Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 820 - Kedamaian yang Mereka Inginkan


__ADS_3

"Amarah dari Beast Neko Legenda sudah tidak bisa kita rasakan seperti dulu... ketika Minami dan Hana mengajari kami tentang pengontrolan diri dan tentunya ketenangan."


"Semuanya hancur... melihat bangsa kami sendiri terus bertarung setiap harinya karena rasa stres dan kekurangan makanan."


"Dunia sudah tidak seindah dulu... dibandingkan dengan masa lalu dimana Neko Legenda dibenci, masa ini jauh lebih mengerikan karena semua anggota tubuh kita bernilai sangat besar."


Pria itu mewakilkan semua perasaan semua bangsa Neko Legenda terakhir kepada Shinobu yang hanya bisa menatap tatapan bingung karena ia sendiri terlalu lemah untuk berpikir dan membantu mereka.


Pikirannya masih terjebak dalam labirin yang menyediakan banyak pilihan membingungkan, "Aku akan menjaga kalian..."


"...maka dari itu, ayo kita berjuang bersama-sama." Shinobu tersenyum polos, ia pikir mereka semua dapat menjadi keluarga barunya yang sangat dekat.


Bangsa yang sama, sudah lama sekali ia menginginkan berbicara dengan bangsanya sendiri sampai mereka hanya bisa tersenyum pahit lalu menggelengkan kepala.


"Tidak ada lagi harapan sudah... sungguh mengerikan..."


"Kami takut... takut di mutilasi... bunuh... di jadikan sebagai alat pemuas juga..."


"Kami sangat... sangat takut...!"


"Jika saja mengetahui masa akan menjadi lebih buruk dan mengerikan seperti ini... maka aku..."


"...aku sudah melakukan hal itu sejak awal..." Ucap pria di hadapan Shinobu yang berlutut tepat di hadapannya dengan tatapan putus asa


"Melakukan hal itu...?"


"Ya... ini..." Pria itu tanpa menahan diri mengeluarkan cakar yang tajam lalu menusuk lehernya sendiri sampai darah terlepas sampai mengenai tubuh Shinobu.


Bukan hanya pria itu saja tetapi semua Neko Legenda ikut melakukan hal yang sangat mengerikan yaitu bunuh diri agar mereka semua bisa merasakan kembali kedamaian dalam dunia kematian.


Shinobu sudah jelas pasti akan terkejut melihat semuanya melakukan bunuh diri tepat di hadapannya karena sudah tidak bisa melanjutkan kehidupan karena mental yang rusak serta rasa stres di pikirannya.


"Hentikan...!!! Hentikan!!!" Teriak Shinobu keras yang mencoba untuk menghentikan mereka semua, ia mencoba sebisa mungkin menahannya tetapi mereka terus menghabiskan nyawanya sendiri secara agresif.


"Tolong hentikan!!!" Teriak Shinobu keras yang mulai menahan pria di hadapannya, tubuhnya penuh dengan darah bahkan Shinobu juga langsung terkotori oleh darahnya.


"Koneko... kami sudah tidak tahan..."


"...maafkan kami... terlalu stres... hanya putus asa yang dirasakan..."


"...jika kamu tidak mau... maka ikut dengan kami... ini ritual yang dilakukan oleh Neko Legenda ketika stres... terutama mental yang hancur sejak dulu..."


"Kalian masih bisa berusaha...! Setidaknya biarkan aku mengubah pandangan semua orang tentang kalian...!!!"


"Kami tidak... bisa mempercayai dunia lagi... semuanya... hanya kami saja... dan kematian yang bisa dirasakan karena itu... cukup menenangkan kami..."


"...bunuh diri... adalah satu-satunya cara untuk tenang agar mereka... tidak menjual kamu dan melakukan sesuatu..." Pria itu terjatuh di hadapan Shinobu dengan nyawa terakhir yang ia habiskan, kepalanya terpisah dengan tubuhnya.


Shinobu hanya bisa diam dengan tatapan yang terlihat takut dan sedih, ia sempat menutup kedua matanya untuk menahan tangisannya karena ia merasa tidak berdaya dan tidak berguna.


Rasanya menghentikan mereka percuma karena pergerakan yang mereka lakukan sangat agresif sampai cakarannya mengenai tubuhnya sendiri.


