
Agfi terpental keluar dari portal yang Alvin ciptakan lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, ia menatap portal itu dan mencoba untuk melompat masuk lagi ke dalamnya, tetapi portal itu langsung tertutup rapat, "TIDAK...!!! PAPAAAAAAAAAAA!!!" Teriak Agfi keras karena ia gagal menyelamatkan Alvin, ia baru saja menatap wajah Alvin untuk beberapa detik, tetapi Dewa Agung itu sepertinya cerdik. Semua ini kesalahan Agfi sekarang karena bisa saja Alvin saat ini disiksa habis-habisan, "Apa yang harus aku lakukan...!?" Agfi mulai mencari cara untuk pergi kembali ke tempat itu, tetapi ia tiba-tiba melihat sebuah kertas yang terjatuh di depannya, "Ehh...?"
Agfi mengambil itu lalu ia membaca-nya, "Papa sepertinya akan baik-baik saja untuk sekarang, tetapi kau harus bertindak secepat mungkin dan jangan pernah memikirkan Papa terus... Tournament of Solicitation akan dimulai sebentar lagi, kau bisa menyelamatkan Papa menggunakan hadiah dari turnamen itu. Semoga kau, Rexa, Yuuki, dan Korrina bisa memenangkan turnamen itu dan menyelamatkan Papa. Kau tidak boleh memasuki wilayah itu lagi karena kau bisa saja terbunuh, Papa menulis pesan ini untuk berjaga-jaga jika kau gagal menyelamatkan Papa, tenang saja... Papa disini baik-baik saja dan yang terakhir... Jangan memberitahu Mama-mu dan saudaramu atau masalahnya akan bertambah rumit, apalagi Mama-mu... Ia bisa saja mengamuk dan bersikap ceroboh untuk memasuki Crimson Realm." Agfi mulai menatap langit-langit dimana awan-awan mulai mendung sehingga turunlah hujan yang deras, "... ..."
Agfi mulai mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mulai menatap ke depan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, ekspresi-nya saat ini terlihat mematikan, "Aku akan mengalahkan mereka semua yang menghalangi... Aku janji, Papa." Agfi terbang ke atas lalu ia melesat menuju arah kastil dimana ia bisa merasakan keberadaan Korrina yang baru saja pulang dari perjalanan-nya yang jauh.
Shira dan Megumi menyambut kedatangan Korrina, Korrina mulai melihat sekitar dimana ia tidak melihat Agfi, Rexa, dan Yuuki, "Kemana yang lainnya...?" Tanya Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Korrina bisa merasakan keberadaan Agfi yang mulai mendekat. Korrina menoleh ke belakang lalu Agfi mendarat di depan Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku pulang, Mama." Agfi datang dengan Kisetsu-nya yang basah kuyup, Korrina juga bisa melihat beberapa luka di tubuhnya, tetapi luka itu kecil.
"Agfi, kamu darimana saja?" Tanya Korrina.
"Latihan."Jawab Agfi yang mencoba mengontrol pikiran-nya untuk tidak mengingat tentang Alvin karena Korrina bisa saja membaca pikirannya, Korrina mengangguk lalu ia tersenyum dan mulai menepuk-nepuk kepalanya, "Pergilah mandi dan beritahu saudaramu untuk berkumpul di ruang tamu setelah makan malam, Tournament of Solicitation sudah dekat. Morgan bilang bahwa nanti kita akan kedatangan jemputan naga yang akan membawa kita ke akademi." Korrina setelah kembali ke kastil-nya ia menghubungi Morgan menggunakan kubus biru-nya untuk menanyakan kapan turnament akan di mulai, Morgan mengatakan bahwa semua peserta akan dijemput besok lalu dipindahkan ke akademi dimana mereka akan tinggal dan belajar, termasuk menghadapi tantangan yang ada di akademi itu.
"Baiklah, mari kita beristirahat, mandi, dan makan malam!" Korrina mengacungkan lengan kanannya.
