Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 666 - The Power of Holy Corpse


__ADS_3

"Aku sudah mulai terbiasa... tangan Zangges... atau bisa di bilang dengan seorang pencipta yang melahirkan diriku secara biologis."


Zenzaku terus mengepalkan lengannya yang sudah menjadi Zangges karena Holy Corpse, mendapatkan satu saja sudah mencapai yang cukup besar.


Tubuh Zenzaku sudah sepenuhnya beradaptasi dengan Holy Corpse bagian tangan sampai ia sudah menguasainya secara penuh sekarang berkat berbulan-bulan melatih dan mempelajarinya.


"Ayah, apakah Holy Corpse bagian tangan itu sudah menerima dirimu?"


"Tentu saja... 9 bulan, aku berlatih dan terus mempelajarinya agar bisa menguasai kekuatan sang pencipta yang dapat melakukan apapun."


"Saran Zoiru juga ternyata berhasil, tidak ada salahnya jika kau terus belajar dan melatih dirimu sendiri... aku harus terus bertambah kuat..."


"...mengumpulkan semua kekuatan dan Holy Corpse yang masih tersembunyi. Aku harus bisa menjadi sang penguasa dari apapun..."


"...menciptakan dunia yang baru, tidak ada yang namanya konflik dan ancaman. Mencoba untuk memperbaiki dunia yaitu membersihkan mereka semua satu per satu..."


Zenzaku menunjuk ke depan menggunakan tangan Holy Corpse itu sampai ia memunculkan banyak sirkuit sihir yang berbeda-beda.


Zangetsu tercengang melihat dirinya dapat menggunakan apapun, tidak ada yang mustahil dengan tangannya sekarang karena ia dapat menghancurkan, menciptakan, mengubah, dan hal lainnya.


"Hanya dengan satu tangan saja, sudah cukup untuk mengumpulkan Holy Corpse lain secara proses."


"Jika aku menghancurkan Touriverse dan alam semesta lainnya maka segel dari Holy Corpse tidak akan bisa lepas..."


"...setiap bagian, aku harus mendapatkannya secara proses dan bertahap. Mendapatkan satu Holy Corpse saja sudah cukup untuk menyempurnakan semua rencana."


"Aku mencoba untuk mengambil lengan Holy Corpse lainnya... banyak sekali syaratnya dan lihat lah dunia yang sedang berputar, anakku."


Zangetsu dan Zenzaku menatap ke depan, melihat sebagian bangsa dan ras mulai runtuh satu per satu, konflik antara saudara dan bangsa mulai bermunculan.


"Sejak Zangges pensiun, sebagian dari bangsa sudah bersatu. Jika kita menghancurkan semua kesatuan itu sampai menyebabkan banyak perselisihan..."


"...berperang melawan satu sama lain dengan sisi, hanya raja dan bangsawan yang dipercaya--- tidak... mereka yang kuat hanya berdiri di atas."


"Aku menyukai era seperti itu dan kebetulan segel Holy Corpse lengan satunya lagi hancur dengan era yang kembali."


"Era kerajaan... era peperangan antar seluruh bangsa yang sama... semuanya, aku sangat menikmatinya karena bisa melihat makhluk hidup bodoh berperang tanpa tujuan apapun."


"Memangnya apa yang mereka lakukan saling berperang jika hasilnya tidak selalu memberikan hasil yang baik..."


"...kita semua hidup dengan tujuan yang pasti dan aku ingin sekali mengubah apapun... sejarah... realitas... menghancurkan semuanya satu per satu dan menggantinya."


Zangetsu terus mendengar, ia sudah tidak bisa membantu Zenzaku dalam mengumpulkan Holy Corpse, penyebabnya adalah tubuh aslinya sudah hancur oleh Shiratori Shira dan hanya arwahnya saja yang masih utuh.


"Ayah, aku ingin tahu... berapa jumlah dari Holy Corpse itu?" Tanya Zangetsu.


