
"Golden Moon!" Shuan menunjuk ke atas menggunakan bulan emas yang ia pegang, kedua jembatan itu langsung melayang dan suhu dingin itu mulai membekukan kedua jembatan menjadi es yang hancur menjadi kepingan kecil.
Setelah itu Bergord menyerang Shuan dari belakang dengan menarik ekornya, titik kelemahan yang dimiliki oleh Neko Legenda bahkan Shuan sampai tidak bisa melakukan apa pun karena Bergord yang menariknya dengan penuh tenaga.
"U-Uck...!"
""Shuan!!!" Seru Rokuro dan Asriel, mereka mencoba untuk membantu tetapi terhalang oleh tembok baja yang muncul tepat di hadapan mereka.
"Aku tidak menyangka laki-laki seperti dirimu akan memiliki ekor kucing dan telinga kucing..."
"Shiratori Shuan!!!! Apa kau ini betina sampai memiliki telinga dan ekor kucing segala, hah?!?!"
Rokuro melempar sabitnya ke arah Bergord dan berhasil mengenai wajah Bergord sampai melemparnya keluar dari dalam baja itu, Shuan terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kesakitan.
Ia mulai menggerakkan ekornya dan menjadikan ekor itu sebagai sabuk yang menyelimuti pinggangnya, dengan melakukan cara seperti itu semuanya akan berjalan dengan aman untuknya karena Bergord tidak akan bisa menarik ekornya lagi.
Rokuro dan Asriel tiba-tiba terlempar ke belakang dengan baja yang memanjang bahkan sampai menyebar di seluruh tubuh mereka, mencoba untuk mengubah kedua Legenda itu menjadi baja.
Rokuro mulai menghancurkan baja itu menggunakan sabitnya sedangkan Asriel menggunakan sihir esnya untuk menghantam baja tersebut, serangan yang mereka lakukan berhasil tetapi baja itu terus menumbuhkan baja yang lebih kuat lagi bahkan berlapis-lapis.
"Kalian tidak akan bisa melarikan diri sekarang...!!! Kalian akan aku jadikan sebagai material baja yang paling langka dengan bentuk dua Legenda brengsek yang berani-beraninya datang ke wilayah kelas 3S!" Seru Bergord keras.
Shuan mulai menggunakan Golden Earth yang baru saja ia berhasil ciptakan waktu yang tepat. Ia mengubah semua logam yang menahan Asriel dan Rokuro menjadi udara.
Setelah itu Rokuro maju ke depan lalu memunculkan sabitnya untuk melakukan serangan kecepatan cahaya yang berhasil memotong lengan kanan Bergord.
Serangan tadi cukup fatal juga bahkan sampai membekukan tulang di dalam tubuh Bergord karena bilah sabit itu sudah terkandung sihir es milik Asriel.
"Aggghhhhhh...!!! Sialan!!! Brengsek...!!! Kalian brengsek...!!!"
"Kau sendiri yang berani-beraninya melawan kami sendirian... seluruh kemampuan kami memiliki kesempatan untuk mengalahkan kemampuan menyusahkan yang kau miliki itu!" Seru Shuan keras, dengan bersamaan mereka melancarkan beberapa serangan ke arah Bergord.
Bergord mencoba untuk melarikan diri dengan masuk ke dalam baja itu tetapi ia berhasil mengubah baja itu kembali menjadi air lautan yang memiliki warna emas sekarang bahkan air itu memancarkan cahaya yang begitu indah.
Serangan yang mereka lakukan mampu menghancurkan zirah bahkan sampai mengembalikan tubuh Bergord semula, ia terlempar ke belakang dan masuk ke dalam air itu.
Bergord baru saja mendapatkan kesempatan untuk menciptakan zirah lainnya dan ia berhasil, Rokuro menyelam ke dalam lalu ia melempar sabit itu ke depan tetapi kali ini serangan sabitnya tidak mampu menghancurkan zirah yang dikenakan olehnya.
"Shuan... Asriel... Aku mengerti sekarang... Kemampuan baja dan besinya itu memiliki durabilitas kecil jika ia tidak mencoba untuk mengubah sesuatu menjadi baja dan besi...