Beberapa jam kemudian, mereka semua telah berkumpul di ruang tamu dimana Korrina sedang menatap kubus biru itu, kubus itu bisa disebut dengan nama Cube of Hologram, kubus itu mampu menciptakan hologram apapun termasuk dengan tempat asalkan kubus itu selalu dibawa oleh Korrina, Korrina sudah menunjuk semua tempat menggunakan kubus itu, "Sepertinya peraturan dari Tournament of Solicitation yang kelima itu baru. Semua peserta diwajibkan untuk mengikuti akademi ini untuk belajar dan menghadapi tantangan yang disediakan oleh turnamen tersebut. Aku memberitahu kalian semua karena kalian di undang oleh Morgan."
Shira mencoba untuk mengacungkan tangannya dan Korrina baru saja sadar bahwa Shira dan Megumi adalah kedua peserta baru yang akan mengikuti turnamen itu tanpa mengetahui tujuan dari turnamen itu, "Tournament of Solicitation adalah turnamen yang diciptakan oleh seorang manusia yang bernama Morgen Reinheit dimana turnamen itu akan diadakan sesuai kehendakkan morgan sendiri, pemenang dari turnamen itu akan mendapatkan sebuah kubus emas yang bernama Solicitation's Order dimana kubus emas itu mampu mengabulkan segala perintah apapun, jika perintahnya itu seperti menjadi dewa segalanya maka Morgan tidak akan menghendaki kubus itu untuk mengabulkan permintaan si pemenang karena jika itu terjadi maka bisa saja para dewa akan bertindak dan membunuh Morgan sendiri. Morgan mendapatkan ijin dari beberapa dewa untuk mengadakan turnamen ini."
__ADS_1
"Solicitation's Order kebanyakan digunakan untuk menghidupkan seseorang yang mati dan ingin harta yang berlimpah-limpah." Ucap Korrina hingga Shira mulai berpikir untuk meminta permintaan yang lumayan besar, ia ingin bisa terbang keluar dari luar angkasa dan berlatih di matahari yang asli sedangkan Megumi sudah jelas bahwa ia ingin menghidupkan kembali Ayah-nya yang sudah mati sedangkan Korrina bersama anak-anaknya pasti ingin Alvin untuk kembali pulang, "Itu artinya ketika kita berhasil memenangkan seleksi mengikuti turnamen maka kita semua akan menjadi musuh." Korrina tersenyum.
Mereka semua mengangguk, "Turnamen ini juga memiliki beberapa peraturan ketat jadi berhati-hati lah, turnamen yang kelima ini memiliki saingan dan petarung yang lebih dan kuat dari sebelumnya. Mari kita melakukan yang terbaik!" Ucap Korrina, ia mengacungkan lengan kanannya ke atas dan mereka mulai mengikuti Korrina dengan mengacungkan lengan kanannya.
Keesokan harinya, Shira dan yang lainnya sudah memakai perlengkapan yang lengkap, Korrina menyuruh mereka semua untuk membawa sesuai kebutuhan mereka karena mereka semua tidak akan bisa pulang, jika mereka pulang maka itu bisa ditandai sebagai diskualifikasi. Informasi selanjutnya mungkin akan dijelaskan oleh Morgan ketika semua peserta berkumpul di akademi itu, Shira melihat pemandangan luar angkasa yang terlihat indah sekali, ia juga bisa melihat beberapa naga sepertinya naga itu membawa peserta lainnya, "Banyak sekali..." Naga yang Shira tunggangi mulai melewati perbatasan Yuusuatouri hingga ia sekarang bisa melihat semesta Yuutouri dimana ia juga melihat beberapa manusia yang sedang menunggangi naga selagi menggunakan helm luar angkasa karena mereka tidak bisa bernafas di luar angkasa.
