Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 897 - Lenergy Kehidupan Murni


__ADS_3

"T-Tunggu dulu. Apa yang dilakukan oleh Nobu?" Tanya Ako yang melihat Shinobu mengerahkan semua kekuatannya semaksimal mungkin untuk menyeimbangkan seluruh atribut yang ia miliki.


"Sepertinya dia merubah strategi... kedua petarung akan bertempur dengan kekuatan penuh mereka." Jawab Koizumi yang melihat berdua terus mengerahkan kekuatan penuh untuk mengakhiri sebuah pertarungan.


"Hraaggghhhh...!!!" Shinobu mengepalkan kedua tinjunya sampai rambut emasnya terus bergerak sampai memancarkan cahaya yang begitu cerah untuk menghalangi pandangan Demetrio.


"Grrrr...!!!" Demetrio tersenyum serius selagi mengangkat kedua lengannya itu yang mulai mengguncangkan daratan sampai memperbesar planet Lemia untuk memberikan dirinya keuntungan lebih baik.


Kedua petarung terus menaikkan semua kekuatan mereka sampai menyebabkan daratan mulai hancur dan semua batu-batuan mulai melayang, meteor yang berjatuhan juga bahkan sampai terpental kembali ke atas lalu hancur berkeping-keping.


Aura emas Shinobu membesar sampai menjalar luas di sekelilingnya termasuk melepaskan sinar cahaya ke atas langit sampai menyinari langit-langit yang begitu gelap akan warna coklat.


Aura coklat kehitaman milik Demetrio melakukan hal yang sama, mempengaruhi tubuhnya semakin besar dan berotot sehingga banyak urat menonjol melalui bisepsnya itu, otot perutnya juga mulai menonjol satu per satu.


Tubuh Dewanya sekarang sudah terbiasa dengan hal seperti pertarungan, dengan menerima banyak luka dari Shinobu semua sel Dewa dan tubuh Legendanya bersatu sehingga menciptakan kekuatan yang tak terbayangkan baginya.


Koizumi bersama yang lainnya menerima banyak sekali tekanan dan dorongan karena mereka yang terus mengerahkan kekuatan penuh, kedua aura mereka saling bertabrakan dan mendorong satu sama lain.


"Hnggghhhh...!!!" Shinobu merapatkan semua taringnya dengan tatapan yang terlihat seperti ingin memakan mangsanya.


"Mrgh!!!" Demetrio mengerutkan dahinya sampai banyak sekali batu di sekitarnya mulai menempel pada tubuhnya lalu berubah menjadi kulitnya, hampir seperti menyerupai.


"Benturan energi dan aura mereka ini... dua-duanya tak ada yang mau mengalah...!" Kata Anastasia dengan tatapan kaget sampai ia tidak bisa berkata-kata.


Shinobu dan Demetrio maju menuju satu sama lain dengan tubuh yang tertekan karena benturan God Lenergy dan Lenergy murni melalui cahaya serta tumbuhan.


Keduanya terus mendekat dengan beban yang mereka tampung, sampai pada akhirnya mereka sudah berada di jarak paling dekat sebanyak satu meter dengan saling bertatapan serta menunjukkan ekspresi mengancam.


Kedua mata Shinobu memancarkan warna merah darah, pupilnya berubah menjadi Beast termasuk dengan bola matanya yang putih ikut menggelap menjadi hitam karena ia menggunakan kekuatan Beast dalam tubuh Legendanya.


"GROOOOAAAAGHHHHH!!!" Shinobu melepaskan raungan yang sangat keras sampai menggema di sekitar planet itu lalu menghancurkan apapun secara membabi-buta.


Semua penduduk planet Lemia mendapatkan banyak perlindungan dari Demetrio, mereka terus berdoa akan keselamatan dan juga kemenangan untuk seluruh Legenda yang mempercayai para Dewa.


Semua kepercayaan dan doa itu diterima oleh Demetrio, memberikan dirinya kekuatan yang berhasil menahan ledakan cahaya milik Shinobu karena raungan monsternya tadi.


Demetrio terpental ke belakang lalu ia terbang meninggalkan benturan Lenergy itu, "Sepertinya Nobu berhasil membuat dia mundur...!"


Demetrio mengangkat lengan kanannya ke atas, menciptakan meteor besar yang melebihi satu planet biasa tetapi ia dapat melihat Shinobu yang sudah bergerak mendekati dirinya dengan tatapan kesal.

