
Shinobu melihat keadaan melalui mata buatannya itu, ia bisa melihat tanda dari kedua tangannya yang terus menciptakan terowongan yang panjang sampai kedua tangan itu sempat menciptakan sesuatu ruangan yang begitu luas.
Cukup untuk semua banteng itu berkumpul di sana, jaraknya seratus meter dari sekarang sehingga Shinobu mulai mempersiapkan diri dengan memejamkan kedua matanya lalu menenangkan jiwa dan pikirannya.
"Shinobu Koneko... apa yang kau coba rencanakan sekarang...!?" Tauros menggigit jarinya sampai putus karena saking paniknya melihat Shinobu yang terus melarikan diri.
Shinobu melihat ruangan luas itu berada di jarak yang begitu dekat, tidak lama kemudian tubuh kuda yang terbuat dari daun itu mulai mengeras seperti bongkahan emas.
"Golden Leaf!" Seru Shinobu, menciptakan sebuah tanduk di kuda itu sampai mengubahnya menjadi pegasus yang terbuat dari daun sekeras bongkah emas yang berkualitas.
Pegasus itu langsung menghancurkan batu di hadapannya sampai mereka semua tiba di dalam ruangan luas yang di buat oleh kedua tangan Shinobu yang masih meluncur ke depan untuk menciptakan lebih banyak ruangan.
Padangan Tauros yang berada di banteng paling depan melihat ruangan yang luas di dalam daratan, entah apa yang coba Shinobu rencanakan sekarang tetapi tubuhnya saat ini berkeringat dingin.
"Hah... Hah... Hah....!!! Brengsek!!! Cepat hancurkan dia!!!" Teriak Tauros keras sehingga ia terkejut ketika suara sekeras apapun itu pasti Shinobu akan mendengarnya dengan mudah.
Shinobu yang berada di dalam daratan itu dapat membedakan suara badai dan tetesan hujan dengan teriakan Tauros tadi, ternyata prediksi yang ia pikirkan benar.
Awan palsu yang dapat menyebabkan badai dan cuaca yang dapat di manipulasikan pasti semuanya di sebabkan oleh seseorang yang berada di atas awan itu, orang itu berada di atas daratan dan bersembunyi maka kekuatan dari Atmokinesis tidak bisa meluas seperti sekarang.
Keluasan Atmokinesis dan kepalsuan dari awan itu akan tak terbatas jika sang pengguna berada di atas langit, menggunakan semua awan yang mereka lihat, angin di sekitarnya juga di gunakan untuk mengubahnya menjadi kabut tebal.
Saking pintarnya Shinobu, setiap prediksi dan tebakan yang ia pikirkan selalu benar sehingga Tauros langsung menggigit jari lainnya karena bersikap bodoh, semua itu terjadi bukan karena kebodohannya atau kecerobohan dirinya.
Tauros bisa bersembunyi selama mungkin tetapi ia tidak bisa lari karena Shinobu bertujuan untuk melepaskan kedua lengan itu bukan untuk menciptakan ruangan, jalan, atau terowongan yang membantu dirinya melarikan diri.
Shinobu melihat sebuah lubang jalan di hadapannya lalu ia masuk ke dalam dan mengubah kembali pegasus itu menjadi dedaunan emas yang menumpuk di belakangnya.
Shinobu menatap ke arah semua banteng yang masuk ke dalam ruangan itu, "Kalian sudah... masuk ke dalam jebakan itu..."
"Sunshine!!!" Seru Shinobu keras sampai ruangan itu mulai bergetar, semua batu dan tanah yang sudah hancur oleh kedua lengannya tadi mulai kembali terbentuk oleh sinar matahari.
Semua sinar matahari itu kembali membentuk batu yang besar sehingga menjebak semua banteng itu di dalam, menjadikannya sebagai fosil yang masih hidup sehingga semua banteng itu langsung mengeluarkan suara kesakitan.
[Sunshine] adalah kemampuan cahaya melalui sinar matahari yang dapat memperbaiki dan memulihkan sesuatu yang hancur, hampir sama seperti pengunduran waktu tetapi terjadi pada satu hal yang sudah di hancurkan.
"Fuhhh... terima kasih... Sunshine..." Shinobu tersenyum lega sampai ia mulai duduk untuk beristirahat karena ia kekalahan karena sudah menggunakan semua kemampuan cahaya itu.
"Sayang sekali ya... aku tidak bisa menggunakan... Sunshine kepada diri sendiri... jika aku menggunakannya maka... aku hanya mendapatkan kekuatan..."
