Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 494 - Kombinasi Waktu dan Realitas


__ADS_3

Haruka melakukan salto ke depan lalu ia mendarat tepat di belakang Honoka selagi menunjukkan ekspresi serius karena ia sudah lama sekali tidak bersenang-senang dengan menyiksa seseorang yang abadi.


"Bagaimana, kondisimu sekarang, Honoka?"


"Baik, seperti biasanya. Bertarung melawan mereka memang sangat menyenangkan walaupun kita berada di wilayah seperti ini."


"Kau sendiri sadar kita di jebak bukan?"


"Ya... Jika seperti ini, kita harus menggunakan Heaven untuk melarikan diri, hanya saja mereka..." Honoka menatap Oskadon yang berhasil memulihkan dirinya kembali walaupun menerima banyak kerusakan dari senjata yang ia ubah.


"...tidak akan pernah berhenti menyerang, Kakak. Hampir sama dengan klon dan ilusi tetapi jauh lebih kuat, anggap saja kita sebagai penjaga dan mereka sebagai monster atau sesuatu yang tidak boleh keluar."


"Baiklah, Honoka. Mari kita lakukan!" Haruka menunjukkan tinju kirinya kepada Honoka.


"Ya, ayo, Kakak!" Honoka menepuk tinju Haruka dengan tinjunya sendiri sehingga aura Crimson mereka mulai bersatu menjadi satu sehingga meningkat dan membesar.


Kedua aura mereka yang bersatu melepaskan dorongan yang begitu di sekitar mereka sampai Redagon dan Oskadon terdorong ke belakang, tubuh mereka mulai terbelah menjadi dua sampai menciptakan iblis baru.


Haruka sudah menyadarinya sejak awal, hanya saja ia masih belum mengetahui cara untuk melarikan diri tanpa mengajak semua iblis itu. Oskadon dan Redagon berhasil menciptakan diri mereka yang baru, mengepung kedua saudara itu.


Honoka dan Haruka melesat ke depan lalu melancarkan serangan secara bersamaan, setiap serangan yang di lakukan oleh Redagon dan Oskadon tidak mampu melukai Haruka dan Honoka yang sudah terlindungi dengan sihir waktu serta realitas.


Mereka berdua saling membantu satu sama lain, Honoka hanya bisa menahan mereka semua menggunakan sihir realitasnya yang jauh lebih kuat dari apapun sedangkan Haruka hanya perlu menggunakan sihir waktunya dengan pas.


Bukan hanya itu saja, ia tidak perlu bertarung karena ia menggunakan sihir Heaven's Time untuk menciptakan semacam [Replay] terhadap dirinya sendiri ketika bertarung serius sedangkan Haruka yang asli berada di suatu tempat, berpikir untuk mencari cara agar bisa keluar.


Pasukan Oskadon mulai mengepung Honoka dengan melancarkan semua serangan secara bersamaan menggunakan pedang yang dapat membelah celah dimensi tetapi semua serangan yang mengenai Honoka hanya memberi dirinya peningkatan drastis.


Honoka melompat ke belakang, menyadari bahwa kedua kaki dan lengannya berubah menjadi hitam seperti terkena infeksi oleh serangan sihir Oskadon.


"Infeksi ya... Sekarang, apa yang akan kau coba lakukan kepadaku?" Honoka berdiri tegak seketika, membiarkan proses infeksi itu menyebar ke seluruh tubuhnya sampai aura kegelapan mulai menyelimuti tubuhnya.


"Bersatulah, Honoka."


"Tidak." Honoka melepaskan dorongan yang begitu besar ke depan sampai menghempas mereka semua.


"Lebih baik aku memilih kucing kecilku di bandingkan bangsa Iblis yang menyebalkan dan songong." Honoka menjilat bibirnya sendiri sehingga aura kegelapan itu mulai berubah menjadi suci karena sihir realitas yang ia miliki.


