
Semua orang terlihat histeris ketika menyaksikan kematian dari temannya, Kou bisa melihatnya dan sepertinya ia terlambat dalam menyelamatkan temannya karena kedua telinganya masih berdenyut sehingga denyutan itu mengganggu pikirannya itu. Kou melebarkan matanya ketika ia mengetahui sesuatu yang janggal, ia melihat beberapa temannya yang terlihat kesal sampai mereka ingin menyerang secara bersamaan tetapi jam pasir itu melancarkan sihir penghentian waktu tanpa henti sehingga mereka tidak bisa bergerak.
Hanya Kou saja yang bisa bergerak, saat ini Kuharu tertawa terbahak-bahak karena di wilayah waktu itu, bisa disebut dia tidak akan terkalahkan karena sihir waktu. Okaho bisa mendengar dan melihatnya, ia juga berusaha untuk melepaskan efek sihir waktu itu dan berhasil tetapi pergerakannya terasa sangat lambat sehingga ia mulai mengeluarkan kubus waktu lalu mencoba untuk mencari lokasi Haruka yang pergi entah kemana.
Kou mulai menggenggam tangan Okaho sehingga ia menatap Kou yang terlihat sudah membaik, dengan membaca pikiran Kuharu secara sepenuhnya, sekarang Kou mengerti apa yang harus ia lakukan sehingga Okaho bisa melihat wajah Kou yang dipenuhi dengan harapan bahwa ia merencanakan sesuatu. Sekarang ia hanya perlu mengikuti apa yang terdapat di dalam pikirannya karena ia mempercayai seorang penerus Korrina Comi.
"Ingatlah ini, keturunan Comi! Kalian tidak akan bisa melakukan apapun dengan seorang dewi agung yang sudah menguasai sihir waktu! Aku adalah segalanya... aku adalah waktu itu sendiri dan bersiaplah untuk punah kalian, keturunan Co---" Kuharu melebarkan matanya ketika ia melihat Minami yang melayang di sebelah-nya dengan kedua matanya yang terlihat sangat merah, Minami dengan cepat langsung mencakar wajah Kuharu sampai ia terlempar ke belakang.
Okaho tersenyum ketika melihat Minami ternyata masih hidup, itu semua karena ia mempercayai Kou yang memberitahu dirinya untuk tetap tenang di situasi seperti ini dan kembali mengurusi Kuharu yang palsu itu. Kou meminta Okaho untuk memberitahu mereka semua bahwa Kuharu yang asli saat ini sedang di urus oleh Minami, mereka mulai mengerang penuh dengan semangat lalu melawan Kuharu dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki.
Sihir waktu itu dapat dihentikan dengan mudah oleh Kou karena ia membantu dari belakang, pikirannya kembali stabil dan rasa sakit yang ia rasakan mulai hilang. Saat ini Kuharu sedang dihajar secara habis-habisan oleh Minami yang bergerak secepat cahaya, Kuharu tidak bisa melakukan apapun dan sihir penghentian waktunya dapat di lampaui dengan mudah oleh seekor kucing yang memiliki penampilan seperti Manusia.
Harga diri Kuharu turun drastis ketika seorang Mortal dan gadis yang menjelang remaja berhasil mengalahkan dirinya dan menghajar dirinya seperti itu, Kuharu melakukan lompatan waktu tetapi Minami berubah cahaya sehingga Kuharu tidak mengetahui kemana ia pergi sekarang, lompatan waktu itu berhenti dan Minami menyambut dirinya dengan cakar emas singa yang menyelimuti tapak kanannya sehingga cakar itu langsung melukai Kuharu dan melempar dirinya ke belakang.
Kuharu mengembalikan waktu tetapi Minami langsung menyambut dirinya dengan beberapa serangan cakar karena ia mengetahui kemampuan dari pengembalian waktu dimana kemampuan itu hanya membuat si pengguna kembali ke tempat asal dimana mereka terluka dan terkena serangan yang sangat fatal. Kuharu sekarang sadar bahwa ia meremehkan potensi seorang Neko Legenda yang benar-benar agresif ketika mengamuk dan serius.
Kuharu bisa melihat kedua mata Minami masih berwarna merah pekat, itu artinya dia berada di mode [Rage Mode] kemampuan yang dapat mengubah Minami menjadi makhluk buas. Kuharu benar-benar tidak mengerti ketika Minami bisa bertahan ketika menerima serangan fatal tadi, ia melihat secara langsung bahwa jantung yang ia miliki hancur oleh dirinya.
Minami terus menghajar Kuharu dan sihir waktunya mendadak tidak berguna ketika dibandingkan dengan sihir cahaya yang mematikannya itu, bantuan dari Rage Mode benar-benar membuat pengalaman bertarung Minami bertambah sampai ia sekarang memiliki pikiran yang sama seperti seorang Legenda yang mahir dalam pertarungan apapun. Minami mencakar wajah Kuharu lalu ia menendang-nya sampai ia terlempar menuju daratan.
__ADS_1
Golden Minami menyambut Kuharu dari bawah lalu ia menusuk perutnya dan melemparnya ke depan sehingga Minami yang asli mulai menunjuk ke depan sehingga sembilan Golden Minami mulai berubah menjadi singa emas yang menyerang Kuharu secara bersamaan dengan serangan kombinasi yang sangat mematikan. Minami memejamkan kedua matanya sehingga ia melepaskan cahaya yang mulai membentuk seekor singa berukuran raksasa.