"Aku tadi melepaskan serangan yang dipenuhi dengan tenaga tetapi tidak mampu meninggalkan goresan apa pun di zirah yang ia kenakan."
__ADS_1
"Itu artinya jika ia mencoba untuk mengubah sesuatu menjadi baja atau logam maka benda itu memiliki kekuatan dan ketajaman yang besar, kita harus berhati-hati!"
Penjelasan Rokuro terdengar cukup masuk akal bahkan sampai membuat Shuan dan Asriel mencoba untuk berhati-hati.
Semakin banyak ia mengubah sesuatu menjadi baja dan logam maka durabilitas tubuh dan zirah yang ia miliki akan berkurang tetapi semua benda yang ia ubah menjadi barang itu akan memiliki daya serangan yang begitu besar.
Bergord menunjuk ke depan lalu ia memanjangkan jarinya yang berhasil menusuk bahu kanan Asriel, mereka tidak bisa melihat kecepatan serangan tadi yang terjadi secara mendadak.
"Ugh...! A-Aku tidak melihatnya..."
"Sial... Bukan hanya pertahanannya saja yang meningkat tetapi kecepatan yang baru saja ia perlihatkan cepat juga, aku tidak bisa mengikutinya..." Ungkap Rokuro yang terus menatap Bergord.
"...memanggil Mammon juga bukan pilihan yang baik karena aku ingat ras Giant dapat membesar dan mengecil, jika ia mengecil lalu memanjat tubuh Mammon maka ia bisa saja terbunuh dengan menerima satu tusukan di bagian leher."
"Bergord sendiri tidak ingin menjadi kecil di hadapan kita karena ia tahu strategi Asriel yang dapat membuka air di hadapannya, mencoba untuk menjebak dirinya. Dengan ini kita harus merencanakan sesuatu yang dapat menghentikan dirinya sekaligus...!"
"Rokuro... Shuan..." Asriel mulai memanggil mereka, Rokuro dan Asriel mendengar Shuan yang mulai membicarakan tentang rencana baru, ia tahu harus melakukan apa pun tetapi ia sendiri membutuhkan bantuan mereka.
""Kami mengerti...""
"SEKARANG!!!" Seru Asriel keras.
Rokuro berenang menuju arah Bergord dan ia mulai mengecil lalu memegang erat pakaiannya tetapi ia dikejutkan dengan baju Rokuro yang dipenuhi dengan tanaman emas.
"Kalian memang bodoh ya..."
Ketiga Legenda itu tercengang ketika melihat semua batu di bawah mereka membentuk logam tajam yang memanjang dan menusuk seluruh tubuh mereka dengan kecepatan tinggi.
Mereka tidak sempat untuk menghindar atau melawan balik karena terlalu sibuk memperhatikan Bergord yang saat ini terjebak di tanaman beku, Shuan dan kedua temannya menerima serangan yang begitu fatal sehingga mereka memuntahkan banyak darah melalui mulut mereka.
Serangan logam tajam itu menembus semua tulang di dalam tubuh mereka bahkan sampai ujung dari logam itu mencabik-cabik organ mereka masing-masing.
"Apa kau bilang...?" Kata Rokuro.
"...berakhir...?" Kata Asriel.
"...itu yang kau katakan tadi?" Kata Shuan.
""Jangan meremehkan, ras Legenda!""
Bergord tercengang ketika melihat matahari emas di hadapannya, semua logam dan zirah yang melindungi tubuhnya mulai meleleh bahkan sampai mengubah kulitnya kembali seperti semula.
__ADS_1
Setelah itu matahari emas itu berubah menjadi Jupiter emas untuk menekan gravitasi dan Asriel bahkan berhasil menyelimuti tubuh Bergord dengan suhu dingin agar ia bisa terus membuka.
Muncul lah Mammon dari dalam air lalu mencabik-cabik tubuh Bergord menjadi bagian kecil sehingga seluruh bagian tubuh Bergord masuk ke dalam air, Shuan bersama kedua temannya melompat keluar dari dalam air itu lalu berdiri tegak di atas air itu dengan luka yang sudah kembali.
