
Apa yang Korrina minta langsung disetujui oleh keluarga-nya sendiri, Futsu dan Koura ingin sekali mengikuti perang antar semesta itu demi membantu Korrina yang sudah memohon dan meminta maaf dengan cara yang sangat mengharukan. Mereka juga ingin mengetahui lebih tentang semangat para Mortal untuk melindungi semesta yang mereka cintai.
Sabrina dan Katrina juga ingin ikut bertarung, mereka mengumpulkan seluruh pasukan Sacred agar pasukan Iblis memiliki kelemahan terbesar mereka yaitu kesucian, Korrina mulai merasa sangat lega dan bersyukur bahwa mereka ingin membantu sejauh ini sampai Futsu menghubungi seluruh dewa yang ia kenal untuk membantu di perang antar semesta nanti.
Semua dewa yang diajak oleh Futsu dengan senang hati menerima-nya, bahkan ajakan Koura juga bisa berhasil tanpa menerima penolakan sedikit-pun karena dia ini sangat popular. Korrina mendapatkan beberapa berita bahwa dewa perang bersama pasukan-nya akan ikut bertarung dan membantu para mortal.
Beberapa jam kemudian, Koura dan Futsu berdiri tepat di depan seluruh dewa dan pasukan-nya yang sudah berkumpul. Korrina terlihat tercengang karena keberadaan mereka yang benar-benar berbeda dan kuat ketika berkumpul di satu tempat, Koura menjelaskan mereka semua bahwa Touriverse saat ini sedang mengalami konflik perang antar semesta karena seorang Iblis.
Seluruh dewa-dewi itu segera meneriakkan suara mereka sekeras mungkin dan bersiap untuk bertarung, Korrina segera maju ke depan dan memberitahu mereka tentang rencana yang sebenarnya dimana dirinya akan mengumpulkan mereka semua di dalam sebuah dimensi yang Haruka ciptakan.
Intinya pasukan dewa dan dewi itu digunakan ketika pihak yang benar sudah benar-benar kalah telah karena jumlah dan kekuatan pasukan Iblis. Tidak ada satupun dewa dan dewi yang tidak setuju dengan rencana Korrina, mereka segera setuju dan melaksanakan perintah yang Korrina berikan. Koura dan Futsu mulai menepuk bahu-nya karena ia benar-benar merasa bangga.
"Kau memiliki fisik seperti mortal tetapi jiwa seperti Dewi yang baik hati..." Kata Futsu.
"Terima kasih, ayah... Dengan ini aku akan meminjam kekuatan para dewa dan dewi untuk bisa memenangkan perang antar semesta! Kita harus bisa meraih kembali kedamaian yang sudah di sediakan oleh kita semua..." Jawab Korrina.
Koura mulai terlihat tertarik ketika ia menatap pakaian yang dikenakan oleh Korrina sangatlah cantik dan berbudaya, "Korrina, apakah kamu masih punya baju yang sama seperti ini...? Ibu sangat menyukai dengan motif ini..." Ucap Koura dimana ia mulai mengusap-usap baju Korrina.
"Ahahaha... Pakaian yang aku kenakan adalah kebaya dengan motif batik, manusia yang tinggal di negara Indonesia-lah yang menciptakannya. Nanti aku akan meminta kepada teman-ku untuk mengambilkan baju seperti ini ya... Ibu terlihat tertarik ya, hehehe."
"Tentu saja, pakaian seperti itu sepertinya akan cocok untuk ibu!" Koura terkekeh.
***
Beberapa menit kemudian, Korrina menghabiskan waktu dengan berbicara bersama keluarga-nya, ia mendapatkan banyak sekali cerita dan juga informasi penting tentang sihir kuno-nya yaitu Sacred. Koura dan Futsu sampai tercengang ketika merasakan sihir Sacred Korrina yang sudah menginjak tingkat kesempurnaan berkat tarian Tradisional Indonesia.