Okaho bersama yang lainnya tercengang ketika melihat kemampuan Minami yang satu ini benar-benar mengerikan, Kou bertepuk tangan sambil melompat-lompat ketika ia melihat Minami yang dapat mengakses wujud raksasanya yang dicampur dengan cahaya. Singa raksasa itu mulai menghantam tubuh Kuharu sampai daratan dan ia segera menggunakan sihir lompatan waktu tetapi gagal karena tubuhnya yang terikat dengan cahaya emas.
Mengembalikan waktu saja tidak bisa karena ia kembali menuju posisi dimana ia mengenai cahaya emas dari singa raksasa itu sehingga tubuhnya mengalami penarikan gravitas yang sangat besar dan berakhir di tapak singa itu, Minami melayang keluar melalui puncak kepala singa raksasa itu sambil menyilangkan kedua lengannya dan ia menggunakan sebuah jubah emas serta mahkota emas, terlihat seperti ratu hewan.
"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya keadilan... seorang Neko Legenda yang akan membawa cahaya keadilan menuju masa depan, ada yang bangkit... tetapi itu bukan keadilan melainkan cahayaku yang bangkit untuk mencari kedamaian! Ada yang bulat... tetapi itu bukan tekad melainkan sebuah matahari yang menyinari malam hari..." Minami seperti biasanya mengatakan sesuatu yang ada di khayalan-nya, ia mengatakannya sambil menutup mata kirinya menggunakan tapak kanannya sambil melakukan gaya yang terlihat aneh.
Okaho menepuk wajahnya sendiri karena Minami masih sempat melakukan khayalannya seperti itu ketika berhasil mengalahkan musuh utamanya, Hana bersama yang lainnya langsung bertepuk tangan karena seluruh versi Kuharu itu saat ini sedang memukul diri mereka sendiri karena penolakan pikiran yang mereka alami. Kou ingin mereka semua melihat aksi Minami yang benar-benar keren.
"...cahaya keadilan itu indah, panjang tetapi tidak sepanjang tiang! Kepanjangan cahaya... cahaya ilahi yang akan menyinari seluruh dunia! Dengan ini aku, Shiratori Minami, memiliki sebuah mimpi untuk menjadi sang Legenda pengabdi cahaya keadilan!!!" Minami menunjuk Kuharu menggunakan kedua jarinya, Kuharu tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap singa raksasa itu dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia kalah oleh seorang gadis yang suka berkhayal.
"JUSTICE!!!" Mulut singa raksasa itu terbuka dengan sangat lebar lalu meluncurkan gelombang cahaya emas tebal dan besar yang mengenai tubuh Kuharu, gelombang itu langsung meledak ketika mengenai daratan sehingga Lenergy dan tenaga Minami langsung habis karena mengerahkan seluruh kemampuan serta potensi yang ia miliki di dalam dirinya.
"Hah... hah... hah... ternyata Ibu benar... itu bukan mitos..." Kata Minami sambil mengusap keringatnya, ia bisa melihat tubuh Kuharu yang berubah menjadi debu ketika menerima serangan cahaya itu tetapi...
Lambang jarum jam mulai muncul di sekitar mereka semua sehingga waktu yang berjalan di Realm of Time mulai mundur dengan sangat cepat sehingga mereka tidak bisa mengendalikan pengunduran waktu itu dan Kou bisa melihatnya karena ia melihat seluruh kejadian di sekitarnya mengalami pengunduran juga sehingga mereka kembali ke situasi dimana kubus waktu yang besar itu akan menyambut mereka semua.
Kou membiarkan kejadian ini terjadi karena ia memiliki sebuah rencana, pengunduran waktu berjalan kepada seluruh makhluk yang berada di wilayah waktu sehingga waktu kembali seperti semula dimana Okaho berada di paling depan dan melihat kubus waktu besar itu melesat menuju arah mereka semua. Kali ini Kou mengontrol pikiran mereka untuk tetap diam dan jangan melakukan pergerakan apapun sehingga Okaho melebarkan kedua matanya lalu ia menatap Kou.
__ADS_1
"K-Kou!?"
BAAAMMM...!!!
Kubus waktu yang besar itu mengenai mereka semua sehingga tubuh mereka langsung diselimuti dengan kubus waktu yang memisahkan tubuh mereka secara satu per satu, "O-Okaho!? A-Apa yang t-terjadi...!?
Asriel terkejut ketika melihat kedua lengannya menghilang secara satu per satu sehingga seluruh tubuhnya langsung menghilang begitu saja, mereka semua mengalami peristiwa yang sama sehingga Okaho hanya bisa diam sambil menatap Kou yang perlahan-lahan ikut menghilang.
"Aku percaya..."
Swooossshhh...
Kubus waktu yang besar itu mulai mengecil dan melesat menuju arah Kuharu sehingga ia langsung tersenyum sinis dan tertawa terbahak-bahak bahwa ia berhasil untuk menjebak mereka semua di masa lalu, kubus waktu itu langsung ia masukkan ke dalam dirinya karena sekarang ia hanya perlu mengubah seluruh kubus waktu itu menjadi warna hitam agar ia bisa mendapatkan kekuatan waktu segalanya itu.
"aku tidak menyangka bahwa kemampuan yang aku sembunyikan gratis...!" Kata Kuharu sambil menutup mata kirinya yang mengeluarkan banyak darah, pupil mata kanannya melambang jarum jam yang berputar dengan sangat cepat sehingga ia tidak bisa mengontrolnya.
"Kita lihat saja nanti..."
"...apakah kalian bisa bertahan di dalam kubus waktu dengan waktu yang akan menghilang secara perlahan...?"
__ADS_1