Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 190 - Penuh dengan Misteri


__ADS_3

"T-Tidak mungkin... Ibu angkat...?! Apa maksud-mu...!? Bagaimana bisa kau memiliki nama marga keluarga-ku!" Seru Rokuro sambil menunjukkan ekspresi yang kesal, dia benar-benar tidak menerima fakta bahwa Methode adalah ibu angkat-nya dan ditambah lagi dia memiliki marga yang sama yaitu [Shimatsu].


"Rokuro... Masih banyak misteri yang kau belum ketahui, salah satu-nya adalah dimensi dan alam semesta alternatif, dunia yang kita tempati dipenuhi dengan misteri hingga dewa dan dewi sendiri tidak akan bisa mengetahui apapun dibalik misteri tersebut." Haruka memejamkan kedua matanya, tidak ada pilihan lain selain menjelaskan hal itu kepada Rokuro yang terlihat kebingungan.


"Methode adalah anak dari Shiratori Shira, itu artinya dia itu hampir sama seperti Minami, yang membedakan-nya adalah yang ini waras dan yang satu-nya lagi tidak waras karena dia sering mengkhayal...."


"...kita tinggal di sebuah dimensi yang bisa dicap sebagai asli bagi dewa segala-nya sedangkan mereka berdua berasal dari dimensi palsu... dulunya aku pernah tinggal bersama mereka bertahun-tahun hingga sebuah konflik datang dan aku tidak memiliki pilihan lain selain kabur ke dimensi ini." Apa yang Haruka katakan mampu membuat Methode dan Virra merasa kesal karena kepergian-nya mampu membuat dimensi palsu dipenuhi dengan konflik yang sangat berbahaya.


"Dimensi palsu dan asli...? Itu artinya gadis satu ini menikah dengan Ayah yang berada di dimensi palsu itu!?" Seru Rokuro sambil menunjuk Methode.


"Itu benar... Dia bisa disebut sebagai ibu angkat-mu, Rokuro." Jawab Haruka.


Rokuro melepaskan dorongan yang besar ketika mengetahui tentang dimensi palsu itu, ia mulai berpikir bahwa dimensi itu bisa saja membawa kehancuran untuk dimensi yang ia berada saat ini... tidak ada pilihan lain selain bertarung, bahkan melawan ibu angkat-nya sendiri yaitu Methode.


Sementara Methode dan Virra, mereka tidak menyangka bahwa anak Arata yang berasal dari dimensi ini akan memiliki kekuatan hebat seperti ini di usia sekecil itu. Kekuatan Rokuro meluap-luap bahkan sekarang telah menembus melebihi tingkat batasan-nya, Haruka menunjukkan ekspresi yang terlihat serius ketika Rokuro mencoba untuk menghancurkan batasan-nya.


"Hentikan sekarang juga, Rokuro...! Jika kau memaksakan diri-mu maka kerakusan-mu bisa saja memakan tubuh-mu itu, kau bisa saja terbunuh!!!" Seru Haruka.


Rokuro tidak memberikan Methode kesempatan untuk melihat kecepatan-nya karena Rokuro muncul tepat dihadapan hingga mata Methode terbuka lebar, tidak sempat untuk menyambut diri-nya dengan serangan... Rokuro melancarkan sebuah pukulan keras yang  tepat bersarang pada tubuh-nya hingga terpental ratusan meter ke belakang serta menghancurkan gunung besar yang ada di belakang-nya.


"Haruka... Jelaskan kepada-ku, kenapa kau pindah ke dimensi sialan ini!? Bantu-lah tempat asal-mu itu!" Virra mencoba untuk membawa Haruka pulang tetapi ia menggelengkan kepala-nya, "Maaf... tempat asal-ku bukan dimensi asli dan palsu itu, kau masih belum mengerti sepenuhnya tentang diriku yang asli, adik kecil."


Haruka berubah menjadi wujud remaja-nya lalu ia menghentikan waktu selama satu menit untuk melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Virra, tetapi Virra berhasil menahan semua serangan itu berkat bantuan dari Saint Multiversal yang mengartikan bahwa Virra dapat menggunakan kekuatan Saint apapun termasuk [Saint Time].

__ADS_1


"Potensi-mu itu cukup hebat, aku terkesan kau bertambah kuat lebih dari sebelum---" Virra melebarkan matanya hingga partikel merah mulai menyerang tubuh Haruka dan menciptakan lubang-lubang kecil di tubuhnya hingga darah mengalir keluar dari lubang-lubang itu.


"A-Acckk---" 


Virra tidak memberi dirinya kesempatan untuk menggunakan sihir waktu karena ia menghancurkan sihir waktu tersebut menggunakan sihir [Saint Reality], dia mengubah realitas semau diri-nya bahkan sihir waktu Haruka di wujud remaja-nya itu tidak dapat membuat dirinya terluka.


Virra menghantam wajah Haruka menggunakan lutut-nya lalu ia melakukan salto ke depan hingga wajah Haruka tertendang oleh Virra dan membuat dirinya terdorong ke belakang dengan ekspresi yang kesal, ketika Haruka mencoba untuk menggunakan lompatan waktu... Virra segera menghancurkan-nya menggunakan sihir realita tetapi kedua mata Haruka menunjukkan jarum jam yang bergerak mundur.