Oskadon melompat dari belakang Honoka, mencoba untuk menusuknya tetapi lokasi Honoka dan Oskadon mengalami perpindahan seketika sehingga Oskadon langsung menusuk klon nya sendiri, membuat klon nya terisap ke dalam celah yang terbuka.


Honoka melompat ke arah Oskadon yang asli, ia menendang wajah Oskadon cukup keras sampai ia terlempar ke atas langit, setelah itu ia melanjutkannya dengan melakukan sebuah salto tepat di atas Oskadon.


Menyebabkan iblis itu terjatuh ke atas daratan, Oskadon lainnya mulai menyerbu Honoka tetapi ia mengubah salah satu pedang mereka dengan nuklir yang meledak dari jarak dekat.

__ADS_1


Ledakan nuklir itu mampu Honoka netral kan agar dirinya bersama Haruka tidak menerima kerusakan melainkan pemulihan, semua tubuh iblis itu mulai berserakan dimana-mana tetapi mereka berhasil memulihkan diri lagi an lagi.


Di sisi lainnya, Replay milik Haruka menahan semua Redagon dengan pertarungan yang begitu santai karena dirinya di penuhi dengan riwayat rekaman dari pertarungan yang Haruka lakukan sejak bayi.


Haruka menahan satu serangan pedang Redagon menggunakan telapak tangannya yang mengandung aura merah dari sihir realitas milik Honoka, Honoka menghantam punggung Redagon sampai terhempas ke depan.


Haruka bisa merasakan Redagon melompat ke arahnya tetapi ia menghentikan waktu selama sepuluh detik dan sepuluh detik yang berhenti itu ia melemparkan beberapa sihir Crimson ke arah.


"Waktu telah kembali berjalan..." Haruka tersenyum serius sehingga Redagon menerima banyak kerusakan dari sihir Crimson milik Haruka.


"Haaaaaaa.... HAARRGGGHHHH!!!" Honoka melepaskan aura yang begitu besar di sekitarnya sampai menghempas seluruh klon Oskadon mulai terdorong ke belakang.


Dengan sihir waktu dan realitas yang mereka gabungkan, Haruka dan Honoka berhasil mengumpulkan semua iblis itu di satu tempat sehingga Honoka dan Haruka mulai berdiri bersebelahan.


Seluruh klon Oskadon dan Redagon mulai mengangkat pedang mereka sehingga mengumpulkan kegelapan pekat yang begitu tebal, terdapat sirkuit sihir dimana-mana yang melepaskan listrik hitam.


"Kakak..." Honoka tersenyum serius.


"Ya..." Haruka mengepalkan kedua tinjunya.


Semua iblis itu melepaskan satu tebasan kegelapan secara bersamaan sedangkan Haruka dan Honoka hanya menunjuk ke depan.


""Heaven's...!!!""


""...EXORCISM!!!" Haruka dan Honoka melepaskan gelombang cahaya dari dalam surga untuk menembus semua serangan apapun yang berkandungan negatif di dalamnya.


""AARRRGGGGHHHH!!!""


"Time Reversal!"


"Forced Reality!"


Haruka dan Honoka mulai menetap gelombang cahaya itu untuk terus menjebak seluruh klon itu tetapi Honoka bisa merasakan keberadaan iblis lainnya di belakang.


"Kita memang akan berada di sini sampai yang asli mati..."


"Kita berdua hanya Replay, jadi tidak apa. Tetapi... Masih terdapat risiko di dalamnya sih..."


Haruka dan Honoka menggunakan kesempatan serangan sihir tadi untuk melarikan diri dan menyimpan sebuah sihir waktu dan ilusi.


Sebuah Replay milik Honoka dan Haruka yang berada di dalam ruangan itu adalah palsu seperti ilusi tetapi memiliki keberadaan sama dengan yang asli.


Honoka dan Haruka yang asli saat ini berada di dalam labirin kegelapan, mencoba untuk mencari jalan keluar karena Haruka bisa merasakan bahaya di luar sana.

