Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 912 - Sebuah Hadiah untuk Sepupu Tercinta~


__ADS_3

Mereka semua mulai mengunjungi festival yang saat ini sedang terjadi di Legenia, bisa dibilang festival yang merayakan ulang tahun Hinoka yang sudah menjadi idol selama tiga tahun sampai banyak sekali ras asing datang.


Planet Legenia semakin terkenal karena Hinoka sampai semua barang dan tempat pasti akan memiliki kaitannya dengan dirinya sehingga tembok rumah juga sampai dipasang gambar Hinoka yang sedang menunjukkan hati menggunakan jarinya.


"Sudah aku bilang beberapa kali bukan~ kenapa kalian tidak mencoba karier sebagai seorang idol...?" Tanya Hinoka selagi menggerakkan rambutnya.


"Kami tidak tertarik sama sekali... lagi pula rasanya pasti sulit dan menyibukkan dirimu sendiri dari dunia yang sudah mengetahuimu." Jawab Konomi.


"Itu benar, Hinoka... apakah kamu tidak pernah sekalipun terasa terganggu...? Kalau tidak salah kamu sudah berumur 17 tahun dimana semua orang akan mengincar dirimu dan mencoba untuk melamarmu."


"Hahaha~ aku tidak semurah itu, lagi pula aku hanya menerima lelaki yang pantas sederajat denganku!"


"Yang tampan... baik... kaya... seperti itu...?" Tanya Koizumi yang berniat untuk sarkas tetapi Hinoka langsung menunjuk dirinya dengan tatapan serius.


"Aku tidak mengincar pria dari tampang atau uang mereka... yang lebih penting dan paling utama adalah ia mau menerima sepupu kecilku~" Hinoka langsung memeluk Shinobu erat.


"Fueehhh!? Aku...?!" Shinobu memasang wajah yang merah selagi menunjuk dirinya sendiri karena ia tidak menyangka Hinoka mencari seorang pendamping hidup yang mau menerima sepupunya.


"Whoa... ini pertama kalinya aku mendengar perkataan yang terdengar cerdas darimu, Hinoka. Biasanya kamu akan mengatakan sesuatu yang bodoh dan membosankan..." Sarkas Koizumi.


"Buuuuu...! Kejam! Aku hanya menyembunyikan kecerdasanku yang sebenarnya..."


"...lagi pula, kenapa kalian tidak mau menjadi Idol sih? Semua orang mencintai dirimu bahkan aku sendiri bisa dikenal oleh banyak orang karena---"


"---Tubuh seksi." Lanjut Koizumi.


"---memamerkan ketiak dan belahan." Lanjut Konomi.


"---mengatakan sesuatu yang mesum pada penggemarmu sendiri." Lanjut Ako.


Hinoka mengembungkan kedua pipinya ketika mendengar ketiga temannya mengatakan sesuatu yang berlebihan tentang dirinya, tetapi ia sendiri menunjukkan hal lain seperti bakat dalam menari dan menyanyi.


"Tarian dan suara Kakak terasa begitu emosional sampai bisa membangkitkan banyak semangat~!" Kata Shinobu selagi memejamkan kedua matanya lalu menunjukkan senyuman lebar.


""Si-Silau!!!"" Mereka semua bisa merasakan cahaya keluar dari wajah polosnya itu bahwa ia melihat sisi yang sangat positif dari Hinoka yang memilih menjadi idol.


"Ahhhnnn~ Koneko~ mari menikah~" Hinoka memeluk Shinobu erat lalu ia memberi dirinya beberapa kecupan di pipi sampai ia terkekeh sampai menyebabkan Koizumi merasa cemburu.


"Oke, sudah cukup dengan ciumannya itu!" Koizumi menarik Shinobu dari Hinoka sampai ia melepaskan pelukan tersebut.


"Buuu....! Kenapa kamu mengganggu pernikahanku dengan Koneko?!"


"Apa yang kau maksud dengan pernikahan, hah...?"


"Ahh... ini sesuatu yang klasik dari Shimatsu Koizumi, kau pasti merasa cemburu bahwa aku bisa memiliki Koneko semauku, 'kan?!"


