
Rokuro dan Shuan baru saja mendapatkan sebuah perijinan dari Haruka dan Minami untuk melakukan latih tanding di dalam kubus waktu, Haruka membawa kubus waktu itu keluar lalu menempatinya di atas lapangan.
Haruka mulai menggunakan kekuatan waktunya agar kubus itu bisa memiliki ukuran yang besar jadi mereka semua bisa menonton pertarungan Rokuro dan Shuan dengan nyaman.
Shuan dan Rokuro sudah berada di dalam ruangan waktu itu, Haruka sendiri sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Dua penerus Legenda bertarung di dalam kubus memiliki kesempatan untuk menghancurkan kubus itu sendiri.
Jika ia menyimpannya di dalam akademi tadi, bisa saja terjadi ledakan dan hantaman yang sangat keras. Di lapangan ini semuanya bisa terkendali karena Honoka sendiri sudah siap dalam menggunakan kekuatan dari realitas.
Rokuro dan Shuan mulai menatap satu sama lain, ruangan waktu itu memiliki perasaan yang berbeda bagi Rokuro karena semuanya jauh lebih kuat seperti menakan, ia sendiri sudah terbiasa dengan tekanan gravitasi yang besar.
Seorang Legenda yang jarang berlatih masuk ke dalam kubus itu akan mengalami kehancuran tubuh karena tekanan yang dahsyat itu, Rokuro mulai menaikkan sedikit kekuatannya agar ia bisa bergerak cepat dan bebas.
"Hahhhh...!!!" Rokuro melepaskan kekuatan yang besar di sekitar wilayah itu, membuat Shuan menunjukkan ekspresi serius karena ruangan waktu itu mengalami getaran yang lumayan besar.
"Kekuatan yang di lepaskan secara langsung... Tidak seperti pertarungan biasa, di mulai dari nol ya. Aku juga harus mengerahkan semuanya agar tidak ada halangan yang bisa menghalangi kecepatan ku." Shuan memejamkan kedua matanya.
Rokuro menunjukkan ekspresi yang kaget ketika melihat rambut Shuan mulai diselimuti dengan warna putih, warna rambutnya yang tadinya emas sekarang berubah menjadi warna putih.
Planet yang berada di tata Surya muncul di sekeliling leher Shuan sehingga kekuatan besar mampu menekan tubuh Rokuro dan hampir saja menjatuhkan dirinya, ia mulai menghalang dorongan yang di lepaskan oleh Shuan.
Minami memiliki harapan besar ketika Shuan mencoba untuk menggunakan kemampuannya yang masih tertahan dengan amarah, kemampuan yang sama dengan peningkatan dari kekuatan.
Kekuatan cahaya Shuan berdasarkan planet yang berada di tata Surya dan Minami berharap untuk bisa melihat Shuan melepaskan wujud yang bernama [Golden Solar System] agar bisa melanjutkan ke tahap yang baru.
"Graaaggghhh...!!! Roaaaaggghhhh!!!" Terdengar suara monster yang keluar melalui teriakan Shuan sampai membuat Rokuro serius, latih tanding ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
Ia juga bahkan hampir terhempas ke belakang karena peningkatan kekuatan Shuan, cahaya emas terlepas kemana-mana dan terlihat Shuan dengan warna rambut angkasa mulai melayang ke atas langit lalu menatap Rokuro.
"Aku mengingatnya sejak awal, Shuan... Pertama kali kita latih tanding, kau mencoba untuk menggunakan wujud yang bernama Golden Solar System, dulunya gagal dan sekarang lihatlah..."
"...latihan penuh tekanan yang kau lakukan memberikan dirimu hasil yang cukup memuaskan." Rokuro mulai melayang ke atas dan ia merasakan tato Greed di bagian lehernya mulai merasakan kekuatan dan Lenergy yang begitu besar.
Lehernya sampai berdenyut karena tidak sabar untuk menyerapnya, Rokuro mencoba untuk mengontrolnya dan ia berhasil sedangkan Shuan terlihat sedikit mengalami kendala karena wujud itu.