"Pertanyaan yang bagus... aku sendiri tidak tahu tetapi aku mendapatkan sebuah bocoran bahwa Holy Corpse berjumlah sangat banyak."


"Anggota tubuh, kerangka, dan organnya. Semua itu harus dikumpulkan agar bisa membangkitkan kekuatan yang tidak bisa dikalahkan."


"Jika aku berhasil mendapatkan semua tubuh mayat Zangges maka aku akan menjadi sang penguasa, aku dapat pindah kemana pun yang aku mau bahkan menciptakan sesuatu yang dapat..."


"...menghancurkan logika dan sejarah. Dengan barang sekecil atau selemah apapun, aku dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang maha kuasa!" Zenzaku bangkit.


Zenzaku kembali merasa termotivasi karena Holy Corpse, semua kekuatan yang tidak bisa di bayangkan akan menjadi miliknya secara keseluruhan, tidak ada yang dapat menghalang karena dia yang akan menjadi maha kuasa.


"Intinya aku sudah mendapatkan beberapa bocoran lainnya... organ... tiga organ itu dekat." Zenzaku kembali duduk di atas takhtanya.


"Tiga organ...? Bagaimana? Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan Holy Corpse bagian ketiga organ itu?" Tanya Zangetsu.


"Haruka... Honoka... Kou..."


"Tiga anak surga yang menjadi segel untuk tiga Holy Corpse yang sangat penting." Zenzaku memunculkan patung yang membentuk ketiga anak surga itu.


"Mereka ya... ternyata aku benar, jika saja keluarga asli Haruka mau membunuh putrinya dengan cepat maka kau akan mendapatkan Holy Corpse pertama itu."


"Membutuhkan proses, Zangetsu. Jangan anggap semuanya mudah, mereka anak surga yang sangat sulit untuk di bunuh..." Zenzaku menempati dagunya di atas tangannya.


"Aku sengaja tidak mengumpulkan ketiga organ dari Holy Corpse itu... membutuhkan waktu yang tepat jadi aku lebih baik mempelajari lokasi Holy Corpse lainnya."


Zangetsu dan Zenzaku terus mendiskusikan Holy Corpse, "Kau belum menjawab pertanyaanku, Ayah... organ apa yang mereka pegang?"


"Haruka menyegel Holy Corpse bagian paru-paru, Honoka menyegel Holy Corpse bagian jantung, dan Kou..."


"...dia yang paling penting. Inti dari segalanya, sesuatu yang dapat membawa diriku menuju puncak kemenangan..."


"...Holy Corpse bagian otak, jika aku mendapatkan maka tidak ada yang namanya kekalahan bagiku. Aku akan pasti menang jika mendapatkan otak Zangges..."


"Aku dapat menggunakan [Clairvoyance] untuk melihat semua masa depan dengan seluruh kemenangan yang aku dapatkan dan tentunya melihat..."


"...melihat siapa saja yang akan mencegah diriku." Zenzaku masih bisa bersabar karena ia harus menjalankan semuanya secara bertahap.


"Aku lupa soal Korrina... dia memegang Holy Corpse bagian kepala tetapi sulit juga untuk membunuh dirinya jika ia tersedot ke dunia lain lagi." Zenzaku menghela nafasnya.


"Kekuatan dari Holy Corpse... memang mengerikan. Masuk akal juga cara mendapatkannya sangat sulit, kau harus melakukan semuanya secara bertahap."


"Shiratori Shira tidak memiliki urusan apapun dengan Holy Corpse, lagi pula dia hanya sekedar mortal biasa yang bisa menginjak langit paling tinggi."


Zenzaku mengerutkan dahinya, "Hanya saja... dia cukup bermasalah dengan potensi cahayanya yang tidak terbatas, aku harus bisa menyingkirkan dia juga."


