
[SEKARANG]
Alvin berlutut di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat putus asa, tidak ada yang bisa menyelamatkan dirinya karena Rina saat ini sedang diikat di depan-nya oleh rantai yang berwarna merah darah.
"... ..."
"Aku tidak bisa melaksanakan-nya---"
Dewa Agung itu segera menghantam wajah Alvin sampai ia terjatuh di atas tanah tanpa ada sedikit tenaga yang membantu-nya berdiri. Alvin menatap wajah dewa itu dengan tatapan yang lelah.
"Jika kau tidak bisa melaksanakan apa yang aku mau maka kau akan terus menderita seperti ini...!" Dewa itu menendang wajah Alvin sampai darah terus keluar dari bekas luka-nya.
"Bunuh saja aku... Bukannya itu akan lebih cepat...? Lebih baik kau lepaskan Rina dan bunuh saja aku yang sudah menikah dengan seorang Mortal--"
Dewa itu langsung menginjak kepala Alvin, ia berniat untuk tidak membunuhnya sebelum dia mendapatkan hukum yang pantas untuk dirinya yaitu kesakitan abadi. Seluruh pasukan Crimson telah berbaris dengan rapi untuk menyaksikan sebuah hukuman bagi dewa yang melanggar peraturan.
"Pasukan...! Bersiap untuk melaksanakan hukuman...!!!" Perintah Dewa Agung itu.
"Siap, Dewa Agung Crimson...! Raja Shinki!"
Shinki, nama dari dewa agung yang tinggal di wilayah [Crimson Realm], seluruh perkataan yang ia katakan itu mutlak dan harus segera dilaksanakan, jika tidak maka hukuman pasti akan is siapkan. Dia tidak menyukai orang yang suka melanggar hukum atau mencoba untuk melawan dirinya sendiri.
"Untuk dewa yang melanggar hukum yang disediakan oleh diriku pantas menerima kesakitan abadi. Tidak ada kematian untuk mereka tetapi siksaan dan kematian saja...!"
__ADS_1
"Siap, akan kami laksanakan hukum seratus...! Menyiksa dirinya setiap hari dan rutin...!" Seluruh pasukan mempersiapkan diri mereka untuk menyiksa Alvin, beberapa senjata mereka keluarkan dan sudah siap untuk digunakan.
Alvin menundukkan kepala-nya untuk menghadapi resiko yang ia pilih, takdir kematian mungkin sudah dekatnya, tetapi Shinku mengubah takdir itu dengan memulihkan kondisi Alvin seperti biasa. Hal itu membuat Alvin sempat terkejut karena seluruh pasukan Shinki berbaris dan maju satu per satu untuk menyiksa Alvin sampai ia benar-benar terluka cukup kritis.
Luka yang Alvin miliki terus Shinki sembuhkan dan sihir penyembuhan-nya itu tidak terlalu baik karena setiap luka Alvin pulih, ia masih akan merasakan betapa sakitnya luka yang sudah pulih itu. Dengan dia yang kembali pulih, seluruh pasukan Shinki masih terus menyiksa tanpa memberi dirinya sedikit belas kasihan atau siksaan yang pelan.
Yang hanya bisa dilakukan oleh Alvin adalah teriak dan menahan rasa sakit yang sudah tidak bisa ia mampu tahan, Shinki hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat Alvin yang terus tersiksa sampai seluruh barang yang ia dapatkan mulai dihancurkan oleh dirinya dan pasukan-nya termasuk cincin yang diberikan oleh Korrina, seluruh penduduk wilayah Crimson melihat Alvin yang tersiksa sampai tidak ada satupun yang ingin menyelamatkannya.
"Inilah yang kau dapatkan ketika kau melanggar peraturan terlalu lama, Alvin... Rasa sakit yang akan kau rasakan sampai sihir kuno-mu itu akan berakhir tidak bisa kau kontrol karena rasa sakit abadi yang akan selalu kau rasakan...!"
"... ..." Alvin tidak bisa berbicara lagi bahkan seluruh tubuh-nya sudah terbiasa dengan kesakitan, ia tergeletak di atas tanah masih tersiksa dan terus dipulihkan. Kedua penglihatan-nya sudah kabur bahkan ia tidak bisa menggerakkan tubuh-nya.
Rina masih belum bisa menyadarkan diri, ia masih diikat dan bahkan dirinya bisa mendengar Alvin yang terus mengeluarkan suara kesakitan. Rina hanya bisa meneteskan air mata karena ia membohongi mereka semua bahwa sebenarnya dirinya itu sudah sadar sampai tidak bisa melakukan sesuatu yang cukup beresiko yang dapat menyebabkan dirinya dan Ayah-nya terbunuh di tangan pasukan terkuat Crimson.
"Apa ini... Kenapa aku merasakan kekuatan yang besar di arah timur...?" Tanya gadis itu.
