Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 495 - Kembalinya Bangsa yang Dibenci


__ADS_3

Redagon dan Rokuro mulai saling berhadapan dengan sebuah tatapan serius, hanya tatapan saja sudah cukup untuk melepaskan tekanan dimana-mana sampai membuat kota permohonan itu berguncang tinggi.


Rencana dari kedua iblis itu telah di mulai karena mereka berhasil menghancurkan kota permohonan itu menjadi dua, membuat seluruh warga ketakutan bahkan Morgan sendiri tidak bisa menghubungi seseorang untuk membantu.


Rokuro dan Asriel hanya perlu menahan musuhnya dalam waktu yang sangat lama, Rokuro sendiri bisa merasakan kekuatan Redagon yang terus meningkat karena suatu faktor.


"Menghabiskan waktu dalam pertarungan dengan iblis sepertimu adalah ide yang buruk... Aku harus mempercepatnya." Rokuro memegang erat sabitnya.


"Majulah, Legenda. Buatlah aku puas ketika melihat dirimu sebagai seorang Legenda yang aku incar... Penuh dengan kelayakan dan kekuatan yang mampu menandingi." Kegelapan yang berskala besar terlepas dari dalam tubuh Redagon.


Rokuro dengan cepat menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya sampai kedua matanya mendadak buta seketika tetapi ia bisa melihat cahaya putih yang membantu dirinya untuk melihat lagi.


Redagon memiringkan kepalanya, seolah-olah merasakan sesuatu yang berbeda dari Rokuro, Rokuro mulai menunjuk Asriel dan membagi sedikit kekuatan yang ia perolehi secara tiba-tiba.


"Ini pasti... Heaven yang Haruka maksud, apakah Korrina benar-benar menganggap ku layak...?" Ungkap Rokuro selagi menatap kedua tapak tangannya.


Redagon melepaskan tekanan besar ke arah Rokuro dan Rokuro langsung membalasnya dengan melepaskan satu tebasan sehingga terjadi dua serangan yang teradu, mampu menyebabkan ledakan dimana-mana.


Hana bisa melihat Rokuro dari jauh, tugasnya hanya melindungi Kou yang mencoba sekuat mungkin untuk mengendalikan pikirannya sendiri tanpa harus merasakan demam setelahnya.


"Menarik, Rokuro. Sepertinya kau juga sama memiliki itu..." Redagon mengeluarkan dua pedang yang terselimut dengan aura kegelapan, ia melesat ke depan lalu mengayunkannya beberapa kali.


Rokuro menahannya menggunakan sabitnya sehingga ia bisa melihat beberapa celah bermunculan di sekitarnya, melepaskan kegelapan yang sangat menyengat.


Rokuro terbang lebih tinggi ke atas untuk menjaga jarak karena ia sendiri mengetahui kelebihan milik Redagon, bertarung jarak dekat sama saja memberi dirinya sebuah keuntungan.


"Celah melalui kedua pedang... Dua mode dalam pertarungan, apa yang aku harapkan dari Iblis..." Rokuro memegang erat sabitnya lalu menatap saku celananya dengan tatapan serius.


"Mari kita memulai kesenangan ini, Shimatsu Rokuro. Aku membutuhkan banyak informasi melalui bangsa Legenda layak agar semuanya bisa berjalan dengan lancar..." Redagon melayang mendekati dirinya dengan kedua pedang yang ia putarkan.


Redagon melakukan satu putaran yang mampu membelah kan beberapa celah kegelapan di sekitarnya sampai menciptakan ledakan dimana-mana, Hana mencoba untuk membantu dengan melindungi seluruh penduduk.


Namun, sihir airnya tiba-tiba berubah menjadi warna hitam dan mengenai tubuh satu warga yang mengubahnya menjadi seorang iblis, Rokuro melihatnya dan amarahnya langsung terbakar.


"Brengsek...! Apa yang kau coba lakukan?! Menciptakan wabah iblis atau semacamnya...!? Seperti biasanya kalian memang tidak memiliki harga diri...!" Rokuro melesat ke arah Redagon.


Ia melepaskan satu serangan sabit yang menusuk wajahnya, setelah itu Rokuro terbang ke depan sampai Redagon menabrak beberapa asteroid yang menghalang.


Kota permohonan telah mengalami kerusakan yang begitu besar sehingga mereka sekarang dapat melakukan apapun dengan bebas tanpa harus mengkhawatir sihir segel terkuat yang tersedia di dalam kota itu.

