
Mereka berdua saling menyerang satu sama lain, sepertinya Kuramura berhasil menembus serangan cahaya Shira yang tidak terlihat berkat bantuan dari sihir kegelapan yang berada di tingkat tinggi. Shira dan Kuramura saling bertukar serangan menggunakan pedang yang berukuran sama.
CLAAAANG!!! CLAAAAANG!!!
Setiap serangan yang terbentur mampu menciptakan bunyi yang sangat keras sampai melepaskan dorongan besar menuju daratan. Yuffie memerintah semua pasukan-nya untuk berlindung di tempat yang aman agar mereka tidak terluka karena pertarungan antara Shira melawan Kuramura.
Pertarungan terus berlanjut dan Shira sudah mengganti cara bertarung-nya karena Shuri pernah memperingatinya untuk tidak selalu bertarung dengan cara yang sama karena Iblis memiliki segala pengalaman tentang bertarung.
"Sepertinya kau mengubah cara bertarung-mu menjadi sesuatu yang berbeda... Kau pasti sudah mengetahui kemampuan rahasia dari bangsa Iblis." Kuramura tersenyum sinis.
"Kalian bangsa Iblis... Bersiaplah untuk kekurangan populasi." Shira memutar pedang-nya dan ini pertama kalinya Kuramura bertarung melawan seorang petarung yang memegang pedang dengan tangan kiri.
Senjata yang saling berbenturan mulai mengeluarkan suara bunyi yang keras dan bergema di sekitar wilayah itu, Shira bergerak gesit ke depan dan menembus tubuh Kuramura membuat dirinya lengah untuk sekejap.
Kuramura sadar bahwa dirinya masih utuh tetapi insting iblis-nya merasakan Shira yang dibelakang sedang mengayunkan pedang-nya ke arah puncak kepala-nya, mencoba untuk membelahnya menjadi dua.
Kuramura melancarkan pedang-nya tepat waktu dan mengenai pedang Shira, membuat dirinya terdorong ke belakang. Kuramura mengembungkan pipi-nya dan bersiap untuk menyemburkan api yang panas kepada Shira.
BLAAASSSSHHHH!!!
Semburan api itu mengenai tubuh Shira dan dia tidak merasa panas atau terluka sedikitpun, Shira menatap Kuramura dengan wajah yang datar karena banyak sekali iblis yang terus mengulangi sihir sama walaupun saat ini Shira sudah kebal dengan serangan sihir jarak dekat.
"Walaupun kalian memiliki banyak pengalaman tentang pertarungan, kalian tidak pernah belajar dari kesalahan ya..." Ucap Shira.
"Hmph, aku sudah menduga-nya bahwa dirimu ini Legenda sejati yang hebat... Tidak diragukan lagi bahwa Majiru dan Makuzin dibunuh oleh Legenda sepertimu." Kuramura mulai menciptakan pedang lain-nya yang diselimuti dengan api dan racun berbahaya.
Kedua mata Shira memancarkan sinar cahaya yang besar, tetapi Kuramura memejamkan kedua matanya selagi mengangkat kedua lengan-nya ke atas. Ia mengumpulkan banyak kekuatan dari iblis-iblis yang sudah gugur.
Shira melebarkan matanya ketika melihat tubuh-nya melepaskan kekuatan kegelapan dimana semua kekuatan itu langsung Kuramura serap. Sepertinya iblis yang diserap oleh Shira juga bisa menghasil sumber kekuatan untuk dirinya dan musuh.
"Ck... Jadi begitu ya..." Tatap Shira kesal.
__ADS_1
"Sekarang gugur lah dimakan dengan kegelapan...!!! Eater Swallow Darkness...!!!"
Kedua pedang Kuramura bergabung menjadi satu, menciptakan pedang besar yang melepaskan aura kegelapan besar dan menyengat sampai membuat langit-langit yang cerah berubah menjadi hitam.
Sihir yang akan digunakan Kuramura bernama [Eater Swallow Darkness], dimana dua pedang bisa berubah menjadi pedang yang lebih besar. Pedang itu dapat melepaskan aura kegelapan besar yang dikumpulkan melalui sumber kegelapan dan iblis yang sudah gugur.