"Manusia juga ya..." Beberapa menit kemudian, naga itu mulai meninggalkan perbatasan Yuutouri dan sekarang Shira bisa melihat semua semesta dari bawah naga itu dan ia juga melihat peserta ras Iblis, Vampir, Elf, dan Malaikat. Hal itu membuatnya merasa lebih bersemangat dari sebelumnya karena ia benar-benar akan dipertemukan dengan banyak sekali peserta yang kuat, "Bisa kau lihat bukan, Shira...? Kita harus terus berlatih karena kita tidak tahu bahwa masih terdapat mortal atau ras yang jauh lebih kuat dari kita sendiri." Korrina tersenyum lebar melihat naga yang memiliki warna putih dimana ia melihat Arata dan Akina sedang berbicara, "Jadi mereka ya..." Korrina menyilangkan kedua lengannya.
Akina sadar bahwa seseorang seperti sedang melihatnya, ia melirik ke belakang lalu melihat Korrina yang sedang menatapnya dari jauh, "L-Loh...? Nona Korrina...!?" Akina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, sepertinya ia juga mengenal Korrina karena Korrina adalah gadis Legenda yang lumayan tenar dan popular, Arata melirik ke belakang juga lalu ia menatap Korrina dengan rautan wajah yang terlihat tidak tertarik sama sekali, "Hmph... Ternyata dia juga mengikuti turnamen ini lagi ya."
"Oi... Aku mendengarnya loh." Ucap Shira dengan nada yang terdengar kesal karena ia merasa tersindir lagi, Megumi menggenggam tangan kanan Shira lalu Shira mulai menatap Megumi dengan ekspresi yang terlihat bingung, "Pemilik ramen yang bernama Naoki's Special Ramen Shop ternyata mengikuti turnamen ini juga!" Ucap Megumi yang mulai menunjuk Naoki yang sedang berdiri di atas naga-nya yang bernama kuning, Shira membulatkan kedua matanya karena pemilik ramen ternyata mengikuti turnamen ini juga, Shira mulai mengingat nama marga-nya yaitu Souya, Souya Naoki.
Banyak sekali Legenda yang terlihat unik dan kuat di mata Shira, ia juga bisa melihat beberapa malaikat dan iblis yang terlihat mencolok seperti dua malaikat yang sedang memegang dua katana dan satu tombak yang panjang, Shira hanya bisa tersenyum lebar lalu ia memukul telapak tangan kanannya menggunakan tinju kiri-nya, "Aku siap kapanpun!!!"
Beberapa menit kemudian, semua naga itu mulai mendarat di atas akademi lalu mereka semua perlahan-lahan berjalan menuju tiga ruangan dimana di dalamnya terdapat tangga menuju lorong dan mereka harus berjalan di lorong itu untuk menempuh tujuan mereka yaitu aula, Morgan sedang menunggu semua peserta di aula tersebut.
Beberapa menit telah terlalui lagi dan semua peserta telah berkumpul di satu tempat, Shira menatap seorang manusia yang sedang berdiri di panggung selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, "Para hadirin sekali, semua peserta dari berbaring semesta yang akan mengikuti Academy of Solicitation ini...! Aku mohon untuk kalian semua memperhatikanku dan mendengarkan-ku tentang undangan yang kami berikan kepada kalian semua." Ucap Morgan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
__ADS_1
Aula itu yang tadi-nya berisik karena dipenuhi suara mulai menjadi sunyi karena ucapan pertama Morgan mampu membuat mereka diam, tanpa harus Morgan mengulang perkataan-nya lagi, "Kami ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang ingin berpartisipasi di Tournament of Solicitation. Peraturan kali ini untuk berpartisipasi Tournament of Solicitation akan berbeda, semua peserta diwajibkan untuk mengikuti semua pelajaran dan tantangan yang akan diberikan akademi ini, hanya beberapa peserta yang lolos akan bisa mengikuti turnamen ini."