"Hah?! Tidak mungkin... aku menarik dirinya hanya untuk menjauhi kepolosan yang ia miliki kepada gadis mesum seperti dirimu! Tidak ada alasan lain!" Seru Koizumi.


Terjadilah perdebatan antar kedua sepupu yang mencoba untuk merebut sepupu kecilnya sampai Konomi dan Ako memasang tatapan datar karena mereka selalu saja melakukan acara kecil seperti ini.


"Acara kecil sepupu Comi di mulai sepertinya..." Kata Ako.


"...bertahun-tahun lamanya, mereka selalu melakukan---"


"SAPIZUMI!!!"


"HINOSAPI!!!"


***


"Festival ini cukup besar juga ya, aku tidak menyangka semuanya akan gratis jika kita pergi bersama Hinoka." Kata Ako selagi menikmati daging bakar yang ia pesan.


"Tentu saja~ festival ini merayakan kelahiran diriku sebagai seorang idol, itu artinya aku mengendalikan semuanya~" Ucap Hinoka selagi menepuk dadanya sendiri penuh kebanggaan.


"Aku cukup terkejut bahwa kau tidak diserbu oleh penggemarmu itu..."


"Ahh, soal itu ya~ aku meminta bantuan Koneko untuk memasang daun emas di kepalaku ini agar aku terlihat seperti orang asing di hadapan mereka semua."


"Baiklah, kembali menuju topik utama..."


"Soal idol 'kan?" Tanya Konomi.


"Mm~ Karena aku membutuhkan banyak partner untuk menemani diriku dalam---"


""Kami menolak!""


"Buuuuu... kalian ini tidak seru sekali...! Mungkin Koneko ingin menjadi idol sepertiku?" Tanya Hinoka kepada Shinobu yang langsung memasang tatapan kaget.


"Fueeehhhh...!!! Tidak bisa...! Koneko tidak bisa...!"


"Tenang saja, Shinobu. Aku tidak akan membiarkan dirimu menjadi idol karena kamu sudah terlalu sibuk dengan urusan lain, lagi pula jadi idol tidak sehebat yang kamu pikirkan..."


"Kau hanya iri bahwa diriku mendapatkan banyak penggemar." Hinoka menjulurkan lidahnya sampai mereka kembali menikmati camilan yang dipesan lalu membahas kekurangan idol.


"Hinoka, apakah kamu tidak pernah merasa takut atau khawatir soal penggemar dirimu yang mencoba untuk mendatangimu...? Sampai ingin melakukan hal yang tidak senonoh?" Tanya Konomi.


"Perbuatan mesum ya~ tentu saja mereka akan menerima hukuman yang sangat besar dariku~" Jawab Hinoka selagi menjilat es krimnya.


"Hukuman itu?"


"Aku akan ledakan pen** mereka." Jawab Hinoka sampai membuat mereka semua memasang tatapan kaget kecuali Shinobu yang sedang sibuk makan ikan bakar dan tidak bisa mengikuti topik itu.


"Kejam sekali ya..."

__ADS_1


"Kalau begitu... apakah kamu tidak pernah berpikir bahwa dirimu yang sangat terkenal untuk kalangan pria dijadikan sebagai bahan fantasi pemuas mereka?" Tanya Ako.


"Ahh~ kalau itu sih, aku tidak begitu keberatan karena mereka bisa terus membayangi diriku sepuasnya dengan memenuhi hasrat fantasi mereka~"


"Orang-orang yang seperti itu akan sadar bahwa mereka terlalu gila untuk membayangkan sesuatu yang terjadi kepadaku sampai menyebabkan mereka menjadi stres sampai tidak bisa melanjutkan kehidupan!"


"Bejat... sepupuku memang bejat tidak merasa keberatan dijadikan sebagai bahan para lelaki..."


"...aku tidak begitu suka menjadi idol karena harus menunjukkan tubuhku ini, lebih buruk lagi pandangan busuk mereka itu... ugh...!" Membayangkannya saja membuat Koizumi kesal.