__ADS_1
Mereka jelas ingin sekali mengetahui rahasia yang Korrina gunakan dan ia janji akan memberitahu mereka suatu saat nanti, ia juga berpikir untuk mengajak mereka ke Indonesia agar mereka bisa mempelajari sejarah yang ada di sana. Futsu dan Koura sudah bisa mengaku bahwa Korrina saat ini sudah jauh lebih kuat dari dirinya.
"Korrina, sihir Sacred yang sudah kau sempurnakan itu... Aku sungguh terkesan untuk merasakannya dan melihatnya dengan kedua mata-ku, sepertinya kau benar-benar pantas untuk menjadi seorang dewi agung---"
"Aku tidak tertarik untuk menjadi dewi, Ayah. Maafkan aku, aku hanya lebih tertarik untuk menjadi diri sendiri... Lagipula akan sangat memalukan bukan seseorang yang memiliki julukan dewa tetapi kalah oleh seorang mortal yang berjuang sangat keras." Kata yang Korrina ucapkan terdengar cukup masuk akan sampai memberu mereka diam seketika.
Beberapa menit kemudian, Haruka datang dengan wujud dewasa-nya dimana ia sudah siap untuk memperbaiki segalanya dan juga membuat rencana bersama Korrina. Sebelum itu Haruka segera memeluk Kakek dan Nenek-nya karena ia merindukan mereka semua.
Koura dan Futsu juga dikejutkan dengan kejutan besar bahwa kemampuan sihir Haruka tentang waktu benar-benar sudah menginjak kesempurnaan ditambah lagi dengan sihir Sacred-nya, sepertinya kekuatan hebat itu tidak selalu berasal dari julukan dan jati dirimu sendiri. Koura dan Futsu masih harus belajar lagi agar mereka bisa bertambah kuat seperti Korrina dan Haruka.
Haruka mulai menciptakan dimensi waktu yang sangat luas lalu ia belah menjadi beberapa bagian agar seluruh pasukan bisa berpisah dan Haruka tidak kesulitan untuk melepas mana dulu, seluruh dewa-dewi yang sudah berkumpul itu langsung Haruka masukkan ke dalam dimensi-nya sendiri kecuali dewa dan dewi tertentu yang ingin ikut bersama Korrina ke semesta Yuusuatouri.
"Nenek, bisakah nenek membawa-ku ke tempat dimana aku bisa melihat seluruh semesta yang ada di Touri?" Tanya Haruka.
"Ikut aku." Koura segera membawa Haruka ke tempat dimana para dewa dan dewi dapat melihat seluruh semesta yang ada di Touri.
"Sungguh menyedihkan ya... Melihat semesta indah ini bisa dinodai dengan peperangan dan kehancuran..." Koura mulai berbicara, Haruka segera menciptakan aura hijau yang berbentuk sama persis seperti keenam semesta itu.
"Haruka, apakah kau yakin bisa mengembalikan seluruh makhluk hidup seperti semula...?" Tanya Korrina.
"Semoga saja, aku sudah menghabiskan air suci yang ada di air terjun itu. Air suci itu sempat memberikan diriku kekuatan yang banyak sekali agar aku bisa mengakses kembali wujud hebat ini... Jika aku dapat mengembalikan seluruh makhluk hidup yang mati dan dikutuk maka kita memiliki kesempatan terakhir untuk menang...! Tetapi pasukan yang dikutuk oleh Rxeonal masih akan tetap hidup." Haruka segera melepaskan seluruh aura-nya ke seluruh semesta itu sampai keenam semesta itu mulai diselimuti dengan aura-nya.
"Ternyata kau menyusup masuk ke dalam [God Spirit Water] ya..." Sabrina menepuk wajah-nya.
"Sihir pengembalian waktu-ku hanya akan berhasil sebesar lima puluh persen untuk menghidupi makhluk hidup tertentu... Jika aku menggunakan [Time Reversal Life Force] maka wujud ini akan segera habis dengan cepat... Tetapi, ini adalah jalan yang kita pilih untuk bisa memenangkan perang antar semesta!" Kedua jam di mata Haruka mulai berputar ke belakang dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Semoga saja semua ini berhasil..." Korrina mulai memejamkan kedua matanya dan berharap.