Semua Neko Legenda yang berada di lokasi itu gugur satu per satu dengan cara mendamaikan bagi mereka sendiri yaitu bunuh diri, pola pikiran mereka saat ini lebih banding mati oleh diri sendiri daripada diburu.


Shinobu melihat gadis Neko Legenda seumuran di hadapannya yang menangis kesakitan, tubuhnya penuh dengan luka fatal dan tentunya darah yang mengotori tubuhnya itu.


"Koneko... aku takut..."


"Nekori... hentikan... kalian lebih kuat di bandingkan itu... kita lanjutkan kehidupan ini bersama ya?" Shinobu mengulurkan lengannya kepada Nekori tetapi ia menolaknya.


"Aku juga... aku juga tidak mau melanjutkannya... sungguh mengerikan..."


"...kami tidak sepertimu yang terus kuat... kuat menahan apapun walaupun dirimu... jauh lebih buruk dibanding kamu."


"Kamu itu kuat... sungguh menakjubkan sampai aku... tidak bisa menjadi sesosok yang sama sepertimu..." Kata Nekori sehingga Shinobu hanya bisa diam lalu melihat sekelilingnya yang dipenuhi mayat.


Apakah kemungkaran ini pilihan yang sulit ia pilih ketika mendengar perkataan Shira, mereka tidak bisa lagi dibantu dengan perkataan atau sugesti karena mental mereka sudah hancur, pikirannya juga terus dipenuhi putus asa dan depresi.


"Hanya tersisa... beberapa nyawa... tolong bunuh aku... Koneko... aku tidak memiliki tenaga untuk membunuh diriku sendiri lagi..."


"...dibunuh oleh sesama bangsa... tidak jauh beda dari bunuh diri..."


"Tapi... aku... aku..."


"Aku...!" Shinobu menundukkan kepalanya, ia sudah tidak bisa berpikir jernih melihat sesuatu yang mengerikan terjadi yaitu melihat bangsanya sendiri melakukan bunuh diri.


Sudah pasti ia akan terkejut dan tidak bisa melakukan apapun karena lemas dikejutkan dengan kejadian tersebut, "Maafkan aku..."

__ADS_1


"...aku sungguh tidak bisa berguna karena... karena... tidak bisa membawakan kepercayaan kepada mereka."


"Tidak ada yang salah darimu... kami ikhlas menerima takdir pedih seperti ini... maka dari itu... dosamu... akan terampuni jika sudah membunuh kami yang tidak bisa melanjutkan ini semua..."


Shinobu memilih sesuatu yang membuat dirinya bertambah kesakitan yaitu membantu mereka memutuskan untuk mengakhiri kehidupan pedih ini..


Shinobu menunjuk Nekori menggunakan tapak kanannya sampai tubuhnya terus bergetar kesakitan, "Maafkan aku... maaf... aku ingin... membantu kalian semua..."


"...mm... dan kami tidak mau menerima itu... lebih baik menerima bantuanmu yang ingin... mengakhiri kita..." Nekori tersenyum ikhlas sampai senyuman itu membuat Shinobu merasa bersalah.


"Shinobu Koneko... itu namamu ya...? Kalau tidak salah... kamu memang mirip... dengan Kak Minami..." Nekori melihat sesosok Minami dalam penampilannya itu.


"Kamu... tidak memiliki banyak teman... ya...?"


"Kita sebagai Neko... adalah teman dan keluarga... tentunya aku juga teman untukmu."


"Mm..."


"Terima kasih... kalian semua adalah teman... yang tidak tergantikan bagiku..."


"Koneko... jika kamu ingin ikut maka... lakukan hal pelarian yang sama seperti kami... walaupun sikap kita tidak seperti Legenda layak lagi karena harga diri yang hancur..."


"...setidaknya... bangsa Legenda juga memiliki... tingkat batasan dan kesabaran yang berbeda... kita tidak bisa mengubahnya..."


"Tetapi... aku yakin kamu akan terus melanjutkannya... menerobos semua hal pedih dan menderita di depanmu sendiri, kamu hebat."


"Rambut emas itu... sungguh indah... seperti matahari cerah yang dapat di lihat... kecerahan yang pasti memberikan dirimu jalan menuju kebaikan dan kedamaian..."


"Jalan cahaya akan selalu ada... untukmu... gadis sebaik dan sepolos dirimu yang sungguh hebat... aku ingin selalu bisa menjadi kuat sepertimu." Nekori mulai menangis.