"Oi, ada apa, Shuan? Jangan bilang kau baru saja menginjak batasanmu ketika mencoba untuk berubah menjadi wujud itu."
"Tidak, ini adalah kekuatan dan potensiku di puncak paling atas. Kekuatan penuh dari seorang Neko Legenda." Shuan mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya dan bersiap penuh untuk menerima serangan apapun.
"Apakah kau bisa bertahan lama menggunakan wujud itu?"
__ADS_1
"Tidak, latihan yang aku tuju adalah menyiksa tubuh ini sampai bisa masuk ke dalam batasan yang baru, batasan yang memberi diriku tingkatan baru..."
"...aku ingin menghancurkan batasanku lebih cepat dengan melalui jalan yang berbeda dari semua Legenda yang ada."
"Turnamen permohonan dipenuhi dengan murid dari berbagai semesta, aku tidak menyangka akan merasakan ujian yang sangat berat dari semuanya." Rokuro mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.
"Aku ingin merasakan perasaan ini, Shuan. Melawan seorang anak dari Legenda legendaris yang bernama Shiratori Shira."
"Aku juga merasakan hal yang sama... Melawan seorang anak dari Legenda pendosa besar membuat diriku terbakar penuh dengan semangat."
Shuan dan Rokuro melesat menuju arah satu sama lain sampai menabrak lalu melepaskan ledakan yang begitu besar dimana-mana, Hana terkejut ketika melihatnya karena pergerakan mereka cukup cepat.
Sebagian dari mereka hanya bisa melihat Lenergy yang lepas dan ledakan dimana-mana, kubus waktu itu bergetar karena menahan kekuatan murni dari kedua Legenda hebat itu.
Haruka bisa melihat pergerakan Rokuro dan Shuan yang begitu cepat bahkan kekuatan beserta kecepatan mereka bisa di bilang sama dan setara dalam satu tingkatan kecil.
Rokuro menghantam wajah Shuan, Shuan langsung menatap tajam Rokuro dan ia melihat dirinya melancarkan satu serangan tetapi Golden Moon mulai menahan serangan Rokuro.
Serangan yang di lepaskan Rokuro terasa begitu lembut dan tidak memiliki efek apapun karena Golden Moon, ketika Shuan mencoba untuk menyerang, terjadilah serangan yang saling beradu.
Semua planet emas yang melayang di sekitar leher Shuan sempat di lawan balik dengan kekuatan murni Rokuro dan Greed yang menyerap seluruh efek negatif serta kekuatan di dalamnya.
Hanya Rokuro yang berhasil mengenakan satu serangan, selanjutnya mereka tidak dapat menyerang sasaran mereka karena sibuk saling mengadu pukulan dan tendangan.
""HAARRRGGGHHH!!!"" Dengan pergerakan yang tepat, secara bersamaan mereka melancarkan satu pukulan penuh kekuatan yang melepaskan tekanan dan dorongan besar di sekitar ruangan itu.
Dorongan itu bahkan terlepas keluar dari dalam kubus itu, untungnya Honoka mengubah semua dorongan itu menjadi oksigen biasa dan berhasil menyelamatkan teman-temannya yang bisa saja terhempas.
"Grrgghhh...!" Lengan kanan Rokuro mulai dipenuhi dengan urat menonjol karena ia memasukkan banyak kekuatan di dalam lengan kanannya.
"Nrrrgghhhh...!"
Shuan bisa melihat lengan kanannya juga mengalami tekanan besar sampai urat-urat itu mengeluarkan darah yang berceceran, tinju mereka bahkan sampai bengkak dan mengeluarkan banyak darah karena melepaskan satu pukulan yang sama.
Shuan dan Rokuro terbang ke belakang lalu Shuan melepaskan gelombang badai dari Golden Neptune yang dapat membekukan Rokuro.
Dengan cepat Rokuro mengeluarkan sabit yang melepaskan serangan tebasan besar, mampu menyerap seluruh badai itu dan Shuan langsung menangkis semua tebasan itu menggunakan cakar emasnya.
