Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 753 - Dalam Pemberontak, tidak ada yang Namanya Belas Kasihan


__ADS_3

Koizumi berhasil menghentikan waktu dalam keadaan yang pas, ia berhasil menenangkan Hinoka dengan menghantam tengkuknya cukup keras sampai membuat dirinya pingsan.


"Selama ini mereka mencoba untuk menyerang Hinoka dan kedua saudara kembar itu secara diam-diam ya...?" Koizumi mulai berbicara.


"Sekarang aku mengerti kenapa aku dan Shinobu harus menjauh, seharusnya rencana utamaku adalah tetap bersama untuk menghadapi musuh itu..."


"... sepertinya aku tidak bisa lengah lebih cepat, mereka merencanakan banyak hal sampai Kesatria Cancer ini dapat kita jadikan sebagai sumber informasi tentang Zodiac Crusaders."


Koizumi mengeluarkan sebuah belati lalu menebas kedua kaki Kanzer sampai putus, "Waktu telah kembali berputar..."


Waktu kembali berjalan, Kanzer terjatuh di atas tanah dengan kedua tapak tangannya yang tertusuk oleh belati tajam berwarna merah sampai ia tidak dapat melarikan diri.


Hinoka terjatuh di atas tanah tetapi Koizumi langsung menangkap dirinya lalu menggendong tubuhnya, ia melihat Shinobu mulai mendekati Kanzer dengan ekspresi serius.


"Sialan... Shinobu... Koizumi..."


"Anuuu... aku ingin menanyakannya dengan baik-baik... dimana markas Zodiac Crusader---" Shinobu melebarkan matanya ketika tubuh Kanzer mengeluarkan beberapa kepiting kecil yang melompat ke arahnya.


Tubuh Shinobu memancarkan cahaya matahari silau sampai menghapus semua kepiting itu lalu ia mulai membaca pikirannya, semuanya dipenuhi rasa penderitaan karena rencananya gagal.


"Shinobu, apakah kau menemukannya?" Tanya Koizumi.


"Iya... jaraknya sangat jauh, membutuhkan beberapa hari untuk sampai ke sana." Shinobu mulai menulis semua informasi yang di dapat dari isi kepala Kanzer.


Koizumi mendekati Shinobu lalu melihat tulisan itu dipenuhi dengan informasi tentang lokasi Kesatria zodiak, ternyata jaraknya sangat jauh bahkan bisa di bilang ujung dari planet Legenia.


"Kerajaan Leonia... ternyata persembunyian kalian di sana ya, kau juga menulis sesuatu tentang penyihir yang menjadikan kerajaan itu sebagai tempat tinggal juga." 


Koizumi sudah mendapatkan informasi yang cukup memuaskan, jika ia sudah mendapatkan lokasi utama dari kesatria Zodiak maka mereka hanya perlu mendatanginya secara langsung.


"Bagaimana jika mereka melarikan diri, Kakak?" Tanya Shinobu.


"Mereka tidak akan bisa melarikan diri... aku yakin penyihir itu tidak dapat keluar dari tempat tinggalnya, kesatria Legenda sudah pasti memiliki kebanggaan besar..."


"...mereka tidak akan melarikan diri tanpa sebuah perlawanan, intinya setiap kesatria atau bawahan mereka bisa saja menghalangi perjalanan kita menuju kerajaan Leonia."


Shinobu mencoba untuk membaca pikirannya lagi tetapi ia terkejut ketika ia tidak dapat membaca isi pikirannya, ia mulai menatap Kanzer lalu terkejut ketika lehernya mengeluarkan banyak darah.


Shinobu mulai menyentuh kacamatanya dan Tech langsung memperingati dirinya bahwa Kanzer melakukan bunuh diri dengan memutuskan nadinya menggunakan kepiting itu.


"Gawat, Kakak... dia bunuh diri..." Kata Shinobu.


"Hal seperti ini sudah pasti terjadi, seorang kesatria akan melakukan pengorbanan demi menghalang semua rahasia dan informasi yang akan kau baca..."


"...untungnya kau sempat menggali informasi tentang lokasi persembunyian penyihir dan kesatria zodiak itu." Koizumi mengelus kepala Shinobu lalu ia menggendong Hinoka dari belakang.


