Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 148 - Tidak ada yang Sempurna


__ADS_3

"Blyatt...!" Makarov menarik pelatuk senapan Revolver emas-nya yang selama ini ia pegang menggunakan tangan kirinya, sepertinya senapan roket-nya ia sempat untuk nanti karena Einz bisa saja mengubah rudal yang ia tembak menjadi partikel menggunakan sihir realita-nya.


Beberapa peluru yang meluncur menuju arah Einz langsung berubah menjadi partikel angkasa karena sihir realita-nya, Makarov mulai bergerak seperti angin dalam badai, cepat dan dahsyat ia membidik senapan-nya ke arah kepala Einz untuk berjaga-jaga karena ia mencurigai dirinya yang memiliki dua nyawa seperti pasukan Oather.


Einz sekarang mendapatkan bala bantuan dari pasukan Iblis yang menghalang dirinya, hal itu membuat Makarov kesal sampai ia menggertak gigi kesal, senapan Revolver itu mulai Makarov ubah menggunakan Mana-nya menjadi sebuah senapan otomatis yang menembakkan beberapa peluru.


Berkat bantuan dari sumber Mana tingkat sepuluh, Makarov dapat mengubah senapan-nya menjadi senjata yang tidak memiliki resiko apapun... Contohnya beban yang dimiliki senapan roket dan otomatis itu, seharusnya kedua senapan itu sangat berat tetapi berkat Mana, kedua senapan itu terasa ringan.


Senapan otomatis itu terus menembakkan beberapa peluru yang mampu menghancurkan semua kepala Iblis yang ada di hadapannya, senapan itu juga tidak perlu pengisian peluru ulang karena peluru-peluru yang dikeluarkan oleh senapan itu adalah peluru yang berasal dari Mana yang mampu memanipulasi-nya.


Rxeonal bisa melihat Einz yang benar-benar kesusahan, dirinya sampai tidak memiliki peluang untuk menang sama sekali... Hanya peluang kematian-lah yang tersedia untuknya karena Makarov masih mengejar dirinya bersama dengan Drone-nya itu. Einz mulai berguncang ketakutan.


Aditya melempar beberapa bambu runcing yang terus bermunculan di kedua lengan-nya, Rxeonal menebas semua bambu tersebut dan ia segera maju ke depan sampai Aditya mengeluarkan sebuah granat yang berisi gas air mata, untungnya Aditya berhasil melempar granat itu ke arah Rxeonal.


"Hmph! Trik murahan seperti itu tidak akan berguna kepada-ku!!!" Rxeonal tiba-tiba muncul di belakang Aditya dengan pedang yang ia angkat tinggi, tetapi ia baru saja sadar bahwa punggung Aditya terdapat sebuah granat gas air mata lainnya.


Granat tersebut meledak dan mampu membuat kedua mata Rxeonal mengeluarkan air mata sampai indra penglihatan dan perasa-nya mulai terganggu lagi, Aditya mencoba sekuat mungkin dan berkonsentrasi untuk membuat sebuah Keris menggunakan Mana-nya tetapi ia tidak dapat melakukannya karena tingkatan Mana-nya masih rendah untuk menciptakan senjata sakral.


"Sial...!" 


Dua pedang melesat menuju arah Rxeonal dan mampu memutuskan kedua lengan-nya sampai ia menjerit kesakitan sampai mencakar-cakar wajahnya karena efek dari gas air mata itu masih mempengaruhi kedua matanya. Kedua pedang itu mulai tertarik kembali ke belakang dimana Aditya segera melirik ke belakang dan melihat Haruki datang lalu melancarkan beberapa serangan yang mampu melukai Rxeonal.


"Graggggghhhhhhh...!" Rxeonal menjerit lebih keras sampai Haruki dan Aditya terdorong ke belakang.


Tubuhnya kembali meregenerasi dengan cepat dan keberadaan Oather bisa mereka rasakan ketika Rxeonal mencoba untuk melakukan regenerasi. Rxeonal menyemburkan api neraka melalui mulutnya sampai membuat Aditya sempat tidak menghindari itu, Haruki berhasil menghindari serangan itu dan tidak menghiraukan Aditya yang saat ini terluka.

