Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 274 - Sudah Lama Sekali


__ADS_3

Mortem bisa melihat semua Dwarf itu masih menyerang Mortem menggunakan serangan jarak jauh, sekarang ia sendiri bisa melihat banyak sekali serangan sihir, panah, dan juga peluru... hampir seperti seperti hujan tetapi hujan itu tidak akan mengingatkan masa lalu melainkan mengingat kematian. Mortem dengan mudah menghancurkan semua serangan itu menggunakan sihir Crimson-nya.


Syna dengan cepat maju ke depan lalu berubah menjadi cahaya, hampir sama seperti kamuflase tetapi semua Orc itu tidak akan bisa melihat diri-nya sendiri sehingga mereka semua berakhir menjadi potongan daging kecil karena serangan Syna yang sama cepat-nya dengan kecepatan cahaya. 


Semua Orc tidak memiliki kesempatan apapun untuk menyerang bahkan zirah mereka yang sangat tebal tidak berguna sama sekali untuk melindungi diri mereka masing-masing. Syna melempar kedua tombak kebajikan-nya ke arah mereka semua lalu ia mengontrol-nya dengan mudah menggunakan kedau lengan-nya sehingga semua Dwarf itu langsung terkejut melihat mereka semua membasmi musuh mereka.


"Tunggu-tunggu... mereka adalah ras asing yang berasal dari dimensi Touri, mereka tidak jahat! Mana mungkin ras yang terlihat sama persis seperti Manusia itu akan bekerja sama dengan para Orc. Lagipula mereka ini gadis, bisa saja mereka diperkosa." Kata salah satu Dwarf itu sehingga mereka mulai berhenti menyerang Mortem lalu turun dari atas tembok itu untuk menyambut Mortem dengan yang lain-nya.


"Sudah aman sepertinya... aku merasa bersyukur semua-nya berjalan dengan cepat karena aku tidak mau lagi berurusan dengan mereka semua." Mortem melirik ke belakang lalu membantu Syna dan Fidya untuk mengalahkan semua Orc itu dengan hanya menggunakan sihir-nya saja, sebagian besar ras dari semesta Palouce ini tidak terlalu kuat... mungkin saja mereka terlalu terbiasa hidup damai karena Shelldon.


Semua Orc itu terbunuh dengan mudah sehingga bangsa Dwarf itu mulai merayakan-nya bersama-sama dengan meluncurkan beberapa kembang api ke atas langit, seorang pemimpin Dwarf itu maju ke depan untuk berhadapan dengan Mortem, "Terima kasih kepada-mu, Manusia... semua Orc itu pasti tidak akan berani menghadapi kita lagi." Kata kepala Dwarf itu.


"Tenang saja, jangan dihiraukan dan sebenar-nya kami bukan Manusia, walaupun penampilan kami terlihat sama seperti manusia tetapi kami adalah ras Legenda." Jawab Mortem sehingga semua Dwarf itu tercengang karena ini pertama kali-nya mereka melihat ras Legenda, mereka semua sudah pernah membaca sejarah ras tentang Legenda yang benar-benar hebat dan dipenuhi dengan aksi heroik karena usaha mereka.


"Ternyata ras Legenda...! Sungguh hebat! Hebat sekali!" Semua Dwarf itu mulai bertepuk tangan, Mortem dan yang lain-nya hanya tertawa pelan karena mereka tidak memiliki waktu untuk semua ini. Tetapi ketika melihat kepala Dwarf yang memimpin negara-nya sendiri itu artinya setiap negara memiliki pemimpin-nya sendiri yang dapat mengajak semua rakyat untuk mengikuti pemimpin mereka.


Itu artinya Mortem bisa memberitahu informasi itu kepada Haruka agar rencana aliansi ini bisa berjalan lancar, hanya perlu mengumpulkan seluruh pemimpin lalu pemimpin itu memberitahu seluruh rakyat-nya tentang pertarungan yang akan datang... semoga saja semua ras dari berbagai macam negara ingin ikut dan mau membantu untuk merebut Touri.


