Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 24 - Tanda


__ADS_3

Shira membuka mata kanan-nya lalu ia melihat atap-atap yang memiliki warna coklat, "... ..." Shira sadar bahwa ruangan yang ia berada saat ini cukup gelap, ia melirik ke arah jendela dimana ia bisa melihat bulan yang menyinari malam hari, sepertinya ia sudah tertidur cukup lama dan ia bangun di malam hari, mungkin saja ia bangun pada saat tengah malam. Shira duduk di atas kasur selagi memegang lengan kiri-nya yang terhalang dengan perban.


"Sepertinya seseorang menyembuhkan kondisi-ku ketika aku selesai berlatih." Shira menghela nafasnya lalu ia mencoba untuk membukanya, ketika ia merobek perban itu sedikit, Shira bisa merasakan sumber Lenergy dan kekuatan yang besar di lengan kirinya, "UGGGGHHHH!!!" Shira langsung berhenti merobek perban itu dan ia mulai menyeringai kesakitan hingga perlahan-lahan mata kirinya bersinar menembus perban yang menghalanginya sebentar.


"Sekarang terasa sakit... Aku masih tidak mengerti dengan sihir Enchantment Testament Light, aku harus berhati-hati dan juga rusuh dalam menggunakan sihirnya." Shira bangkit dari atas kasur lalu ia menghampiri tombol lampu karena ruangan itu gelap sekali, ia menyalakan lampunya dengan menekan tombol itu lalu ia pergi menuju ruang tamu untuk mencari yang lain termasuk dengan Megumi karena ia ingin sekali bertemu dengan pacarnya yaitu Megumi.


Shira bisa merasakan sumber Lenergy milik Megumi dan hal itu membuatnya tersenyum dengan sangat lebar, ia pergi menghampiri Megumi dimana ia sekarang sedang berada di taman. Ketika Shira membuka pintu keluar ia melihat Megumi yang sedang menatap langit-langit, mungkin saja Megumi saat ini sedang menghitung berapa banyak bintang yang bersinar di langit-langit yang berwarna hitam. Bukan langit biru, terdapat lagu tentang bintang yang memiliki lirik aneh.... Bintang kecil~ Di langit yang biru, coba keluar pada siang hari atau sore hari dimana langit berwarna biru lalu liat ke atas, apa ada bintang? Justru tidak ada.


Shira menghampiri Megumi dengan ekspresi yang terlihat bersemangat, "Megumi!!!" Shira langsung memeluk Megumi dari belakang hingga membuatnya langsung terkejut, "Uwaaaa!?" Megumi melompat seperti kecing lalu ia menjerit ia menjerit keras, dia hampir saja melompat keluar keluar angkasa. Megumi melirik ke belakang lalu ia mengembungkan pipi-nya, "Ayolah... Jangan mengejutkan-ku seperti itu, bagaimana jika nanti ada orang yang melihat kita...? Bisa-bisa kau ditangkap dan dipenjarakan selama 20 tahun karena mencoba untuk menculik-ku."


Megumi mulai menatap Shira yang terlihat seperti pulih kembali, "Ahh... Sepertinya kondisi-mu telah kembali seperti biasanya ya, Shira?" Megumi tersenyum selagi menatap tubuh Shira yang terlihat seperti menambah kuat, bahkan ia melihat kedua otot tangannya yang lumayan membesar. Megumi juga merasa senang dan bersyukur bahwa ia bisa bertemu dengan Shira lagi, "Senangnya bisa melihat pacarku, tehehe~" Megumi tersenyum selagi memejamkan kedua matanya.


"Hehehe, aku merasa bersyukur bahwa kamu pulang dengan selamat. Dimana Mika?" Tanya Shira, Megumi hanya bisa tersenyum selagi menatap wajah Shira, "Mama sudah pulang dan tinggal bersama Himene, Mama mengijinkanku untuk berpetualang bersamamu, d-dia sudah tau bahwa kita berpacaran..." Megumi mulai menggerakkan ekornya pelan, wajahnya juga terlihat merah. Shira merasa sangat terkejut bahwa Mika mengetahui bahwa dirinya bersama Megumi berpacaran, "Apa dia merasa keberatan...?" Tanya Shira.


"Tidak! Justru Mama senang hingga ia tidak sabar untuk menunggu cuc---" Megumi menghalang mulutnya menggunakan ekornya dan itu membuat Shira menunjukkan ekspresi yang terlihat canggung karena ia tahu apa yang akan Megumi katakan, "O-Oi, bercinta dengan loli...? A-Apakah tidak aneh...? Bagaimana nanti ketika aku dan dia menikah!? Apakah legal...!? Apakah seseorang akan menangkapku...!? Apakah perutnya muat untuk mengandung anakku...!?" Shira berkeringat dingin dan itu membuat Megumi tertawa lalu ia mengusap semua keringat itu menggunakan ekornya.


