
Zoiru melemparnya ke atas dan Bamushi langsung memakannya sampai melepaskan asap hijau melalui mulutnya yang mengeluarkan aroma cukup menjijikkan.
"Menjijikkan, lain kali jaga kesopananmu!" Zoiru menepuk wajah Bamushi lalu ia menatap kuil di atasnya yang masih berputar, kali ini ia bisa melihat aura kuning yang menyelimuti kuil tersebut.
"Sepertinya dia berhasil melaksanakan ritual itu ya..." Zoiru melayang menuju kuil itu lalu ia memerintah Bamushi untuk masuk ke dalam tubuhnya kembali.
"Kau sudah siap untuk hidangan penutup?" Tanya Zoiru.
"GRAAAAGGGGGHHHH!!!" Jerit Bamushi.
***
Zoiru masuk ke dalam kuil itu melalui atap atas yang terbuka lebar, satu-satunya jalan yang mampu membawa dirinya menuju ruangan utama yang memiliki banyak jalan.
Semua jalan itu akan membawa mereka yang layak ke sebuah ritual dan pelatihan terhadap sihir tertentu dan semuanya berkaitan soal sihir Eternal, Zoiru tidak merasa begitu tertarik jadi ia menunggu kedatangan Edgar.
Edgar berjalan keluar melalui jalan yang berada di hadapannya, pintu luas yang berada di belakangnya mulai melebar sampai mengeluarkan aura kuning yang membelah sebuah celah begitu lebar.
"Aku sudah menemukannya, Zoiru. Eterniagaru masih berada di dalam Realm of Eternal, hanya saja ia sedang beristirahat." Kata Edgar sambil mengeluarkan buku sihir yang bernama Grimoire of Eternal.
"Mari kita laksanakan ritual ini untuk membangkitkan Eterniagaru, ukurannya bisa di bilang setara dengan satu planet tetapi ukurannya dapat di kontrol." Edgar menutup buku itu.
"Sebelum itu... aku harus memberi Bamushi hidangan penutupnya." Kata Zoiru yang mulai berjalan keluar untuk menatap jendela.
"Hidangan penutup...? Siapa?" Edgar mendekati Zoiru dan ia mencoba untuk melihat keluar.
"Kau tentunya..." Zoiru langsung mencekik leher Edgar sampai ia terkejut dan mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya karena dicekik dengan tenaga penuh sampai ia tidak dapat melakukan apapun.
Tiga ekor Bam Bam memasuki tubuh Edgar melalui perutnya lalu mencabik-cabik isi tubuhnya agar ia tidak dapat menggunakan kekuatan atau kemampuannya karena Bam Bam sudah memakan semua itu.
"A-Ack... k-kenapa...? Zoiru...?!" Edgar mengerutkan dahinya, merasa kesal ketika ia di khianati secara tiba-tiba, ia sendiri bahkan tidak menyangka Zoiru akan mengkhianati dirinya.
"Bukannya jawaban itu sudah jelas? Aku tidak ingin bekerja sama dengan badut sepertimu..." Bisik Zoiru tepat di telinganya.
"Kau hanyalah alat... sekedar tumbal yang aku anggap sebagai badut berupa dewa! Dan keledai biasanya di jadikan sebagai makanan bukan...?" Zoiru tersenyum jahat sehingga kepala Bamushi muncul tepat di belakang punggungnya.
Mencoba untuk keluar sampai membuat Edgar ketakutan, ia mencoba sekuat mungkin untuk melawan tetapi sudah terlambat ketika perutnya dipenuhi dengan Bam Bam yang terus mencabik isi perutnya.
"Bertahun-tahun... aku tidak menganggap siapa pun sebagai teman atau rekanku, hanya Bamushigaru."
"Kau terlalu bodoh untuk bekerja sama dengan dewa agung Zoiru yang memiliki harga diri tinggi..."
"...dewa agung sepertimu juga tidak pantas untuk melanjutkan tugas ini dan merawat makhluk sihirnya"
"Kau hanya sekedar babu yang mau saja melakukan apapun yang di katakan oleh seseorang yang jauh lebih berkuasa!" Zoiru terus mengeratkan cekikannya.
"Aku akan melahap habis dirimu... sihirmu... wilayahmu... makhluk sihir itu... dan tentunya pilarmu!" Zoiru menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"A-A... Apa yang kau lakukan...?"
__ADS_1
"Apa yang aku lakukan? Aku sudah mengatakannya beberapa kali, aku ingin menyembuhkan Bamushigaru untuk mencegah dirinya punah!"