Mortem mulai menjelaskan pemimpin Dwarf itu untuk membawa diri-nya menuju patung itu agar ia bisa membangkitkan kembali tenaga dan kekuatan terakhir inti pusat tersebut, para Dwarf itu sudah pasti akan membantu orang-orang yang sudah membantu diri mereka untuk mengusir semua musuh mereka.


Pemimpin itu membawa Mortem bersama yang lain-nya untuk mengunjungi patung tersebut lalu mereka harus naik menuju lantai paling atas melewati tangga tetapi para Legenda bisa terbang jadi mereka tiba di lantai paling atas dengan cepat, pemimpin itu sebelum-nya memberitahu Mortem untuk menekan tombol dekat dengan bola yang akan membuat bola itu kembali bekerja.


Bola yang berwarna hijau itu melepaskan gelombang hijau besar yang mengarah menuju inti pusat sehingga dari jauh Mortem melebarkan kedua mata-nya ketika melihat menara inti pusat itu mulai membesar sehingga terlihat berbagai macam aura yang menyelimuti menara tersebut.

__ADS_1


"Kita telah berhasil, Haruka...! Sudah saat-nya untuk melanjutkan tahap baru!" Mortem memberitahu Haruka dengan bantuan dari kemampuan telepati.


"Kami merasakan-nya, baiklah...! Sudah saatnya untuk bergerak dan melanjutkan rencana selanjutnya!!!" Haruka bangkit dari atas air itu dengan ekspresi yang terlihat penuh harapan bahwa semua-nya pasti akan berjalan dengan lancar, "Akhirnya ya... menghabiskan waktu cukup lama juga." Korrina mulai merentangkan kedua lengan-nya lalu ia menoleh ke atas untuk memberitahu Shelldon.


"Shelldon! Sudah-nya kau memberitahu semua pemimpin negara itu tentang aliansi... beritahu mereka semua bahwa kebaikan mereka akan aku balas nanti!" Seru Korrina keras, Shelldon mendengar-nya dengan jelas sehingga ia mulai memejamkan kedua mata-nya untuk berkomunikasi dengan semua pemimpin.


Haruka, Okaho, dan Korrina sudah siap untuk melakukan teleportasi menuju inti pusat itu tetapi mereka menunggu aba-aba Shira yang akan meningkatkan kekuatan-nya agar mereka dengan mudah melakukan teleportasi menuju inti pusat itu. 


Shira melepaskan kekuatan-nya dalam jumlah yang besar sehingga mereka bertiga melebarkan mata lalu melakukan teleportasi menuju menara tersebut, mereka semua bisa melihat ketiga gadis itu yang baru saja datang dengan kekuatan dan kemampuan yang terasa berbeda. Haruka menatap tabung itu yang mulai diselimuti dengan partikel pelangi.


"Seperti-nya proses latihan kalian mampu memberi hasil yang cukup baik ya, Haruka." Kata Haruki.


"Benar sekali... dengan ini aku dan Okaho sudah sepenuh-nya siap untuk mengalahkan Konari!" Haruka mengepalkan kedua tinju-nya sehingga Korrina merasakan sesuatu yang aneh, dia hanya diam sambil memegang dada-nya sendiri karena tubuhnya terasa hangat tiba-tiba ketika masuk ke dalam ruangan itu.


Dosa Lust yang Korrina miliki saat ini akan hilang jika ia melampiaskan-nya bersama suami-nya sendiri, tidak ada harapan lagi sepertinya... setidaknya Arata tidak harus khawatir dengan rencana selanjutnya, walaupun Korrina tidak akan ikut setidaknya masih ada Haruka dan Okaho yang akan mengurusi inti semesta yang bernama [Reaoum] itu.


"Tunggu, kakak... entah kenapa firasat-ku merasakan sesuatu yang tidak asing, di dekat sini aku merasakan keberadaan seseorang yang memiliki sihir Crimson." Okaho mulai melihat sekitar sehingga Haruka baru saja sadar bahwa sihir Crimson yang dimiliki orang itu sangat kuat, "I-Iya juga... t-tunggu! Jangan-jangan...!"