"Mengecewakan~ padahal dadamu besar sekali loh, bahkan bertambah besar lagi dari sebelumnya... rahasia apa yang kau lakukan!?"


"Apa aku boleh menyentuhnya sebagai eksperimen!?" Tanya Hinoka selagi menggerakkan jari-jarinya sehingga keningnya menerima sentilan dari Koizumi.


"Kau memang bejat..."


Setelah menghabiskan banyak waktu membahas kekurangan idol, mereka memutuskan untuk tidak ikut sama sekali sehingga membuat Hinoka tidak merasa sedih atau kecewa karena sisi positif lainnya adalah ia dapat menerima panggung itu sendirian.


Dan lebih baik lagi adalah, dia bisa menerima banyak penggemar paling banyak sampai ia bersenang-senang dengan kariernya itu sebagai idol yang dapat membuat semua orang bahagia dan bersemangat rata-ratanya.


Tidak menghitung dengan mereka yang terlalu banyak halu dan berpikiran mesum...


***


"Banyak sekali aksesoris yang selalu saja memiliki wajah atau dirimu ya... setidaknya model yang dimiliki oleh cangkir ini indah, aku beli ya." Kata Konomi sambil mengambil dua cangkir.


"Terima kasih, Kakak~ aku tidak mengira Kakak juga akan membelikannya untukku..." Kata Ako.


"Eh? Aku hanya membeli dua untuk diriku sendiri kok."


"Ehh...?"


"Bercanda~"


"Apa maksudnya membeli? Semua ini gratis loh...! Gratis!" Seru Hinoka yang mulai menghasut mereka satu per satu untuk membeli aksesoris dan berbagai macam benda yang menunjukkan dirinya.


Koizumi tidak bisa terjatuh ke dalam perangkap yang sama sejak pertama kali Hinoka menjadi idol karena semua yang dijual oleh penjual itu selalu saja hal yang sama sampai ia bosan melihatnya karena Shinobu sudah memborong semuanya.


"Kenapa kamu tidak membeli, Koizumi?! Buuuuu... ini hari spesialku, setidaknya beli lah sesuatu untuk membuatku senang."


"Tidak... rumah kita sudah penuh dengan barang yang menunjukkan dirimu, kebanyakan barang seperti itu hanya akan aku jual satu per satu." Jawab Koizumi selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Ngomong-ngomong, dimana Shinobu?" Tanya Koizumi selagi melihat sekeliling karena ia menghilang entah kemana tanpa jejak sedikit pun.


"Ahh...!" Hinoka memasang wajah yang terlihat tersipu ketika melihat Shinobu berada di toko buku yang menunjukkan konten mesum tentang dirinya sehingga ia bersama Koizumi bergegas menuju toko itu.


"Mereka kenapa?" Tanya Ako.


"Aku kira tidak akan ada buku yang dijual di festival ini..." Kata Shinobu sambil memegang buku yang untungnya masih terbalik, ia tidak sempat melihat sampul yang menunjukkan gambar Hinoka.


Koizumi langsung merebutnya lalu menutup sampul yang mesum itu, "Kenapa kau memiliki gambar yang tidak pantas seperti ini...!?"


"Hehehe~ di luar sana terdapat banyak sekali orang berbakat sampai mereka membuat sebuah komik atau buku yang menggambarkan diriku berhubungan mesum..." Kata Hinoka selagi menyentuh kedua jarinya.


"Kak Koizumi, ada apa...? Kenapa bukunya diambil begitu?" Tanya Shinobu dengan tatapan polosnya itu.


"Uhh..." Koizumi memasang tatapan merah karena ia sempat melihat sampulnya, ia juga tidak sadar Hinoka sudah membeli buku itu karena penasaran isinya seperti apa.


"Buku ini tidak pantas dibaca olehmu, Shinobu... bagaimana menjelaskannya ya... intinya kamu yang sudah cerdas tidak bisa membaca buku ini..." Koizumi menempati buku itu di tempat asalnya.


"Lagian buku itu sangat membosankan, Koneko... lebih baik membaca pelajaran dibandingkan hiburan membosankan seperti ini." Kata Hinoka yang sedang membaca dengan pipi memerah.