"Kalau tidak salah, menghancurkan suatu keturunan akan memunculkan Holy Corpse lainnya... tetapi aku tidak begitu pasti."


"Intinya... biarkan proses berjalan karena Touriverse sudah mengalami kendala, kembalinya kepada era dulu..."


"...era peperangan, kebodohan, perselisihan, dan kerajaan! Semuanya akan muncul kembali, sesuatu yang hilang dan sesuatu yang disembunyikan..."


***


PRANGGG!!!


Terdengar suara kaca pecah dari lantai satu dan dua, Tech mulai memperingati Kou bahwa ia kedatangan banyak bangsa Legenda yang protes sampai melempar banyak sihir batu.


"Hweeeeehhhhh! Hwehhhh!" Shinobu mulai menangis karena dikejutkan dengan suara bising dari luar.


"Sshhhh... semuanya akan baik-baik saja kok, sudah... jangan menangis ya, anakku." Kou mencoba untuk menenangkan Shinobu dengan memberinya beberapa kecupan.


Suara keributan itu bertambah besar sampai kedua mata Kou berubah menjadi merah seketika tetapi kembali menjadi warna dari lautan, ia bangkit lalu menghampiri Shuan.


"Shuan, tolong jaga Shinobu sebentar. Biarkan aku berbicara dengan mereka..."


"Apa kau serius...? Banyak sekali Legenda yang sedang marah di sana bahkan aku bisa melihat sepupumu." Shuan menggendong Shinobu.


"Semuanya memang sudah runtuh... satu per satu... era yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali, tidak ada harapan lagi dengan julukan Ratu Touriverse."


Kou berjalan pergi meninggalkan Shuan bersama Shinobu, sudah saatnya untuk memutuskan semua itu karena ia sudah memikirkannya sejak dulu dengan kekuatan dari The Mind.


Tidak akan ada yang bertahan lama, semuanya akan hancur pada saatnya sampai menyebabkan kerugian besar yang di sebabkan oleh suatu kekacauan dan keributan.


Orang bodoh berkuasa, orang bodoh yang mendapatkan pengetahuan dan sejarah tersembunyi... di umbar untuk mengembalikan era yang cukup menyakitkan bagi bangsa dan ras yang lemah.


"Kau mati menjadi seorang pahlawan, atau kau hidup cukup lama untuk melihat dirimu menjadi seorang penjahat." Kata Korrina.


"... ..." Kou mengepalkan kedua tinjunya karena ia sudah mengetahui apa yang Korrina inginkan sejak itu.


Kou meminta seluruh pelayannya untuk mundur karena ia akan mengurus semuanya sendirian, pintu otomatis mulai terbuka dan semua Legenda bisa melihat Kou berjalan keluar dengan tatapan serius.


"Bukannya kalian semua di ajarkan sopan santun sejak kecil...? Apakah kalian sudah menjadi Legenda berupa monyet? Seenaknya saja melempar batu sampai menghancurkan beberapa kaca dan barang..."


"Itu dia...! Ratu Touriverse yang selama ini menipu kita semua...!!! Dia telah menunjukkan topeng aslinya!!!" Tunjuk Sabrina.

__ADS_1


"Ternyata selama ini ratu yang memimpin Touriverse membuat semua orang batu dengan pengkhianatan yang berjalan secara tidak langsung...!"


"Membela keturunan Phoenix dan Shimatsu yang dulunya menyebabkan banyak kekacauan dengan pembantaian yang begitu besar..."


"...semua raja dan bangsa Legenda Elit yang kita ketahui, semuanya hancur satu per satu karena mereka semua. Bahkan Korrina Comi lah yang menyebabkan era kerajaan yang hancur..."


"...kita terlalu di manjakan oleh ratu Touriverse sampai melupakan tujuan utama yaitu menginjak langit atas dan menyingkirkan semua hal yang lemah!!!"