"Tolong... tolong ubah..."


"Tolong... selamatkan dunia yang sudah rusak... dan gelap ini..."


"Carilah... jawaban yang selalu kamu inginkan..."


Shinobu menundukkan kepalanya lalu memasang tatapan murung, setelah itu ia mengakhiri kehidupan Nekori dengan menembak tubuhnya menggunakan gelombang cahaya.


Nyawa terakhirnya habis lalu ia sudah gugur, masih terdapat banyak sekali Neko Legenda yang meminta bantuan dirinya, ia sudah tidak bisa mengubah pikiran mereka yang hancur.


Shinobu melakukannya demi mereka yang ingin merasakan kedamaian itu, setidaknya ia memberikan mereka kematian yang lembut dengan tatapan sedih dan murung karena dirinya sendiri tersesat dalam banyak pilihan.


"Apakah... aku harus membantu...?" Tanya Shinobu dengan pandangan yang terlihat mati.


"Tolong... melakukan bunuh diri itu cukup mengerikan... kami tidak bisa..." Ucap salah satu Neko Legenda yang sudah sekarat dan dipenuhi darah itu.


Shinobu langsung melakukan pekerjaan yang bertambah semakin membekas rasa sakitnya di dalam tubuhnya itu tetapi ia lakukan karena mereka yang meminta dirinya agar bisa merasakan kedamaian itu lebih cepat.


Shinobu menembak mereka semua satu per satu dengan tatapan yang mencoba untuk menahan kesakitan itu, mereka semua sempat menjerit kesakitan dan menangis penuh rasa penderitaan.


Satu per satu Shinobu memaksa tubuhnya untuk membunuh mereka, ia sudah tidak bisa menahan diri lagi ketika semua Neko Legenda itu yang meminta dengan paksaan demi bisa merasakan kedamaian.


Dengan ini menyatakan, populasi Neko Legenda terus berkurang sampai tersisa hanya dua Neko Legenda yang masih memiliki pola pikiran untuk tetap berjuang dalam dunia yang gelap ini.


Megumi dan Shinobu, hanya saja Shinobu bisa merasakan penderitaan mereka dengan jelas karena setiap nyawa mereka menghilang oleh tangan dirinya dan tentunya bunuh diri, semua arwah mereka dapat ia rasakan.


Semuanya terlihat begitu senang dan penuh rasa bersyukur karena bisa merasa tenang, meninggalkan dunia kejam ini dengan terbang tinggi ke atas langit, tidak lupa berterima kasih kepada Shinobu melalui pikirannya.


Shinobu yang setengah Astral dapat mendengar perkataan makhluk halus dengan jelas, perasannya juga bisa ia rasakan sampai dirinya bertambah semakin rusak dan rusak hingga ia sempat terjatuh di atas tanah karena hatinya terasa begitu berat.


"Shinobu Koneko..."


"... apakah kamu bisa...?" Tanya seorang gadis yang memberikan bayi Neko Legenda kepada dirinya.


Melihatnya saja membuat tubuhnya merinding seketika karena seorang ibu di hadapannya meminta Shinobu untuk membunuh dirinya sendiri bersama bayi yang sudah lahir tak lama.


"... ..." Shinobu menempati bayi itu di atas mayat Ayahnya lalu ia melihat ibu tersebut berbaring di sebelah suaminya dengan senyuman terakhir yang ia tunjukkan kepada dirinya.


"Terima kasih... kamu memang kuat dan sanggul menahan semuanya ya..." Gadis itu memejamkan kedua matanya sampai Shinobu menunjuk gadis tersebut lalu membunuhnya.


"... ...!!!" Shinobu mulai bernafas berat karena penderitaan mereka yang ia tampung sudah tidak bisa di tahan bahkan tugas terakhirnya adalah membunuh bayi itu.


Hanya tersisa satu lagi maka pekerjaannya sudah selesai, semua penderitaan yang di rasakan akan habis dengan cepat sampai dirinya berlutut di atas tanah lalu menghantam daratan.


"Maafkan aku..." Shinobu merangkak menuju bayi itu lalu ia melihat wajahnya yang terlihat begitu sedih sampai bayi itu menangis keras.


"HWEEEEEHHHHHH!!!"

