Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 846 - Apa yang Sebenarnya mereka inginkan?


__ADS_3

"Semuanya jelas bertujuan untuk menakut-nakuti mereka yang tidak tertarik sama sekali dengan kepercayaan terhadap dewa elemen yang rumornya dapat melindungi mereka dari bahaya."


Shinobu mulai berbicara melalui pikiran Konomi dan Koizumi, semua kandidat diberikan kesempatan untuk melihat semua pencapaian yang mereka peroleh selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan banyak pengikut.


"Mereka bukan hanya mengincar bangsa Legenda... namun rata-rata kandidat itu sendiri berasal dari bangsa Legenda karena memiliki kekuatan yang cocok untuk menjadi pengganti tersebut."


"Di tambah lagi karena Lenergy yang menerima berkah dewa... menghasilkan God Lenergy yang sulit untuk kita rasakan." Kata Shinobu yang mulai turun dari atas dada Koizumi untuk berkeliaran di meja itu.


Semuanya sedang melihat dokumen sedangkan Gallus hanya fokus menumbuhkan tanaman melalui jarinya, Shinobu naik ke atas meja lalu melihat sihir tumbuhan itu yang terlihat begitu sempurna.


"Ada apa, Aqua? Apakah kucing seperti dirimu tertarik dengan tumbuhan...?" Tanya Gallus yang mulai mengelus kepala Shinobu tetapi ia langsung merasakan energi kehidupan yang besar dalam dirinya.


"Hmm...?"


Gallus mengangkat alisnya lalu ia menatap Shinobu dengan tatapan yang terlihat tertarik karena kucing satu ini memiliki energi kehidupan serta alam yang begitu sempurna sampai tumbuhan di tangannya berkembang cepat.


"Apakah kau memang kucing langka yang Marina dapatkan...? Sungguh mistis sekali..." Gallus mencoba untuk menggendong tubuh Shinobu tetapi ia langsung melarikan diri dengan berkeliaran lagi.


***


"Shira, apakah kau yakin ini tempatnya...? Semua kandidat berkumpul dalam satu tempat untuk membahas cara agar bisa mengubah semua orang memiliki kepercayaan?" Tanya Haruki.


"Ya, sayang sekali tidak ada kandidat dewa cahaya... semuanya sudah aku hapuskan sejak awal." Kata Shira yang mengetahui rapat itu dari salah satu pengikut setia Dewa agung cahaya.


"Kenapa kau bisa tahu soal pengikut yang menyembah dewa cahaya?" Tanya Arata.


"Itu karena aku mendengar doa dan permohonan mereka dalam Realm of Light, bisa di bilang wilayah sihir dapat mendengar permohonan dan doa pengikut agar bisa di dengar oleh Dewa atau Dewi agung itu sendiri."


"Mereka mengincar pamanku yang ternyata seorang Dewa agung cahaya bernama Shinji, ayahku bilang bahwa dia sudah tersegel dengan aman..."


"...intinya dia berbahaya, satu pengikut saja sudah memberikan dirinya banyak kekuatan." Kata Shira sampai menyebabkan mereka terlihat kaget.


"Tunggu dulu... terdapat keturunan Shiratori yang terangkat menjadi seorang Dewa?"


"Ya, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia mau menjadi seperti itu jika pekerjaannya hanya bertarung dengan seseorang yang ia inginkan."


"Semua pengikut cahaya sudah aku hapus eksistensi mereka menggunakan Vanish, dengan ini... tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan soal Shinji."


Arata mulai berpikir tentang pengikut yang Shira maksud tadi, "Pengikut maksudmu itu dapat memberikan kekuatan untuk para dewa dan dewi?"


"Hanya berlaku kepada Dewa dan Dewi agung, semakin banyak pengikut yang menyembah atau memercayai dirinya maka dia akan bertambah semakin kuat."


"Apakah Zoiru bisa sekuat itu karena dia memiliki banyak pengikut yang mempercayai Oath? Sumpah?"


"Dengan menyebut sumpah atau melakukan sumpah saja sudah memberikan dirinya banyak kekuatan... jika kau percaya kepada sumpah maka Zoiru akan bertambah kuat juga."


"Aku mengerti sekarang..." Arata menepuk tapaknya sendiri sampai ia sadar bahwa dirinya hanya membunuh para Dewanya saja bukan pengikut mereka.


"Kau tidak membunuh pengikut mereka bukan?" Tanya Shira.


"Mereka semua entah menghilang kemana... mungkin karena God Lenergy memang sulit untuk dirasakan sampai mereka berada di tempat yang sulit dicari."


