
Komi melarikan diri dari tujuh tombak kebajikan yang Akina luncurkan, ia tidak harus beresiko untuk menahan-nya atau menyerang balik tombak itu karena tubuh-nya sekarang dipenuhi dengan efek negatif yang mengartikan tombak itu dapat memberikan diri-nya luka yang cukup mutlak dan sakral. Komi mencoba untuk menggunakan sihir Sacred-nya tetapi ia tidak bisa karena Akina memiliki kemampuan untuk mengambil alih kesucian seseorang dan menyegel-nya.
Akina muncul di depan Komi dan Komi langsung menghantam wajah-nya dengan sangat keras sehingga ia terlempar ke belakang, tujuh tombak itu hampir saja menusuk diri-nya tetapi Komi berhasil memantulkan mereka semua menggunakan pedang [Omni-Slayer], setelah itu ia memejamkan kedua mata-nya karena Akina tiba-tiba menghilang ketika menerima pukulan itu.
Akina tiba-tiba menggunakan sihir waktu-nya yaitu [Fallen Time], sihir waktu yang dapat menghentikan waktu dalam waktu yang cukup lama, setelah itu Akina menggunakan kesempatan untuk mengumpulkan seluruh tombak kebajikan-nya lalu menusuk-nya kepada tubuh Komi. Setelah itu ia melanjutkan-nya dengan serangan yang bertubi-tubi mengenai wajah-nya.
Akina melakukan salto ke belakang lalu ia menjentikan jari-nya hingga waktu kembali berjalan untuk Komi, kesakitan dahsyat langsung melanda diri-nya hingga ia menjerit kesakitan. Darah bercucuran di wajah-nya dan bahkan tubuhnya sendiri, Akina menunjuk Komi menggunakan kedua tapak-nya.
"Sudah saat-nya aku mengakhiri semua kegilaan ini---"
"Tapi bohong!!!" Komi menunjukkan senyuman yang sangat mengerikan sehingga leher Akina langsung tercekik dari belakang, semua tombak itu terpental ke belakang. Terima kasih kepada Akina, luka sakral dan suci itu mampu membantu Komi mengakses kembali sihir Sacred-nya, sekarang ia langsung menggabungkan keuntungan dan keburukan yaitu Crimson dan Sacred menjadi satu.
Akina tidak bisa bergerak ketika merasakan tekanan Crimson yang besar di sekitar-nya, Komi berubah menjadi wujud [Sacred Queen] dan [Crimson Queen], terlihat sebuah mahkota dengan dua warna yang berbeda yaitu merah dan biru. Kesakitan apapun yang Komi rasakan... itu hanya akan memberi diri-nya kekuatan yang jauh lebih hebat.
"Sial...!!!" Akina memukul ilusi yang berada di belakang-nya menggunakan sikut-nya tetapi Komi secara mendadak muncul di hadapan Akina yang mata-nya melebar besar, Komi langsung melayangkan sebuah pukulan keras yang dengan cepat ditahan oleh Akina, ia sempat menahan-nya karena ia menggunakan sihir Fallen Time.
Walaupun Akina berhasil menghentikan waktu, tiba-tiba aura Crimson mulai menyambar kemana-mana bahkan menghancurkan sihir waktu itu, "Crimson Parasyte!!!" Komi menggunakan kemampuan yang sama seperti parasit tetapi parasit itu memiliki kemampuan Crimson yang dapat menghancurkan sihir apapun dengan bayaran tubuh-nya sendiri yang akan merasakan rasa nyeri.
"Sial---" Akina melihat Komi yang melayangkan satu pukulan tetapi ia berhasil menahan-nya lagi, meskipun berhasil menahan-nya, Akina tetap terseret mundur hampir sepuluh meter.
__ADS_1
Belum sempat Akina mengambil nafas atau menyerang, Komi kembali muncul dihadapan-nya dengan melancarkan sebuah pukulan keras yang tepat bersarang pada tubuh-nya hingga terpental puluhan meter serta menumbangkan banyak pepohonan yang menabrak punggung-nya.
Akina tidak menyangka bahwa wujud-nya itu yang dapat menahan efek negatif serta tujuh tombak kebajikan-nya yang sudah ia keluarkan masih tetap saja kalah oleh Komi, mungkin semua ini terjadi karena faktor dari sihir dan wujud Komi yaitu keseimbangan dalam keburukan dan kebaikan. Hal itu membuat Akina kebingungan hingga tubuh-nya tidak mampu menahan serangan tipe yang berbeda seperti keburukan dan kebaikan.
Menggunakan wujud Fallen Angel seperti-nya masih belum cukup, Hikari bisa melihat Akina yang kesulitan dari jauh. Tidak ada pilihan lain untuk Hikari jadi dia memilih untuk turun tangan lalu bertarung melawan Komi secara langsung, Komi hampir saja menghantam wajah Akina tetapi Hikari datang tepat waktu untuk menendang wajah-nya sehingga ia terlempar ke belakang.
Wajah Komi terbakar karena tendangan itu tetapi dengan bayaran... ia bertambah kuat lagi dan lagi, Hikari muncul di hadapan Komi lalu ia melayangkan beberapa serangan yang bertubi-tubi hingga Komi tidak bisa bergerak bahkan menyerang-nya kembali. Kesucian yang dimiliki oleh Hikari mampu memberi Komi tekanan yang sangat besar hingga ia tidak bisa bergerak untuk sementara.