Rokuro terus mengayunkan sabitnya dengan kecepatan penuh dan Shuan terus menangkisnya beberapa kali dengan bantuan dari Golden Moon dan Golden Earth.
__ADS_1
Shuan terlalu fokus dengan serangan tebasan itu sampai ia dikejutkan dengan Rokuro yang berada tepat di hadapannya selagi melepaskan pukulan kekuatan penuh yang mengenai perutnya.
"UGGGHHHH!!!" Shuan memuntahkan darah yang banyak dan Rokuro masih belum selesai karena ia melakukan backflip ke belakang sampai berhasil menendang Shuan ke atas.
Tubuh Shuan sekarang mulai mengalami tekanan yang begitu besar sampai ia kesulitan untuk mengontrol wujudnya, Rokuro memiliki kesempatan menyerang yang lebih tinggi sekarang.
Rokuro muncul di atas Shuan lalu ia menghantam kepalanya dengan dua tinju yang di rapatkan sampai ia terhempas menuju lantai, Shuan mencoba untuk menyumbangkan tubuhnya tetapi Rokuro muncul tetap di belakangnya.
Satu tendangan ia lepaskan untuk melempar Shuan lebih tinggi lagi, Shuan melihat ke atas lalu ia melancarkan satu pukulan sehingga lengan kirinya terbelah menjadi dua dan mengejutkan dirinya.
"Ahhh---" Wajah Shuan menerima dua tendangan dari Rokuro sampai ia terjatuh di atas tanah dengan menerima beberapa kerusakan.
Rokuro mulai kelelahan karena ia menyia-nyiakan banyak kekuatan dan tenaga, Minami merasa kecewa melihat Shuan yang belum siap. Bisa di bilang ia masih berada di tingkatan paling bawah untuk mendekati dirinya.
Walaupun begitu, Minami masih merasa bangga karena Shuan berusaha keras untuk berlatih tanpa henti bahkan ia masih bisa bertahan dengan lengan kiri yang mengalami regenerasi dengan Golden Earth.
"Sepertinya latih tanding ini terlihat persis seperti Legenda layak, tidak memandang bulu dan tidak ada artinya untuk menahan diri." Asriel mulai berbicara.
"Kau menahan diri maka kau mati... Itu adalah peraturannya dan mereka perlu mengerahkan kekuatan penuh mereka dari awal untuk melakukan pertarungan yang besar."
Rokuro mengangkat sabitnya ke atas lalu ia menyerap seluruh kekuatan emas dari dalam planet emas yang mengelilingi leher Shuan, ia mendapatkan kekuatan yang cukup untuk memenangkan latih tanding ini.
Rokuro melakukan satu putaran lalu ia mengayunkan sabitnya penuh dengan tenaga sampai gelombang tebasan berwarna emas terlepas dari dalam sabit itu dan melesat cepat menuju arah Shuan.
Shuan menunjuk ke arah gelombang tebasan itu dengan kedua tapak tangannya yang terbuka, tata Surya emas yang melingkari lehernya mulai bergerak ke depan dan berputar cepat seperti menciptakan cincin.
"Golden Shining Pillar!!!" Cincin tata Surya emas itu melepaskan gelombang emas yang berbentuk pilar, kedua serangan sihir mereka mulai saling beradu sehingga menyebabkan getaran dahsyat di dalam ruangan itu.
Gelombang tebasan sabit milik Rokuro mulai menembus pilar emas itu dan mencoba untuk mendekati Shuan.
"Grrrgghhh...!"
"Apakah itu saja yang kau miliki, Shuan!?"
"Lepaskan semua kekuatanmu sebelum kau mati...!!!" Seru Rokuro keras.
"Cik... Ngh..."
"Sial...!!! Sialan...!!!" Kedua mata Shuan mulai memancarkan cahaya amarah, menandakan amarah dari Neko Legenda terlepas dan tidak terkendali.
__ADS_1
"Groooooaaagghhhhhh!!!"