
"Ternyata dia benar-benar berubah menjadi Beast Neko Legenda." Ucap Ophilia selagi membulatkan kedua matanya serta ia mulai berkeringat karena merasakan kekuatan Megumi yang meningkat cukup besar dan tiada batasnya. Megumi mulai meluncurkan gelombang emas melalui mulutnya menuju arah Akina dan Akina langsung melompat menghindarinya, "Bagaimana dia bisa berubah menjadi monster ganas seperti ini?" Tanya Akina, perbandingan ukuran tubuh Megumi bersama dengan Akina dan Ophilia jauh lebih berbeda seperti membandingkan semut dan gajah, Megumi memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari gedung sehingga Shua dari jarak jauh bisa melihat Megumi atau bisa kita panggil dengan sebutan Beast Megumi.
Megumi mulai membakar daratan menggunakan gelombang emasnya lalu Ophilia dan Akina melompat mundur, mereka berdua berhasil menghindari serangan Megumi yang mengamuk sehingga daratan mulai retak sehingga mengeluarkan racun yang membakar, Megumi menginjaknya dan itu tidak membuatnya kesakitan atau terpengaruh oleh racun itu karena sepertinya wujud itu mampu membuatnya kebal terhadap racun atau efek negatif, "Apakah kau memiliki informasi kenapa Megumi bisa berubah menjadi sesosok monster yang berdarah dingin ini?" Tanya Akina kepada Ophilia.
"Semua ini disebabkan oleh bintang yang tadi muncul... Phantom Startlight namanya, sebuah bintang yang mampu membuat semua bangsa Neko Legenda kehilangan kontrol terhadap diri mereka masing-masing sehingga akal sehat mereka akan menghilang, mereka akan berubah menjadi monster ganas yang kehausan darah sehingga pikiran mereka layaknya seperti monster yang hanya ingin menghancurkan atau memakan sesuatu, bintang itu rumornya adalah kutukan bagi semua kucing yang akan mengubahnya menjadi kucing buas." Ucap Ophilia yang mencoba untuk menjelaskan tentang keseluruhan dari Beast Neko Legend, "Sepertinya ada yang menyerang kita dan ia menggunakan Megumi untuk mengalahkan kita---"
"AAAAAHHHHHHHH!!! TOLOOONGGGG!!!" Teriak Gamis keras karena ia baru saja tertangkap oleh Megumi, Megumi memegang kepalanya menggunakan kedua kuku-nya lalu ia membuka mulut lebar, "SIAPAPUN TOLONG AKU!!!" Gamin mulai menangis sehingga Megumi menggigit tubuh bagian bawah-nya lalu ia menghabiskannya dengan dua gigitan saja seperti memakan coklat, "Sepertinya mereka penyebabnya." Ucap Akina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
Shua dan Rexa bisa melihat mereka lalu mereka berencana untuk pergi menghampiri monster buas itu, tetapi Reika menghentikan mereka karena itu adalah seorang Beast Neko Legenda, sesosok monster yang tidak boleh dilawan jika kau masih belum kuat dan sepertinya Reika khawatir karena mereka berdua masih belum siap untuk melawan Beast Megumi, "Kalian jangan urus masalah berbahaya itu karena seseorang sedang melawan Beast Neko Legenda itu." Ucap Reika.
"B-Bagaimana jika Beast Neko Legenda itu adalah Megumi...? Teman kita yang mengikuti tantangan ini!" Ucap Rexa dengan ekspresi yang terlihat serius sehingga ia terjatuh, Shua membantunya berdiri, "Kita hanya harus sabar dan tetap tenang. Aku yakin jika itu teman-mu maka dia tidak akan kalah menggunakan wujud berbahaya itu." Ucap Reika.
"Mari kita fokus dengan rencana lain, Rexa." Shua tersenyum dan Rexa hanya bisa mengangguk.
