
Haruka baru saja menyadari aura yang Korrina baru saja kumpulkan dari semua partikel itu, seolah-olah pikirannya mengingatkan diri-nya kepada sesuatu hal yang sangat penting, tiba-tiba terdengar suara nenek moyang-nya yaitu Koina membicarakan tentang buku sihir yaitu [Grimoire of Sacred].
Melihat peristiwa yang pernah dibicarakan oleh Koina di depan-nya membuat Haruka yakin sampai ia sendiri berkeringat ketika melihat itu bahwa apa yang dikatakan Koina benar soal letak buku Sacred itu berada setengah di Korrina, amarah dan kesedihan yang ia rasakan mampu mengubah semua dewa-dewi yang memiliki setitik atau sekecil Sacred langsung berubah menjadi partikel untuk membentuk serpihan kertas dari Grimoire itu.
"Sebenarnya buku Sacred itu tidak ada di tempat mana-pun kecuali buku Sacred itu telah terbelah menjadi beberapa serpihan kertas yang diubah menjadi partikel putih, partikel itu terpisah dan berada di dalam diri dewa-dewi yang memiliki setitik sihir Sacred..." Haruka mulai mengulang perkataan Koina hingga Virra dan Okaho langsung menatap-nya.
"...hanya satu cara yang menyakitkan... cara untuk memiliki buku Grimoire Sacred yang sangat legendaris, dengan setengah buku yang ada di dalam tubuh Korrina serta seperempat yang ada di dalam tubuh nenek Koura..."
"...melalui perasaan sedih dan amarah ketika melihat kematian dari seluruh orang yang memiliki serpihan kertas itu di dalam diri mereka masing-masing." Haruka menatap ke atas hingga semua partikel yang berkumpul menjadi satu itu menciptakan buku sihir yang sangat besar yaitu [Grimoire of Sacred].
"H-Hebat..." Virra tercengang ketika melihat buku tersebut karena ia pernah melihat salah satu dari buku Grimoire itu dan itu adalah [Grimoire of Oath] milik Haruki.
"T-Tidak mungkin.. Aku kira setiap buku sihir itu terletak di dimensi sihir mereka masing-masing, juga ukuran yang dimiliki oleh Grimoire ini sangatlah besar, aku tidak menyangka bahwa semua serpihan itu terdapat di dalam diri mereka masing-masing---" Korrina melirik ke belakang dengan kedua mata-nya yang menyinarkan cahaya putih hingga Haruka bersama yang lainnya tidak bisa bergerak.
Korrina menunjuk mereka bertiga menggunakan telapak tangan kanan-nya hingga beberapa serpihan kertas mulai keluar dari tubuh mereka masing-masing lalu setelah itu Korrina mengangkat kedua lengan-nya hingga seluruh anggota dari keluarga Ghifari dan Komi beserta keturunan-nya mengeluarkan semua serpihan kertas yang langsung terkumpul di dalam buku Grimoire itu.
"... ..." Korrina memejamkan kedua mata-nya hingga tubuh-nya melayang, saat ini ia tidak bisa merasakan apapun hingga ia tidak sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, semua itu bisa Haruka ketahui karena ini adalah ritual dalam membuat Grimoire of Sacred itu menjadi sepenuhnya dimiliki oleh Korrina.
Semua partikel dan cahaya putih datang dari setiap galaksi dan semesta, Haruka bersama yang lainnya terpesona melihat semua cahaya dan partikel itu yang terlihat sangat indah, buku tersebut terbuka lebar dan menyerap semua cahaya serta partikel yang berkumpul itu lalu buku tersebut kembali tertutup dengan rapat hingga rantai mulai menyelimuti buku tersebut.
__ADS_1
"R-Ritual telah... sepenuhnya berhasil?" Haruka tidak menyangka ketika Korrina berhasil melakukan ritual tersebut, dia benar-benar Legenda yang terpilih untuk menjadikan kedua Grimoire terkuat yaitu Crimson dan Sacred sebagai pemilik asli-nya, tetapi ia tidak menggunakannya karena kedua Grimoire itu berada di dalam tubuh Korrina hingga ia memiliki kedua sihir kuno yang sudah sempurna.
Buku itu terbuka lebar hingga Korrina mendarat di atas buku tersebut hingga garis-garis biru tua menyelimuti sekujur tubuh-nya, Grimoire itu menerima Korrina sebagai pemilik asli-nya... buku sihir itu sudah pasti akan setia kepada diri-nya dan aku terus menemani-nya dirinya sampai takdir kematian-nya tiba, buku itu tertutup rapat lalu memancarkan sinar cahaya serta gelombang cahaya yang besar di sekitar tempat itu.
Zwiiiinngggg...!!!!
Sinar itu bertahan selama lima detik hingga Haruka merasakan keberadaan yang baru, seharusnya apa yang Koina katakan kepada diri-nya tentang seseorang yang berhasil memiliki buku itu akan menjadi seorang dewi bahkan tingkatan-nya lebih tinggi tetapi Haruka masih bisa merasakan keberadaan mortal di dalam diri Korrina.