"Jadi... Banyak sekali hal menyenangkan yang aku lakukan bersama keluargaku." Megumi menaikkan kepalanya lalu ia tersenyum lebar, "Itu bagus, aku senang bahwa kamu bersenang-senang bersama keluargamu." Shira tersenyum lalu ia mengusap kedua telinga-nya yang bergerak ke bawah dan ke atas. Megumi mulai memikirkan sesuatu hal tentang kesenangannya, "Banyak sekali kesenangan yang aku alami dan aku tidak akan bisa mengingatnya lama..." Megumi menepuk wajahnya sendiri.


Tiba-tiba ia mulai memerah lagi karena ia mengingat Shira mengajukan perasaannya kepada dirinya, "Soal dirimu yang mengajukan perasaan cintamu kepadaku... Aku merasa sangat senang hingga aku akan terus mengingatnya dalam waktu yang cukup panjang dan lamanya!!!"


"Aku berhasil dan tidak dicampakkan, hahaha... Biasanya aku sering dicampakkan sih..." Shira tertawa sinis dan itu membuat Megumi menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat serius sekali, "Aku hanya ingin memastikan-nya lagi... Shira, apakah kamu benar-benar serius?" Tanya Megumi karena ia masih tidak yakin tentang perasaan cinta Shira kepada dirinya.


"Tentang apa...?"


"Yahh... Tentang diriku... Apakah kau benar-benar... Umm..."

__ADS_1


"Mencintaimu?"


"Gughh..." Megumi meletakkan tangannya di dadanya seolah-olah dia mengalami kerusakan, "Uhhhhhhh...." Megumi mengembungkan pipinya lebih besar dari sebelumnya selagi memejamkan kedua matanya, ekspresi-nya membuat Shira lengah hingga perlahan-lahan ia mulai mimisan, ia secepatnya menghapus darah itu, "Kenapa? Apakah kamu meragukan diriku?" Tanya Shira penasaran.


"Bukan itu ... Hanya saja aku tidak punya banyak kepercayaan. Tidak masuk akal bagi aku untuk berkencan dengan seseorang yang setampan dirimu."


"Hei, kenapa kamu tidak mencoba mengatakan hal itu setelah kamu melihat dirimu di cermin?" Megumi tidak menyadari betapa lucunya dia, "Bukankah kamu menyebut dirimu seorang gadis cantik beberapa waktu lalu?"


"Ya, benar, aku cantik, tapi ... Lihatlah tubuhku. Kamu ini baik sekali, Shira, jadi... Kamu pasti akan merasa kasihan kepada diriku ini, jadi... yah..."


"Aku sangat mencintaimu, Megumi. Kamu ini imut, entah bagaimana aku merasa tenang ketika aku bersamamu." 


"Hehehe, Aku tidak tahu tentang itu ...  Aku selalu diberi tahu bahwa aku memiliki kepribadian yang buruk." Megumi tersenyum selagi membuka mulutnya, "Yahh... Menurutku itu imut." Shira terkekeh.


"Aku... merasa tidak senang..." Megumi mengembungkan pipinya lagi selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak senang sekarang, ia terlihat marah dan kesal, "Tetapi bagaimana dengan kamu? Apakah kamu benar-benar menyukaiku." Tanya Shira, ia menganggap itu saat yang tepat untuk bertanya.


"Hehehe, jadi kamu mengerti betapa kerennya dirimu ini?" Sepertinya Megumi ingin mengatakan, 'Sudah kubilang!'


"...Entah bagaimana rasanya aneh bagi seseorang yang luar biasa seperti kau menyukai diriku." Megumi berbicara tanpa percaya diri, Megumi sangat keras kepala, bertingkah seperti ini meskipun sudah Shira katakan, "Jadi apa yang akan terjadi untuk saat ini?" Shira menghampiri Megumi lebih dekat dan itu membuatnya kebingungan.


"Hmm...?"


"... ...!" Megumi mengangkat kepalanya, dan Shira meletakkan bibirnya dengan bibir Megumi. Shira mampu membuat Megumi terkejut sehingga matanya terbuka lebar, "Nn... Mmmmm...???" Shira menggenggam kedua tangan Megumi, membungkuk ke depan, dan menciumnya lebih romantis dan ekstrim., "Mmmmm... Mmmmmmuu..." Dengan kaget, Megumi meletakkan tangannya di atas tanganku, yang masih menggenggam tangannya. Dan kemudian dia meremas tangan Shira dengan keras.


Tangan Megumi bergetar karena rasa malu yang ia alami saat ini, "Megumi... Aku mencintaimu..." Shira membisikkan ini sementara bibir mereka masih bersentuhan. Kemudian Shira menempelkan bibirnya ke bibir Megumi lagi sambil membelai rambutnya, "Nnn... Fuuu..." Megumi memejamkan kedua matanya, "Bibir Megumi terasa lembut dan manis..." Ucap batin Shira. Shira merasa ditarik ke arah bibir Megumi, dan bahkan ketika Shira menciumnya dan Megumi mencium balik, itu terasa sangat lembut bagi mereka berdua, bibir Megumi itu sangat berkilau dan manis bagi Shira sendiri.

__ADS_1


"Nnnn... Mmmm... Shira..." Bibir mereka terpisah dan dia memanggil nama Shira, melalui kelopak matanya yang sedikit terbuka, matanya yang terdapat sedikit air mata, sedikit bersinar di bawah sinar bulan, bertemu dengan mata Shira.