***
Megumi menginjak Fuuto bersama dengan temannya sehingga tubuh mereka langsung hancur seperti balon yang ditusuk, Ophilia dan Akina hanya bisa menatap Megumi dimana mereka sadar bahwa ia bisa merasakan keberadaan seseorang lebih jelas dan semua indra-nya sepertinya meningkat, melawan Beast Megumi akan terdengar cukup sulit juga karena ia sangatlah kuat serta wujud Beast Form-nya saja sudah kuat seperti ini sehingga mampu membuat barrier hancur, "MRRAAAGGGHHHHH!!!" Megumi meluncurkan gelombang emas melalui mulut-nya dan gelombang itu melesat menuju arah mereka berdua.
BAAMMMM!!!
Akina dan Ophilia mengalami kesulitan dalam menghindarinya karena mereka tidak bisa terbang, Ophilia langsung terkena hantam oleh ekor Megumi dan itu membuatnya terdorong ke belakang sehingga mengenai pepohonan, "Ophilia!" Teriak Akina selagi menatap Ophilia yang tergeletak di atas tanah, perlahan-lahan Ophilia bangkit kembali dari atas tanah dengan ekspresi yang terlihat seperti kesal.
Megumi meluncurkan gelombang emas lagi ke arah mereka dan mereka langsung menghilang. Mereka berdua melompat menuju arah Megumi lalu melewati tubuhnya sehingga mereka berdua berjalan di atas tubuh Megumi lalu mengincar ekor-nya, kelemahan Neko Legenda terkadang terletak pada ekor mereka yang sangat sensitif, "Apaa---" Akina membulatkan kedua matanya ketika ekor itu menghantam wajahnya sehingga ia terjatuh dari atas tubuh Megumi, "Akina---" Megumi melompat ke atas sehingga membuat Ophilia terjatuh di atas selagi menatap langit-langit dimana ia melihat telapak kaki kanan Megumi mencoba untuk menindih-nya.
Ophilia menahan telapak kaki kanan Megumi menggunakan kedua lengannya sehingga ia mulai kesulitan untuk menahan berat dari tubuh Beast Megumi, "Nrgghh..." Akina memanggil tombak Chastity-nya lalu ia melemparnya ke arah Megumi, tetapi Megumi langsung menghantamnya ke atas sehingga ia meluncurkan gelombang emas menuju arah Akina, "Sial..." Akina melompat jauh dan berhasil menghindari dari serangan gelombang tersebut.
"Gggghh... Nrrgghh..." Kedua lengan Ophilia mulai bergetar karena ia masih terus menahan telapak kaki kanan Megumi yang mencoba untuk menindih seluruh tubuhnya, "RAAGGGHHHHH!!!" Teriak Megumi keras sehingga ia berhasil menindih seluruh tubuh Ophilia menggunakan telapak kaki kanannya.
BAAAAMMMM!!!
"OPHILIAAA!!!" Teriak Akina keras selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena Ophilia baru saja terinjak oleh Megumi, Akina mulai menaikkan kedua alisnya ketika melihat kaki kanan Megumi yang mulai terbakar dan bersinar berwarna merah dan kuning, kaki kanan Megumi terbakar oleh api yang berwarna kuning dan merah juga, "UAGGGHHHH!!!" Megumi mengangkat kaki kanannya lalu ia berjalan mundur selagi menatap Ophilia yang sedang mengacungkan kedua lengannya ke atas.
Akina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kagum ketika melihat Ophilia yang terlihat seperti menggunakan sebuah armor yang melambangkan seekor Phoenix, armor itu terbakar dengan api merah dan kuning sehingga kepala Ophilia terhalang dengan sebuah helm yang berbentuk seperti kepala Phoenix serta dua sayap yang sama seperti Phoenix mulai muncul tepat di belakang punggung Phoenix, "Graggghhhh!!!" Teriak Megumi keras sehingga ia meluncurkan gelombang emas lagi ke arah Ophilia, tetapi Ophilia terbang ke atas dengan menggerakkan kedua sayapnya.