"Populasi yang ada di Touri itu besar, kita hanya harus yakin bahwa semua ini akan berhasil..." Kata Futsu.
"Aku mulai...!" Korrina bersama keluarga-nya segera menyentuh Haruka lalu memberi dirinya kekuatan dan tenaga yang besar agar Haruka bisa bertahan di wujud dewasa-nya untuk mengembalikan populasi yang hilang dan dikutuk.
"Time Reversal Life Force...!!!" Darah mengalir keluar dari kedua matanya sampai kedua pupil hijau-nya berubah menjadi warna merah, kedua telapak tangan-nya yang memiliki aura berlambang waktu mulai berubah menjadi merah juga.
[Time Reversal Life Force] adalah sihir waktu yang sangat kuat dan mutlak dimana efek-nya dapat mengembalikan seluruh makhluk hidup yang terbunuh dan hilang dengan kesempatan lima puluh persen untuk kembali. Sekali menggunakan sihir waktu ini maka Haruka sudah kehilangan banyak sekali kekuatan dan tenaga karena saat ini ia sedang meneriakkan suara yang keras selagi memutar waktu ke belakang.
Inti semesta Touri mulai berguncang dahsyat sampai membuat seluruh populasi Touri tidak bisa bergerak, mereka semua mendadak tidak bergerak karena efek dari sihir waktu yang Haruka gunakan juga dapat menghentikan waktu untuk satu jam, satu jam adalah waktu dimana seluruh populasi Touri yang sudah hilang telah kembali hidup di semesta mereka masing-masing.
"U-Uckkk..." Kedua penglihatan Haruka mulai kabur, tubuhnya memancarkan cahaya hijau lalu dirinya berubah kembali menjadi wujud anak kecil-nya.
"Maaf, Mama... Hanya satu jam saja aku dapat mengembalikan mereka semua dengan perlahan-lahan..." Haruka terlihat kecewa karena ia tidak sempat menggunakan sihir itu untuk berjalan selama satu hari jadi seluruh populasi Touri bisa kembali termasuk Shuri.
Efek pengembalian sihir itu berjalan sangat acak dan seseorang yang mati dengan sangat tragis akan kembali dalam waktu yang cukup lama, satu jam tidak cukup untuk mereka tetapi Korrina bisa merasakan banyak sekali keberadaan yang mulai bermunculan di setiap semesta dan planet.
"Aku merasakannya...! Itu semua berhasil...!" Korrina terlihat sangat senang sampai ia memeluk Haruka dengan sangat erat.
"Ma... Mamaaaa!!! Sakit...!!!"
Koura dan Futsu mulai saling menatap satu sama lain melihat anak dan cucu-nya yang benar-benar membuat mereka bangga dengan kekuatan hebat mereka. Apalagi Haruka yang dapat menggunakan sihir waktu yang berada di tingkat kesempurnaan, tidak ada satupun dewa waktu yang dapat melakukan hal yang sama seperti Haruka.
"Efek dari sihir waktu itu masih berjalan..." Haruka mulai menunjuk lambang jam yang terdapat di mata kiri-nya, jarum jam itu bergerak mundur sama halnya seperti waktu berjalan dengan normal.
__ADS_1
"Jika jarum-nya mengarah ke angka 12 maka efek dari sihir yang aku gunakan sudah habis... Ditambah lagi hanya kita yang tidak terpengaruh oleh sihir penghentian waktu ini sedangkan mereka semua saat ini tidak bisa bergerak karena terpengaruh oleh penghentian waktu..."
"...Itu artinya kita memiliki satu jam untuk merancang rencana kemenangan yang sempurna!" Mata kanan Haruka mulai membentuk jam dimana jarum-nya berputar dengan cepat.