"Sepertinya kami berhasil membalas perangkap yang kau miliki dengan perangkap lainnya..." Kata Asriel.
"Kau sepertinya tidak sadar bahwa air laut ini terbuat dari Golden Earth otomatis mengandung cahaya di dalamnya yang mampu menyembuhkan luka kami lebih cepat karena jumlahnya yang begitu banyak..."
"...aku mengeluarkan dirimu dari dalam air ini agar kau bisa menggunakan perangkap logam itu untuk menusuk kami, kau berhasil tetapi kau tidak sempat melihat luka yang kami terima kembali pulih berkat air cahaya ini yang tercipta dari Golden Earth." Kata Shuan.
Bergord menjerit keras ketika ia menerima serangan bertubi-tubi dari Mammon, ia tidak bisa mati karena lukanya pulih dengan cepat oleh air cahaya itu, rencana yang disampaikan oleh Asriel berhasil secara keseluruhan.
Shuan meminta Rokuro untuk membiarkan Bergord sekarang, ia menyerap seluruh cahaya air itu lalu menarik Bergord keluar dari dalam air dengan menggunakan tanaman emas yang membelit seluruh tubuhnya sampai ia tidak bisa melakukan apa pun.
Tumbuhan itu mengandung dosa Greed yang Rokuro lepas agar dosa tersebut bisa menyerap kekuatan dan tenaga yang dimiliki oleh Bergord agar ia tidak bisa menggunakan kemampuan atau sihirnya lagi.
"Sekarang... Apa yang harus kita lakukan kepadamu...?" Shuan mendekati Bergord yang terlihat ketakutan, ia sudah kalah karena perangkap mereka yang berhasil menimpa perangkap miliknya.
"To... Tolong... Aku akan menjelaskan semua informasi yang aku dapatkan tentang pemimpin 3S..."
"...dia bernama Icy Eldamon! Itu saja! Aku sudah memberikan namanya dan kalian bisa mendapatkan poin satu juta untuk menulis namanya!"
"Aku bersumpah tidak mengetahui kemampuan yang ia miliki! Semua ini adalah strategi agar bawahannya tidak dipaksa mengeluarkan informasi tentang seorang pemimpin...!!!"
Mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan, padahal Shuan atau Rokuro tidak mengancam dirinya tetapi Bergord menurut juga untuk mau menyebut nama dari pemimpin kelas 3S.
"Kau sungguh baik, sebenarnya aku tidak membutuhkan informasi itu karena kami bertiga akan memberi dirimu pelajaran." Rokuro menunjukkan kedua tinjunya kepada Bergord sampai membuat dirinya ketakutan.
"Rokuro benar... Legenda pengecut hanya membiarkan musuh itu pergi tanpa merasakan apa pun, kami akan menunjukkan jati diri kita sebagai seorang Legenda." Kata Asriel.
"Inilah alasan kenapa kau tidak boleh meremehkan atau berurusan dengan seorang Legenda..."
""...karena kami...""
""...akan membuat dirimu merasakan trauma!""
Shuan mengeluarkan Golden Earth untuk tetap memulihkan lukanya agar ia tidak mati ketika menerima serangannya itu, sekarang mereka dapat menyiksa Bergord tanpa harus membuat dirinya terbunuh.
"T-Tidak...! Aku mohon---" Shuan, Rokuro, dan Asriel mulai melancarkan serangan tinju secara bersamaan dan mampu membuat Bergord merasakan kesakitan yang begitu dahsyat.
Serangan yang mereka lakukan itu secepat cahaya bahkan mengandung kekuatan yang begitu besar karena rasa kesal mereka terhadap Giant yang membuat mereka kesulitan seperti ini.
__ADS_1
Mereka menyerang Bergord tanpa memberi dirinya ampun sehingga ia terus menjerit karena satu pukulan saja sudah terasa sangat meyakinkan dan mereka terus melancarkan serangan kombinasi menggunakan pukulan dan tendangan.
"HUAAAGGGHHHHHHHHH!!!"