"Phoenix Armory Battle Form!!!" Teriak Ophilia keras sehingga punggungnya mulai terbakar dengan api-api panas, "JYAGGHHHH!!!" Ophilia menghantam wajah Megumi menggunakan tinju kanannya sehingga Megumi langsung mencoba untuk menghantam Ophilia menggunakan kedua telapak tangannya, tetapi Ophilia melesat ke atas selagi menghindari serangannya itu. Megumi melihat Ophilia yang sedang melayang di atas langit, ia menyerangnya dengan menggerakkan kedua lengannya, tetapi Ophilia langsung menghilang dengan kecepatan yang terus meningkat.
Ophilia muncul di arah lain dan ia melihat sebuah gelombang emas yang melesat menuju arahnya, "Si-Sial!"Ophilia menghilang, Ophilia bisa terbang karena bantuan dari sayapnya, walaupun terbang dilarang, tetapi jika itu terbang alami maka itu diperbolehkan sehingga Ophilia saat ini sedang terbang dan melayang. Ophilia muncul di depan Megumi, "PHOENIX SPIRIT ROAR!!!" Teriak Ophilia keras sehingga ia meluncurkan dua gelombang api kuning melalui kedua telapak tangannya.
Megumi membuka mulutnya besar lalu ia memakan kedua gelombang itu sampai habis dengan hanya menggunakan mulutnya saja, "GRAGGGHHHH!!!" Megumi mulai mengaum sehingga membuat Ophilia terdorong ke belakang lalu mendarat di sebelah Akina dengan kondisi yang lelah, wujud Phoenix Armory Battle Form-nya langsung hilang, "Aku masih belum bisa bertahan lama menggunakan Phoenix Armory Battle Form." Ucap Ophilia karena ia rasa bahwa Lenergy-nya terkuras cukup besar.
__ADS_1
"Serahkan sisa-nya kepadaku, Ophilia. Biar aku urus." Ucap Akina yang mulai memanggil tombak Chastity-nya lalu ia memejamkan kedua matanya sehingga punggungnya mulai bersinar berwarna putih dan beberapa detik kemudian dua sayap malaikat mulai muncul di belakang Akina, "Aku tahu cara untuk menghentikan Megumi tanpa harus melukainya." Ucap Akina sehingga kedua sayap-nya mulai bergerak dan membuatnya melayang di atas langit. Megumi mencoba untuk menghantam Akina menggunakan ekor-nya, tetapi Akina langsung muncul di atas langit yang lebih tinggi selagi menatap Megumi.
"AAAAAAHHHHHHHHHARRRGGHHHHHH!!!" Teriak Megumi keras sehingga ia membuka mulutnya lebar, Akina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena ia mencoba untuk mengeluarkan sihir gelombang yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, sihir itu bisa saja menghancurkan barrier dan menyebabkan wabah racun menyebar. Akina muncul di depan Megumi dengan kaki kanannya yang mulai ia angkat ke atas, "HAH!!!" Akina menginjak kening Megumi menggunakan telapak kaki kanannya sehingga membuatnya gagal dalam meluncurkan sihir gelombangnya.
Akina mendarat di atas tanah lalu ia melihat Megumi meluncurkan gelombang emas-nya ke arah Akina, tetapi Akina langsung menahan gelombang itu dengan memutarkan tombaknya 360 derat dengan kecepatan suara, "... ...!!!" Akina membulatkan kedua matanya sehingga gelombang itu mulai terdorong mundur karena dorongan yang keluar melalui tombak yang diputar-kan itu.
Megumi mulai mencoba untuk menindih seluruh tubuh Akina menggunakan kedua telapak tangannya, tetapi Akina mulai melompat-lompat selagi menghindari serangan Megumi, ia melesat menuju arah Megumi lalu menendang pipi-nya. *BAM!* "Huugghhh!!!" Megumi terdorong mundur dan ia melihat Akina yang muncul di atasnya selagi mengangkat tombak-nya ke atas, "HAAAAHHHHH!!!" Teriak Akina keras sehingga ia menghantam puncak kepala Megumi menggunakan bagian tombak-nya yang tidak tajam.
BAAGGG!!!