__ADS_1


Shinobu menendang meteor itu sampai terpental ke atas langit lalu berubah menjadi matahari karena serangannya tadi, Demetrio merasa tertarik ke dalam matahari itu tetapi ia mencoba untuk menahannya.


Shinobu menerima pancaran matahari yang ia ciptakan dari meteor itu, memberikannya kecepatan yang menyempatkan dirinya untuk menghantam dada Demetrio menggunakan sikutnya.


Demetrio terpental ke belakang, melihat Shinobu yang terbang menuju arah dirinya sampai berputar di atas langit, melepaskan banyak pancaran cahaya yang mencoba untuk membingungkan dirinya.


Demetrio melempar banyak sekali meteor menuju arah Shinobu, tetapi tubuhnya langsung menipis sampai matahari buatan itu melepaskan pancaran cahaya yang hampir sama seperti laser sampai menembus tubuh Demetrio.


Tidak menerima luka apapun karena itu hanya sekedar cahaya biasa... yang memindahkan Shinobu ke dalamnya sehingga tendangannya berhasil menembus perut Demetrio lalu mengejutkan dirinya karena ia dapat melakukan perpindahan dengan cahaya begitu cepat.


Shinobu terus mendorong kakinya ke dalam perut Demetrio sampai ia memuntahkan banyak darah lalu berpikir cepat dengan meraih kakinya, setelah itu ia mendarat di atas meteor yang sudah diperkuat dengan God Lenergy.


Demetrio membanting tubuhnya kecilnya dengan meteor itu sampai ia meringis kesakitan, "Gah...!!!"


Demetrio mengangkat tubuhnya lagi, mencoba untuk membanting dirinya tetapi Shinobu mengulurkan kedua lengannya sampai menyentuh meteor itu.


Memberikan dirinya keuntungan sampai aura emasnya membesar, ia menggerakkan kedua kakinya lalu melempar Demetrio ke belakang yang selama ini memegang kakinya.


"Cih!" Demetrio melakukan putaran backflip ke belakang sampai ia mendarat di meteor lainnya yang berada dalam jatuhan menuju planet Lemia dengan guncangan besar karena God Lenergy di dalamnya.


Demetrio melihat Shinobu melepaskan banyak tembakan cahaya melalui kedua tapaknya yang mendapatkan dukungan dari zirah teknologi itu sampai kekuatan cahaya terlepas meningkat lebih kuat dari biasanya.


"Hraaggghhhh!!!" Shinobu terus menembak banyak sekali cahaya sampai mengenai tubuh Demetrio yang mulai mendapatkan pertahanan melalui batu yang menciptakan zirah Golem.


Kepalan tinju Demetrio sudah sebesar tubuh bagian bawah Shinobu sampai ia bisa menghancurkannya dengan satu genggam tangan, ketika ia mencoba untuk menangkap tubuhnya kecilnya itu.


Shinobu berhasil menangkisnya menggunakan tapak kirinya yang di dukung dengan zirah teknologi melalui pembakaran di bagian pergelangan tangannya.


Demetrio terus melancarkan banyak sekali serangan tanpa henti tetapi Shinobu menangkisnya, mencoba untuk bermain aman dan menjaga posisi agar tidak tertangkap oleh Demetrio yang siap untuk menghancurkan tubuhnya.


Dengan waktu yang tepat, mereka mengulurkan kedua lengannya ke depan sehingga saling bersentuhan lalu mendorong satu sama lain, Demetrio sudah menggenggam pergelangan tangan Shinobu hanya menggunakan tapaknya.


Namun, ia tidak bisa mengangkat tubuhnya atau meremukkannya karena mendapatkan perlindungan dari cahaya yang terus menahannya sampai ia juga tidak bisa melakukan serangan tambahan karena tertahan oleh cahaya tak kasat mata.


""Hraaahhhhh!!!"" Demetrio dan Shinobu saling mendorong satu sama lain dari atas meteor besar itu, mencoba untuk menjatuhkan musuhnya ke bawah hampir seperti bertarung dengan cara sumo.


"Shinobu tidak bisa menahannya terlalu lama... Lenergy kehidupan dan murni yang ia peroleh mulai mengecil..." Koizumi mulai berbicara sampai mengejutkan mereka semua


"...mungkin karena planet Lemia yang terus membesar sampai memberikan Shinobu kesulitan untuk memperoleh Lenergy kehidupan dari luar atmosfer ini."

