Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 622 - Kumpulan Dosa dari Berbagai Masa


__ADS_3

Zoiru merasa kekuatan besar yang terus mengalir di dalam tubuh Arata, kali ini serangan yang akan ia lakukan bisa saja membunuh dirinya atau menghentikan kemampuan reinkarnasi yang ia miliki.


Setiap dosa berkumpul dan mengalir di dalam tubuh Arata sampai memberikan dirinya kekuatan penuh tanpa batasan apapun, simbol tujuh dosa yang besar itu mulai memancarkan berbagai macam cahaya di belakang Arata.


Semua pasukan berhenti seketika melihat simbol itu memiliki ukuran besar yang melebihi alam semesta, kali ini Arata akan mengerahkan semuanya untuk mencegah Zoiru untuk tidak melakukan apapun.


"Arata..." Ophilia hanya bisa diam selagi menatap Arata, ia mulai memegang erat tangan kanannya untuk memohon agar dirinya bisa selamat menerima semua kekuatan itu.


"Aku tidak menyangka kau akan memiliki kekuatan sebesar ini, Arata..." Shizen terkejut ketika melihatnya, Arata terus fokus mengumpulkan semua dosa itu sampai kedua bilah pedangnya diselimuti dengan aura.


Aura merah yang berlapis-lapis sampai ia terus mengontrolnya penuh karena kekuatannya sekarang dapat membunuh siapa pun jika ia tidak mengendalikannya, semua kekuatan itu hanya difokuskan kepada Zoiru.


"Aku tidak mengerti apa yang ingin kau coba lakukan... deklarasi perang dan pembangkitan Bamushigaru..."


"...kesalahan yang fatal untuk menghadapi kami, bangsa Legenda yang bisa disebut sebagai ras prajurit yang akan terus menciptakan sejarah baru!"


Arata berbicara dengan suaranya yang menggema, tubuhnya mengeluarkan banyak darah segar ketika menerima semua kekuatan dosa besar itu.


"Wah, wah, lihatlah dirimu. Dosa sebesar ini mungkin dapat menciptakan sebuah tempat yang nyaman di neraka bagimu." Zoiru tersenyum serius.


"Ya... dari awal aku sudah mengetahuinya dengan jelas, aku tidak akan bisa merasakan surga, neraka adalah tempat tinggal terakhirku!" Kata Arata.


"Hohhh... Shimatsu Arata, kau memang Legenda yang sangat menakjubkan. Aku tidak menyangka akan melihat kekuatan penuh juga potensi asli dari tujuh dosa besar!" Zoiru menyilangkan kedua lengannya.


"Semuanya murni... lihatlah hasil dari usaha yang kau lakukan sejak awal, titik nol dapat berubah menjadi titik segalanya melalui kerja keras, bukannya begitu, Arata?" Zoiru tersenyum serius.


Zoiru mulai menganggap Arata sebagai Legenda dan Mortal terkuat yang ia hadapi, bukan itu saja tetapi ia sudah mendapatkan banyak kehormatan dari dirinya yang memiliki harga diri tinggi.


Biasanya semua ras dan bangsa akan ia panggil dengan sebutan badut tetapi Arata beda, ia memanggil dirinya dengan nama lengkap karena ketertarikan dirinya ketika melihat kekuatan penuh Arata yang langsung di lepaskan.


Zoiru melepaskan beberapa laser melalui jari-jarinya tetapi semua laser itu meledak sebelum mengenai tubuh Arata karena bantuan Shizen yang memasang sihir ledakan.


Yuuna melepaskan beberapa arwah untuk menahan Zoiru, semua arwah itu merasuki tubuhnya dan mencoba untuk mencegah dirinya agar tidak mengganggu pengumpulan kekuatan Arata.


"Percuma saja kalian membantu Shimatsu Arata... Walaupun kau dapat bantuan, kalian tidak lebih dari batu kerikil untukku..." Zoiru menghela nafasnya sampai menjatuhkan Shizen dan Yuuna.


Tekanan melalui nafasnya sangat besar bahkan bisa saja menghancurkan planet dalam sekejap, Arata bisa merasakan tubuhnya tertekan dan kedua penglihatannya mulai buram.


Tubuhnya berjalan tidak stabil ketika semua dosa itu mengalir ke dalam tubuhnya, menanggung semua dosa berbeda sampai jantungnya berdetak cepat dan kemungkinan ia tidak bisa selamat jika terus mengumpulkan kekuatan itu.