Sabrina terus berbicara omong kosong yang membuat Kou menutup kedua telinganya, jika semuanya sudah berjalan seperti ini maka era modern sudah berakhir sampai titik ini juga.


"Apakah kita membutuhkan pemimpin dari Touriverse jika orangnya seperti ini? Membela sesuatu yang salah bahkan memanjakan semua hal yang lemah..."


"...yang lemah seharusnya di tindas karena mereka semua tidak mau berubah...!!! Kembalikan era kerajaan---"


"Kalian ingin menghentikan semua teknologi dan sistem dari Tech? Kalian ingin membangkitkan kembali kerajaan dengan sisi yang berbeda...?" Tanya Kou.


"Kami menginginkan keadilan dan kekuatan untuk bisa menjadi bangsa Legenda kuno, dipenuhi dengan kekuatan dan pengalaman...!"


"Tidak ada yang namanya Legenda lemah yang menginginkan bantuan apapun, kau lahir lemah maka kau lebih baik menghilang!"


Semua Legenda itu mulai setuju, sepertinya Kou hanya bisa melihat bangsa Legenda yang menuruti Sabrina bahkan ia sendiri sudah mengetahui jelas apa yang terjadi.


Seluruh bangsa Legenda dari berbagai macam planet sudah kembali membangkitkan kerajaan dengan raja yang memimpin, tidak ada lagi yang mempercayai ratu Touriverse.


Mereka juga bahkan tidak bisa mempercayai satu sama lain sampai teknologi dan sistem Tech yang bertujuan untuk melindungi semuanya hancur dan sekarang...


Legenda waras yang berada di planet Legenia sudah mulai runtuh, kembali menjadi bangsa Legenda yang gila dengan kekuatan untuk menguasai sejarah dan menciptakan yang baru.


Semuanya sudah terlambat, 9 bulan yang terjadi ini... tidak ada yang dapat menghentikannya karena mereka sudah bersikap keras kepala, membunuhnya saja bukan ide yang baik.


Arata dan Haruki sempat membunuh Legenda yang sudah berbuat keterlaluan sampai mereka sudah di tandai oleh beberapa Legenda dari kerajaan yang berbeda.


Melihat semuanya sudah runtuh, kembalinya bangsa Legenda yang sudah gila dan bodoh karena menuruti perintah dari kerajaan dan rajanya.


Era kerajaan... kuno... perselisihan... perang... telah muncul kembali.


"... ...!!!" Kou melebarkan kedua matanya, mencoba untuk menggunakan The Mind agar bisa menghapus pikiran mereka tetapi...


"Kou..."


"Apa..."


"...kamu..."


"Mau...?"


Kou mendengar suara Korrina seketika sampai kedua matanya terlihat mati seketika sampai ia terjatuh dengan kondisi yang pingsan.


"... ..."


"Sampai pingsan segala!" Mereka mencoba untuk melempar batu lainnya kepada Kou tetapi Tech menghentikan mereka semua lalu mengusirnya.


...


...


...


"... ..." Haruka menyentuh jendela karena firasatnya bertambah semakin buruk sampai ia merasa takut dengan sesuatu yang tidak begitu ia ketahui.


"Haruka...! Koizumi... Koizumi terlihat kesakitan!!!" Rokuro mendatangi Haruka dengan tatapan yang terlihat panik.


Haruka mendapatkan berita buruk lainnya dari Rokuro, ia bisa melihat putrinya mengalami kesulitan untuk bernafas, terlihat dari wajahnya yang kesakitan.


Rokuro tidak bisa melakukan apapun lagi karena sudah kehabisan ide, Haruka dengan cepat mendekati dirinya lalu menggendong Koizumi.


"Koizumi...!"


"Kutukannya... sudah muncul..."


...


...


...


"Hinoka... kamu baik-baik saja?! Kenapa, nak?!" Tanya Honoka, ia melihat Hinoka terus batuk sampai memuntahkan banyak darah dari mulut dan hidungnya.