Tauros yang memperhatikan dari atas awan palsu mulai tersenyum lebar karena Shinobu baru saja melakukan pergerakan yang salah untuk menjebak semua banteng itu.
Semua batu-batuan yang menjebak banteng tersebut langsung berubah menjadi aura coklat yang merasuki banteng tersebut, semua jumlah banteng itu mulai bergabung ke dalam satu banteng yang memimpin paling depan.
Semua batu yang di ubah menjadi aura coklat atau bisa di sebut sebagai inti kekuatan sihir dari batu dan bumi telah di jadikan sebagai kekuatan yang sangat amat besar.
Tanduk banteng itu mulai bertambah panjang dan besar, satu tabrakan maka akan terjadi kehancuran yang sangat besar sehingga Shinobu melihatnya dengan jelas bahwa batu yang menghalangnya di depan mulai berubah menjadi aura.
"G-Gawat...!" Shinobu panik seketika, tidak memiliki waktu untuk menghindar atau menahan sehingga tubuhnya menerima satu tabrak dari banteng tersebut.
Kedua tanduk yang mengenai tubuh Shinobu sampai menyebabkan tekanan yang begitu besar sehingga Tauros yang berada di atas langit melihat daratan mulai hancur.
Menyebabkan lubang besar muncul karena tabrakan tadi, Shinobu terluka sangat parah, ia tergeletak di atas tanah yang panas karena tabrakan banteng tadi mampu menarik semua air lahar di daratan paling dalam.
"Berhasil...!!! Hahaha...!!! Aku berhasil...!!!" Tauros tersenyum lebar, merasa sangat bahagia ketika melihat Shinobu berhasil menerima kerusakan besar.
Terdapat lubang yang begitu besar di perutnya, itu artinya dia sudah pasti tidak di jamin akan selamat, penglihatan Tauros yang berada di dalam banteng itu melihat Shinobu bisa bergerak.
Wajahnya terlihat mati mungkin karena tabrak tadi, "Pemimpin Leon pasti akan senang... tidak ada lagi yang namanya kepintaran dari kucing sialan itu..."
"Sekarang...! Bangkitlah!!! Kau pasti masih memiliki banyak nyawa bukan?! Aku akan menjebak dirimu dengan banteng yang dapat melakukan manipulasi dengan tanah dan batu!!!" Seru Tauros keras.
"Setelah aku menghabiskan semua nyawa itu maka aku akan memakan dirimu dan menjual semua organ---"
BAAMMMM!!!
Wajah Tauros menerima satu pukulan dari tangan buatan Shinobu yang berhasil terbang tinggi ke atas langit, melewati semua badai ekstrem itu termasuk dengan awan palsunya.
__ADS_1
Tauros terpental ke depan sampai terjatuh di atas awan palsu yang padat itu, ia merasa sangat kesakitan di pipinya sampai ia langsung menyentuhmu lalu merasakan luka bakar yang besar.
"A-Apa...!?"
Tauros melihat kedua lengan Shinobu yang berwarna merah, pukulan tadi menyebabkan luka bakar yang cukup besar sampai ia bisa melihat kedua pukulan tangan palsu itu memiliki suhu yang sangat panas.
Tauros mencoba untuk menghentikan kedua tangan itu tetapi pergerakannya terlalu cepat karena di bantu oleh cahaya dari bulan, kedua lengan itu mengandung aliran Lenergy dari Shinobu sampai mendapatkan keuntungan dari cahaya berjenis apapun.
"Sial...!!! Sial...!!!" Tauros mulai mengalihkan pandangannya ke dalam banteng itu lalu ia tercengang.
Shinobu yang berhasil di tabrak oleh banteng itu ternyata selama ini adalah dedaunan emas yang membentuk dirinya, hampir sama seperti kemampuan daun yang membentuk kuda.
"Ternyata... dia juga dapat memanipulasi daun untuk membentuk dirinya juga...!?"
Tauros melihat kedua lengan itu melayang di atas langit sampai ia bisa melihat daun emas yang begitu cerah di atas salah satu tangan itu, tidak lama kemudian daun itu bertambah semakin cerah.
Melampaui kecerahan bulan sampai Tauros memejamkan kedua matanya, daun itu langsung berubah Shinobu yang berhasil mengenakan kedua lengan buatannya itu dan sekarang ia melayang di atas langit tanpa masalah.
Semua badai dan cuaca ekstrem itu tidak menghentikan dirinya karena ia bersama Tauros berada di atas awan palsu yang padat itu, "Mu-Mustahil...!!!"
"Kenapa kau...!? Kenapa...!!!" Tauros mulai menggigit jarinya sampai berdarah karena panik.