"Semua kebutuhan yang kalian butuhkan sudah kami siapkan di akademi yang serba ada ini, dan diusahakan kalian harus mematuhi semua peraturan yang akan disediakan oleh pemandu kalian di setiap kelas yang kami sediakan. Kami harap kalian semua calon peserta Tournament of Solicitation bisa berhasil dalam segala tantangan yang ada di akademi ini, kalian butuh sekitar lima atau enam bulan untuk diresmikan menjadi peserta dari Tournament of Solicitation!" Morgan mulai mengangkat kedua lengannya hingga beberapa kembang api muncul dan melesat ke atas atap yang terbuka lebar.
BAM! BAM! BAM!
Semua peserta mulai bertepuk tangan sekeras mungkin, "Terima kasih dan kami berharap bahwa kalian semua bisa mengikuti Tournament of Solicitation itu tanpa harus ada yang di drop-out!" Morgan mengeluarkan kubus biru besar dari dalam sakunya lalu ia membuat kubus tersebut melayang hingga kubus itu mulai berputar dan memunculkan hologram yang menunjukkan lima kelas dengan beberapa peserta di dalamnya, di setiap kelas terdapat dua lima peserta.
Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan ketika ia melihat hanya lima kelas dengan seratus peserta jika dijumlahkan semua peserta dari kelima kelas itu, "Kenapa hanya seratus peserta...? Bukannya Korrina bilang bahwa total-nya ada lima ratusan...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan hingga Megumi melihat nama-nya sendiri dan Shira yang berada di kelas ketiga, "Shira, lihat...!" Megumi menunjuk kelas tiga dan Shira langsung menatap kelas tiga dimana ia melihat nama-nya sendiri, "Ahh...! Aku sekelas bersama, pacarku!"
"Baiklah!" Mereka berdua mulai melakukan high-five, "Ketika kalian sudah menemukan kelas kalian maka kalian dipersilahkan untuk memasuki kelas kalian dan saling berkenalan. Di jam sembilan pas, pemandu kalian akan datang dan menjelaskan semua peraturan yang dimiliki akademi ini. Sekian dan terima kasih." Morgan langsung menghilang, semua peserta mulai lari, jalan, lompat, dan terbang hingga mampu membuat keributan di aula, untungnya tidak ada yang terluka. Semua peserta tiba di kelas mereka beberapa menit kecuali Shira dan Megumi karena tadi Megumi menahan kencing-nya jadi ia bersama Shira pergi ke toilet untuk beberapa menit.
"Maafkan aku, Shira. Karena diriku, kita berdua terlambat."
"Bukan masalah terlambat... Semua peserta pasti akan menatap kita. Semoga saja semua peserta itu memiliki hati yang baik dan lembut." Shira mulai berharap dan berdoa, ia membuka pintu kelas ketiga lalu ia merasakan tekanan yang besar di seluruh tubuhnya hingga keringat dingin mulai muncul di seluruh tubuhnya, "Tekanan dan firasat apa ini...?" Shira menatap semua murid itu lalu ia melihat meja bagian kiri dipenuhi dengan peserta yang memiliki wajah dingin dan kasar.
jadi terdapat lima meja di bagian satu, dua, tiga, empat, dan lima. Bisa di sebut bahwa meja bagian satu itu paling kiri ujung dan lima bagian kanan ujung sedangkan tiga tengah. Setiap meja yang ada di belakang naik ke atas layaknya seperti tangga. Jadi ruangan itu layaknya seperti tempat belajar kuliah, mulai dari atas yang meja paling belakang hingga meja paling depan jadi menurun. Shira menghampiri meja tengah bagian ketiga dan Megumi meja tengah bagian kedua karena kedua kursi itu terlihat cukup aman bagi firasat Shira.
Megumi hanya mengikuti Shira saja, Shira melirik ke belakang dimana ia melihat dua kursi kosong lain-nya, Shira melihat Rexa di meja empat bagian satu jadi dia berada di barisan depan, Rexa melambaikan tangannya kepada Shira, "Sepertinya kami sekelas bersama Rexa." Shira melirik ke arah kanan dan ia bisa melihat beberapa peserta yang memiliki ekspresi dingin dan menyeramkan, "K-Kelas apa ini...?" Tanya Shira di dalam hati.
__ADS_1