Kuramura memancarkan aura kegelapan itu ke arah Shira dan Shira memutar pedang-nya lalu menusuk aura kegelapan itu menggunakan ujung dari bilah pedang-nya. Kegelapan yang tertusuk dengan pedang Shira terbelah menjadi dua dan menyebar di sekitar-nya sampai semua kegelapan itu perlahan-lahan berubah menjadi partikel emas.
Kuramura memang cukup nekat untuk melawan Shira menggunakan kegelapan, Kuramura terlihat kesal karena kemampuan terkuat-nya bisa kalah dengan hanya satu tusukan pedang Shira.
"Aku sudah lelah bertarung... Sepertinya aku terlalu berlebihan dalam pelatihan-ku bersama Shuri." Shira menyerap seluruh kegelapan yang menyebar itu sampai membuat langit-langit yang hitam itu berubah menjadi langit cerah.
Jantung Kuramura berdetak cepat serta insting iblis-nya merasakan jutaan serangan yang mengepung-nya. Kuramura tidak mampu menggerakkan tubuh-nya sampai seluruh tubuh-nya mulai memancarkan sinar cahaya yang berubah menjadi partikel emas.
"Uagggghhh...!!!" Teriak Kuramura kesakitan.
"Bukan sihir... Bukan kemampuan... Inilah hasil latihan yang aku dapatkan." Shira menyerap kembali pedang-nya.
Dia dapat mengontrol cahaya apapun dan mengendalikan-nya sesuka mungkin seperti menjadikan cahaya matahari yang menyinari wilayah itu sebagai serangan bertubi-tubi. Serangan itu tiada habis-nya karena tubuh Kuramura melepaskan banyak partikel emas yang menyerang-nya lagi dan lagi.
Kuramura bisa merasakan seluruh kekuatan dan tenaga-nya terserap sampai habis ketika semua cahaya itu mengenai tubuhnya, tubuhnya terasa seperti terbakar dan kedua penglihatan-nya hanya melihat keputihan yang mengartikan bahwa dia sudah buta karena serangan Shira yang biasa tetapi mematikan. Shira menunjuk Kuramura menggunakan telapak tangan-nya dan pedang-nya segera hancur menjadi kepingan kecil lalu berubah menjadi partikel emas.
Dengan hanya menggunakan telapak tangan kiri Shira, seluruh tubuh Kuramura memancarkan cahaya yang silau karena seluruh tubuhnya saat ini sedang disucikan, Shira melebarkan matanya menyebabkan sinar itu berubah menjadi ledakan sinar yang besar sampai membuat Kuramura terjatuh di atas tanah sambil berlutut. Ia tidak bisa melihat apapun selain merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya.
"Aku dapat mengontrol cahaya semau-ku... Tapi ini masih belum cukup, jika waktunya tiba... Aku dapat mengontrol berbagai cahaya." Shira menatap kedua telapak tangan-nya.
"Ugghhh..."
"Aku tidak bisa memberimu belas kasihan, jika saja aku mengetahui perilaku-mu ketika kau menyerang penduduk Xuutouri maka aku bisa memberimu ampun. Tetapi... Kau hanyalah pemimpin pasukan Iblis dan sudah jelas kau tidak akan memberi belas kasihan apapun kepada bangsa Elf yang ada di planet ini bukan...?" Shira mengepalkan kedua tinju-nya, merasakan amarah yang besar di dalam dirinya.
Air mata merah mengalir keluar melalui kedua matanya, ia berhasil membangkitkan tubuhnya tetapi kedua kakinya bergetar seolah-olah mengangkat beban yang sangat besar. Dengan tangisan yang tersedu-sedu, Shira hanya bisa diam karena merasa bersalah melihat seorang iblis yang menangis seperti itu. Apa yang membedakan dirinya dengan Kuramaru jika dia tidak memberi dirinya belas kasihan.