Hinoka terus meraba dadanya yang terasa kesakitan sehingga Honoka mulai panik, ia mencoba untuk menyembuhkan dirinya tetapi mengalami jeda ketika garis kutukan itu muncul.


"Astaga...!!! Bakuzen, cepat bawa Hinoka ke dokter! Kutukannya muncul...!!!"


"Crimson Disease telah muncul...!"


...


...


...


"... ..." Haruki berlutut di atas tanah ketika dada terasa sesak seketika, ia bisa merasakan sebuah firasat yang tidak begitu baik bahkan dirinya langsung menghubungi Chloe.


"Haruki, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Vania yang melihat Haruki terlihat begitu pucat.


"Sebentar...!"


Haruki melebarkan matanya ketika kedua telinganya bisa mendengar banyak ledakan dan kehancuran, ia juga sempat mendengar suara Chloe.


"Haruki...!!! Cepat pulang...!!!"


"CEPAT PULANG...!!!" Teriak Chloe dengan nada yang panik.


...


...


...


"Meja untuk kelima." Kata Arata yang mulai memberikan hidangan yang ia buat kepada Ophilia.


"Terima kasih---"


BAM!!! BAM!!! BAM!!!


Terjadi sebuah serangan mendadak yang menyebabkan kehancuran besar di pulau itu, serangan muncul dari atas langit dan di sebabkan oleh bangsa Legenda yang mengetahui lokasi dari Phoenix dan Shimatsu.


Mereka semua terus menyerang pulau itu tanpa memberi ampun apapun karena mereka tidak ingin dua masalah besar menyebabkan masalah yang jauh lebih besar lagi.


Semua Legenda yang tidak berdosa itu sudah tidak memiliki harapan untuk selamat, mereka sudah mati oleh sihir yang di lepaskan oleh semua bangsa Legenda itu.


"Dengan nama kerajaan Yuvenia dan perintah dari raja Reint, hancurkan keturunan Phoenix dan Shimatsu...!!!"


...


...


...


"AAAAAHHHHHHHHH...!!!" Yuuna terjatuh di atas lantai dengan kedua telinganya yang menerima banyak suara teriakan dari arwah yang ia dengar.

__ADS_1


Dirinya bisa mendengar suara teriakan dan penderitaan dari semua arwah itu dengan jelas sampai ia bisa merasakan semua esensinya terlepas ke arah yang berbeda.


"Yuuna, apakah kamu baik-baik saja?!" Isuka melihat istrinya terjatuh di atas lantai dengan ekspresi yang terlihat kesakitan.


"Dengan menyebut nama kerajaan Syntasia dan raja Hanshu sebagai pemimpinya, kau akan menyita semua desa dan barang yang kalian miliki."


...


...


...


MWEEEEEEENNGGGG!!!


Terdengar suara trompet yang di tiup berasal dari pusat desa Neko Isle, mendengar peringatan seperti itu Hana langsung berjalan keluar dari akademi dan dikejutkan dengan kedatangan bangsa Legenda dari arah barat dan timur.


Mereka semua menunggangi seekor naga yang sudah membuka mulutnya lebar dan sebagian dari Legenda yang sedang terbang itu memunculkan sirkuit sihir yang berjumlah banyak.


"A-Apa yang terjadi...?!" Tanya Hana dengan tubuh yang merinding karena ia bisa melihat bahaya sedang mendekat tetapi berasal dari bangsanya sendiri.


Semua Legenda dan peliharaan yang mereka bawa melepaskan serangan secara bersamaan sampai menciptakan kekuatan dan sihir yang begitu besar yang cukup untuk menghancurkan pulau melayang itu.


"A-Apa...!?" Hana belum begitu siap untuk menahannya sampai ia berada di situasi yang terlambat.


Tetapi...