Komi yang tersungkur di tanah perlahan-lahan bangkit, terdapat banyak sekali luka bakar di sekujur tubuh-nya bahkan partikel putih terlepas dari tubuh-nya. Komi merasa sangat murka melihat mortal yang sama seperti Kuro dapat mempermalukan diri-nya seperti ini, Komi kemudian mengerang sangat keras hingga suara-nya menggema kemana-mana dan membuat permukaan tanah menjadi retak serta hancur menjalar luas.
Komi telah meningkatkan kekuatan-nya lagi, terima kasih kepada Hikari... rambut Komi tiba-tiba berubah menjadi perak, itu artinya sihir Sacred-nya mulai ia sempurnakan hingga melepaskan tekanan besar yang mampu membuat Hikari melebarkan matanya. Aura biru tua tampak menyelimuti seluruh tubuh-nya.
Komi tanpa basa-basi langsung melesat maju menyerang Hikari yang berada di ujung sana, dia melancarkan serangkaian serangan yang membuat dentuman bunyi yang amat dahsyat sampai Hikari terseret mundur setiap kali menerima serangan.
"Hentikan...!!!" Seru Hikari keras, Komi tersenyum jahat lalu ia menatap Hikari dengan ekspresi yang terlihat sadis, "Setidaknya kau menuruti-ku, Hikari... kau ternyata jauh lebih lemah dari Kuro, sangat sedih ya? Seluruh kesucian yang dapat memberi-mu kekuatan... semua-nya menyalur kepada diri-ku dan terus membuat-ku bertambah kuat lebih dari apapun!!!" Komi muncul di depan Hikari lalu ia menghantam wajah Hikari menggunakan lutut-nya sehingga ia terlempar ribuan meter ke belakang.
Akina melebarkan mata-nya ketika melihat Hikari kalah, sepertinya tidak ada harapan lagi ketika Komi dapat mengakses wujud Sacred-nya itu, Akina bisa merasakan seluruh esensi kesucian terkumpul di dalam diri Komi. Komi tersenyum jahat dan ia segera menatap Akina dengan tatapan yang terlihat tajam hingga ia terlempar ke belakang.
"Hasrat nafsu-ku sudah terpenuhi, uhhmmm~ Sudah saat-nya melaksanakan tujuan yang sebenar-nya." Komi terbang ke atas langit lalu ia tiba di hadapan laboratorium milik Asuka, terlihat beberapa malaikat yang sedang mencoba untuk melindungi pintu masuk itu.
__ADS_1
"Wah, wah... sayang sekali, aku tidak ingin bertarung dengan kalian..." Komi maju ke depan dan setiap ia melangkahkan kaki-nya, mereka semua terlempar ratusan meter ke belakang bahkan Asuka dan Haruki sendiri, waktu bermain sudah habis dan ia harus segera menculik seorang malaikat paling cerdas yang sedang bersembunyi di dalam laboratorium itu.
"Hikari, apa yang harus kita lakukan!? Dia akan mendapatkan Akarin jika kita diam seperti ini...!" Akina menatap Hikari yang terlihat serius, tidak ada lagi cara yang bisa mereka lakukan karena ini bisa disebut sebagai salah satu rencana yang diberikan oleh Haruka, sejak Hikari bertarung melawan Komi... ia mendapatkan pesan dari Haruka untuk bertarung melawan-nya dan mencari kelemahan lain-nya yang dapat membuat dirinya lengah.
"Ini adalah cara-nya, Akina... Jika Haruka dapat membaca masa depan maka aku yakin bahwa ia merencanakan sesuatu mulai dari ia bisa melihat masa depan yang akan melanda Touri yang baru ini..." Ucap Hikari dengan penuh harapan.
Mendengar hal itu, Akina mulai diam saja hingga Hikari kembali masuk ke dalam tubuh-nya, ia bangkit dari atas tanah dan melihat Komi yang sudah terbang pergi meninggalkan semesta Xuusuatouri. Sekarang Akina mulai penasaran, kemana dia akan pergi selanjut-nya...? Kemungkinan besar dia akan pergi ke semesta Zuusuatouri.
***
Komi melempar Akarin ke atas lantai lalu ia segera mencuci otak-nya untuk melaksanakan perintah yang ia sebutkan, Akarin bangkit lalu ia sujud kepada Komi dan setelah itu pergi menghampiri ketiga manusia yang sedang mengerjakan sesuatu di depan tabung itu. Terdapat seorang bayi di dalam tabung tersebut serta beberapa layar virtual yang menunjukkan pertarungan Shinra dan Shira di sekitar-nya.
"Dewi Komi, makhluk yang kau ciptakan sebentar lagi akan bangkit... hanya membutuhkan satu hari saja." Akarin mulai berbicara dengan wajah yang terlihat datar.
Komi langsung tersenyum lebar, "Hahaha... Hahahahaha...!!! Hahahahahahahaha!!!" Komi mulai tertawa terbahak-bahak ketika mendengar hal itu dari seorang malaikat yang benar-benar cerdas, untung-nya ia berhasil menculik-nya dan memaksa-nya untuk mengerjakan sesuatu.
"Maka Project-ku akan membawa kehancuran untuk mereka yang tinggal di dimensi asli, Hahaha!!! Hahahahahahaha!!!" Komi terus tertawa tanpa henti dan tawa-nya terdengar sangat jahat dan licik sekarang.
"Hahahahahahahaha!!!"
__ADS_1
"Korrina!!!" Terdengar seorang laki-laki yang memanggil-nya dari belakang, Komi segera melirik ke belakang lalu ia terkejut ketika melihat seseorang yang ia sangat sayangi dan cintai datang untuk melihat-nya di kondisi sepert ini.
"Alvin...?"