__ADS_1


"Wilayah yang mereka ciptakan ini sama kuatnya dengan apa yang pernah iblis lakukan sejak di masa peperangan..." Ucap Haruka selagi menyucikan beberapa kegelapan yang menghalangi jalannya.


"Sayang sekali ya, kita tidak dapat menggunakan Heaven untuk sementara karena Replay kita."


"Itu pilihan yang terbaik bukan? Replay kita akan terus menahan mereka agar semua pasukan Prime Giblis yang berubah wujud menjadi Redagon dan Oskadon tidak melarikan diri."


"Bayangkan saja, Honoka. Pasukan seperti itu lepas akan menciptakan kerusuhan yang begitu besar bahkan kita tidak dapat menggunakan Heaven di wujud mortal ini."


"Iya sih... Walaupun begitu, aku bersenang-senang bermain dengan Kakak seperti biasanya." Honoka tersenyum lalu memeluk Haruka dari belakang.


"Ayolah... Kamu lebih tinggi dariku jadi kamu berat..."


"Gendong~"


"Tidak." Haruka menepuk pipi Honoka pelan, mereka terus mencari jalan keluar secepat mungkin.


***


"Aku sekarang menyadari apa yang di rencanakan oleh kedua iblis sialan itu, Oskadon dan Redagon yang sebelumnya kita lawan telah menarik banyak kerusakan bahkan mereka akan terus bertarung tanpa jeda sedikit pun."


Haruka memulai pembicaraan selagi mencari jalan keluar karena Barier atau wilayah ciptaan Oskadon dan Redagon sangat tebal bahkan mereka yang coba melarikan diri harus melewati labirin yang besar.


Biasanya orang biasa tidak akan bisa bertahan karena kegelapan akan mempengaruhi mereka, Haruka dan Honoka memiliki sihir cuci jadi sisanya mereka hanya perlu mencari jalan keluar.


"Setiap iblis bertarung lebih lama di dalam sebuah pertempuran... Bahkan sampai terus menerima beberapa serangan dan kembali dari kematian, hanya kekuatan dan pengembangan yang mereka dapatkan."


"Aku tahu itu, Kakak... Itu lah kenapa iblis satu ini cukup cerdas sampai menjebak kita, kita juga sudah sepakat untuk tidak mencoba mengeluarkan semua klon itu." Honoka menyilangkan kedua lengannya.


"Redagon dan Oskadon berkaitan dengan sihir kegelapan yang dapat menginfeksi sesuatu... Klon yang kita lawan juga sangat amat mirip, itu artinya setiap serangan yang mereka terima berpindah kepada tubuh yang asli..."


"Ya... Di saat itulah, mereka akan terus bertambah kuat... Kita harus mencegahnya dengan cepat sebelum terlambat, dengan kemampuan kita bersama."


"Kita pasti akan bisa memperlambat mereka semua." Ucap Haruka.


***


Sebelumnya, ketika Haruka dan Honoka di culik ke dalam wilayah kegelapan itu. Redagon menyambut seluruh teman-teman Minami dan Shuan dengan melepaskan satu tebasan kegelapan yang mampu membelah kota itu menjadi dua.


Masalah bertambah semakin buruk, hanya tersisa Rokuro dan Asriel yang dapat menahan kedua iblis itu di bantu dengan Mitsuki, Kou, dan Bakuzen.


"Bersiaplah... Karena kalian tidak memiliki teman terkuat kalian yaitu Haruka, Honoka, Shuan, dan Minami. Kalian tidak memiliki kesempatan untuk menang..." Oskadon memegang erat pedangnya.


"Wah, mulut iblis memang besar ya. Aku tidak menyangka kau akan memiliki rasa percaya diri yang begitu besar." Ucap Asriel selagi melepaskan suhu dingin dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Kami bangsa Legenda akan terus bertarung walaupun musuh berada di tingkatan yang berbeda, kesalahan kalian bangsa iblis adalah meremehkan kami..." Rokuro memunculkan sabitnya.


"Hmph, maju, bangsa Legenda."


__ADS_2