__ADS_1
"Kau beruntung... Hati-ku murni karena bisa mengontrol cahaya sebanyak ini. Kau bisa pergi sekarang dan jangan pernah berani untuk menunjukkan wajah itu di hadapanku..." Shira memberi Kuramaru satu kesempatan untuk terakhir untuk melarikan diri.
Shira membalikkan tubuh-nya dan ia segera pergi menghampiri Megumi yang sedang menunggu-nya di sebuah tempat perlindungan, terlihat seorang gadis kecil yang memiliki rambut pendek berwarna emas, gadis itu juga memiliki dua telinga kelinci emas dan ekor kelinci berwarna emas.
"Megumi kecil...? Apakah dia mempelajari sihir baru...?" Shira mulai kebingungan melihat gadis kecil itu atau Minami yang terlihat persis sama seperti Megumi tetapi memiliki warna yang berbeda.
Minami bersembunyi di belakang Megumi karena dia merasa takut ketika melihat kekuatan dan kemampuan yang Shira lakukan, ia mencoba untuk menyerangnya tetapi Megumi sudah memberitahu-nya bahwa semuanya akan baik-baik saja karena dia adalah sang Legenda legendaris yang akan melindungi segala semesta yang ada di Touri.
"Huraaaggggghhhhhhh...!!!" Kuramura yang sudah diberi kesempatan untuk melarikan diri memilih untuk membunuh Shira karena percuma dia melarikan diri karena dia masih akan tetap bertemu dengan takdir kematian-nya.
Shira melirik ke belakang dan Kuramura berhasil menghantam wajah Shira, tinju yang mengenai wajahnya tidak mampu memberi Shira rasa sakit dan juga tubuhnya bahkan tidak bergerak sedikitpun. Shira menatap wajah iblis itu dengan tatapan tajam-nya dan ia bisa melihat wajah-nya yang terlihat menderita.
Seluruh tubuh Kuramura memancarkan cahaya untuk terakhir kalinya, perlahan-lahan seluruh tubuhnya berubah menjadi partikel emas di mulai dari telapak kaki-nya sampai puncak kepala-nya. Ketika seluruh tubuhnya berubah menjadi partikel emas, Shira hanya bisa menundukkan kepala-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah.
"Sepertinya iblis tidak akan bisa pulang sebelum mereka berhasil menyelesaikan tugas mereka ya..." Shira memberi hormat terakhirnya kepada Kuramura dan ia segera pergi menghampiri Megumi.
***
~Zuusuatouri~
Rxeonal saat ini sedang berdiri tegak sambil melihat seluruh pasukan iblis yang ia kumpulkan berlatih, semua pasukan itu berlatih cukup keras karena mereka akan ditugaskan untuk menghancurkan apapun yang ada di semesta Touri kemudian menaklukkan-nya agar Rxeonal bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang baru, itulah arti kedamaian untuk Rxeonal sendiri karena Touri tidak membutuhkan parasit seperti ras lain kecuali iblis itu sendiri.
Majin muncul di belakang Rxeonal sambil bersujud kepada diri-nya, "Aku mendapatkan berita yang buruk untuk kedua pemimpin hebat kita, raja Rxeonal..."
"Hohhh... Katakan."
"Pemimpin Kuramaru dan Makuzin telah gugur ketika mencoba untuk menguasai sebuah planet yang bernama [Elvania] di semesta Xuutouri. Mereka bersama pasukan-nya terbantai habis oleh seorang Legenda yang pernah melawan-ku di semil final sejak itu." Majin bisa mengetahui tentang keguguran Kuramaru dan Makuzin karena dialah yang memimpin untuk melihat kondisi semua pemimpin dan pasukan iblis.
"Shiratori Shira ya..." Rxeonal mengeluarkan sebuah kristal merah di dalam saku-nya dan kristal tersebut memancarkan cahaya merah yang menunjukkan gambaran dari seorang Legenda yaitu Shiratori Shira.
"Sepertinya dia... cukup menarik..." Rxeonal menjilat bibir-nya sendiri.
__ADS_1
"...untuk menjadi santapan dan koleksi kepala-ku tentunya."