__ADS_1


"HWEEEEEEHHHHHH...!!!"


Shinobu menunjuk bayi itu menggunakan lengannya yang bergetar cukup cepat sampai ia menutup kedua matanya dan nafas yang terasa berat.


"HAH....!!! HAH...!!! HAH...!!!"


"AAAAAAAHHHHHHHHHH!!!" Shinobu menjerit keras lalu menembak Golden Repulsor yang langsung membunuh dirinya, dengan ini semua arwah Neko Legenda berkumpul di sekeliling tubuhnya.


Mereka semua menundukkan kepalanya kepada Shinobu, tidak lupa untuk berterima kasih karena mereka sekarang bisa merasakannya, arti kedamaian yang sebenarnya hingga mereka langsung pergi jauh.


Shinobu hanya bisa diam sendirian di hutan itu dengan mayat yang berserakan dimana-mana, matanya terlihat mati bahkan wajahnya sangat murung dan bersalah.


"Apa yang sebenarnya..."


"...harus aku lakukan..."


"Aku sudah gagal..."


"Apa aku... juga... harus ikut bersama mereka...?" Shinobu menatap kedua tapaknya sendiri.


"Karena aku lemah... tidak ada yang bisa aku lakukan..."


"Aku sudah berusaha... aku sudah berusaha...!!! Aku berjuang... demi membuat semuanya berakhir bahagia..."


"...tetapi cara ini... cara ini sungguh menyakitkan dan salah..."


"Jika kelemahan adalah... kejahatan... maka memiliki kekuatan... adalah keadilan...?"


"Apakah... balas dendam adalah sebuah kejahatan...?"


"Bisakah... dunia ini damai dengan sekedar balas dendam dan kebencian...?"


"Aku... terus berpikir... semua yang telah aku lakukan...! Apakah ada arti di dalamnya...?"


"Tak ada yang namanya harapan... untuk bangsaku sendiri... yang ada hanyalah keputusasaan..."


"Aku mengerti... sangat mengerti dengan jelas..."


"Mereka sudah banyak... menderita... tidak sepertiku... yang masih memiliki kemudahan karena sepupu, teman, Tech dan pikiranku yang terus positif..."


"Perjuangan... yang dilakukan Tante Minami untuk dunia ini jadi sia-sia..."


"Siapa yang harus aku... lindungi...?"


"Aku harus... berjuang demi siapa..."


"Inikah... keputusasaan...?" Shinobu menyentuh kepalanya sendiri.


"Persatuan kita sebagai bangsa Legenda walaupun berbeda... hilang begitu saja..."


"Kesakitan... penderitaan... apakah mereka mau merasakan yang mereka rasakan..."


"Apakah aku... tidak bisa melakukan hal yang terbaik... untuk mereka...?"


"Dunia yang busuk ini... untuk apa aku mempertahankannya... sampai terus berjuang..." Mata kanan Shinobu mengeluarkan darah yang mengalir deras untuk menggantikan air matanya.


"Setiap jalan yang aku lihat... semuanya akan sama... terus terulang tanpa ada jalan baru untuk ditempuh..."


"Keadilan memang sudah tidak ada di sini... hanya saja kau... kau harus bertahan hidup demi bisa melihat akhirnya seperti apa..."


"Inikah yang semua orang perjuangkan... bangsa Legenda yang sudah gugur...? Memperjuangkan dunia yang buta ini...? Apakah mereka senang melihatnya...?"


"SUNGGUH MENYEDIHKAN...!!!" Kedua mata Shinobu langsung memerah sampai ia melepaskan aura emas yang besar lalu menjerit keras demi melampiaskan kebencian dan kesedihannya.


"AAAAAAAAAHHHHHHHHH!!!"


"AAAAAAAHHHHHHHHHHHHH!!!"


Shinobu langsung menunjukkan wajahnya sendiri menggunakan kedua tapaknya, mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan mereka.


Namun, tubuhnya terasa seperti dipeluk oleh sesuatu yang halus dari belakang, cukup untuk menghentikan diri sampai ia berlutut di atas tanah dengan tatapan putus asa.


"Mama... menyelamatkan diriku..."


"...terima kasih..."


"...aku harus bisa berjuang... di dunia rusak ini... walaupun sakit dan membuatku semakin menderita..."

__ADS_1


"...Koneko akan berjuang."


__ADS_2