Semua serangan itu berubah menjadi yang menyerang semua bangsa Legenda dan peliharaannya sampai mengubah mereka semua menjadi partikel cahaya yang meluncur ke arah gunung di belakang Hana.


Hana melirik ke belakang dengan tatapan kaget, ia melihat Shira baru saja membunuh semua pasukan itu tanpa melakukan apapun kecuali menunjukkan keberadaannya.


"... ..." Shira hanya bisa diam karena ia mengetahui niat jahat dari kedatangan mereka semua.


Shira sempat menyentuh kepalanya sendiri, merasa pusing dan mual seketika karena ia merasakan sesuatu yang mengganggu mental dan firasatnya.


"Apa yang terjadi..." Shira memejamkan kedua matanya sampai ia membukanya pelan dan sempat melihat Shukaku berdiri di hadapannya.


"A-Ayah...?" Shira melebarkan kedua matanya dan ia langsung sadar dirinya berhalusinasi.


"Era kerajaan... dan perselisihan... sudah seratus persen sudah di mulai kembali..."


"...bukan hanya bangsa Legenda yang hancur tetapi semua ras dan bangsa juga mengalami hal yang sama..."


***


"HAHAHAHAHA! Ini bagus...! Dengan kekuatan dari Holy Corpse, aku dapat mengembalikan sejarah yang terulang..."


"...dipenuhi dengan permusuhan saudara dan perselisihan sampai membangkitkan kembali seluruh kerajaan yang di pimpin oleh beberapa raja.!"


"Dengan kekuatan dari tangan Zangges, aku membangkitkan kembali bangsa Legenda tanpa arwah yang memiliki julukan [Ancient]!" Zenzaku menjentikkan jarinya.


Sebuah sirkuit sihir besar muncul di hadapannya sampai mengeluarkan beberapa tubuh Legenda atau bisa di sebut sebagai [Ancient Legend], semua tubuh itu kosong dan tidak memiliki arwah atau esensi apapun.


"Aku akan merasakan kepuasan melihat peperangan yang akan terjadi setiap harinya... tanpa henti, semuanya akan berperang dan menyebabkan kekacauan!"


"Aku yakin... era ini, era yang sangat aku nantikan untuk kembali! Semuanya melakukan apa yang mereka ingin lakukan sesuai dengan kerajaan dan raja mereka!"


"Dengan menggunakan kekuatan dari Holy Corpse... aku menghancurkan semua logika dan hukum apapun untuk membangkitkan arwah Diablo yang sudah di segel!"


Zenzaku menjentikkan jarinya lagi sampai sebuah arwah hitam muncul di depannya dan merasuki tubuh Ancient Legenda itu.


"Hahahahaha!!! Arwah Diablo yang merasuki tubuh Ancient Legend, kekuatan yang di hasilkan pasti jauh lebih mengerikan karena terdapat kemampuan Iblis di dalamnya...!!!"


"Dengan jentikan dari Holy Corpse, aku membangkitkan lebih banyak arwah dari zaman kuno...! Menghapus logika, fakta, sumpah, mutlak, dan konsep apapun...!!!"


"Bangkitkan kembali semua arwah raja Legenda di masa kuno!!!" Zenzaku menjentikkan jarinya sampai semua arwah raja kuno itu mulai merasuki semua tubuh Ancient Legend.


"Bangkitlah...!!! Dan rasakan kembali kehidupan kalian sebagai reinkarnasi...!!!" Zenzaku menaikkan suaranya sampai seluruh Ancient Legenda itu melepaskan kekuatan dan aura yang besar.


Reinkarnasi berjalan dengan baik sampai mereka semua mulai menatap ke depan dengan tatapan yang terlihat mematikan bahkan Diablo, iblis yang di takuti oleh semua orang mengalami reinkarnasi menjadi seorang Legenda.


"Apa maksudnya semua ini...? Tubuh ini... kenapa bisa aku menjadi bangsa yang sudah mengalahkan diriku?" Tanya Diablo selagi menatap kedua tapaknya sampai ia menumbuhkan kembali tanduk iblis nya.