Shira bertanya lagi sambil membelai rambutnya, "...Apakah kamu mengerti perasaanku sekarang...?"


"...Tidak... Aku masih tidak mengerti..."


"Jadi... Lanjutkan..." Megumi menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat menggoda bagi Shira, ia memejamkan kedua matanya, "Tidak ada pilihan lain ya...?" Shira berbicara dengan lembut, mengambil tangannya dari rambut Megumi dan menariknya untuk ciuman lagi, Megumi mendongak, menutup matanya, dan membiarkan dirinya untuk menerima ciuman lembut yang dilakukan oleh Shira, "Nnn.... Nnnn...."


"Mmmmm..." Shira bertanya-tanya berapa lama ciuman itu berlangsung, Angin berhembus kencang, menyisir rambut Megumi di pipi Shira dengan perasaan menggelitik. Shira meletakkan tangannya di bahu Megumi dan perlahan mengambil bibir Shira dari bibir milik Megumi, "Fuaaahhhh...." Ciuman mereka berakhir, dan Megumi menatap Shira dengan tatapan yang terlihat kosong, Itu seperti jiwanya telah meninggalkan tubuhnya, dan dia berdiri lemas di atas tanah.


"Apakah itu memberitahumu tentang perasaanku?" Tanya Shira, "Mmm... Muuu..." Megumi, masih dengan ekspresi kosong, mengangguk, "Se... Sekali lagi...!"


"Dasar manja." Shira berbicara dengan cara yang mengatakan 'Tidak ada cara lain', Shira lalu mencium ringan dahi Megumi, "Sudah cukup."


"Pelayan yang sangat buruk." Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak puas sama sekali, "Iya, iya, akan aku tambahkan lagi, pacarku." Shira berlutut lalu ia memeluk Megumi dengan sangat erat, karena Megumi sangat kecil, memeluknya adalah pekerjaan yang sulit bagi Shira, "Hahhhhh... Shiraaaa...." Megumi menghela nafasnya di telinga Shira dengan puas.


 


Crimson Realm - The Basement of Inferior Crimson


"... ..." Seorang laki-laki yang memiliki rambut merah dan luka tebas yang besar di mata kirinya mulai membuka kedua matanya, walaupun ia memiliki luka di mata kirinya, pria itu masih bisa melihat karena ia memiliki sihir regenerasi yang sempat untuk menyelamatkan matanya yang hampir saja tidak bisa dikembalikan, "Sepertinya kau sudah bangun." Ucap seorang penjaga yang memiliki zirah serba merah, warna merah itu hampir sama dengan warna darah kehitaman, warna itu bisa disebut dengan nama Crimson.


"Alvin Ghifari... Kau telah berdosa dan melanggar aturan-aturan yang disediakan oleh Dewa agung Crimson, kau telah diturunkan menjadi mortal biasa dengan tubuh yang sudah sekarat, lihatlah kondisimu sekarang." Penjaga itu ternyata memanggil lelaki itu dengan nama Alvin, Alvin yang dulunya mentransfer Shira ke Yuusuatouri telah tersiksa habis-habisan hingga seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka, kedua lengannya hilang karena putus. Sepertinya Alvin tertangkap basah karena sudah mentransfer Shira ke Yuusuatouri, hal itu bukanlah pekerjaannya jadi Alvin telah berdosa dan melanggar aturan-aturan yang sangat penting.


Alvin mencoba untuk melarikan diri tetapi ia tidak bisa karena ia dikepung oleh prajurit sang Dewa agung, dia disiksa habis-habisan hingga kedua lengannya diputuskan oleh prajurit-prajurit itu, seketika Alvin pingsan, sang Dewa agung menyuruh prajuritnya untuk menahannya di dalam penjara dengan logam yang dilumuri dengan aura crimson, "... ..." Alvin hanya bisa diam selagi menatap ke bawah dengan tatapan kosongnya, "Kami akan mengampunimu jika kau menghancurkan satu planet saja, tenang... Ketika kau menerima tantang itu maka kau akan memiliki kekuatan dewamu lagi, tetapi jika kau tidak menerimanya maka tiga hari lagi kau akan di eksekusi mati oleh sang Dewa agung."

__ADS_1


Prajurit itu meninggalkan Alvin sendirian, "Aku sudah muak menjadi dewa yang bersikap semaunya dan sesuai kehendakan mereka... memangnya semua dewa itu harus bersikap sama... menghendaki...? Omong kosong apa itu..." Alvin menjatuhkan darahnya dari lengan kanannya yang sudah putus lalu perlahan-lahan ia membuka kedua matanya lebar melihat darah itu hingga darah itu mulai membentuk kertas yang terdapat banyak sekali tulisan.


"Crimson... Gate..." Mata kiri Alvin mulai bersinar merah lalu keras itu terhisap masuk ke dalam mata kiri Alvin hingga perlahan-lahan mata kirinya mulai berdarah, "Aku harus melarikan diri dan memberitahu Korrina..."


__ADS_2