Harga diri-nya masih terus bertahan karena ia benar-benar tidak mau menjadi dewa-dewi, bahkan keluarga-nya sudah mati... tujuan hidup-nya untuk bertahan hidup sebagai mortal masih terus berlanjut hingga Haruka menatap Korrina dengan ekspresi yang tercengang karena partikel-partikel putih mulai menyelimuti tubuh-nya, ia terlihat lebih anggun dan suci sekarang.
Tidak... Haruka bisa merasakan bahwa tubuh Korrina benar-benar netral dengan keburukan yang melambangkan Crimson dan kebaikan yang melambangkan Sacred, itu artinya di dalam tubuh Korrina terdapat dua buku sihir yang sangat kuat. Korrina menatap kedua telapak tangan-nya lalu ia berlutut hingga air mata-nya mengalir keluar dan berubah menjadi partikel putih.
"Aku... Aku... Ada apa yang terjadi dengan-ku, Haruka...?" Korrina menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat putus asa, Haruka tersenyum lebar lalu ia menghampiri Korrina dan memberikan diri-nya sebuah pelukan hangat karena ia telah mendapatkan pencapaian yang sangat besar.
Korrina menarik sekali banyak perhatian dari seluruh galaksi dan semesta tetapi salah satu dari mereka yang berniat untuk menghampiri sumber cahaya itu dihentikan oleh sebuah cahaya putih yang mendorong mereka mundur, tidak ada orang yang berani untuk mengunjungi sumber cahaya itu jadi mereka lebih memiliki untuk melupakan-nya saja.
Komi dan Mortem muncul tepat di belakang mereka berdua dengan senyuman sinis mereka, Haruka bersama yang lain-nya langsung melebarkan kedua mata mereka ketika menyadari keberadaan mereka yang tiba-tiba muncul, Komi bertepuk tangan sekeras mungkin ketika mengetahui Korrina yang berhasil memiliki Grimoire of Sacred itu.
"Selamat...! Selamat, Korrina Comi! Kau benar-benar mortal yang cukup menarik, buku itu sudah ingin memilih-mu menjadi sesosok makhluk yang paling kuat di seluruh alam semesta bahkan dimensi yang berbeda juga, tetapi kau terus menggunakan harga diri-mu sebagai seorang Mortal, kau benar-benar ingin menjadi mortal selama-nya...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Mortem...!!! Komi...!!!" Haruka menatap mereka berdua dengan tatapan yang mengancam, Virra terkejut ketika melihat Mortem yang berasal dari dimensi asli ini benar-benar jahat, "Kak Mortem...? Tidak mungkin."
Aura dan dorongan besar terlepas dari tubuh Korrina hingga mendorong mereka semua ke belakang, terdapat kekuatan yang dapat melukai Mortem dan Komi di dalam dorongan itu hingga mereka berdua terkejut ketika melihat peningkatan Korrina meningkat sebesar ini, rambut-nya mulai setengah-nya berubah menjadi warna merah pekat serta biru tua.
Korrina menatap Komi dengan ekspresi yang sangat tajam, tatapan-nya terlihat mengancam seolah-olah melihat lawan yang siap untuk dibunuh oleh kedua lengan-nya, lengan kanan-nya mulai diselimuti dengan garis merah pekat sedangkan lengan yang satunya diselimuti dengan warna garis biru tua hingga aura-nya membesar, terlihat aura itu berlapis-lapis dengan dua warna berbeda yaitu merah dan biru.
"T-Tidak mungkin... kekuatan apa ini...? Apakah ini efek yang dia dapatkan ketika berhasil memiliki Grimoire of Sacred? Sangat berbeda dengan Grimoire of Crimsone." Mortem menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat kaget, ia berkeringat dingin hingga kedua kaki-nya bergemetar.
Entah kenapa mereka semua mulai dipenuhi dengan rasa ketakutan dan cemas di dalam diri mereka masing-masing ketika merasakan aura dan keberadaan Korrina secara bersamaan, melihat tatapan saja malah membuat perasaan itu sama memburuk, Haruka sendiri merasa ketakutan ketika menatap-nya seolah-olah ia siap untuk dimarahi dan dihukum oleh-nya.
"H-Honoka, ambil alih..." Okaho-pun ketakutan hingga ia langsung pergi dan membiarkan Honoka untuk mengambil alih tubuh asli-nya, "E-Ehh?" Honoka menatap Korrina lalu kedua alis-nya terangkat hingga ia jatuh pingsan.
"Honoka!" Haruka mengangkat tubuh Honoka, Virra sendiri tidak jauh merasakan hal yang sama dengan mereka, "T-Tekanan apa ini... keberadaan apa ini..."
"Ck... Tatapan, aura, dan tekanan itu tidak akan pernah membuat takut!!!" Seru Komi keras walaupun tubuh-nya sendiri bergetar pelan hingga keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhnya.
"Bersiaplah...!!! Kali ini aku akan membunuh---"
BAMMMMM...!!!
__ADS_1
Dada Komi langsung tertembus oleh satu pukulan kanan Korrina, ia sendiri terkejut ketika melihat dirinya menyerang secepat suara, serangan yang tak kasat mata membuat kesakitan dari serangan itu langsung terasa.
Komi memuntahkan darah yang sangat banyak hingga mengotori wajah Korrina, "Aaaahhhhhhhhhhhhhhhhh....!!!!!"