__ADS_1


Sebagian dari warga juga telah terkena infeksi kegelapan yang mampu mengubah diri mereka menjadi Prime Giblis yang menginginkan pertarungan dahsyat dan sadis.


Seluruh murid terpaksa untuk bertarung mati-matian, melarikan diri juga tidak bisa karena Prime Giblis akan mengarahkan musuh yang ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri dari medan tempur.


Redagon masuk ke dalam celah yang ia ciptakan lalu muncul tepat di belakang Rokuro untuk menggorok lehernya tetapi Rokuro berbalik arah di campur dengan beberapa tendangan yang mengenai perutnya.


Rokuro menendang wajah Redagon dan Redagon langsung membalas serangan itu tetapi melesat karena Rokuro yang menghilang dan muncul tepat di belakangnya untuk menghantam punggung Redagon sampai ia terlempar menuju daratan.


Rokuro mulai menyerap seluruh kegelapan itu menggunakan kekuatan dari Greed, mengubahnya menjadi sumber kekuatan dan Lenergy yang di ubah menjadi tebasan, satu tebasan terlepas ke arah Redagon.


Redagon menghindarinya lalu ia melihat Rokuro yang terbang ke arah lain, mencoba sesuatu yang baru agar bisa menghentikan Redagon.


Rokuro berhasil menjebak Redagon dengan melepaskan satu aura yang membentuk dirinya, Rokuro yang asli muncul tepat di belakang Redagon dengan melepaskan satu tebasan.


Redagon menoleh ke belakang dan ia tidak sempat untuk menghindar karena lengan kirinya langsung terputus, Redagon menyerang balik dengan melempar satu gumpalan kegelapan, setelah itu memperkuatnya lagi dengan melepaskan gelombang kegelapan.


Rokuro menebas gumpalan itu menjadi dua dan menyerapnya, setelah itu melepaskan cahaya matahari yang ia serap melalui sabitnya, cahaya itu langsung menghapus sihir milik Redagon.


Redagon lengah ketika kedua matanya melihat sesuatu yang begitu putih, indranya mengalami kendala seperti tidak berfungsi seketika.


"Pertarungan yang baik, iblis... Tetapi, ini yang kau dapatkan jika meremehkan bangsa Legenda." Rokuro mengangkat sabitnya menggunakan kedua tangannya, menyerap seluruh energi murid-murid termasuk teman-temannya sendiri.


Tubuhnya bisa merasakannya, itu bukan pertanda yang baik karena Redagon mulai merasa kesal seketika bahkan ia sampai menyentuh tebasan itu dan mengubahnya menjadi gumpalan kegelapan.


Gumpalan itu melesat ke arah Rokuro tetapi ia melompat ke atas lalu melepaskan tebasan lainnya, kali ini dengan kecepatan penuh sampai membelah Redagon menjadi dua tetapi ia berhasil memulihkan diri lagi.


"Apa yang aku harapkan dari seorang anak yang mewarisi tujuh dosa besar... Melawan iblis yang dipenuhi dosa memberi dirinya juga kekuatan terutama musuh yang ia lawan memiliki rasa rakus maka Greednya akan bertambah kuat..." Ungkap Redagon.


Redagon muncul tepat di belakang Rokuro, mereka secara bersamaan melancarkan satu serangan melalui senjata mereka yang mulai saling beradu.


Rokuro melakukan pergerakan yang sangat lemah dan lambat sehingga Redagon menghindarinya lalu menusuk punggungnya sampai Rokuro terlempar ke belakang dengan darah yang mengalir keluar melalui mulutnya.


Rokuro berhasil memulihkan dirinya dalam waktu yang Redagon berikan, ia menoleh ke belakang dan melepaskan tebasan yang mampu menghempas Redagon mundur.


Redagon dengan cepat menghilang lalu muncul tepat di belakang Rokuro dan ia berhasil menusuk perutnya cukup dalam sehingga celah tercipta di dalam tubuhnya, Rokuro sempat untuk menyerang balik dengan mendorong Redagon ke belakang.


Luka tusukan itu tidak memberikan rasa kesakitan apapun baginya sehingga ia mulai merasakan tubuhnya mengandung celah yang terbuka, dengan cepat Rokuro memasukkan tangannya ke dalam lubang bekas tusukan itu.