Haruka langsung menyadari keberadaan yang ia rasakan saat ini, Alvin masuk ke dalam ruangan itu dan mampu mengejutkan Korrina serta Haruka dengan wajah yang terlihat sangat kaget, mereka dikejutkan dengan kehadiran Alvin yang memiliki tubuh setengah tembus padang serta cincin emas yang melayang di puncak kepala-nya.


"T-Tidak mungkin...? P-Papa...? B-Bagaimana bisa?" Kedua mata Haruka berkaca-kaca ketika melihat Alvin, "Berterima kasih-lah kepada Yuuna... dia telah membantu Alvin untuk memiliki tubuh asli-nya sementara, selama ini Alvin cukup beruntung untuk memiliki kesempatan hidup sebagai ras Astral." Kata Shira sambil tersenyum.


"Y-Yuuna...?" Haruka menatap Yuuna dengan ekspresi yang terharu sehingga ia langsung memeluk diri-nya dengan sangat erat, "Terima kasih!!! Terima kasih!!!"

__ADS_1


Shira, Arata, Haruki, dan Arisu mulai tersenyum ketika melihat keluarga yang baru saja dipersatukan kembali, tetapi sesuatu yang aneh terjadi kepada Korrina dimana ia berjalan pelan-pelan menuju Alvin sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak baik... Alvin bisa melihat kedua mata-nya yang memiliki lambang hati.


"S-Sial... ternyata Kuro dan Arata benar...!" Alvin mulai berkeringat sehingga ia tidak bisa melakukan apapun kecuali mengikuti alur yang akan Korrina buat, "Y-Yo, Korrina... sudah lama sekali ya, aku mendengar banyak cerita tentang-mu... kau ternyata benar-benar hebat." Alvin tersenyum.


Okaho terlihat bingung ketika melihat Haruka dan Korrina menjadi sedih ketika melihat Alvin, Haruka mulai memberitahu diri-nya bahwa pria itu yang bernama Alvin adalah ayah-nya juga sehingga Okaho melebarkan mata-nya bahwa ini pertama kali-nya ia melihat Ayah-nya sendiri. Haruka ingin memeluk Alvin tetapi ia dihentikan ketika merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuh Korrina.


"T-Tunggu...!" Haruka langsung membeku, "Ahh... Arata...? Apakah Mama...?"


"Begitulah..." Jawab Arata.


"A... Alvin..." Korrina langsung meraih tangan Alvin dengan ekspresi yang terlihat seperti kehausan, "Hah... hah... hah... perut-ku hangat melihat-mu... berikan aku anak-mu lagi, mari kita membuat keturunan lagi... ayo... ayo..." Korrina tersenyum dengan wajah malu-nya itu sehingga Alvin benar-benar panik ketika melihat istri-nya yang akan berubah menjadi liar sebentar lagi.


"O-Oi... Tolong aku---" Haruka langsung memasukkan mereka berdua ke dalam kubus waktu-nya agar mereka bisa menghabiskan waktu berduaan saja di dalam kubus waktu itu tanpa harus ada orang yang mengganggu-nya.


"Okaho, kita akan mendapatkan adik baru!!!" Haruka menatap Okaho dengan ekspresi yang terlihat senang, "Heh!? Adik baru...!!! Itu artinya aku akan menjadi kakak!!!" Haruka dan Okaho melompat lalu melakukan [high-five].


"Kedua bocil ini malah senang melihat kedua orang tua-nya seperti itu..." Kata Haruki sambil menepuk wajah-nya.


"Biarkan saja mereka begitu..." Jawab Arata.


"Setidaknya kesempatan tadi itu bagus untuk membuat Korrina merasa tenang, ia kembali bertemu dengan seseorang yang sangat ia cintai." Shira tersenyum.


Arisu terlihat kebingungan ketika melihat kejadian tadi, "Apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


"Tidak ada..."


__ADS_2