"Crimson Scarf!!!" Shinobu melempar syal Crimson itu ke arah Tauros sampai mengikat dirinya dan menyiksa tubuhnya seperti di gigit oleh sesuatu yang tajam.
"Agggghhhh!!!" Tauros menjerit kesakitan, tidak melihat pilihan untuk melawan dan melarikan diri karena syal yang mengandung Lenergy kuat di dalamnya.
"Aku... Shinobu Koneko... sudah pasti memiliki rencana sampingan, kau pasti terkecoh oleh kedua lengan yang awalnya mengira akan menciptakan ruangan saja ya?"
"Selama ini aku tidak... berencana untuk menciptakan jalan untuk melarikan diri, fokusmu kembali teralih kepadaku yang menggunakan Sunshine untuk menutup kerusakan."
"Kau sampai kehilangan jejak terhadap kedua lengan palsu ini yang tahan dengan suhu panas apapun... aku melepaskannya ke tanah lebih dalam sampai menyentuh air lahar."
"Aku membiarkan kedua lengan itu di dalam lahar sampai panas... cukup untuk melesat tinggi ke atas langit dan melewati semua cuaca dan badai ekstrem itu..."
"...sempat juga untuk menghancurkan awan palsu yang padat dan keras ini, ketika mengetahui kedua lenganku sudah mengumpulkan suhu panas yang cukup..."
"...kau tidak menyadari diriku yang mengubah pegasus itu kembali menjadi daun... di saat itulah semua daun itu menyelimuti tubuhku sampai berubah bentuk menjadi Koneko yang palsu..."
"...banyak sekali potensi yang terkandung di Golden Leaf tetapi aku hanya bisa menggunakannya sejauh ini dan sampai batasan ini!" Kata Shinobu yang terlihat lelah.
Shinobu mendarat di atas tanah, kemampuan untuk mengubah dedaunan emas tadi menjadi dirinya menguras banyak tenaga dan Lenergy termasuk mengulang tubuhnya menjadi daun.
Shinobu menatap ke arah bulan itu lalu ia tersenyum polos sampai menakutkan Tauros, ia mulai melayang tanpa menggunakan alatnya itu.
"Golden Sunshine...!!!" Shinobu langsung menggunakan kekuatan Golden Sunshine untuk memulihkan semua Lenergy yang terkuras.
Cahaya bulan berubah menjadi cahaya matahari bagi dirinya bahkan Tauros tercengang ketika melihat bulan mulai bersinar melebihi matahari sampai Shinobu menarik nafas dalam-dalam.
Shinobu langsung melepaskan ruangan keras seperti singa yang berhasil menghapus semua awan padat itu sehingga cuaca dan badai itu mulai menghilang.
Tauros terjatuh menuju daratan tetapi syal itu membantu Tauros untuk mendarat dengan baik tanpa menerima luka apapun, Shinobu mendarat di hadapannya.
Tauros bertambah semakin panik sehingga ia menggigit jarinya sampai habis karena ia melihat tubuh Shinobu yang begitu bersinar dengan aura emas cerah dari matahari.
"Tadi bisa di bilang sebagai latihan... sungguh menyenangkan... aku bertambah semakin waspada sekarang..." Shinobu tersenyum selagi menatap kedua tapak tangannya.
Shinobu membaca pikirannya dan ia mengendalikan banteng di dalam daratan itu untuk keluar lalu menyerang Shinobu.
Shinobu menoleh ke belakang lalu menyambut banteng tersebut dengan mengepalkan tinju kirinya yang memancarkan cahaya emas lalu ia menghantam ke atas.
Banteng tersebut langsung terpental keluar angkasa karena menerima pukulan yang terkandung banyak sumber cahaya matahari karena sinar bulan yang Shinobu ubah.
"Hiiiii!? Ampunilah...!!! Tolong...!!!" Tauros mulai menangis karena ia sudah tidak memiliki pilihan lain selain menyerah karena ia berada di posisi yang menyulitkan.
Shinobu dapat menebak semua pergerakan dan serangan mendadak itu sampai ia mulai mendekati Tauros, "Semua kekuatan itu..."
"...kekuatan untuk melakukan kemampuan Atmokinesis, hebat sekali... kau pasti berlatih keras ya?" Tanya Shinobu dengan senyuman polos.
__ADS_1
"Latihan...?! Apa itu latihan...?! Latihan hanya untuk Legenda yang lemah...! Aku mendapatkan kekuatan itu dari warisan dan julukan sebagai Zodiak Crusaders!"