Tetapi Arata tidak ingin menghabiskan waktu dengan menyerang Zoiru lagi dan lagi tanpa mengenai serangan apapun, ia ingin mengakhirinya sebelum Zoiru melakukan sesuatu yang buruk.

__ADS_1


"Aku tahu... kau memiliki banyak kartu as dan rencana yang disembunyikan di balik punggung atau bahu itu..." Kata Arata dengan kedua matanya yang mengeluarkan darah hitam.


"Tetap saja, Arata... kau sudah mengerahkan semua yang kau miliki tetapi tidak ada perbedaan sama sekali, perbatasan kekuatan dirimu dan diriku sangat jauh." Zoiru tersenyum serius.


"Apa yang kau katakan itu benar... tetapi sebagai bangsa Legenda dengan penuh kebanggaan, keturunan Shimatsu yang menyukai perang dan pembantaian..."


"...aku akan bertarung, kematian tidak menakuti diriku atau aku sendiri tidak peduli dengan istilah tersebut. Apa yang aku pedulikan adalah harga diriku yang sudah besar..."


"Dan Legenda tidak akan pernah mati, Zoiru, arwah mereka akan hidup di hati semua orang yang mengetahui sejarahnya." Arata mengayunkan kedua pedangnya dengan kemah sehingga tubuh Zoiru terbelah menjadi dua.


Bahkan kedua pedang itu juga mampu membuka celah dimensi sebesar galaksi di belakang Zoiru walaupun Arata melakukannya dengan lemah.


"Menarik..." Tubuh Zoiru kembali bersatu, ia menoleh ke belakang dan melihat celah itu menunjukkan semesta dari masa alternatif.


"Pedangmu dapat menebas apapun sekarang... apapun itu, tidak ada yang bisa di tebas oleh pedang itu. Bahkan istilah dengan membunuh diriku tidak akan benar-benar membunuh..."


"...semuanya mutlak akan mati karena tebasan itu." Zoiru tersenyum serius tetapi ia tidak merasa takut melainkan keseriusannya bertambah melihat mortal yang sekuat dirinya mampu menghancurkan semua kemustahilan.


"Ini adalah kerja keras yang aku lakukan sejak kecil, Zoiru... Shimatsu Arata dengan harga dirinya sebagai bangsa Legenda!" Arata memegang erat kedua pedangnya.


"Kenapa, Shimatsu Arata? Jelaskan kembali apa yang kau inginkan... kenapa kau bertarung dan harga dirimu sebagai Legenda itu apa?" Tanya Zoiru.


"Lebih baik mati di tangan para Dewa dari pada di perbudak oleh dewa itu sendiri... itu saja yang aku ingin katakan dan tentunya Zoiru..." Kulit Arata mulai terkupas, tidak bisa menahan lebih banyak dari kekuatan itu.


"Hmph! Menarik!!! Shimatsu Arata, ini yang aku nantikan darimu!!!" Zoiru meninju kedua tinjunya dan terus mengganggu konsentrasi Arata dengan melepaskan beberapa laser.


Semua laser itu di tahan oleh makhluk sihir yang Ophilia ciptakan, Arata terus mengumpulkan semua dosa itu yang tidak memiliki batasan apapun, ia melakukannya sampai dirinya sekarat dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Sisanya bisa diserahkan kepada Kuro yang sudah siap untuk melawan Zoiru, gangguan Zoiru sebenarnya bisa di jadikan sebagai motivasi pertahanan Arata, apakah tubuhnya dapat menstabilkan semua kekuatan dari dosa itu.


Zoiru terus menyerang bahkan ia sampai melepaskan beberapa laser yang mengarah langsung ke dalam jantung semua makhluk sihir itu.


Shizen maju ke depan dan melepaskan sebuah ledakan tetapi Zoiru mengayunkan lengannya sampai dirinya terhempas ke arah lain dan terjatuh di atas tanah dengan pasukan Oather yang mengepungnya.


"Jangan coba-coba untuk mengganggu!" Seru Yuuna yang mulai maju ke depan lalu melepaskan arwah berbentuk tengkorak ke arahnya.


Zoiru menyentil langit-langit sampai Yuuna terhempas ke belakang, Arata membutuhkan waktu sebanyak-banyak untuk mengumpulkan semua kekuatan itu.


