago."


"Aku yakin Shiratori Shira akan menendang bokong dirimu, aku mendukungnya..." Untuk pertama kalinya Rxeonal mendukung Shira untuk bisa mengalahkan dewa brengsek sepertinya.


"Shiratori Shira? Hmm... ya... aku juga tertarik untuk bertarung dengannya tetapi ia sudah tidak ada, apa yang aku dapatkan jauh lebih baik..."


"...aku berhasil menghapus Yuusuatouri palsu tanpa masalah." Perkataan Zoiru membuat mereka semua tercengang.


"Apa...!? Tidak mungkin... sejak kapan kau tertarik dengan melakukan kehancuran dan pemberontakan?!" Tanya Shinku.


"Aku tidak tertarik dengan hal itu... tidak seperti kalian yang sudah memberontak dan menghancurkan Touri, kalian masih saja kalah, menyedihkan." Zoiru mulai menertawakan mereka.


Mereka semua langsung merasa kesal kepada Zoiru, rasa kesal itu membangkitkan keberanian besar untuk membunuh Zoiru karena di neraka mereka tidak akan bisa mati, lebih tepatnya abadi untuk selamanya.


"Rxeonal... penampilan setengah tubuhmu itu cukup menakjubkan. Mungkin Shira telah menghapus keberadaan dirimu setengah ya..."


Zoiru melihat setengah tubuh dari Rxeonal di ciptakan melalui batu neraka yang ia jadikan sebagai tubuh lainnya, dia juga sempat melihat tubuh Shinku dipenuhi dengan garis merah bekas dari serangan Grimoire.


Semua penghuni neraka memiliki bekas luka yang mereka dapatkan ketika hidup, Shira berhasil menghapus setengah tubuh Rxeonal dan mengalahkannya.

__ADS_1


Korrina menggunakan Grimoire untuk menghancurkan Shinku dengan menggunakan halaman yang cukup mematikan sampai tubuhnya dipenuhi dengan garis merah sekarang.


"Kalian memang menyedihkan... sungguh mengecewakan juga. Itulah kenapa kalian membutuhkan latihan dan pengalaman..." Zoiru menghela nafasnya.


"Aku ingin mengumpulkan semua pasukan Oather yang kau bawa, Rxeonal. Aku menyesal memberikannya kepadamu..." Tatap Zoiru tajam sampai Rxeonal terjatuh di atas tanah.


"Sudah cukup dengan omong kosong mu, dewa sialan! Cepat bunuh dia sekarang juga agar ia bisa merasakan neraka sebagai kehidupan kedua---"


Rxeonal tercengang ketika melihat semua pasukannya sudah kalah, mereka semua masuk ke dalam lubang yang cukup dalam dan mendarat di dalam sungai berapi itu.


"Pasukan apa, Rxeonal?" Zoiru tersenyum serius.


"Badut sepertimu tidak pantas untuk mendukung tapir seperti mereka." Zoiru tidak perlu menggerakkan tubuhnya untuk mengalahkan semuanya, posisi tetap di tempat asalnya.


Shinku bahkan terkejut melihat semua pasukan Crimson nya kalah begitu saja dengan tubuh mereka yang Zoiru mutilasi tanpa melakukan pergerakan apapun, semua tubuh itu tertusuk dengan gunung yang berbentuk duri tajam.


"Kalian menghabiskan waktu yang menyenangkan ya... berlatih di dalam neraka ternyata boleh juga." Zoiru tersenyum serius.


"Aku memiliki banyak samsak tinju yang tidak dapat hancur, bukannya begitu, prajurit?" Tanya Zoiru kepada bawahannya.


"Itu benar, dewaku..."


"Tenang saja, prajurit, kau tidak perlu takut karena aku tidak akan membunuh atau menghukum dirimu atas kegagalanmu."


"Jika kau sudah resmi menjadi bawahanku maka kegagalan tidak akan membuatku kecewa, semuanya pasti akan merasakan kegagalan..."


"...tetapi kau harus ingat dari kegagalan itu dan tetap mempelajari sesuatu untuk bisa membalas kegagalan dengan kesuksesan." Zoiru menatap Shinku dan Rxeonal.


"Brengsek kau, Zoiru...!!!" Rxeonal melesat ke depan tetapi kedua kakinya langsung hancur ketika mencoba untuk mendekati dirinya.


Shinku tercengang ketika melihatnya, ia pertama kalinya melihat seorang dewa agung sepertinya bertarung tanpa melakukan pergerakan apapun.


"Apa...?" Rxeonal menoleh ke atas, melihat Zoiru berdiri tegak selagi menunjuk Rxeonal menggunakan telunjuknya.


"Siapa bilang badut seperti dirimu di izinkan untuk datang menghampiri diriku." Telunjuknya melepaskan laser yang mulai menusuk tubuh Rxeonal lagi dan lagi.


"AAGGGGHHHHHH!!!"


Laser yang begitu tipis dan tidak bisa terlihat karena terlalu kecil mampu membuat Rxeonal kesakitan sampai ia melepaskan teriakan keras, jika saja ia tidak berada di neraka maka satu laser itu sudah dapat membunuhnya.


"Shinku..."


"...apakah badut sepertimu ingin mendekatiku juga?"


"Ck..." Shinku mengepalkan kedua tinjunya.


Zoiru menginjak kepala Rxeonal, "Raja iblis ya? Keagungan dirimu bagaikan seekor badut yang menikmati lumpur..."


"...Rxeonal!"

__ADS_1


__ADS_2