Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 427 - Menyingkirkan 3S Secepatnya


__ADS_3

Asriel berhasil mengalahkan larva besar tadi dan itu cukup menguntungkan bagi dirinya karena ia bisa melanjutkan pencarian manusia yang menyebalkan tadi.


Dengan cepat ia mulai memeriksa setiap ruangan lalu melepaskan suhu dingin untuk menjadikan ruangan itu sebagai kekuasaannya jadi ia bisa menggunakan sihir es-nya di dalam ruangan yang memiliki suhu dingin itu.


Ia melihat pasukan larva lainnya bersama dengan pemimpinnya yang sekarang memiliki ukuran jauh lebih besar dari sebelumnya.


Semua pergerakan larva itu bertambah lebih cepat tetapi semua larva itu tidak sadar bahwa mereka baru saja memasuki wilayah Asriel yang dipenuhi dengan suhu dingin, ia langsung membekukan seluruh larva itu menjadi es keras setelah itu menghancurkannya menggunakan [Dark Pulse].


Larva besar itu masih bisa bertahan, tubuhnya terasa lebih kuat sekarang sehingga membuat Asriel segera melarikan diri dari larva itu karena tidak ingin menanggung risiko.


Dengan menerima satu serangan mulut besar dari larva itu yang dapat memakan lengan kanan dan kirinya sekaligus, Asriel sempat tersenyum karena ia bisa merasakan seluruh suhu ruangan terasa begitu dingin.


Giga mencoba untuk bangkit karena ia menghabiskan terlalu banyak waktu memakan sampah, ia bisa melihat Asriel yang kesulitan dalam mengalahkan peliharaan larvanya yang tidak ada habisnya.


Semua pasukan larva itu menganggap Asriel sebagai makanan yang begitu lezat, suhu dingin yang dilepaskan oleh Asriel mulai memasuki lorong yang Giga tempati sampai mengejutkan dirinya karena ia tidak memiliki pasukan larva yang berada di dekatnya untuk menghapus suhu dingin itu dengan cairan yang melepaskan suhu panas.


Tidak ada yang melindunginya dan suhu dingin itu langsung membuat Asriel bisa merasakan keberadaannya, dengan cepat ia menggunakan sihir es untuk mengubah lantai lorong menjadi es berduri yang langsung menusuk kaki Giga sampai ia terjatuh di atas lantai.


Punggungnya juga tertusuk lagi dengan es berduri itu, menyebabkan dirinya menjerit keras sampai Asriel bisa mendengarnya.


"Aaaaahhhhhhhhhh!!!" Giga menjerit keras, terlihat Asriel baru saja datang dengan ekspresi jijik karena ia tidak ingin terseret ke masalah yang membuat dirinya kesusahan seperti sekarang.


Melawan seorang Manusia yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan larva ternyata cukup menyebalkan juga karena semua sihir esnya itu berhasil dilawan oleh pasukan larvanya.


"Aku benar-benar tidak ingin mengatasi masalah seperti ini lagi, pengalaman yang cukup menyusahkan karena aku harus mengurusi larva jijik yang kau kendalikan itu."


"Kemampuan yang kau miliki bersama seluruh pasukan larva itu tidak buruk juga karena dapat melawan balik sihir es yang aku miliki..."


"...aku ingin membunuh dirimu tetapi aku tidak ingin menjadi seorang penjahat di akademi ini, lebih baik aku mengambil keuntungan besar saja darimu, manusia!"


Asriel mulai menggunakan kesempatan menguntungkan ini untuk menulis nama dan kekuatannya, bukan hanya itu saja tetapi ia mendapatkan informasi yang sama dengan Shuan bahwa Giga berasal dari kelas 3-S dan tidak mengetahui nama pemimpinnya.


"Kau cukup baik dan tidak keras kepala sepertinya... kau ingin tahu kenapa aku bisa mengalahkan dirimu?"


"Kau terlalu menikmati sampah yang kau makan sampai kau memiliki rasa percaya diri yang begitu tinggi terhadap pasukan larvamuĀ  itu untuk bisa mengalahkan diriku, sebenarnya kau salah karena aku menggunakan kemampuan untuk melepaskan suhu dingin..."


"...agar aku bisa mencari dirimu dan menggunakan sihir es dari jarak yang cukup jauh dengan syarat ruangan itu memiliki suhu yang setara dengan kedinginan es."

__ADS_1


"Aku juga harus memberi dirimu ucapan selamat karena menyadari suhu ruangan menjadi dingin. Sayang sekali, kau terlambat untuk melakukan sesuatu."


Asriel melihat Giga yang menangis kesakitan, manusia memang tidak bisa bertahan lama dengan suhu yang terasa sangat dingin, dalam waktu yang terdekat dia bisa saja terbunuh karena suhu dingin dan es yang sudah menusuk sebagian tubuhnya itu.


"Asriel, apakah kau sudah mengalahkan musuhmu?"


Terlihat Shuan menghampiri Asriel, ia baru saja selesai mengalahkan Takato dan kebetulan Asriel juga baru selesai mengalahkan Giga.


Asriel menatap ke depan dan ia dikejutkan dengan melihat pasukan larva itu masih berdatangan, kali ini mencoba untuk menyerang Shuan tetapi seluruh pasukan itu langsung terbakar habis ketika Shuan melepaskan gelombang cahaya panas melalui ekornya.


"Tidak perlu khawatir, Asriel. Semuanya sudah diamankan, lebih baik kita mengambil poin keuntungan kita karena sudah mengalahkan kedua angkatan ketiga anjing ini."