Kou meminta beberapa Legenda mahir untuk mengulurkan waktu sampai Arata dapat menggunakan semua kekuatan yang ia inginkan sampai kesadaran dirinya hilang.


"Seperti biasanya, Zoiru... aku tidak akan membiarkan dirimu lewat!" Ophilia mengeluarkan Phoenix melalui punggungnya sehingga makhluk itu mulai menyerang Zoiru.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan tetap melayang di posisi ini dan kalian lakukan apa saja... dengan risiko kematian tentunya." Zoiru menyilangkan kedua lengannya, tubuhnya menerima semua serangan dari Legenda lainnya.


Zoiru terus menyerang Arata tetapi semua serangan itu berhasil di tahan lagi dan lagi oleh yang lainnya, Kou mulai mendekati Arata dan zirahnya dapat menetralkan semua kumpulan dosa itu.


"Arata, kau membutuhkan berapa waktu untuk menahannya...?" Tanya Kou.


"Selama mungkin jika bisa... hanya menunggu kesadaran diriku hilang dan Kuro akan menggantikannya..." Arata menatap Kuro dengan kedua tatapannya yang terlihat mati.


"Tolong, Kou... jika bisa... keluarkan perisai yang mampu melindungi semua pasukan Legenda... perkuat Heaven's Gate itu karena aku tidak dapat membawanya ke dalam dimensi ku..." Kata Arata dengan suara lemasnya.


"Aku mohon, jangan mengorbankan dirimu, aku akan menyembuhkanmu secepat mungkin." Kata Kou.


"Tenang saja... kau tahu sendiri dengan istilah Legenda Never Dies dan Last Stand... semuanya akan berjalan lancar..." Arata tersenyum serius.


Kou mengangguk lalu ia membuka kepala bagian zirahnya agar ia dapat memancarkan cahaya surga melalui kedua matanya untuk memperkuat semua Heaven's Gate dan bahkan tubuh setiap pasukan Legenda mendapatkan berkah dari cahaya surga.


Kou sebelum perang di mulai mendapatkan banyak berkah surga dari Honoka dan Haruka, semua energi surga mereka di masukkan ke dalam tubuh Kou agar ia bisa melakukan apapun.


"Perisai surga sudah di aktifkan... semua serangan akan berjalan netral dan menguntungkan untuk bangsa Legenda." Peringat Tech.


"Bagus!" Kou tersenyum serius, tubuhnya masih terasa bugar walaupun melepaskan sihir surga dalam skala yang sangat besar.


Berkat bantuan dari Haruka dan Honoka semuanya berjalan lancar sehingga ia sempat menggunakan Omniscient untuk mencari tahu sampai kapan ia dapat bertahan dan ternyata cukup lama juga.


"Arata, semuanya sudah aman! Kau tidak akan melukai siapa pun kecuali wilayah ini dan Zoiru." Kou memasang kembali kepala zirahnya.


"Kou Comi... Shimatsu Arata... apakah kalian tidak merasakan ironis yang besar?" Tanya Zoiru selagi menyilangkan kedua lengannya, tubuhnya menerima banyak serangan tetapi serangan itu tidak melukainya sama sekali.


"Aku tahu... Shimatsu dulunya adalah musuh terbesar Comi tetapi sekarang berbeda, kami memiliki ideal dan harga diri yang sama..." Kata Arata dengan tatapan serius.


"...tidak semua musuh dapat berubah, Zoiru. Dan diriku sebagai keturunan Comi membalas semua kerugian itu dengan sesuatu yang lebih positif!" Seru Kou sehingga ia memerintah Tech kembali.


"Tech, aktifkan kristal waktu dan percepat waktu untuk Arata agar prosesnya bisa cepat selesai!" Seru Kou.


"Kristal waktu di aktifkan..." Peringat Tech, Kou menunjuk Arata sehingga lengan kanannya mengeluarkan sirkuit waktu yang mempercepat waktu untuk Arata.


"Ya... terasa lebih cepat---" Arata melebarkan kedua matanya ketika melihat Zoiru menguap dan tidak sengaja melepaskan gelombang hijau ke arahnya.


Arata yakin bahwa serangan lemah gelombang itu dapat menghancurkan proses pengumpulan dosa itu tetapi ia melihat Kou melayang di hadapannya.


"Tech!"

__ADS_1


"Siap digunakan!!! Nyonya, sekarang!!!" Seru Tech keras.


"Counter-Reality!!!"


__ADS_2