Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 316 - Musim Panas Hari Ini


__ADS_3

"Itu tidak adil, kau tidak diijinkan untuk mengatakan sesuatu seperti itu jika kau sendiri juga rata, nya!!!" Seru Minami sehingga Okaho tersenyum mengejek lalu ia berubah menjadi gadis dewasa dan menunjukkan dadanya itu kepada  Minami, ia mulai merasa sangat kesal bahkan ia sampai mengeluarkan cakar-cakarnya, "Aku akan mengecilkan kedua buah itu, sialan-nya!!!"


"Woi!!!" Okaho berubah kembali menjadi wujud kecilnya lalu ia melarikan diri dari Minami yang benar-benar iri dengan sesuatu yang besar, Kou menatap mereka dengan ekspresi yang kebingungan lalu ia menatap dadanya sendiri dan menyentuhnya sehingga ia kembali tersenyum dan melompat-lompat. Rokuro dan Asriel menatap satu sama lain ketika melihat tingkah laku Kou, Asriel mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepalanya.


"Mereka seperti biasanya akur ya." Kata Mitsuki.


"Yap, ini dinamakan sebagai mempererat hubungan persahabatan yang sangat baik!" Jawab Hana.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah bersiap untuk pergi menuju pantai dan pakaian mereka setidaknya terlihat wajar untuk anak-anak yang berusia menjelang remaja, Okaho lupa membawa sesuatu untuk Kou karena ia masih kecil dan kekuatannya saja bahkan tidak diketahui, Korrina memperingati dirinya bahwa fisik Kou sangat lemah, bukan hanya fisiknya saja melainkan keseluruhannya karena tubuh Astral.


Okaho memasang sebuah topi pantai untuk Kou agar sinar matahari tidak terlalu memanaskan tubuhnya, Kou tersenyum sambil memejamkan kedua matanya bahwa Okaho bersikap layaknya seperti seorang kakak yang baik dan peduli. Mereka semua pergi menuju lantai satu dan melihat beberapa pelayan yang sudah mempersiapkan jalan dan mobil yang sangat mewah untuk mengantar mereka menuju pantai itu.


"Jadi ini rasanya hidup seperti orang kaya ya..." Kata Marie.


"Nya-ha-ha! Sekarang aku benar-benar menjadi penganut cahaya keadilan sejati, tunduk lah kepada Minami! Sang  pengabdi cahaya keadilan! Ada yang tegak---"


"Pelayan, tolong bawa kucing garong ini menuju pantai dengan becak ya." Kata Okaho.


"Woi-nya!!!"


Mereka semua masuk ke dalam mobil mewah itu dan seorang pelayan mulai mengendarai-nya dengan pelan dan membawa mereka menuju jalur dengan pemandangan yang terlihat indah, Mitsuki dan Marie terkesan ketika melihat banyak sekali gedung dan bangunan yang terlihat canggih benar-benar dunia masa depan, "Semua kota dan bangunan memiliki tulisan Comi's Corporation ya bahkan tas yang aku beli ini memiliki merek CC yang mengartikan Comi's Corporation." Kata Asriel.

__ADS_1


"CC sudah dimana-mana loh bahkan Mama menyuruh beberapa orang untuk memberikan produk CC kepada orang yang lebih membutuhkannya di selip dengan uang karena orang miskin tidak harus melaksanakan kehidupan yang sudah susah ini." Kata Okaho, ia melihat semua orang yang melaksanakan aktivitas mereka masing-masing dengan damai dan ia harap bahwa semuanya akan berjalan sama seperti ini, andai saja Haruka bisa melihat semua ini.


"Lihatlah sekitarmu, Haruka... ini adalah dunia yang kau selamatkan." Ucap Rokuro pelan, tidak ada yang mendengarnya karena ia mengatakannya sangat pelan sehingga Hana mulai menatap Haruka yang masih terdiam seperti biasanya, "Haruka, sebentar lagi kita akan sampai di pantai, semoga sinar matahari dapat membuatmu menjadi lebih baik ya." Kata Hana.


Perjalanan masih berjalan cukup jauh karena Okaho memilih sebuah pantai yang sangat lega dan luas walaupun dipenuhi dengan berbagai Legenda setidaknya mereka bisa bersenang-senang disana. Asriel melihat Kou yang sedang memakan manisan yang terbuat dari madu, ia sudah menghabiskan dua bungkus dan itu sangat mengejutkan karena ia terlalu banyak memakan manis secara berlebihan, "Kou... apakah kamu tidak merasa kenyang? Jika kamu terus memakan sesuatu yang manis, itu bisa saja membuat perutmu sakit loh."


Kou menggelengkan kepalanya lalu ia menunjukkan sebuah layar yang memiliki tulisan, 'Tubuh Astralku kebal dengan segala penyakit dan aku tidak akan merasakan arti dari lapar atau kenyang karena memakan sesuatu yang manis itu bisa disebut hobi dan pemulihan untuk tubuhku yang tidak normal.' Kou tersenyum lebar lalu ia menawarkan manisan itu kepada Asriel sehingga ia menolaknya.


"Habiskan saja..." Kata Asriel sambil tersenyum, Kou menghampiri dirinya lalu ia duduk di atas pangkuannya setelah itu kembali menatap keluar jendela untuk melihat pemandangan selagi mengunyah manisan itu, "Hahaha..." Asriel terkekeh lalu ia mengusap kepala Kou pelan-pelan, Okaho menatap Asriel dan Kou yang terlihat akrab dan ia langsung tersenyum kecil.


Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya sampai di pantai itu, pelayan Okaho mulai membuka semua pintu mobil itu agar mereka bisa keluar secara bersamaan. Okaho hanya menakuti satu hal yaitu semua Legenda yang berada di pantai itu pasti sudah mengetahui keberadaan dirinya yang justru terkenal karena putri dari seorang ratu Touriverse, semua orang yang berada di pantai itu melebarkan mata mereka ketika melihat Okaho, Haruka, dan Kou yang datang.


"Tenang saja, putri, aku akan mengusir mereka semua!" Pelayan itu mencoba untuk menghentikan semua Legenda yang lari menghampiri mereka semua, pelayan itu mencoba untuk menghentikan mereka tetapi jumlah mereka terlalu banyak sehingga ketika semua Legenda itu berada beberapa meter dekat dengan Okaho, mereka semua langsung berbalik arah dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Ehh...? A-Apa yang terjadi?" Tanya Mitsuki.


"Ahh, pelayan, kau sepertinya hebat juga ya dalam mengusir mereka semua." Okaho terkekeh lalu ia bersama teman-temannya pergi untuk mencari tempat yang nyaman untuk menikmati waktu di pantai, mereka yang mencoba untuk mendekati Okaho entah kenapa merasakan sesuatu yang janggal di pikiran mereka, mereka ingin sekali mendekati Okaho yang lainnya tetapi tidak bisa karena penolakan yang muncul secara tiba-tiba entah itu apa tetapi mereka mencoba untuk melupakannya.


Pelayan itu mulai menyiapkan beberapa karpet dan payung, Rokuro duduk di atas karpet lalu ia meluruskan kedua kakinya, ia berencana untuk berenang nanti karena sekarang ia hanya ingin melihat pemandangan pantai dan mendengar suara ombak yang berdatangan. Okaho membantu Haruka untuk duduk di atas karpet itu dan Rokuro ikut membantu sehingga ia menempati dirinya di sebelah, "Rokuro, bisa jaga Kakak sebentar? Aku ingin berenang bersama Kakakmu itu."


"Ya, terserah." Okaho dan Hana pergi menghampiri lautan lalu mereka mulai berenang di lautan dan bermain air. Minami sendiri merasa takut ketika melihat lautan sehingga Okaho menarik dirinya lalu melemparnya ke depan sehingga ia merasakan sesuatu yang asin di mulutnya, "A-Apa ini, kok asin!?"

__ADS_1


"Ahh! Sepertinya kau memakan sesuatu, Minami! Cepat! Minum air laut itu!!!" Kata Okaho, Hana mencoba untuk menghentikannya tetapi terlambat karena Minami sudah meminumnya sehingga ia menjulurkan lidahnya karena ia merasakan rasa asin yang sangat berlebihan, Minami dan Okaho langsung saling mengejar satu sama lain.


Kou, Mitsuki, dan Marie saat ini sedang membangun istana dari pasir. Asriel juga ikut bahkan ia menyarankan mereka semua untuk mengubur dirinya dengan pasir, mereka langsung melakukannya sehingga Asriel di kubur di dalam tanah dan mereka mulai membentuk pasir itu menjadi tubuh yang terlihat sangat macho, mereka semua langsung tertawa ketika melihatnya terutama Asriel karena tubuhnya merasa lebih tenang di dalam pasir.


"Ahh... sepertinya ini sudah cukup santai bagiku... cuaca yang sangat panas seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan suasana pantai yang begitu menyenangkan." Kata Asriel, Kou bersama yang lainnya melanjutkan membangun bangunan CC sehingga mereka menghabiskan selama 30 menit untuk menciptakan pasir yang berbentuk rumahnya sendiri, sangat besar dan Kou mulai melompat-lompat sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat senang.


"Sepertinya kita berhasil!" Kata Mitsuki.


"Hehehe, Kou, kamu senang ya bisa membuat rumahmu sendiri?" Tanya Marie sambil mengelus kepalanya, Kou mengangguk cepat sehingga sebuah bola voli melaju cepat ke arah Asriel dan mengenai tubuh pasirnya itu lalu terpantul ke atas dan mengenai bangunan serta istana yang di buat oleh Kou bersama Mitsuki dan Marie. 


Rumah pasir Kou sangat besar bahkan ia bersama Mitsuki dan Marie sampai terkena pasir itu, bola voli itu masih memantul karena Legenda terkadang bermain voli menggunakan kekuatan dan tenagaku mereka agar permainannya berjalan cukup menyenangkan, voli itu mengenai payung dimana Rokuro berada secara refleks ia langsung mengangkat kembali payungnya yang hampir saja terjatuh dan mengenai dirinya bersama Haruka.


Voli itu kembali memantul menuju Kou dan mengenai dirinya sehingga ia terjatuh, "Kou!!!" Mitsuki dan Marie terkejut ketika melihat Kou terjatuh karena terkena voli itu, mereka tidak bereaksi cukup cepat untuk melindungi dirinya. Okaho yang sedang bermain bisa melihat Kou yang terjatuh, ia segera menghampiri dirinya dengan ekspresi yang terlihat khawatir.


"Kou, kamu baik-baik saja!?" Tanya Okaho, ia membantu Kou untuk duduk dan ia mengenakan topi pantai itu untuk dirinya sehingga Kou tersenyum lalu ia mengangguk, Okaho bisa melihat pipinya yang merah karena terkena hantam voli itu, ia merasa sangat kesal dan Legenda yang bermain voli itu mengampiri mereka untuk mengambil bola itu kembali.


"Maaf, aku ingin mengambil bola itu kembali---"


Asriel menghancurkan bola voli itu dengan satu tatapan, "Tidak untuk hari ini, kak. Kau baru saja melukai seorang gadis kecil yang memiliki fisik lemah."


"Apa...!? Berani-beraninya kau bocah!?"

__ADS_1


__ADS_2