Tidak lama kemudian, Shinobu dan Koizumi bergegas keluar untuk menemui Konomi dan Ako yang saat ini sedang mengawasi Ariana, tubuh Kanzer telah di jebak ke dalam jam pasir agar ia tidak bisa hidup tenang.

__ADS_1


Setiap arwah yang ia jebak di dalam jam pasir maka kekuatan Greed agar bertambah kuat karena dirinya yang rakus terhadap arwah dan penderitaan mereka yang sudah melakukan tindakan sampah.


Shinobu melihat Konomi dan Ako yang sedang memperhatikan Ariana, kesatria Aquarius itu saat ini sudah di ikat oleh beberapa tali dan rantai di sebelah pohon sampai ia menatap ke depan lalu melihat ketiga sepupu itu datang.


"Sepertinya... Kanzer... sudah gugur ya... pertarungan jarak dekat... memang bukan keahlian kita..." Kata Ariana yang dipenuhi dengan luka dan darah.


"Kemampuan mereka ternyata cukup menyulitkan jika kita tidak bersama... aku hampir saja kehilangan saudara kembarku jika Ako tidak ikut bertarung juga..." Konomi mulai berbicara.


"Kemampuan yang dapat mengendalikan kepiting dan piranha dari jarak jauh sampai daya kekuatannya setara dengan mereka sendiri..."


"...kesatria Cancer itu memiliki kemampuan untuk mengatakan sebuah kebohongan yang dapat kita percayai sedangkan kesatria Aquarius dapat memindahkan piranha itu ke cairan yang berbeda."


Koizumi dan Shinobu mengangguk, sekarang mereka mengetahui jelas bahwa setiap Kesatria zodiak sudah pasti akan memiliki kemampuan berbahaya yang berbeda sampai mereka perlu mencari tahu bersama.


Namun, karena Ariana masih hidup, Shinobu mencoba untuk menggali informasi yang berada di dalam pikiran Ariana, membutuhkan waktu yang lama karena dirinya juga masih belum menyempurnakan The Mind.


Shinobu melebarkan matanya lalu ia melompat ke belakang ketika sebuah piranha keluar dari dalam daratan lalu masuk ke dalam lubang telinga Ariana.


Setelah itu, piranha tersebut langsung memakan otak Ariana dengan satu gigitan sampai Shinobu tidak dapat menggali informasi itu, jika saja ia terus melatih The Mind maka semuanya akan terasa begitu cepat.


"A-Apa yang kamu lakukan...?!" Tanya Shinobu yang terlihat kaget, mereka semua hanya memasang tatapan serius karena kejadian ini akan terus terjadi untuk seorang Kesatria.


"Percuma saja kita menggali informasi dari para kesatria, mereka akan bunuh diri sebagai Legenda penuh kebanggaan, intinya aku merasa puas menyiksa dirinya." Kata Konomi.


"Hm... itu benar..." Ako mengangguk.


Konomi mengambil peta tersebut lalu ia bersama Ako mulai melihatnya bersama sampai mereka dikejutkan dengan lokasi markas dari kesatria zodiak itu, jarak yang sangat jauh sehingga bisa saja menghabiskan beberapa Minggu.


Mereka juga harus menahan diri untuk tidak terbang karena kesatria dari kerajaan lain bisa saja melihat sehingga situasi akan bertambah semakin sulit.


"Kita memerlukan kuda atau hewan yang dapat di jadikan sebagai kendaraan untuk pergi menuju kerajaan selanjutnya..." Kata Koizumi.


Sebuah jam pasir mulai Koizumi munculkan, ia mencoba untuk menjebak arwah Ariana di dalamnya tetapi Shinobu langsung mengubah pikirannya menggunakan The Mind.


"Kesatria seperti Ariana... menginginkan kedamaian... setidaknya biarkan dia tidur dengan tenang di atas sana." Ungkap Shinobu.


Koizumi menatap Shinobu lalu ia menghela nafasnya pelan karena sepupu kecilnya masih bersikap lembut kepada musuh tetapi ia tidak perlu mempermasalahkan tentang hal itu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang... tentang kerajaan di hadapan kita?" Tanya Ako sambil menatap kerajaan Lesolvia yang sudah hancur.


"Shinobu..." Panggil Koizumi.


Shinobu yang sedang mengubur tubuh Ariana langsung menatap Koizumi dengan ekspresi yang kebingungan.