Gadis itu yang tadinya sedang membaca buku mulai bangkit dan memejamkan kedua mata-nya, kedua penglihatan-nya yang gelap membawa dirinya melihat Alvin yang sedang di siksa oleh pasukan Shinku. Tubuhnya di mutilasi dan kembali seperti semula tetapi wajahnya menunjukkan rasa sakit yang sudah tidak bisa dibayangkan lagi, Shinku terus mengeluarkan sihir penyembuhan kepada Alvin agar ia bisa terus merasakan sakit untuk seumur hidupnya.
Shinku maju ke depan dan memberikan Alvin luka abadi yang tidak bisa disembuhkan oleh sihir penyembuhan tingkat apapun, ia memotong kedua lengan Alvin dan mengeluarkan sebuah pedang tajam yang menyayat kedua mata-nya. Alvin segera terjatuh di atas tanah dan mengeluarkan teriakan yang keras.
"Ahhhhhhhhhhhh....!!!" Kedua mata Alvin bersinar cerah berwarna merah dan terdapat lambang [Crimson] yang menandakan luka abadi yang tidak akan bisa disembuhkan dengan mudah.
"Jadi Alvin Ghifari...? Apakah kau merasakan kesakitan abadi...?" Shinku menunjukkan senyuman yang jahat, ia menatap tajam wajah Alvin yang terlihat seperti tidak bernyawa bahkan ia sudah tidak bisa melihat atau memegang barang karena kedua lengan-nya sudah putus lagi.
__ADS_1
Alvin tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap Shinku dengan mengeluarkan suara yang mengatakan "Aku membencimu...!", semakin amarah Alvin membakar tubuhnya semakin menyakitkan rasa sakit yang ia alami sampai membuatnya tidak akan pernah beristirahat dari rasa sakit yang akan terus ada sampai akhir dari hidup-nya.
Seluruh pasukan menggertak tangan mereka masing-masing bersiap untuk memberi Alvin siksaan yang lain. Alvin tidak bisa melakukan apapun dan bantuan tidak akan bisa membantu-nya, ia hanya bisa meringis kesakitan sambil menunjukkan ekspresi yang sedih, walaupun dia sekarang sudah buta tetapi dia masih bisa meneteskan air mata yang mengandung partikel biru muda di sekitarnya.
Alvin mencoba untuk bangkit dan lari tetapi ia berakhir terjatuh di atas tanah lalu ditertawakan oleh Shinku bersama pasukan-nya, melarikan diri juga bukan pilihan yang tepat karena pikiran-nya terasa seperti diserap habis sampai ia tidak bisa merasakan apapun yang ada di dalamĀ tubuh dan sekitarnya, Alvin disiksa habis-habisan oleh Shinku karena mencoba untuk melarikan diri sampai tengkorak kepala-nya mulai hancur dan kembali pulih lalu hancur kembali berkat sihir Shinku.
"Dewa rusak seperti-mu pantas di turunkan jabatan-nya menjadi mortal biasa...! Perilaku-mu tidak jauh dari sampah...! Parasit seperti mortal yang bertindak semau-nya, jangan mengaku dirimu dewa jika sikapmu itu seperti mortal sampah...!" Shinku terus memukuli wajah Alvin.
Seketika Shinku mencoba untuk mengerahkan kekuatan lebih untuk menghantam wajah Alvin, kedua lengan-nya tiba-tiba terbelit dengan sebuah rantai sampai rantai itu menariknya ke belakang dan mengikatnya di atas langit. Shinku terkejut melihatnya sampai seluruh pasukan-nya juga ikut terikat dan berbaris, ia tidak menyangka bahwa wilayah yang ia pimpin ini terdapat seorang penyusup dari luar.
"Void...?" Tatap Shinku terkejut.
Shinku bersama seluruh pasukan-nya meningkatkan aura mereka dan membuat seluruh rantai yang mengikat mereka meleleh, Shinku mengalihkan pandangan-nya ke depan dimana ia melihat sesosok gadis misterius yang sedang mengangkat tubuh Alvin, penampilan-nya terlihat seperti seorang iblis dengan tanduk satu di kening-nya serta dua katana yang misterius di pinggang-nya.
"Kenapa iblis sepertimu menyusup ke tempat seperti ini...? Kau bahkan memiliki sihir kuno yang berbahaya bernama [Void]."
"Aku hanya menumpang tinggal di wilayah ini karena rekan-mu atau kenalan-mu sepertinya membawa-ku ke tempat seperti ini."
"Rekan...? Kenalan-ku...? Siapa yang kau maksud...?"
"Entahlah, dia menggunakan topeng merah serta rambut-nya panjang sebokong..." Seluruh pasukan itu segera menyerang gadis itu dengan mengepung-nya, tetapi gadis itu melebarkan sayap-nya dan terbang ke atas langit, ia melihat seluruh pasukan itu segera mengejar-nya dengan beberapa sihir yang meluncur menuju arah-nya sendiri.
"Baguslah... Dengan kematian dirimu, aku bisa mendapatkan sihir kuno Void, sepertinya Master melakukan pekerjaan yang baik." Shinku tersenyum sinis.
__ADS_1