Tauros tercengang ketika ia mengatakan sesuatu penuh dengan kejujuran, Shinobu sengaja menggunakan The Mind untuk memerintah Tauros mengatakan sesuatu yang dipenuhi kejujuran di dalam hatinya.
"Begitu ya... sungguh mengecewakan... Koneko membenci orang yang tidak berlatih dan bekerja keras..." Kata Shinobu selagi menurunkan ekor dan telinganya.
"Padahal kekuatan itu hebat... jika saja kamu berlatih... maka kekuatan itu akan bertambah semakin hebat..." Shinobu mulai jongkok di hadapan Tauros.
"Seharusnya kau sudah tumbal dan mati karena di tabrak oleh banteng itu... tetapi kemampuan Golden Leaf itu... brengsek...!!!" Tauros menunjuk Shinobu.
Dirinya mulai berbicara penuh kejujuran, melampiaskan semua rasa benci dan jengkel kepada Shinobu yang memiliki banyak kemampuan berguna untuk membantu dirinya bertarung.
"Itu karena... aku sudah berlatih cukup keras karena Nenek... dia melatihku untuk tetap tenang seperti alam agar bisa mengendalikan alam..."
"...ternyata aku mendapatkan pengendalian daun yang di berkahi kekuatan cahaya dari sinar matahari... Golden Sunshine dan Golden Leaf..."
"...aku masih belum puas dengan kemampuan dan kekuatan ini... aku masih bisa di bilang lemah dan membutuhkan banyak pengalaman..." Kata Shinobu.
"Perbincangan yang menyenangkan ya~ paman~"
"Paman sampai menunjukkan kebiasaan itu... ketika ketakutan, menggigit kuku, dan jari... Ehehe..." Shinobu mengatakannya dengan lembut selagi tersenyum polos sampai menakut-nakutkan Tauros.
"Saking paniknya... semua informasi yang aku baca... semuanya rasa ketakutan dariku, ehehe~" Shinobu memejamkan kedua matanya selagi tersenyum.
"O-Oi... Tunggu... kamu kan... legenda paling lembut dari kelima Legenda itu...!" Tauros mulai menggunakan alasan agar Shinobu bisa mengampuni dirinya.
"Jari-jariku... semuanya putus... bahkan aku tidak bisa bertarung karena terluka... tolong ampuni diriku..." Tauros mulai menangis.
"Kamu tega menyakiti diriku yang malang ini, Shinobu...?"
"Kalau begitu... aku sembuhkan ya. Sunshine." Shinobu menyembuhkan Tauros kembali ke kondisi pulih sehingga ia menatap kedua tapaknya.
Lengan kanan Shinobu telah mengumpulkan banyak Lenergy dan sinar cahaya yang cukup untuk melakukan sesuatu, ia mulai tersenyum polos kepada Tauros.
"Sudah merasa baik sekarang, paman~?"
"Bisa bergerak 'kan~?"
"Luka-lukamu sudah sembuh semua, 'kan~?"
"I-Iya... se-sembuh..." Kata Tauros.
"Benar~ Mama pernah bilang bahwa... orang jahat yang sudah menyusahkan... orang jahat yang tidak di kenal..."
"...perlu di beri hukuman~ hehehe~"
Shinobu terkekeh layaknya seperti anak kecil, tidak terkandung ancaman atau sesuatu yang mematikan tetapi Tauros merasakan perasaan takut yang begitu besar dari suara dan tawanya itu.
"UWAAAAHHHHHHH!!!" Tauros menjerit dan menangis.
Shinobu langsung menghantam tubuh Tauros bertubi-tubi menggunakan kedua tinjunya yang lebih cepat dari kecepatan 500km per jam, Tauros menerima semua rasa sakit itu sampai ia terus menjerit keras karena di hajar oleh anak kecil.
Shinobu mengakhiri dirinya dengan menunjukkan senyuman polos lalu ia mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan sinar matahari emas.
"Selamat jalan..."
"...paman~ hehe~" Shinobu tersenyum selagi memejamkan kedua matanya.
"GOLDEN...!!!"
Shinobu menghantam dada Tauros sampai jantung di dalamnya hancur.
"...OVERDRIVE!!!"
Shinobu meninju dada Tauros lebih dalam sampai mementalkan dirinya keluar dari luar angkasa dan terus meluncur tanpa batas.
Tauros terjebak di luar angkasa dengan tubuh yang akan terus meluncur dan menghancurkan asteroid yang menghalanginya dirinya, ia akan berhenti jika mengenai sebuah planet.
__ADS_1
"Koneko..."
"...sudah berjuang!"