Koizumi menyentil kening Hinoka, "Hinosapi memang bejat..."


"Fuehehehe~ wajar~ kita sudah masa pubertas..." Kata Hinoka yang terus melihat isi dari buku itu dengan tatapan polos sedangkan Shinobu sedang menyentuh bibirnya sendiri dengan tatapan polos.


Koizumi memasang tatapan waspada ketika melihat Shinobu memperhatikan sampul buku itu, tetapi ia langsung menghalangnya.


"Sudah hampir malam... ayo kita pulang."


"Ohh iya... hadiah rahasia untuk Kak Hinoka?" Tanya Shinobu dengan tatapan polos.


"Ya, itu benar."


***


Setelah menghabiskan waktu bersama dan membeli berbagai macam oleh-oleh, mereka semua memutuskan untuk pulang sampai ketiga sepupu tiba di rumah mereka lalu bergiliran pergi berendam.


"Cyber, bagaimana soal pesanannya?" Tanya Shinobu yang sedang bekerja di depan komputernya.


"Sebentar lagi akan sampai... sesuai dengan kalkulasi saya, lima menit lagi..."


"Mm~ semoga Kak Hinoka bisa merasa puas menggunakan mikrofon baru, yang selalu ia gunakan sudah mulai rusak." Shinobu mulai menunggu pesanannya sampai.


Beberapa menit kemudian, Cyber dengan tubuh Mecha-Neko mulai membawakan paket yang baru saja datang kepada dirinya sehingga ia memasang tatapan senang bahwa hadiahnya sudah tiba.


Sebuah kotak besar yang langsung ia buka sampai ia melihat sebuah mikrofon di dalamnya dengan warna ungu, ia juga melakukan tes kecil sampai berjalan dengan lancar seperti biasanya.


"Mm~ bukan barang tipuan~"


Sebelum Shinobu dan Koizumi memberikan hadiah mereka untuk hari spesial Hinoka yang terangkat menjadi idol, mereka sempat menikmati makan malam bersama.


Setelahnya, Hinoka langsung berdiri lalu menunjuk mereka kedua sepupunya bahwa ia sangat menantikan hadiah yang akan mereka berikan, "Aku ingin melihat milikmu dulu...!"

__ADS_1


"Ini." Koizumi menempati sebuah lipstik di atas meja sampai Hinoka memasang tatapan yang begitu senang lalu menerimanya sepenuh hati.


"Koizumi, aku menyayangimu~!" Teriak Hinoka yang melompat menuju arah dirinya tetapi Koizumi langsung menahan dirinya seperti memberikan penolakan atas pemberian pelukan itu.


"Buuuu... ayolah, hari ini adalah hari spesial bagiku... berikan aku ciuman di pipi... Chu... Chu..." Kata Hinoka yang terlihat begitu manja selagi menyentuh pipinya sendiri.


"Ugh... tidak mau, kau sudah besar... bukan anak kecil lagi." Koizumi menatap arah lain dengan pipi yang tersipu sampai Hinoka mulai mengembungkan pipinya.


"Tapi sekarang adalah hari spesialku...!!!" Hinoka mulai bersikap manja sampai membuat Koizumi menghela nafasnya.


"Baiklah, terserah... ini yang terakhir!" Koizumi mendekati Hinoka lalu ia mencoba untuk memberinya kecupan di pipi tetapi Hinoka langsung mencium bibirnya.


"Oi...!!!" Koizumi mendorong Hinoka mundur selagi mengusap bibirnya itu, wajahnya bertambah semakin merah tetapi ekspresinya terlihat begitu kesal.


"Hehe~ ciuman di masa dewasa kita~ apa kita bisa melanjutkannya lebih atas ya...?" Tanya Hinoka selagi mengedipkan matanya sehingga kepalanya menerima satu pukulan dari Koizumi.


"Maaf, aku masih waras!"


"Awwwweee..."


Shinobu hanya bisa tertawa melihat kedua sepupu tertuanya yang ia anggap seperti Kakak mulai akur, mereka langsung menatap dirinya yang sedang menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


"Koneko~ kamu pasti memiliki hadiah yang sangat unik dan baru untukku bukan~?" Tanya Hinoka yang mulai duduk di atas lantai selagi melihat Shinobu memasang tatapan malu.