Megumi mulai menggerakkan ekor-nya beberapa kali untuk mencoba menghantam Akina, tetapi Akina menghindari semua serangan itu sehingga ia melihat Megumi mulai meluncurkan gelombang emas lagi ke arahnya. Seluruh tubuh Akina langsung terkena oleh gelombang itu dan ia mulai merasakan kesakitan karena sudah terkena dengan gelombang emas itu, "Ahhhhh....!!! Graggghhhhh!!!" Teriak Akina kesakitan.
BAAMMM!!!
"Akina...!" Ophilia membulatkan kedua matanya ketika gelombang itu meledak dan menimbulkan asap yang mampu menghalang seluruh tubuh Akina, Megumi mulai mengaum lebih keras sehingga membuat pohon-pohon disekitar-nya langsung hancur, "Cih... Beast Neko Legenda akan terus berkembang terhadap kekuatannya yang besar itu..." Ungkap Ophilia.
Asap-asap itu tiba-tiba mulai berubah menjadi kegelapan dan hal itu membuat Ophilia terkejut karena ia merasakan keberadaan seseorang yang berbeda, masih tetapi Akina tetapi berbeda mungkin karena kekuatannya yang tiba-tiba meningkat cukup besar. *BAM!!!* Akina menghapus semua kegelapan itu dengan mengepalkan tinju kanannya, Megumi dan Ophilia membulatkan kedua mata mereka ketika melihat rambut Akina yang berubah menjadi hitam serta kedua matanya mulai berubah menjadi warna merah. Kedua sayap milik Akina dan cincin emas yang berada di atas kepala Akina mulai berubah menjadi warna hitam dengan aura kegelapan yang mengelilinginya.
"Fallen Angel Form...?" Akina baru saja menggunakan wujud terlarang malaikat yang bernama Fallen Angel, sebuah wujud yang mampu mengubah kesucian seorang malaikat menjadi sumber atribut yang besar untuk dirinya sendiri sehingga membuat seluruh tubuh seorang malaikat kebal dengan menggunakan wujud tersebut. Ophilia sadar bahwa Akina tidak sedang memegang tombak-nya mungkin ia tidak bisa memegang tombak Seven Heavenly Virtues selagi berada di wujud tersebut.
Akina muncul di depan Megumi lalu ia menunjuk-nya menggunakan telapak tangan kirinya sehingga ia meluncurkan laser membesar yang besar, laser itu mampu membuat Megumi terpental ke belakang, "GRAGGGHHHH!!!" Teriak Megumi keras, ia mulai meluncurkan banyak sekali bola emas ke arah Akina dan Akina menghantam semua bola-bola emas itu menggunakan tangan kanannya.
"HAAHHHHH!!!" Akina melempar sihirnya ke arah Phantom Starlight yang berada di atasnya sehingga sihir milik Akina mampu membuat ledakan yang sangat besar dan membuat bintang itu hancur.
BAAAMMMMM!!!
"AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Megumi keras sehingga seluruh tubuhnya mulai bersinar berwarna hijau, seluruh auranya mulai terhisap oleh bintang yang hancur itu, perlahan-lahan seluruh tubuh Megumi mulai mengecil dan membuatnya kembali ke wujud asal-nya, wujud yang lebih imut. Megumi tergeletak di atas tanah dan tertidur karena ia merasa lelah karena sudah menggunakan Beast Megumi, seorang Neko Legenda akan langsung tidur ketika mereka baru saja menggunakan Beast Form mereka.
"Zzzzz..... Zzzz..." Megumi tertidur dengan sangat nyenyak sehingga Akina mendarat di depannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Sudah Akina, kau berhasil membuat Megumi tenang." Ucap Ophilia dan Akina langsung berubah menjadi wujud biasanya.
"Ya..." Jawab Akina.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ophilia.
"Kita harus menyerang kelas satu, dua, dan lima. Lebih cepat lebih baik bukan? Firasat-ku mulai tidak enak, sepertinya wabah racun akan muncul tak lama lagi." Ucap Akina yang mulai memegang dada-nya.
Beberapa hari kemudian...