"Selamat datang kembali... jika kalian sudah melihat siapa yang berkuasa maka kehidupan baru kalian akan mulai sekarang juga."


Semua Ancient Legend itu menatap Zenzaku sampai dikejutkan dengan rasa ketakutan yang besar kecuali Diablo yang sudah mengetahui sang pencipta di hadapannya.


"Sungguh mengejutkan untuk bisa berpapasan secara langsung dengan anak dari sang pencipta, Zenzaku."


"Lebih baik kau membunuhku saja karena aku tidak ingin menghancurkan harga diriku sebagai iblis untuk mengalami reinkarnasi menjadi bangsa Legenda."


Zenzaku mulai merasa tertarik melihat Diablo ternyata cukup berkuasa juga dengan harga dirinya, ia tidak berterima kasih atau bersujud kepada dirinya.


"Bukannya bagus jika bangsa Legenda bergabung dengan bangsa Iblis, Diablo? Tubuh yang kau miliki sekarang sudah menyatu dengan kemampuan iblismu."


Diablo menyilangkan kedua lengannya, "Di bangkitkan kembali dari segel yang membunuhku... aku sudah tidak tertarik lagi dengan dunia atau alam semesta."


"Kenapa iblis yang dijuluki sebagai maha kekuasaan berada dekat dengan kita...?" Tanya Ancient Legend yang merasa ketakutan melihat Zenzaku dan Diablo.


"Aku tidak menyangka aku akan di bangkitkan dengan salah satu Holy Corpse yang cukup misteri itu." Diablo menatap kedua tapaknya.


"Lebih baik kau hentikan semua omong kosong itu dan bersyukur dengan apa yang kau dapatkan..."


Terdengar suara pria dari hadapan mereka semua, Diablo menatap ke depan dan ia melebarkan kedua matanya bahkan ia secara refleks langsung berlutut di hadapan pria yang baru saja datang itu.


Pria itu mengenakan sebuah topeng hitam dengan kedua cahaya merah yang keluar bahkan Diablo bisa melihat sebuah mahkota emas di atas kepalanya.


Melihat pria itu mengenakan Kisetsu, penampilannya terlihat sangat jelas seperti bangsa Legenda tetapi entah kenapa Diablo merasa ketakutan sampai tubuhnya yang meminta dirinya untuk berlutut.


"Kau adalah..." Diablo merasa tekanan besar di dalamnya, semuanya terasa tidak jelas sampai tidak dapat di rasakan.


"Mulai dari sekarang, kalian akan melanjutkan kehidupan baru kalian sebagai arwah yang di reinkarnasi menjadi Ancient Legend." Zenzaku mulai menatap pria bertopeng ini.


"Identitasnya sangat tersembunyi tetapi aku tahu... kau, Diablo pasti mengenal Legenda seperti dirinya bukan?" Zenzaku tersenyum jahat.


"Tidak boleh ada yang mengetahui identitas dari Legenda satu ini... dia akan memimpin kalian dan menjalankan kehidupan baru bersama dengan menguasai suatu kerajaan."


"Kalian seharusnya berterima kasih kepada sang maha kuasa sepertiku yang sudah menghidupkan kalian dengan satu Holy Corpse." Zenzaku menunjukkan lengan Zangges yang perlahan-lahan mulai berubah menjadi batu.


"Masked Legend..." Panggil Zenzaku.


"Ada apa?" Tanya Legenda bertopeng itu.


"Lakukan apa yang kau suka di kehidupan baru ini..."


"Aku mengerti..."


...


...


...


"Tiga bidadari bekerja sama..."


"...merasakan hal yang sama..."


"...melihat kehancuran yang sama..."


"... menunggu sampai arwah mereka masuk kembali..."

__ADS_1


"...ke dalam wadahnya."


__ADS_2