"Mm... Anu... Koneko sudah berusaha untuk membelikan sesuatu yang hebat untuk Kak Hinoka."


"Anu... Mikrofon yang Kakak gunakan untuk bernyanyi itu sudah lama sekali tidak diganti ya?" Tanya Shinobu dengan tatapan polos.


"Ahh~ kamu mau memberikan mikrofon yang sangat canggih?! Aku menerimanya kok karena mikrofon yang selalu aku gunakan sudah terlihat membosankan!"


"Kalau begitu ini... Koneko membeli mikrofon yang memiliki fungsi berbeda ini kepada Kakak." Shinobu menempati mikrofon berwarna ungu itu di atas meja dengan ekspresi yang terlihat senang.


"Semoga Kakak dapat menggunakannya~ mungkin kita coba sekarang di ruangan karaoke yang sudah Koneko buat beberapa hari yang lalu~"


...


...


Koizumi dan Hinoka memasang tatapan yang terlihat kaget seketika melihat bentuk mikrofon itu, wajah kaget Hinoka langsung berubah menjadi senyuman dengan matanya tertutup.


Hinoka mulai tersipu merah, "Anu... bukannya ini..."


...


...


"I-Itu bukan mikrofon... jangan-jangan Sh-Shinobu salah beli...?" Ucap Koizumi yang terlihat sangat kaget.


...


...


"Mm? Kenapa...? Ini mikrofon."


"Itu... Shinobu... itu sebenarnya bukan mikrofon..." Kata Koizumi dengan pipi yang memerah.


...


...


"Itu adalah VIBRATOR...!!!" Seru Hinoka keras yang terlihat senang sebenarnya sampai membuat Koizumi kaget karena ia terlihat biasa saja.


"Sungguh mikrofon yang hebat...! Pasti bisa bergetar 'kan!? Ujung kepalanya juga pasti bisa berputar...!!!" Seru Hinoka yang terlihat begitu bersemangat.


"Oi...!!! Apa yang kamu katakan!? Shinobu masih bersama kita loh...!"


"Kak Hinoka benar kok... itu adalah mikrofon yang Koneko pesan di dunia Online, kalau tidak salah mikrofon itu juga memiliki namanya tersendiri yang bernama Vibrator..."


"...tombol itu juga bisa memberikan banyak pilihan unik seperti sebutan Kak Hinoka tadi yaitu bergetar dan berputar." Kata Shinobu dengan tatapan polosnya, ia jelas tidak mengetahui apa fungsi yang 'sebenarnya'.


...


...


"Benda ini besar juga ya..." Hinoka mengambil mikrofon itu lalu mencoba untuk menggerakkan tombol itu sampai ujung kepalanya bergetar.


"W-Whoa... sepertinya... sepertinya aku tidak perlu menggunakan jariku lagi sekarang..." Kata Hinoka dengan pipi yang memerah.


"Kita tidak bisa memiliki barang itu! Berikan padaku!" Seru Koizumi yang mulai mengulurkan lengan kanannya tetapi Hinoka menolak.


"Koneko sudah memberikannya kepadaku... aku tidak akan meminjamkannya, aku tahu rasanya sulit menggunakan jari tetapi tahan ya~"


"Apa yang kau bilang!?" Tanya Koizumi dengan pipi yang memerah tetapi ekspresinya kesal sekali.


"Aku akan mencobanya di kamarku ya, Shinobu."


"Mm~ coba saja dulu, kalau rusak bisa Koneko beli lagi."


"Aku tidak mengizinkannya, berikan padaku sekarang juga---" Hinoka langsung melarikan diri dari Koizumi selagi memegang erat 'mikrofon' itu.


"Oi!!! Hinoka!!!" Teriak Koizumi keras yang langsung mengejar dirinya sampai meninggalkan Shinobu sendirian dengan tatapan polos.


"Kapan kita akan menikmati karaoke bersama ya~"

__ADS_1


__ADS_2