"Sekarang... bersatulah! Dengan Bamushi!" Zoiru mencekik lehernya menggunakan kedua tangannya sampai memutuskan lehernya.
Zoiru melepaskan beberapa laser melalui jarinya untuk memisahkan seluruh anggota tubuhnya termasuk organ-organnya.
Setelah semuanya selesai, ia mulai mengangkat semua bagian tubuh dan organ itu menggunakan tapak kanannya yang memancarkan aura hijau, "Nikmati makanan lezat ini, Bamushi..."
"...rasa dari dewa agung Eternal yang lemah!" Zoiru menatap Bamushi yang membuka mulutnya lebar lalu ia memasukkan semua tubuh, organ, dan darah Edgar ke dalam mulutnya sampai Bamushi mengunyahnya.
"Masih belum selesai, Bamushi..." Zoiru melompat masuk ke dalam celah itu dan ia tiba di Realm of Eternal, ia melayang tinggi ke atas dan sempat melihat Eterniagaru yang memiliki penampilan seperti kalajengking.
Apa yang membedakannya adalah ekornya berjumlah ratusan dan bisa di lepaskan untuk menghabisi musuhnya, ia mengangkat lengan kanannya ke atas.
"Realm of Eternal..."
"...bersatulah menjadi hidangan untuk Bamushi dan Bamushigaru!!!" Zoiru mengepalkan tinju kanannya sampai menyebabkan kehancuran besar di wilayah itu termasuk isinya.
Semuanya hancur dan terkumpul menjadi gumpalan hijau, Bamushi membuka mulutnya lebar lalu ia menghisapnya semuanya sampai habis dan hanya menyisakan Eterniagaru.
Zoiru melihat sekeliling, semuanya sudah hilang dan tidak ada satu pun hal yang tersisa kecuali ruangan hitam yang hanya berisi satu makhluk sihir yang melemah.
"Akhir untuk Eternal..."
"...Bamushi." Panggil Zoiru, Bamushi melebarkan mulutnya lalu ia memakan tubuh Eterniagaru dengan satu gigitan.
Zoiru hanya bisa tersenyum, semua esensi yang di dapatkan cukup lezat bagi dirinya dan Bamushi dan semua itu masih belum cukup, ia ingin membangkitkan Bamushigaru dengan penuh kekuatan dan rasa semangat.
"...sudah saatnya untuk mengurusi hal lain."
***
Sebuah pilar berwarna kuning mulai bergetar sampai mengguncangkan ruangan, pilar itu mulai retak dan perlahan-lahan melepaskan banyak aura juga kekuatan yang tidak terkendali.
Zenzaku membuka kedua matanya dan menatap pilar kuning yang terlihat seperti akan hancur dan tidak akan bertahan lama.
Ia terus memperhatikannya sampai pilar itu meledak dan hancur menjadi kepingan kecil yang berubah menjadi aura kuning, mengartikan bahwa Realm of Eternal dan Dewa Agungnya sudah di hancurkan.
"Wilayah sihir Eternal sudah hancur... bersamaan dengan isinya juga dewa agung yang bernama Edgar, Eterniagaru juga sudah di makan oleh Bamushi." Kata Zenzaku karena ia sejak awal terus memperhatikannya.
Zangetsu mengerutkan dahinya, "Ternyata si brengsek itu memang tidak memandang apapun..."
"...maupun itu sesama dewa agung, semuanya akan ia anggap sebagai musuh pada akhirnya. Dia sangat peduli dengan sebuah ciptaan menjijikkan yang gagal dari bangsa Legenda." Zenzaku menghantam kursinya.
"Bukan hanya Shiratori dan Comi yang sudah terlalu banyak membuat onar, Phoenix tidak jauh berbeda. Tanpa mereka, mungkin Zoiru sudah mengikuti perintah kita." Zangetsu menginjak lantai sampai hancur.
"Pola pikiran Zoiru sangat berbeda dengan dewa agung lainnya, intinya dia sendiri menjadi dewa agung berkat usaha..."
"...dia di angkat melalui usahanya bukan pilihan takdir. Aku juga bahkan tidak memiliki niat mengangkat menjadi dewa agung melainkan dirinya yang terpilih."
__ADS_1
"Tetapi... sejak Zoiru kecil aku mengetahui jelas bahwa dia adalah Vampir yang memiliki obsesi besar dengan makhluk hidup yang dapat ia jadikan sebagai pelihara."