Trailer #3 - Spesial Chapter I
__ADS_1
"Aku sudah membuat kesepakatan denganmu bukan...? Rxeonal." Ucap seseorang yang sedang bermain catur, ia mulai mengambil raja dan ratu lalu ia tersenyum sinis, "Pion raja ini bisa kita sebut Alvin... Dan satunya lagi adalah pion ratu yang bisa kita sebut sebagai Korrina."
"Sepertinya Alvin berhasil kabur bersama dengan Rina... Rina bisa kita panggil sebagai pion kecil kita." Orang itu mulai menepatkan pion raja di bagian paling bawah dan ujung bersama dengan pion kecil, "Secara otomatis Rina dan Alvin telah bebas dari Crimson Realm. Alvin ini adalah seorang Legenda yang tidak akan diam diri tanpa sebuah pembalasan dendam terhadap seseorang yang ia benci." Ucap orang itu.
Orang itu mulai mengambil sebuah pion raja hitam dan menepatkannya di bagian ujung atas, "Disinilah Shinku berada. Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya karena dia sudah mengenal Alvin Ghifari cukup lama."
~Permainan para Dewa dan Dewi~
"Sepertinya Alvin akan membawa rekan-rekannya yang memiliki kekuatan untuk bisa menlampaui para dewa." Orang itu mulai mengelilingi pion raja hitam dengan pion raja putih serta dengan pion ratu putih. Ia menambahkan beberapa pion juga seperti kuda dan benteng.
"Secara otomatis. Kau sendiri akan bebas dan melakukan apapun untuk bisa menghancurkan planet apapun... Dimulai dari mortal yang Alvin bawa bernama Shiratori Shira." Orang itu mulai mengambil pion kuda dan menepatinya di tengah bersama dengan pion-pion putih lainnya.
"Kau akan menyerang semua mortal yang ada di planet Yuusuatouri, aku akan memberikan memberikan beberapa catatan untuk dirimu, kau harus melaksanakan semuanya bersama dengan prajurit, iblismu." Orang itu mulai menatap Rxeonal dan Rxeonal langsung mengangguk, "Apa yang akan aku dapatkan...?"
"Keabadian tentunya."
~Kesepakatan antara Dewa dan Iblis?~
"Semua ini bukan hanya tentang kekuatan, Alvin... Tapi semuanya hanya tentang kebersamaan kita. Kita bisa menang jika kita semua bekerja sama." Ucap Korrina yang sedang menciptakan sebuah tangan robot untuk Alvin.
"Semua kehidupan akan pasti mengalami kematian. Kapan kematian kalian akan terjadi...? Mungkin kepadaku." Rxeonal tersenyum sinis.
"Jika dia terus melalukan hal ini... Maka dia pasti akan memiliki semua DNA makhluk hidup termasuk Dewa dan Dewi." Ucap Shira.
Rina memakan sebuah bola kecil yang memiliki warna Crimson, "Umm~~~ Aku masih lapar~" Rina tersenyum manis dan hal itu membuat Alvin menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Rina...?"
~Untuk Melindungi Yuusuatouri dan Menghancurkan Dewa Egois~
"Maafkan aku, Alvin... Kamu tidak memberiku pilihan lain, dia anakku." Ucap Korrina.
"Dia juga anakku." Jawab Alvin.
~The Madness of Demon Lord and Grand-Crimson God~
Alvin menyentuh leher Korrina dan ia masih bisa merasakan detakan nadi yang terletak di bagian lehernya, tetapi itu terasa sangat pelan, "... ..." Alvin mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Ini tidak harusnya berakhir dengan sebuah kehancuran, Rxeonal." Shira mengulurkan lengan kanannya kepada Rxeonal, tetapi Rxeonal langsung menghantam wajahnya dan membuatnya terdorong ke belakang.
Ledakan mulai mengenai seluruh tubuh Shira dan Shira hanya bisa berjalan ke depan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Legends Never Dies..." Shira mengusap mulutnya.
__ADS_1
ON NOVEMBER OR DESEMBER