"Di era seperti ini... kebaikan sudah jarang terlihat, membantu mereka juga sekarang mengandung banyak risiko yang akan memperbesar masalah..." Koizumi mulai berbicara selagi menatap kerajaan Lesolvia.


"Sebagai pemberontak... kita... kita sudah tidak dapat memandang sesama Legenda dari kerajaan lain sebagai teman atau rekan..."

__ADS_1


"...mereka yang mempercayai terhadap suatu kerajaan dan raja adalah tindakan yang selalu di lakukan oleh sampah, mereka tidak dapat di daur ulang..."


"...hanya kebakaran yang perlu di lakukan, dalam pemberontakan, tidak ada yang namanya belas kasihan. Kau pasti akan mengerti ketika dirimu sudah tumbuh besar..."


Koizumi mengatakan semua itu dengan penuh keberanian karena ia sebenarnya tidak mau mengatakan hal seperti itu kepada Shinobu yang masih polos dan ingin mengubah dunia menjadi sesuatu yang lebih baik.


Penuh dengan kebahagiaan agar ia bisa membantu dan memasang senyuman di wajah para Legenda yang kesusahan, Shinobu memegang erat Kisetsu nya lalu ia mengangguk pelan.


Koizumi menunjuk ke arah kerajaan itu lalu ia menjatuhkan meteor Crimson yang berhasil menghapus semua bangunan di dalam kerajaan itu tanpa sisa.


Kerajaan apapun yang mereka lihat, semua itu harus di hancurkan jika mereka mampu. Melihatnya saja membuat Shinobu merasa tidak enak karena ia mengingat perkataan Kou.


"Bantulah mereka... sesuai dengan apa yang kamu mampu, Shinobu." (Kou).


"Mama sebenarnya tidak ingin meninggalkan dunia ini sampai mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik." (Kou).


Shinobu mengangguk pelan karena ia sempat mengingat beberapa budak Legenda yang diperbudak oleh beberapa kesatria bahkan ia juga melihat mereka yang miskin hanya bisa memakan sesuatu yang mereka temukan.


Mungkin semua Legenda yang menderita dan kesusahan itu sudah pasti hidup tenang di atas sana, Shinobu menyesal tidak bisa membantu karena ia terlalu sibuk mengikuti Koizumi.


"Kalau begitu, ayo kita bergegas sebelum malam hari tiba. Kita perlu mencari wilayah yang pas untuk di jadikan sebagai tempat istirahat." Koizumi berjalan pergi selagi menggendong Hinoka yang masih pingsan.


Shinobu melihat mereka semua berpikir lalu ia menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya, "Setidaknya mereka semua sudah hidup tenang sekarang..."


"...apakah itu masih bisa di sebut membantu...?"


***


"Leon, sepertinya mereka berhasil mengalahkan kesatria Kanzer dan kesatria Ariana." Peringat Cordelia yang melihatnya melalui pandangan ketiga di keningnya.


"Begitu ya... jika mereka berdua gagal untuk menyingkirkan Konomi dan Ako maka mereka juga tidak bisa di remehkan begitu saja..."


"Shinobu juga sudah mengetahui lokasi kita saat ini... apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Cordelia.


"Lebih baik kita menghalangi jalan mereka saja, jangan sampai para pemberontak itu datang untuk menemui penyihir yang masih proses pemulihan."


"Kemampuan Shinobu satu-satunya hal yang aku takuti...  dia dapat menggali dan membaca informasi dengan mudah melalui pikiran dan isi kepala kita."


Leon berjalan ke arah jendela lalu menatap keluar sampai ia bisa melihat cuaca mulai gelap sampai menurunkan hujan badai karena kesatria yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju para pemberontak itu.


"Kesatria zodiak Taurus... Kesatria Tauros sedang dalam perjalanan untuk menahan mereka dan tentunya menyingkirkan Shinobu..."


"...kesatria lainnya juga sedang bergegas menghalang jalan mereka, jika mereka gagal dan gugur maka kita lah yang tersisa untuk membunuh mereka."


"Tenang saja... aku memiliki kemampuan [Sixth Sense], aku dapat membaca kemenangan untuk dirimu, Leon."


"Kerja yang bagus, Cordelia..."

__ADS_1


"...kau memang dapat di andalkan."


__ADS_2