__ADS_1


"Sialan...!" Aditya mulai menciptakan dua perisai kaca yang mampu menahan semburan api itu dengan hasil Rxeonal meluncurkan ribuan dorongan ke arah Haruki yang menyebabkan diri terpelanting ke belakang, Rxeonal dengan cepat melayangkan satu ayunan pedang pada Aditya hingga lengan kanan-nya langsung putus dan mendapatkan luka yang cukup kritis untuk Manusia.


"Agggggghhhhhhhh....!!!" Aditya mengeluarkan suara yang keras sampai dada-nya mulai melancarkan cahaya merah putih yang mampu mendorong Rxeonal mundur.


Sumber Mana mulai tidak bisa ia kontrol sampai seluruh Mana-nya melepaskan keluar dari luka kritis-nya, tetapi Aditya segera menutup pendarahan itu lalu menatap Rxeonal dengan tatapan yang terlihat mengancam.


"Maaf, bung... Aku benar-benar tidak bisa melindungi Indonesia... Bahkan mempersatukan rakyat-nya saja tidak bisa..." Kata Aditya dengan nada yang pelan dan kesakitan, perlahan-lahan darahnya terus berkurang.


Rxeonal yang mencoba untuk menyerang Aditya tiba-tiba terhentikan oleh Haruki yang melancarkan serangan kombinasi sampai membuat dirinya kewalahan, mereka mulai saling bertukar serangan sampai kedua mata Haruki terhalang dengan ledakan yang ditimbulkan oleh pedang kehancuran oleh Rxeonal.


"Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya..." Aditya tiba-tiba mendengarkan suara yang terdengar sangat tidak asing, suara itu berasal dari teman baik-nya yang sangat dekat, suara-nya terasa dekat dan Aditya tidak mampu mencari keberadaan teman-nya itu.


"Maaf, bung... Aku benar-benar tidak bisa... Aku lemah, bahkan aku juga tidak mampu menahan seluruh penjajah itu... Pada akhirnya aku terbunuh, lihatlah sekarang... Aku melawan sesosok iblis yang akan menjajah seluruh alam semesta." Kata Aditya.


"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka! Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia...!!!"


"Bermimpilah setinggi langit... Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang... Bangkitlah, Aditya...! Takdir Indonesia berada di dalam jiwa pemuda seperti-mu..."


"Terima kasih, bung...! Engkau memanglah teman baik-ku...!" Kata Aditya dengan senyuman tipis di wajahnya.


"...Indonesia! Tanah Airku!!!" Seru Aditya keras, tubuhnya mulai diselimuti dengan aura merah putih yang sangat tebal. Walaupun dia sudah kehilangan satu tangan, rasa semangat-nya untuk berjuang masih ada di dalam dirinya.


Haruki mundur ke belakang ketika merasakan keberadaan Aditya yang mendekat, ia akhirnya berhasil menciptakan sebuah Keris yang dapat menghancurkan efek keabadian untuk dirinya karena itu adalah senjata yang sangat sakral. Aditya berhasil melayangkan sebuah ayunan Keris yang mengenai mata kanan-nya sampai ia buta untuk selamanya.


"Graggghhh...!!! Dasar manusia tidak berguna!!!" Rxeonal mengayunkan pedang-nya ke arah Aditya dan Aditya berhasil menahan pedang tersebut lalu Haruki datang dan menangkis pedang itu ke atas. Ketika Aditya mencoba untuk menusuk dada Rxeonal menggunakan Keris itu, tubuh Rxeonal berubah menjadi tulang dan ia segera muncul di atas mereka sambil menyemburkan api-api panas yang melempar mereka ke bawah.

__ADS_1


Mereka berdua masih belum cukup untuk melawan Rxeonal, kali ini ia berusaha untuk mundur ketika melihat Aditya yang menggunakan Keris sakral-nya itu. Aditya dan Haruki mulai dihalang dengan pasukan Oather dan Abyss dimana Haruki tersenyum sadis karena ia tidak sabar untuk menyiksa mereka semua menggunakan kedua pedang-nya.