"Ck... Kau sepertinya dapat menggunakan-nya tanpa mengenal batasan ya, sihir realita-ku masih belum bisa aku kuasai sepenuh untuk bisa mengalahkan diri---" Haruka melebarkan matanya, ia menggunakan sihir lompatan waktu untuk melompat satu menit kemudian lalu ia menjalankan waktu kembali dengan menendang kepala bagian belakang Virra.


"Uhuggghhh!!!" Seluruh tubuh Virra terasa seperti diserang oleh pukulan bertubi-tubi oleh Haruka karena ia berhasil menggunakan lompatan waktu itu tanpa diganggu oleh sihir realita-nya, Virra melepaskan Final Shine Attack ke arah Haruka dan Haruka mulai melakukan hal yang sama.


Methode terlihat terkesan dan juga murka ketika mengetahui kekuatan dan potensi Rokuro itu melebihi anak-nya yang bernama [Shimatsu Araku], "Kau hebat juga... anak-ku sendiri mungkin akan kalah ketika melawan diri-mu."


"Sepertinya kau sudah memiliki anak dengan Ayah-ku ya...!!!" Seru Rokuro keras hingga menyerap semua api hitam milik Methode lalu ia jadikan sebagai sumber kekuatan besar di tinju kanan-nya.


"A-Apa...!?"


"Ayah-mu mengajarkan ini kepada diri-ku juga... tapi aku tidak bisa menggunakan-nya terlalu lama!" Methode mendorong Rokuro mundur menggunakan api yang ia sembur dari dalam mulut-nya.


Methode tanpa menghabiskan waktu lain-nya langsung melesat maju menyerang Rokuro yang berada di ujung area. Dia melancarkan serangkaian serangan yang membuat dentuman bunyi yang amat dahsyat sampai Rokuro terseret mundur setiap kali menerima serangan itu. dirinya sekarang tidak mampu menyerang balik karena tubuh-nya terasa lemas seketika.


Methode menyerang Rokuro dengan kecepatan kilat hingga Haruka bisa melihat-nya dari jauh, ia mencoba untuk menolong-nya tetapi Virra menahan dirinya dengan mencekik leher-nya dari belakang. Serangan Methode sekarang menjadi kasat mata, ia melepaskan api biru tua dan hitam di bawah daratan.

__ADS_1


Methode dan Rokuro terbakar dengan api hitam dan biru itu hingga tenaga mereka sama-sama terkuras, tetapi Rokuro bisa merasakan kesakitan yang dahsyat ketika terbakar dengan api-api tersebut. Karena batasan yang sudah ia hancurkan, hasil yang Rokuro dapatkan adalah tubuh lemas hingga ia tidak mampu menghindari serangan Methode sekarang.


"Tenang saja, rasa sakit yang kau rasakan itu sementara..." Kata Methode hingga ia menyentil kening Rokuro menggunakan jari-nya yang terbakar dengan api dan biru, sentilan itu mampu melempar Rokuro ke belakang hingga mengenai banyak sekali pohon, pohon-pohon itu langsung terbakar dengan api biru hingga menyebabkan kebakaran hutan.


"... ...!!!" Haruka menghantam wajah Virra menggunakan kepala bagian belakang-nya lalu ia melesat menuju arah Rokuro lalu membawa dirinya pergi dari mereka berdua.


"Mereka melarikan diri, kejar mereka...!" Seru Virra hingga ia melesat menuju arah Haruka, ia tidak akan membiarkan Haruka melarikan diri lagi karena dia sudah muak melihat-nya yang selalu saja kabur.


"Waktu kita sudah habis, Virra..." Methode menghela nafas-nya, ia melirik ke belakang dan melihat sebuah portal biru yang terbuka lebar, portal itu menghisap dirinya dan Methode langsung tersedot masuk ke dalam portal tersebut.


"Sial...! Berikan aku waktu lagi---" Virra terbang masuk ke dalam portal biru yang muncul tepat di depan-nya.


***


"Hah... hah... hah..." Minami mulai bernafas berat ketika ia baru saja selesai menantang semua murid akademi Yuzu dalam pertandingan kecepatan, ia tidak terkalahkan bahkan pertandingan terakhir-nya ketika melawan Minami... dialah yang pemenang-nya karena kecepatan-nya yang benar-benar besar dan meningkat setiap detik.


"HA! HA! HA! Cahaya keadilan tidak akan terkalahkan! Sesuatu yang tegak... itu adalah cahaya keadilan!" Minami berbaring di atas tanah dengan tubuh yang dipenuhi keringat, saat ini ia tidak bisa menggerakkan tubuh-nya karena sudah memaksakan diri untuk meningkat kecepatan-nya sampai batasan benar-benar menghalangi-nya.


"...dan sekarang aku tidak bisa bergerak. sial---" Seseorang menghalang wajah Minami dengan sebuah handuk, "Wahhh! Apa nih...!?"


Seorang gadis mulai mengambil haduk itu sambil tertawa kecil, "Ahahaha, seperti-nya kau ini gadis Neko Legenda mungil yang bernama Shiratori Minami 'kan?" Gadis itu mulai mengusap semua keringat itu menggunakan handuk yang ia pegang.


"Siapa kau...!? Apakah kau penggemar berat cahaya keadilan!?"

__ADS_1


"Benar sekali... perkenalkan..."


"...Shiratori Arisu~"


__ADS_2