Hanya untuk menutup rapat celah itu kembali, Redagon bisa melihat Rokuro tidak akan berhenti walaupun menerima kerusakan yang begitu besar, satu-satunya Legenda pendosa yang Redagon anggap serius.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah memberiku Legend's Boost...!"


Rokuro melepaskan aura yang lebar besar lagi sehingga listrik hitam mulai menyelimuti tubuhnya bahkan lambang Greed juga mulai terkandung di dalam aura tersebut.


"Bangsa Iblis dan Legenda itu memiliki kesamaan terhadap pertarungan dan kemampuan di dalam darah itu sendiri... Semakin lama pertarungan maka semakin bertambah kuatnya kita..." Rokuro mulai berbicara.


"Iblis yang mendapatkan kekuatan lebih sedangkan Legenda mampu memperluas pengalamannya dengan mencoba sesuatu yang baru... Legend's Boost dan Demon's Warcry hampir sama..." Redagon juga mulai berbicara.


"Berbeda denganmu, Legenda. Kami iblis sangat menginginkan pertarungan apapun dan darah yang menciptakan sebuah arti dari keindahan..."


"Iblis cocok untuk membuat kerusuhan sedangkan Legenda cocok untuk menciptakan sejarah yang dapat di ingat!"


Redagon melepaskan gelombang kegelapan melalui tubuhnya ke atas langit sehingga menciptakan area sihir yang begitu luas, satu gelombang kegelapan mulai ia lepaskan ke arah Rokuro.


Di tambah dengan gumpalan kegelapan, kali ini gumpalan tersebut diselimuti dengan listrik dan gelombang hitam yang mampu menginfeksi apapun yang mencoba untuk melawan atau menghalangi.


Tetapi bukan hanya serangan itu saja yang Redagon rencanakan melainkan ia muncul tepat di hadapan gelombang kegelapannya, ia menyentuhnya dan mengubah menjadi sebuah gumpalan sehingga ia muncul tepat di belakang Rokuro.


"Apa...?!" Seketika Rokuro lengah dan berpikir bahwa kedua sihir itu akan menyerangnya dari depan.


Rokuro bisa melihat Redagon mencoba untuk melepaskan sihir itu dari jarak yang dekat tetapi Rokuro terbang mundur dan di sambut dengan gumpalan yang berada di belakangnya.


Rokuro di kepung dengan gelombang kegelapan dan gumpalan kegelapan yang menyengat tubuhnya, untungnya Rokuro berpikir cepat dengan terbang lebih atas lagi.


Redagon melesat ke arah Rokuro dan ia bisa merasakan tubuhnya terasa berat karena tidak sengaja mengenai perangkap aura yang dilepaskan olehnya.


"Kau menganggap Legenda dan Iblis sederajat begitu? Bukannya terlihat jelas bahwa harga diri yang membedakannya, harga diri kalian bisa aku bilang sampah karena tidak memiliki arti apapun..."


"Siapa yang memberi dirimu mulut yang begitu sampah sampai mengatakan hal tidak penting seperti itu?! Demon God atau Demon Lord, aku tidak peduli julukan apapun soal iblis."


"Kami, Legenda, hanya menyelesaikannya dengan pertarungan... Memperlihatkan siapa yang layak dan tidak sedangkan kalian hanya dengan julukan dan warisan saja sudah bangga, itu menyebalkan!" Rokuro menatap tajam Redagon seperti mengancamnya.


"Kau akan bersatu menjadi salah satu dari kami jadi biarkan aku jelaskan... Aku adalah putra dari raja Rxeonal, mewarisi warisan dari Demon King sedangkan ibuku adalah Demon Goddess atau bisa di bilang God."


"Warisan dan julukan yang aku dapat mampu memberi diriku kekuatan yang begitu besar... Cukup untuk menciptakan pasukannya sendiri bahkan sampai membuat sebuah peperangan untuk mengambil alih sesuatu."


"Kalian bangsa Legenda dari awal memang terkait dengan masalah apapun, itulah kenapa ras seperti kalian di sebut sebagai Legenda..."


"...ras yang selalu menciptakan sejarah baik maupun buruk! Bertarung dan menarik konflik yang berbeda-beda karena setiap sejarah pasti akan berkaitan dengan kalian..."

__ADS_1


"...bangsa Legenda yang seharusnya tidak ada!"


__ADS_2