__ADS_1


"God Lenergy yang dihabiskan oleh planet Lemia sangat lah besar sampai aku sendiri tidak bisa menyerap semuanya, memberikan Shinobu keuntungan agar ia terus menerima Lenergy kehidupan itu." Koizumi memasang tatapan kesal.


Shinobu menghantam wajah Demetrio lalu ia melancarkan satu tendangan lutut di perut Demetrio yang menghentikan serangannya seketika untuk menahan rasa sakit yang diterima perutnya.


"Rasakan...!!! Ini...!!!" Shinobu mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan cahaya emas sampai mendapatkan dukungan dari pembakaran penuh karena zirah teknologi itu.


"Golden Overdrive...!!!" Shinobu menghantam wajah Demetrio sampai menghancurkan tengkorak serta setengah wajahnya seperti kaca yang retak.


Demetrio terpental ke belakang lalu menabrak banyak sekali meteor yang mengandung God Lenergy di dalamnya, menghancurkan suatu benda yang perkuat oleh God Lenergy bisa dibilang sangat sulit atau bahkan mustahil untuk sebagian orang.


"Huffff....!" Shinobu mulai kehabisan nafas, kedua kakinya terus bergetar tanpa henti sampai ia bisa melihat Demetrio kembali bangkit lalu berdiri di atas meteor lainnya.


"Mungkin aku sudah terlalu hati-hati mendekati dirimu..."


"...jika begini saja kekuatanmu maka aku tak akan kalah darimu." Kata Demetrio yang berhasil memulihkan semua lukanya dengan bantuan sihir tanah sampai ia mulai menggerakkan leher serta kedua bisepsnya itu.


"Sialan...! Sebenarnya tubuhmu itu terbuat dari apa...? Semua ini karena God Lenergy dan kekuatan kepercayaan yang sungguh menyulitkan..." Kata Shinobu yang terlihat kelelahan.


"Apakah kekuatan Demetrio di luar dugaanmu, Koizumi?" Tanya Anastasia.


"Ya... aku tidak menyangka dia akan menjadi sekuat ini, mungkin masih terdapat beberapa kekuatan yang ia simpan."


"Aku yakin Shinobu sudah merasakan itu karena itulah dia bertarung dengan menggunakan kekuatan penuhnya itu tanpa menstabilkan tubuhnya seperti tadi..."


"Legenda terkenal bisa menunjukkan kekuatan luar biasa saat mereka terdesak... terutama lagi selamat dari berbagai macam luka yang tidak membunuhnya, seperti perkataan dari seseorang yang bijak..."


"...apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu jauh lebih kuat." Kata Koizumi yang terus memperhatikan pertarungan mereka.


Shinobu melesat maju menuju arah Demetrio lalu ia melancarkan satu pukulan yang melukai pipinya itu, Demetrio melewati tubuh Shinobu lalu melancarkan satu tendangan lutut yang mengenai perut Shinobu.


"Huurrggghhhh!!!" Shinobu memuntahkan banyak darah sampai terjatuh di atas tanah dengan ekspresi kesal.


"A-Agh..." Shinobu tidak bisa menerima Lenergy alami dan kehidupan itu lagi, cahaya matahari di atasnya bahkan tertutup oleh banyak sekali meteor yang Demetrio tutup.


"Oh? Apa yang terjadi dengan kecepatanmu tadi...?"


"Serangannya itu tak lagi mengenainya..." Ako terlihat khawatir ketika melihat Shinobu mulai menerima banyak kerusakan dari Demetrio yang memiliki perbedaan ukuran tubuh dengan Shinobu.


Shinobu melancarkan satu pukulan tetapi wajahnya menerima tendangan dari Demetrio yang melempar dirinya ke belakang, ia mulai menyentuh daratan menggunakan kedua kakinya sampai berhasil mendarat dengan keseimbangan yang pas.

__ADS_1


Shinobu terlihat kelelahan tetapi ia terus memaksa tubuhnya agar terus melawan, ia ingin menghentikan Demetrio agar bisa menggagalkan kutukan batu yang saat ini masih terjadi.


"Huft.... Huft... Sialan...!"


__ADS_2