"Itu benar. Jika masih terdapat pengikut dan kepercayaan terhadap dewa beserta dengan kekuatannya maka dewa atau dewi agung baru akan muncul yang dijadikan sebagai kandidat."

__ADS_1


"Begitu ya... apakah kita akan membiarkan tujuh kandidat itu diurus oleh semua cucu kita?" Tanya Haruki untuk memastikan.


"Dengan kekuatan kita saat ini, mereka hanya sekedar mainan... lebih baik biarkan cucu kita mengurusnya demi kebaikan masa depan dan diri mereka masing-masing." Shira menciptakan objek melalui cahaya untuk duduk dan menikmati secangkir kopi.


"Aku sudah percaya kepada Shinobu bahwa dia akan mengurus semuanya satu per satu secara bertahap... proses itu ada dan dia sangat menyukai usaha keras."


"Mereka sejak empat tahun sudah menjalani misi seperti melawan para kesatria zodiak bukan? Tidak ada masalahnya jika mereka sekarang melawan tantangan yang lebih tinggi."


"Benar juga... aku juga tidak memiliki rasa khawatir apapun, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Arata duduk di atas kursi yang sudah Shira sediakan agar mereka bisa memperhatikan kerajaan itu.


"Mau taruhan lagi? Sebanyak-banyaknya pengikut yang mereka bunuh akan mendapatkan banyak berlian." Saran Haruki.


"Hohhh, menarik sekali. Lebih bagus lagi jika mereka berhasil membunuh satu dewa dengan mengambilkan anggota tubuhnya sudah mengamankan posisi kemenangan." Jawab Shira.


"Kalau begitu, kita lanjutkan taruhan ini." Arata mengeluarkan satu kantung berisi berlian lalu menyimpannya di atas meja emas sampai mereka melakukan hal yang sama.


***


Ako berkeliaran di kerajaan itu dengan menyamar, banyak sekali penjaga yang berkeliaran tetapi ia berhasil menghindari semua itu demi memasuki ruangan yang berbeda agar bisa mencari Grimoire tersebut.


"... ..." Ako mengerti perkataan Shinobu sebelum rapat di mulai.


...


...


"Ako, tugasmu adalah mencari semua Grimoire itu semampu mungkin, jika berhasil menemukannya maka aku ingin kamu melempar semua itu keluar angkasa sekuat mungkin."


"Anu... alasannya cukup simpel, kita hanya perlu membasmi mereka satu per satu karena kerja sama yang mereka lakukan mungkin akan menekan kita semua."


"Aku mengerti..."


"Ingat, rencana kita bisa berubah lebih cepat. Kita hanya berlima melawan mereka yang berkemungkinan melebihi jutaan yang mendapat berhak dewa juga."


...


...


Ako berhasil mendapatkan beberapa Grimoire, hanya air dan es yang sudah ia dapatkan karena para kandidat menyimpannya dalam ruangan mereka masing-masing.


Kedua Grimoire itu langsung Ako lempar keluar angkasa sekuat tenaga sampai kedua buku tersebut berpencar dan mendarat entah dimana karena Ako sendiri sengaja melakukannya.


"Hanya dua... kemana yang lainnya ya, sepertinya kandidat air dan es memang tidak begitu bertanggung jawab dalam menjaga buku itu."


"Semoga saja mereka bisa mengumpulkan informasi yang penting."


Kembali ke dalam ruang rapat, semua kandidat mulai berdiskusi tentang pengumpulan pengikut setia yang memiliki banyak kepercayaan terhadap para dewa elemen.


Jika sudah terkumpul banyak pengikut maka mereka bisa melakukan sebuah ritual secepatnya untuk membuka gerbang wilayah sihir agar para dewa dan dewi agung bisa keluar dari dalamnya.


Hanya mereka saja yang tidak dapat membuka gerbang itu tanpa sebuah kepercayaan dan pengikut yang menyembah mereka dengan penuh kesetiaan, itulah sumber kekuatan lain dari para Dewa dan Dewi agung.


"Kita akan mengumpulkan lebih banyak pengikut yang mempercayai kita semua dengan menyebabkan hujan meteor api ke setiap planet dari berbagai macam semesta yang berbeda!" Saran Pyro.

__ADS_1


"Tidak... lebih baik jika kita melepaskan hujan badai salju yang dapat membekukan apapun, mereka perlu mengetahui amarah dari Dewa salju Asper." Saran Lucia.


"Bukannya lebih baik jika menumbuhkan banyak tanaman...? Tanaman yang tumbuh besar seperti hewan, memakan mereka yang tidak memiliki kepercayaan." Saran Gallus selagi mengelus tanaman hidup di jarinya.