"Lebih baik kau mundur, manusia... Tugas-mu di sini sudah selesai, aku akan melawan mereka semua dan membiarkan dirimu untuk beristirahat... Kau ini manusia, fisik tubuh-mu memiliki batasan yang sangat besar." Kata Haruki.


Aditya hanya bisa mengangguk, ia memutar Keris-nya lalu memasukkan-nya kembali ke dalam sarung Keris-nya itu. Dengan perlahan ia segera pergi menuju barisan dimana pasukan medis berada, untungnya mereka masih hidup berkat bantuan Yuffie dan Akina yang melindungi para pasukan yang dapat memulihkan luka-luka prajurit.


Aditya mengalihkan pandangan-nya kepada Makarov yang masih mengejar Einz, seluruh pasukan medis mulai menyembuhkan Aditya serta membalut lengan-nya yang hilang, "Kau harus menang, orang Rusia..." Kata Aditya.


Makarov segera membidik tubuh Einz menggunakan senapan roket-nya, Einz mulai pergi semakin jauh tetapi teropong yang membidik-nya mampu memberi tanda dimana rudal itu akan meluncur kepada dirinya. 


Senapan roket Makarov mulai diselimuti dengan garis-garis biru dimana ia segera mengerahkan seluruh Mana-nya ke dalam roket itu agar daya serangan dan kehancuran-nya itu mampu membunuh Einz secara keseluruhan. Tidak ada satupun pasukan musuh yang mencoba untuk menghalangi Makarov sekarang karena senapan-nya sekarang ia ubah menjadi senapan yang menembak [Flashbang].


"Kau tidak akan bisa melarikan diri dari takdir kematian-mu, iblis bodoh...!"


Beberapa Drone mulai menghalang jalan Einz dan meluncurkan beberapa peluru yang mampu membuatnya terdorong ke belakang, Einz tidak bisa melakukan apapun karena daya dorong peluru yang mengenai-nya itu besar sekali sampai Makarov tersenyum karena ia melihat celah menguntungkan yang besar.


"Baiklah...! Mari kita mulai strategi-ku...!" Makarov menarik pelatuk senapan roket-nya hingga senapan itu meluncurkan roket besar yang mengarah menuju arah Einz lalu mengenai tubuhnya sampai menimbulkan ledakan yang sangat besar.


Bammmmmm...!!!


Ledakan itu menarik beberapa perhatian pasukan yang sedang bertarung, Einz mulai dikepung dengan asap-asap hitam karena daya ledakan itu sangat kuat sekali. Dengan cepat Makarov membuang senapan roket itu dan melompat ke dalam asap itu lalu memeluk Einz erat, tubuh Einz masih belum sepenuhnya hancur dan ia ternyata bisa melakukan sihir regenerasi.


"Sekarang kau tidak bisa menggunakan sihir realita karena perlu fokus tinggi meregenerasi tubuhmu itu...!" Makarov tersenyum sinis, tubuhnya mulai diselimuti dengan Mana-nya serta tubuhnya juga sudah dipenuhi dengan garis-garis biru yang dapat melindungi dirinya dari segala serangan yang ada.


Sebuah zirah yang tercipta oleh para militer muncul di tubuh Makarov dan melindungi seluruh tubuhnya secara keseluruhan karena zirah atau armor itu bernama [Juggernaut Suit], Einz melebarkan matanya ketika armor itu dipenuhi dengan bom yang memiliki daya ledakan tinggi, dia mencoba untuk melarikan diri tetapi Makarov memeluk erat tubuhnya, mencoba untuk tidak membiarkan dirinya melarikan diri.

__ADS_1


"For Motherland Russia...!!! Uraaaaaaaaaaa....!!!" Teriak Makarov keras sehingga bom itu mulai meledak dengan daya ledakan yang lebih dahsyat dari sebelumnya sampai mendorong mundur beberapa pasukan yang melayang di sekitarnya.


Baaammmmm...!!!


__ADS_2