Shuan menunjuk Giga lalu ia memulihkan seluruh lukanya dengan Golden Earth, setelah itu masalah mereka akhirnya selesai.


Mereka setidaknya mendapatkan beberapa pengalaman penting ketika bertarung dengan angkatan ketiga, masih tersisa 3 murid lagi yang berada di kelas 3S dan mereka mengetahuinya karena Giga yang memberi informasi penting itu.


Shuan dan Asriel membawa kedua murid angkatan ketiga itu ke ruang kepala akademi lalu mereka melaporkan semua tindakan ilegal yang sudah melanggar tata tertib.


Menggunakan alat ilegal dan mencoba untuk membunuh seorang murid otomatis akan mendapatkan hukuman untuk dikeluarkan dari akademi.


Morgan setuju untuk mengeluarkan kedua murid itu lalu ia melaporkan informasi itu kepada kelas 3S bahwa kedua murid dari kelas tersebut baru saja dikeluarkan karena sudah terlalu banyak melanggar.


Asriel dan Shuan melanjutkan istirahat mereka dengan membeli minuman dingin yang mahal untuk menunjukkan pencapaian mereka karena sudah mengalahkan angkatan ketiga.


"Aku penasaran, Shuan, kau melawan angkatan ketiga yang memiliki kemampuan seperti apa?"


"Ras Naga yang memiliki kemampuan untuk menggunakan angin dan kabut, kedua hal itu bisa menghancurkan tubuhku tetapi aku cukup beruntung untuk bisa memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk bisa mengalahkannya, tekanan gravitasi adalah kelemahannya."


"Seharusnya tadi kita bertukar musuh karena aku melawan seorang manusia yang sangat jijik, dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan pasukan larva dan larva itu bahkan bisa memakan daging dan mengupas kulitmu..."


"Cairannya juga bahkan dapat meleleh kan apa pun, sungguh mengerikan, aku tidak ingin melawan musuh seperti itu lagi!"


"Malang sekali dirimu, Asriel. Pantas saja kau bau..."


"Apa!?"


"Tapi bohong, setidaknya kau menunjukkan jati dirimu sebagai Legenda yang layak untuk bisa bertahan melawan manusia tadi, kemampuan untuk mengendalikan larva pemakan daging itu cukup mengerikan."

__ADS_1


"Dengan mengalahkan mereka tadi, kita sudah menjadi sasaran untuk kelas 3-S." Shuan menghabiskan minumnya lalu ia bisa melihat Haruka dan Rokuro baru saja selesai menikmati makan siang.


"Kalian ke mana saja...? Jangan-jangan diserang...?" Haruka melihat Asriel dan Shuan yang terlihat pucat karena lelah sudah bertarung melawan dua murid yang begitu kuat.


Rokuro merasa menyesal karena tidak ikut bersama mereka, padahal ia ingin bertemu secara langsung dengan musuh dari angkatan ketiga.


"Apakah angkatan ketiga yang menyerang kalian?" Tanya Rokuro.


"Ya, begitulah, kalian cukup beruntung untuk tidak melawan musuh yang aku lawan.


"Dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan larva sampai bisa membuat pasukan larva yang menyukai daging dan kulit Legenda...!" Ucap Asriel dengan ekspresi kesal.


Haruka hanya bisa menertawakan dirinya karena seorang murid yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan larva terdengar aneh.


Asriel dan Shuan mulai menjelaskan tentang murid dari kelas 3C, mereka berhasil mengalahkan dua orang dan kebetulan kelas 3C hanya tersisa tiga murid tersisa.


Pemimpin dari kelas 3C masih belum diketahui identitasnya tetapi mereka sudah berada di puncak yang cukup dekat untuk bisa menyingkirkan seluruh murid dari kelas 3C agar bisa mendapatkan jumlah poin yang banyak.


"Haruka, Kou dimana---" Shuan dikejutkan dengan pelukan Kou dari belakang, ia merasa lega untuk bisa melihat dirinya baik-baik saja karena Kou adalah pemimpin kelas 1S jadi ia harus tetap sehat dan terlihat bahagia seperti sekarang.


"Aku senang kau baik-baik saja, Kou. Kalau begitu, aku ingin membahas tentang sesuatu yang penting kepada kalian berdua..." Shuan menatap Rokuro dan Asriel.


"Tentang apa?" Tanya Haruka.


"Kita memiliki kesempatan besar untuk mengalahkan kelas 3S, jangan sampai kita menyia-nyiakan semua kesempatan ini karena kita bisa mendapatkan banyak poin yang besar dengan menyingkirkan angkatan tiga yang sudah memiliki riwayat buruk."


"Kalau begitu aku akan ikut---"


"Tidak. Aku tidak ingin kau ikut bersama kami, lebih baik kau juga adikmu saja karena aku tidak ingin musuh itu melakukan sesuatu kepadamu, walaupun kau memiliki kemampuan waktu... Temani adikmu." Kata Rokuro.


"Hehhhhh... Tidak seru..." Haruka menundukkan kepalanya, ia melihat Shuan bersama kedua temannya mulai pergi meninggalkan kantin untuk membahas sesuatu yang penting.


Setidaknya Haruka merasa senang ketika melihat Rokuro peduli dengan dirinya, seperti biasanya ia tidak ingin menunjukkan rasa pedulinya melainkan rasa peduli itu disamarkan.


Tugas yang Haruka miliki hanya satu dan ia perlu menjaga Kou karena ia tidak ingin penyakit dan kutukannya kembali kambuh.


"Tunjukkan harga diri kalian sebagai seorang..."

__ADS_1


"...Legenda!"


__ADS_2