"Mungkin karena Ayahnya yang dulunya dewa agung Oath juga, Zoiru pernah mengunjungi seluruh keturunan Phoenix untuk melihat proses penciptaan makhluk sihir."
"Mungkin karena itu... dia sangat menyukai Bamushigaru, peliharaan yang ia anggap sebagai makhluk penuh dengan rasa kepercayaan dan kebanggaan bagi dirinya."
Perkataan Zenzaku membuat Zangetsu kesal seketika karena tujuannya sangat bodoh bahkan ia sendiri tidak menerima kenapa ia bisa menjadi dewa agung tanpa pengangkatan dari Ayahnya sendiri.
"Hanya sekedar sahabat dan teman yang dapat di percayai...? Sungguh bodoh, dia sangat aneh ternyata... atau mungkin dia memang seorang penyendiri." Zangetsu duduk di atas lantai.
"Kau sendiri juga harus mengerti soal sihir Oath... banyak kandungan dan makna di dalamnya. Salah satunya adalah sumpah."
"Zoiru bersumpah untuk menganggap Bamushigaru sebagai satu-satunya teman yang dapat ia percayai dan andalkan."
"Kutukan juga bisa... Zoiru terkutuk dengan harga dirinya dan sumpahnya untuk berusaha sekeras mungkin agar bisa menjadi sahabat yang layak untuk Bamushigaru karena setiap makhluk sihir memiliki perasaan..."
"...itulah alasan kenapa Zoiru tidak peduli dengan apapun kecuali sahabatnya sendiri."
"Dia menjadi dewa agung Oath hanya untuk menjaga Bamushigaru dan menciptakan keturunan sebanyak-banyaknya untuk di jadikan sebagai tumbal karena Oath juga memiliki arti dalam sebuah pernikahan dan persatuan."
"Sumpah lagi... sumpah untuk menikah dengan banyak gadis perawan dan akhirnya sumpah itu ia serahkan kepada Bamushigaru dengan memasukkan mereka ke dalam mulutnya."
"Dia cukup gila dan menyebalkan... Aku tidak mengerti pola pikiran seorang Vampir sepertinya..." Kata Zangetsu dengan tatapan kesal.
"Aku mengerti apa yang kau rasakan, Zangetsu. Hanya saja Zoiru adalah dewa agung dengan penuh kebanggaan asli yang dapat ia tunjukkan karena dia sudah memiliki banyak pengalaman dan kekuatan itu."
"Pengalaman itu membawa dirinya menuju tingkat atas dimana ia dapat menunjukkan harga diri dan kekuatannya secara bersamaan." Zenzaku sudah mengerti melihat perilaku dan ceritanya sekarang.
"Untuk sekarang, aku akan mengandalkan Zoiru untuk melakukan sesuka dirinya..."
"...maupun itu merugikan siapa pun. Dia setidaknya membantu kita secara tidak langsung dengan mengurangi populasi Touriverse dan tentunya menghancurkan Yuusuatouri palsu."
"Jika Bamushigaru di bangkitkan kembali maka aku jamin, tidak ada satu pun alam semesta yang dapat bertahan." Zenzaku tersenyum jahat dan ia mulai menatap seluruh pilar di hadapannya.
"Dia sendiri bahkan tidak menganggap dewa agung sebagai teman atau rekannya yang memiliki julukan sama..."
"...semuanya bagaikan makanan untuknya dan dia membantu diriku lebih lanjut lagi untuk menghancurkan sebagai dari pilar sihir itu!"
"Setiap dewa agung yang mati atau wilayah sihir yang hancur... semua pilar itu akan retak dan pecah sehingga menyebabkan takdir kebangkitan diriku untuk dekat."
"Holy Corpse...! Tubuh mayat Zangges sebentar lagi akan lahir berkat bantuan Zoiru..."
"...jika semua bagian tubuh Zangges sudah terkumpul maka aku akan menyambut semuanya dan tentunya mengatur dan mencipta ulang dunia!" Zenzaku mulai tertawa terbahak-bahak.
"Bukan hanya Touriverse....! Aku akan mengunjungi banyak tempat, dimensi... alam semesta... galaksi... waktu...! Semuanya akan aku genggam...!!!"
"Semuanya...!!! Aku akan menjadi raja yang memimpin segala-galanya!!! HAHAHAHAHA...!!!"
Zangetsu menutup kedua telinganya lalu ia mencoba untuk menerima Zoiru sebagai rencana sampingan, "Semua itu hanya untuk sekedar..."
__ADS_1
"...Holy Corpse."
[Pillar of Eternal - Hancur]