"Saran kalian semua sangat bodoh...! Tidak ada yang lebih baik dibandingkan menyambar semua orang lalu menghidupkan mereka kembali dengan syarat mempercayai dewa petir!" Seru Tarrant.


"Bodoh sekali... semua orang tidak akan bisa bertahan hidup tanpa menerima tabrakan tsunami dan tentunya mengeluarkan makhluk air seperti Kraken!" Kata Koizumi.


Shinobu dan Konomi sempat kaget ketika mendengar Koizumi mengatakannya, Shinobu langsung mendekati Koizumi untuk melihat catatan yang saat ini ia baca.


Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat Marina dan Daria memiliki rencana untuk memunculkan Kraken demi menakuti semua orang agar mau menyembah Dewi air Dallas.


"Ternyata mereka juga berencana untuk memunculkan makhluk sihir juga...? Kraken, kelas yang sama dengan Eldritch." Ungkap Shinobu yang mulai menggigit pelan jari Koizumi agar ia membuka catatan selanjutnya.


"Huh...?!" Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat banyak sekali rencana yang sudah Marina rancang sampai ia hanya perlu tahu apa saja yang direncanakan oleh para kandidat lainnya.


"Mungkin aku setuju dengan ide Marina tadi, memunculkan monster yang mengancam mereka dan tentunya menyebabkan badai besar yang dijadikan sebagai peringatan untuk mereka masuk ke dalam kepercayaan." Kata Beval.


"Angin juga bisa menjadi sesuatu yang mengerikan... kecepatan serta objek yang tidak bisa mereka pandang dapat menjadi akhir dari kehidupan itu sendiri." Beval mengepalkan tinju kanannya sampai menghembus rambut mereka semua.


Koizumi sempat menghentikan waktu untuk menahan semua daun emas di atas kepala mereka, "Percuma saja jika kita memiliki opini dan saran yang berbeda, kita semua hanya akan gagal seperti dulu."


Admon mulai berbicara, "Semua kandidat gugur sejak itu karena tidak ingin bekerja sama sebagai satu tim dan kepercayaan demi kewajiban mereka masing-masing, kita harus menggunakan toleransi untuk satu sama lain."


"Kita kandidat, bersama, kuat. Menggabungkan semua peringatan, memunculkan makhluk sihir, dan tentunya mengumpulkan semua Grimoire menjadi satu!" Peringat Admon selagi mengepalkan kedua tinjunya.


Semua kandidat setuju dengan kerja sama itu, terutama lagi menggunakan toleransi sebagai kunci. Jika mereka semua bekerja sama dengan baik maka pengumpulan pengikut itu akan menjadi sesuatu hal yang mudah.


"Kita hanya perlu mencegah pengumpulan buku sihir itu, jangan sampai mereka sudah memunculkan banyak peringatan kepada ras yang berbeda."


"Yang sangat efektif itu manusia, malaikat, dan Elf. Akan sangat berbahaya jika malaikat mempercayai seorang dewa atau dewi." Peringat Shinobu.


"Aku sudah menghubungi Ako tadi, hanya dua Grimoire yang ia temukan... sisanya entah kemana, mungkin para kandidat itu masih menyimpannya."


Shinobu menatap Keith yang sedang memperhatikan, ia langsung melebarkan kedua matanya untuk masuk ke dalam pikirannya yang begitu bersih sampai ia menemukan lokasi Grimoire of Wind.


"Aku mengerti sekarang..."


"...Kakak, gunakan penghentian waktu untuk memeriksa semua dokumen dan catatan yang mereka simpan."


"Untuk Konomi, dengan bantuan dari sihir arwah, setidaknya kau pasti bisa melepaskan arwah yang dapat kau jadikan sebagai sudut pandang lainnya bukan untuk melihat informasi mereka?"


"Itu benar."


"Ide yang baik... aku sendiri sudah tidak tahan diam di tempat yang penuh dengan God Lenergy." Kata Koizumi sampai ia bersiap-siap menghentikan waktu untuk melihat informasi yang mereka pegang.


Konomi melepaskan arwah yang tidak dapat mereka lihat dan rasakan, sudut pandangannya mulai berubah ke dalam arwah yang berkeliling dan merasuki laci itu untuk melihat semua catatan yang ada.


"Dengar ya..."


"...rencana akan berubah dengan cepat, intinya kita jangan sampai melawan mereka bersamaan." Peringat Shinobu.


"Mengumpulkan tujuh Grimoire... hancurkan..."

__ADS_1


"...maka aku akan membuat yang baru dengan The Mind."


""Baik!""


__ADS_2